Первые 200 строк.
"Penjara Chung Hyun"
"Episode 85"
Kamu mau menikahiku tanpa tahu apa pun mengenaiku?
Kamu putra sulung pimpinan Grup PJ.
Hanya itu yang perlu kutahu.
Yang lainnya tidak penting bagiku.
Kamu tahu kini aku sedang kesulitan.
Aku harus berusaha semampuku.
Kamu mampu mengembalikan kehidupan lamaku.
Kenapa aku mau melepaskan itu?
Maksudmu kamu tidak peduli siapa sebenarnya aku,
aku ini apa dan apa yang kumau,
atau apa yang kusembunyikan. Begitukah?
Apa yang perlu kuketahui?
Aku tidak peduli.
Jadi, tentukan pilihanmu, Pak Yoon.
Segera tentukan jika kamu sungguh mencintai Seol Hwa
dan mau melindungi keluargamu.
Ya, Seol Hwa.
Kak Seok Hoon, sudah bertemu dengan ayah Kakak?
Dia dibebaskan bersyarat hari ini.
Kalau begitu, Kakak tidak bertemu dengannya?
Kakak akan pulang setelah menyelidikinya lagi sedikit.
Sampai jumpa.
Apa Ayah terluka?
Tidak.
Hati-hati. - Baiklah.
Ayah.
Kenapa kamu di sini?
Hei, Sae Na. Aku sudah selesai bekerja.
Ayah sedang menyiapkan bahan?
Biar aku yang melakukannya. Ayah istirahat saja.
Pergilah. - Pergi. Kamu tidak akan bisa.
Aku bisa.
Ini harus dipotong dadu satu sentimeter, bukan?
Jujur saja, aku sempat tinggal di kedai ini.
Saat itulah aku memahami cara Ayah bekerja.
Semua bahannya dipotong dadu sempurna.
Aku pernah melakukannya.
Kamukah yang membersihkan dan menyiapkan bahannya?
Aku seperti ibu peri.
Bukan, aku seperti anak peri.
Anak peri? Kamu konyol.
Kita harus bicara.
Sae Na, jaga kedainya dan pulanglah setelah selesai.
Aku?
Ayah, tunggu aku.
Sae Na, aku akan membereskannya. Jangan khawatir.
Ayah!
Kenapa sikapnya sangat santai kepadaku?
Aku tidak terima.
Ayah, biar aku saja...
Ya.
Baiklah.
Ayah sebaiknya makan sesuatu.
Aku
tidak menyukaimu.
Ya.
Tentu saja. Itu wajar.
Aku juga membenci diriku.
Aku yakin Ayah lebih membenciku.
Tapi aku sungguh akan berubah.
Doo Na bilang dia tidak suka pria pengecut.
Bagaimana dengan ibumu?
Kamu akan bagaimana mengenai dia?
Dia ibuku. Aku lebih mengenalnya daripada orang lain.
Dia egois
dan melakukan hal-hal buruk demi anak-anaknya.
Tapi dia tidak selalu begitu.
Dia begitu karena sulit baginya membesarkan anak-anaknya sendirian.
Bukankah dia akan kembali kalau aku berusaha lebih keras?
Doo Na juga bukan orang yang akan diam saja saat menderita.
Aku yakin Doo Na akan menang.
Kalau ibuku dan Doo Na bertengkar,
aku akan membela Doo Na, apa pun yang terjadi.
Tolong jangan cemas.
Kamu tidak tahu betapa Doo Na sangat berarti bagiku.
Aku mendapatkannya setelah kehilangan anak sulungku.
Dia menyelamatkan aku dan istriku.
Kamu harus mengingat itu.
Kamu tadi terus menelepon. Kenapa sangat terlambat?
Aku baru selesai bekerja.
Kami butuh reporter.
Apa kamu punya foto profil dan video perkenalan?
Berikan kepadaku.
Kamu pernah mengatakannya. - Lupakan saja.
Baiklah.
Kalau kamu sangat membutuhkanku, aku akan melakukannya.
Kamu menganggapnya begitu.
Aku bersikap baik karena kita hampir punya hubungan spesial.
Hubungan?
Apa kamu gila? Aku tidak menganggapmu begitu.
Selamat datang. Silakan duduk di sini.
Itu saja. Sampai jumpa.
Kamu mau ke mana? Tunggu di sini.
Pertama, kenakan ini dan bantu aku.
Jadi, ini alasanmu memanggilku ke kedai.
Kamu pintar.
Ya, baiklah.
Joon Sang.
Aku bertemu dengan ibumu tadi.
Dia bahkan memberiku hadiah.
Aku merasa bersalah karena dia sangat baik kepadaku.
Aku juga tidak pantas menerimanya.
Aku juga masih merasa bersalah kepadamu.
Aku tidak mau mendengar permintaan maafmu.
Mari jangan membicarakan masa lalu.
Kudengar ayahku menolak pengunduran dirimu.
Aku tidak masalah, jadi, berbuatlah semaumu.
Kamu tidak perlu menderita dan menahan semuanya karena aku.
Aku tidak menderita.
Kamu tidak ingat bagaimana kali pertamaku bekerja di sini?
Aku tahu kamu membantuku mendapatkan pekerjaan di sini.
Tapi aku tidak peduli dan tetap menerima pekerjaannya.
Kamu berhak memutuskan untuk tetap di sini atau tidak.
Joon Sang.
Aku hanya meminta satu hal.
Aku hanya mau kamu bahagia.
Kuharap kamu akan melupakan torehan luka yang kusebabkan.
Aku sungguh ingin melihatmu bahagia.
Setiap hari aku berdoa
agar kamu bahagia.
Ini agenda yang akan dibahas saat rapat.
Baiklah.
Bagaimana pendapat orang-orang
mengenai Joon Sang?
Orang-orang antusias terhadap perubahan baru itu.
Kurasa orang-orang berpikir positif karena dia
diterima di perusahaan ini lewat kontes.
Senang mendengarnya.
Performanya menakjubkan.
Entah kenapa dia menolak, padahal pekerjaannya sangat baik.
Ada hal lainnya.
Ini hanya pendapatku, tapi kurasa
Anda sebaiknya memperhatikan hubungan antara Nona Bae dan Dirut.
Apa?
Kenapa Pak Choi jauh-jauh datang ke rumah?
Aku berencana membantu Joon Sang
sampai dia bisa beradaptasi di perusahaan.
Ya. Kamu sebaiknya membantunya.
Tentu saja. - Aku pulang.
Halo.
Aku sangat lelah, Nenek.
Astaga, apakah pekerjaannya membuatmu lelah?
Kamu harus memberi Ji Sang gaji besar.
Dia hanya cengeng.
Bukan karena pekerjaan. Aku lelah karena bekerja di kedai.
Apa?
Kedai? Apa maksudmu?
Bukan apa-apa.
Omong-omong, kenapa Ibu melakukan itu tadi?
Ibu seharusnya menelepon sebelum datang ke kantorku.
Bagaimana kalau orang-orang tahu siapa aku?
Kamu pergi menemui Ji Sang?
Benar. Kami meluncurkan produk baru.
Aku datang untuk memberikan pakaian kepada Ji Sang dan anggota timnya.
Kamu seharusnya juga mengunjungiku selagi ke sana.
Itu hanya kunjungan singkat.
Omong-omong, Seol Hwa sangat berterima kasih.
Dia memintaku menyampaikan terima kasih.
Kenapa dia berterima kasih?
Ibu memberi dia pakaian.
Tidak perlu membicarakan itu.
Kamu bahkan menemuinya secara terpisah?
Aku hanya mengobrol sebentar dengannya.
Aku tidak enak atas yang terjadi dengan pernikahannya. Bukan apa-apa.
Kamu mungkin tidak memperlihatkannya,
tapi kelihatannya kamu peduli terhadapnya.
Kamu bahkan datang ke perusahaan dan memotret?
Aku harus bersiap agar bisa menulis artikel soal pernikahanmu.
Bagiku, itu hanya obrolan ringan mengenai pernikahan.
Kini aku merasa harus lebih berhati-hati.
Apa ini?
Aku tidak berniat memotretnya. Ini tidak berguna.
Bolehkah aku menyimpannya?
Tentu.
Kapan kalian berencana menikah?
Kami belum menetapkan tanggalnya.
Begitu rupanya.
Aku menjadwalkan wawancara dengan Bu Mo.
Akan kutanyakan kepadanya.
Ya, tanyakanlah.
"Yayasan Medis PJ"
Ya, tolong temukan dia secepatnya.
Ya, baiklah.
Siapa yang Kakak cari?
Lalu kenapa tidak bertemu dengan ayah Kakak?
Dia dibebaskan sebelum kakak tiba.
Kakak menanyakan alamatnya,
tapi mereka tidak mau bilang karena kakak bukan anak yang sah.
Kakak menyewa orang untuk mencarinya.
Astaga, bagaimana kalian bisa berselisih jalan seperti itu?
Seharusnya kakak langsung menemuinya begitu mengetahuinya.
Kakak kehilangan kesempatan karena ragu.
Kakak pasti akan mendapat kesempatan lagi.
Tapi setidaknya dia mengetahui nomor telepon Kakak.
Jika benar sudah bebas, dia akan segera mencari Kakak.
Dia bahkan bisa menghubungi kakak meski saat di penjara.
Tapi dia tidak melakukannya, dan itulah yang mengusik kakak.
Apakah ada alasan lain?
No comments yet. Be the first to leave one.