As primeiras 153 linhas.
Lo...
Aku di dalam air?
Cahaya apa ini?
Ikan raksasa!
Bukan, tapi naga!
Sera.
Aku bersyukur telah memilihmu.
Apa?
Tunggu, apa maksudnya!
Mimpi?
Kenapa?
Kenapa naganya bisa bicara?
Tidak, aku bahkan belum pernah dengar atau lihat makhluk sebesar itu.
Apa morisberi yang kumakan kemarin muncul di mimpiku?
Berhenti!
Ildren! Jeroanku bisa keluar!
Nona Vyufmec?
Ada elf kayak di dongeng, terus ada juga dawrf sama tumbuhan ane yang bisa gerak.
Numpang duduk.
Berisik banget.
Kenapa aku harus berurusan sama yang bukan manusia sama barbar begini!
Udah kubilang, 'kan? Hari ini kita mau melakukan ritual oharai.
Makanya dari pagi semua perwakilan lima suku utama juga pada kumpul.
Tapi, tetep aja aku ogah nerima makhluk ngawur kayak begini.
Dari kejadian kemarin sama hari ini, aku udah tahu kamu orangnya keras kepala.
Kalau kamu cuma percaya apa yang kamu percaya ada
mana mungkin ada, 'kan.
Oh, udah datang juga ternyata.
Santa Nona Wistaria!
Kemelut alam kali ini gara-gara kamu.
Jadi, kamu wajib ikut adat ritual oharai kami.
Ta... Tapi!
Walau penyucian dirinya udah selesai,
tapi lebih bagus kalau kamu lihat ulahmu.
Penyucian?
Ternyata emang dia gak sadar, ya.
Apaan, Elf! Ngejek?
Nama yang dikasih orang tuamu itu apa?
Namaku? Kenapa nanya 'gitu?
Udah, jawab aja.
Tujuh tahun lalu waktu aku diangkat jadi pendeta militer.
Kepala biara kasih aku marga Malcius...
Lo?
Di panti asuhan biara itu, aku dipanggil apa.
Kalau enggak salah, aku jadi pendeta militer di umur enam belas.
Sebelum itu, umur enam belas...
Terus...
Kamu enggak ingat?
Sebelum enam belas tahun berarti setengah hidupmu, lo!
Harusnya ada!
Ingatan enam tahun lalu... ada. Tujuh tahun lalu juga ada.
Delapan tahun...
Enggak ada!
Cup, cup.
Enggak ada!
Malcias, aman?
Efek kemelut.
Tapi, masih hidup aja udah ajaib banget.
Iya, bisa selamat modal hilang ingatan aja udah beruntung.
Walau orangnya mungkin enggak ngerasa begitu.
Maaf kedengeran kasar.
Ingatan yang buat kamu sampai nempel banget ke Tuhan
dilupain mungkin lebih bahagia.
Tadi kamu bilang apa?
Lupain jejak ingatan ke Tuhan lebih bahagia?
Kok omongannya kelewatan begitu!
Kalau 'gitu coba ingat sesuatu.
Walau ujung-ujungnya, sih, mentok "percuma aja mikir keras".
Be... Berani-beraninya kamu! Bocah bau kencur!
Aku cuma bilang fakta, kacamata bintik!
Penampilan enggak ada hubungannya sama iman!
Baru kenal udah bisa siakrab ini.
Entah mereka cocok atau enggak, ya.
Mau dibiarin aja?
Enggak bakalan sampai bunuh-bunuhan juga.
Kalau ke sana baru aku hentiin.
Oke, semangat gelutnya!
Kamu yang nyerang duluan, tapi udah kalah posisi 'gini?
Yang mancing duluan 'kan kamu!
Dasar bocah barbar!
Jangan remehkan pendeta militer Ekspedisi Timur!
Gini-gini aku udah ditempa sama perjalanan militer!
Akit! Akit!
Aku emang beberapa kali kena serangan dadakan.
Kalau masih ngotot lupain ingatan masih lebih bahagia, kamu sendiri juga sama!
Aku benci banget sama doktrin yang dikibarkan Agama Komonera.
Tapi, dulu aku pernah dapat jatah dari dapur umum itu.
Oh, iya! Aku lupa ngomong!
Kamu mungkin udah sadar, tapi gadis bergaya barbar ini...
Sakit!
Kena telak.
Dasar... bar... bar...
Pertandingan selesai, deh.
Ya udah, kita angkut Malcius dulu.
Kalian bertiga sekalian mandi aja di sungai sana.
Masih ada waktu sebelum ritual oharai-nya.
Mending kalian mandi dan bilas keringat dulu.
Benar juga.
Mungkin ide bagus bersihin badan dulu sebelum ritual.
Ta... Tapi.
Tanpa kalian pun persiapannya bakal aman.
Kamu juga enggak bisa apa-apa, 'kan?
Santai aja.
Aku juga mau leyeh-leyeh di rumah keponakan selama ritualnya, kok.
Maklum, berumur.
Kak Lesia.
Intinya begitu, Cersei. Tolong anterin Sera dan Malcius.
Baik.
Dari cewek agamis ini mungkin kamu udah ngerasa.
Emang bener aku asalnya dari Ildren.
Aku salah satu anggota ekspansi timur yang dikumpulin enam tahun lalu.
Sudah kuduga.
Dari sikapmu yang benci bangsawan dan caramu manggil aku
ksatria tapi prajurit kayak yang lain, aku udah setengah curiga.
Tapi, soal ahli masang zirah kayaknya kamu tahu bukan dari kelompok ekspansi.
Nyelidikinnya cukup sampai segitu aja.
Aku bukan lagi rakyat negeri itu.
Sekarang aku cuma Cersei, pelayan pribadi Tuan Veor yang tinggal di sini.
Aku memperlakukanmu sebagai wanita yang beliau pilih.
Jadi, tolong jangan lihat aku sebagai warga Ildren.
Itu wajar.
Tidak, kamu benar. Aku akan hati-hati.
- Cersei. - Ada apa?
Apa hidupmu di tanah air
lebih bahagia kalau dilupakan saja?
Entah, ya.
Aku enggak ingat soal masa lalu dan enggak penting juga.
Aku juga enggak akan kembali ke kehidupan itu.
Aku ceroboh banget padahal pendeta militer.
Aku paham, kok. Tapi, kalau enggak 'gitu kamu enggak bakal balik normal, 'kan?
Ingatanku waktu itu memang agak samar-samar.
Dari kejadian tadi, sih, bau-baunya bakalan ngomel terus.
A... Apa kamu bilang!
Udah, jangan ngamuk melulu.
Terus, kok aku bisa jalan bareng sama orang yang tadi baru aja kugulat-gulatin!
Walau aku tahu aku harus nemenin Putri Serafina.
Makannya jadi harus bareng sama gadis barbar ini!
Karena kamu bau!
Ba... Barusan kamu bilang apa?
A... Aku bau?
Iya, aku bilang bau.
Kamu sendiri enggak sadar, tapi samar ada bau dupa, darah, keringet, sama apek.
Udah berapa hari enggak mandi coba.
Sejak Putri Serafina jadi pengawal belakang
dan empat hari sebelum beliau ditawan kaum barbar, jadi...
Lebih dari setengah bulan.
Malcius.
Begini.
Aku ngerti situasinya, aku juga susah buat ngomong duluan.
Maafin.
Iya.
Dua-tiga hari ini aku juga lumayan banyak keringetan.
Waktunya pas, lah.
No comments yet. Be the first to leave one.