As primeiras 200 linhas.
Teman-teman, di mana Jeremy?
Sial.
Sial! Dia tadi bersama kita! Bajingan!
- Kita harus temukan dia. - Tidak, tidak, tidak!
Kita harus temukan dia!
Kita harus pastikan jika kita aman di sini.
- Lepaskan aku! Lepas! - Ayolah!
Apa yang akan kau lakukan?
Kau akan berkeliling memanggil dia?
Kita bisa kembali ke mobil.
Lupakan itu. Mobilnya rusak.
Meski jika kita bisa lewati barikade, kau melihat jalanannya.
Kita takkan bisa pergi keluar kota.
Jadi apa yang kita lakukan?
Kita tetap di sini?
Kita kembali keluar tanpa rencana,
Kita tamat.
Ya.
12 Jam Sebelumnya
Hei, Mata Hijau,
Kau sebaiknya kurangi pretzelnya.
Kembali dengan meja triple-X milikmu.
Bagaimana denganmu?
Tidak, aku rasa... Sebentar, sebentar.
Ya. Tidak, daguku.
Aku gunakan itu di daguku, bukan?
Hanya memastikan.
Ya, itu seperti traktor.
Seperti jaket.
Kau juga suka jaketnya?
Apa kau barusan bilang?
- Oke, Brina... - Ya?
Pilihan satu.
Kau dan cinta sejatimu bisa hitung hingga 100 tahun,
Tapi kau takkan pernah orgasme lagi.
Atau kau tak pernah bertemu cinta sejatimu,
Dan kau bisa orgasme hanya dengan menyentuh hidungmu.
Aku sudah memiliki cinta sejatiku.
Jadi maksudmu kau tak pernah orgasme.
Hei, aku tak harus melepaskan orgasme ku, bukan?
Kau tahu, aku tak pernah mengerti inti dari permainan ini.
- Itu seru. - Apa yang seru dengan itu?
Intinya itu harusnya memberitahumu pendapat orang sebenarnya.
Untuk apa?
Itu seperti memberitahu kita apa yang kau pilihan,
Jika kepalamu ditodong senjata.
- Hidup atau mati, sayang. - Tepat sekali.
Tapi bagaimana untuk bisa tahu? Maksudku, aku bisa berbohong.
Aku akan berbohong.
Kenapa aku beritahu orang lain apa yang sebenarnya aku pikirkan?
Tidak, tidak, tidak, tidak.
Keseruannya justru terletak dengan berkata jujur.
Menurutku itu terlalu menjijikkan.
Lagi pula itu omong kosong. Karena siapa yang benar-benar tahu...
...apa yang mereka lakukan jika itu hidup atau mati.
Terlalu banyak bicara.
Brina adalah jangka pendek.
Baiklah, Danny,
Kau memilih bercinta dengan siapa?
Jeremy...
Atau ibumu?
Demi Tuhan! Kau sakit!
Pacarmu sakit.
Dia berhasil menyudutkanmu.
Dia berhasil menaklukkanmu.
Jawab pertanyaannya!
Ini sudah larut.
Ya, aku rasa kita berhasil.
Maksudku, kita belum di tingkat profesional,
Tapi kita masih cukup bagus.
Omong kosong. "Bukan profesional"?
Jika kita membuat video porno,
Kita bisa menjual 50,000 unduhan dengan mudah.
Ayolah. Kau seorang penipu.
Kau tak butuh payudara untuk menjadi bintang porno.
Apa menurutmu bintang porno terlahir...
...dengan payudara bintang porno?
Jadi kau mau aku operasi payudara?
Itu demi kariermu.
Kita semua harus berkorban.
Aku juga akan operasi bokongku.
Ada apa dengan bokongmu?
Kau manis.
Kau dengar itu?
Ini tempat apa?
Jika kita melakukannya dengan benar,
Ini benteng.
Mari berharap ini bukan Alamo.
Kita aman, bung?
Luar biasa.
Takkan ada yang bisa masuk lewat sini.
Kita harus periksa seluruh tempat ini.
Hei, tetap buka mata dan telinga kalian, mengerti?
- Itu hanya butuh satu kesalahan. - Kita akan selamat, oke?
Aku tak peduli kita harus apa, yang penting kita aman.
Mengerti? Ayo.
Berapa banyak ruangan seperti ini yang mereka punya?
Aromanya seperti ruangan loker SMA-ku.
Hei? Hei?
Simpan ini baik-baik.
Jika Lin atau Danny menunjukkan tanda...
Kau tahu.
Oke. Aku mau kalian berdua tunggu di sini...
...selagi aku dan Ethan pergi periksa seluruh gedung ini.
Kami tak mau tetap di sini.
Aku tidak keberatan.
Apa? Aku tak perlu menjadi pahlawan.
Kau yakin kita akan aman di sini?
Aku tidak yakin.
Pemerintah...
Mereka akan segera datang, bukan?
Tidak ada lagi pemerintahan, oke? Kita sendirian.
Polisi! Polisi, mereka di sini...
Saat kau sedang bersiap, aku menonton CNN.
Mereka menayangkan polisi mengejar orang ini.
Mereka semua...
...berubah menjadi makhluk itu.
Tolong pastikan palka atas aman sebelum kau lewat. Terima kasih.
Ini dia.
Aku tadi mau membantumu, tapi Brina terus bergerak.
Aku tak mau tinggalkan dia.
Aku juga tak tahu seberapa banyak kau bisa membantu.
Apa maksudnya itu?
Bukan apa-apa. Itu hanya...
Kau tadi cukup gemetar.
Tenanglah, bung.
Ini bukan waktunya untuk bersikap sensitif.
Mungkin juga bukan waktunya untuk bersikap menyebalkan.
Cukup adil.
Menurutku kita sebaiknya tidak menetap di sini.
Kau punya ide untuk tempat yang lebih baik?
Mungkin rumah sakit? Bungker perlindungan?
Presiden punya bungkernya sendiri,
Dan kita belum mendengar dari para bajingan itu sejak semua ini terjadi.
Presiden mungkin saja terinfeksi.
Menurutku makin dikit orang di antara kita makin baik.
Itu satu-satunya jalan masuk lainnya.
Aku rasa kita aman.
Hei.
Menurutmu Jeremy baik-baik saja?
Jeremy lebih tangguh dari kita semua disatukan.
Aku mencoba hubungi ibuku sebelum kita pergi.
Aku tidak mendapat sinyal.
Sirkuitnya mungkin kelebihan beban.
Semuanya tak berfungsi.
Siapa yang tahu berapa lama kita akan mendapat aliran listrik.
Atau air.
Saat itu terputus, kita bisa dibilang kembali hidup di gua.
Evolusi terbalik.
Kita harusnya berhenti di toko senjata seperti yang Jeremy mau.
Apa, melawan gerombolan itu?
Tenanglah. Kita baik-baik saja.
Lihat? Kita punya air.
Seluruh apartemenku dipenuhi dengan makhluk itu.
Aku bahkan tidak tahu di mana ibu dan saudaraku berada.
Beritahu aku apa yang baik dari itu?
- Hei. - Hei.
Oke. Semua pintu dikunci.
Tak ada yang bisa masuk.
Aku rasa kita aman.
Untuk berapa lama?
Kita tak bisa tetap di kota.
Kita harus pergi dengan berjalan kaki.
Itu mungkin lebih aman jika kita pergi saat malam.
Bagaimana dengan Jeremy?
- Kita tak bisa pergi tanpa Jeremy. - Tenanglah.
- Ethan dan aku akan pergi mencari dia. - Tunggu, apa?
Jika kita beruntung, dia masih di dekat sini.
Mungkin dia berhenti di toko senjata tadi.
Bung, kau yakin dengan ini?
- Kau harus temukan Jeremy! - Aku tahu. Aku tahu.
Bung, aku mau kau bersikap jantan.
Aku tahu, oke? Aku hanya tidak...
Dia tewas!
Apa kau bilang?
Dia tewas.
- Bagaimana kau tahu itu? - Aku melihatnya.
- Apa yang kau lihat? - Itu saat orang-orang itu...
...menarik gadis SMA itu keluar dari mobil.
Kau meminta kami untuk terus lari.
Tak ada yang bisa kita lakukan untuk mereka.
Aku menoleh belakang dan Jeremy kembali untuk membantu mereka.
- Idiot! - Dasar anggota pramuka.
Itu tak masuk diakal. Kenapa dia kembali?
Tak ada lagi yang masuk diakal.
Hal terakhir yang aku lihat, dia dikepung dan...
Mereka tumbangkan dia.
Bohong.
Kau pembohong.
Pembohong!
Dia masih hidup!
Dia masih hidup!
Lepaskan aku! Lepaskan aku!
Hei.
Jangan khawatir. Dia akan baik saja.
Aku tidak percaya itu.
Jeremy...
Sayang...
Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu lebih cepat?
Aku tidak...
No comments yet. Be the first to leave one.