As primeiras 191 linhas.
6 BULAN SEBELUMNYA
Aduh!
Apa kabar Porrasit?
Zen! Sakit tahu!
Bagaimana kau sampai disini?
Buatlah permohonan dulu, sobat...
Memohon, memohon, memohon.
Foto! foto!
Kau pasti memohon supaya cantik sepertiku
Kenapa, kenapa? Apa aku tidak cantik?
- Memohonlah supaya kau cepat kaya - Oh, aku suka itu!
- Lalu... Kudo'akan agar proyekmu lancar - Mantap!
Kau kan sudah cantik...
Kudo'akan kau tambah cantik!
Halo 'Jae'
Selamat ulang tahun yang Ke-31!
Ini kadomu! Sebuah kotak sumbangan!
Kenapa kau bawa kesini? Tak ada hubungannya, Zen!
Kau seperti perahu kayu di pantai, yang dipakai orang setiap hari...
Jadi kau bisa menggunakannya untuk memanjangkan umur kalau mau mati
ZEN...!!!
Pakai ini ja! Ini sudah kelewatan!
Pukul kepalanya! Dia tak bisa kemana-mana.
Haahh
Wah, ini benjol. Biar kuobati dulu.
Tidak apa-apa.
Jauh....
...dari jantung kok.
Eyy!
Tahanlah sebentar
Kenapa kau menangis? Bukankah kau bilang masih jauh dari jantung?
Obatnya mengenai mataku.
Hei Porrasit, berhenti merayunya!
Ayo bangun dan kita makan.
Ya Tuhan! Bagaimana kepalamu?
Kalau tak salah, namamu Porrasit kan?
Namaku Por. Nama panjangku Rasit Jadi teman-teman memanggilku Porrasit
Porrasit? Aneh, terdengar seperti Virus
Betul itu nona-nona... Si Virus atau Porrasit ini adalah sahabatku
Kami sama-sama lulusan Teknik Kimia
Dia baru kembali ke kota ini 3 bulan yang lalu untuk kerja training
Hei, kenapa kau melamun?
Kenalkan dirimu kepada nona-nona ini, Jadi kau boleh bergabung minum...
Ayolah!
- Ayolah! - Baiklah, kalau begitu...
Mohon jaga aku!
Mohon jaga aku!
Mohon jaga aku!
Mohon jaga aku....
...Kakak.
Hei! Ayo kita lanjut minum!
Ya.. ayo, ayo kita minum!
Kalau aku tak sedang hamil... Aku pasti akan membuatnya mabuk malam ini!
Aku tidak pernah melakukannya...
...selain dengan suamiku.
Aku pernah!
Zen, apa kau sudah pernah?
Kalau sudah mabuk... Kau bisa bersama cowok atau cewek manapun
Tidak lucu! Kau minum kan juga gratisan
Aku tak pernah...
Sandwich!
Gila!
Aku pernah!
Hei, apa saat itu Kak Tape masih remaja?
Sudah lupa!
Cuma bercanda kok...
Aku tak pernah... Kencan dengan siapapun lebih dari 5 tahun
Aku tak pernah begitu.
Aku pernah!
Oke, cukup. Ganti orang...
Bagaimana dengan Porrasit, apa kau sudah pernah?
Cowok ganteng.
Aku sama sekali belum pernah pacaran.
Apa? Tak mungkin?
Jawablah dengan serius...
Berapa usiamu?
Usiaku 24 tahun.
Itu sangat tak mungkin!
24 tahun dengan tampang seperti itu... Tak pernah pacaran?
Aku yakin itu. Sejak kami masih sekolah, dia ini tak pernah dekat dengan siapapun.
Tak pernah!
Jangan-jangan... Jeruk makan jeruk?
Jangan-jangan kalian homo?
Coba sama aku dong!
Ba, sekarang giliranmu.
Aku tak pernah diputuskan oleh lelaki sebelumnya!
Bagaimana denganku? Bisa disebut diputuskan?
Kalau kamu, mereka bilang bukan diputuskan, tetapi... "istirahat" pacaran.
"istirahat" adalah kata yang manis dari mulut orang yang mengatakannya waktu itu.
Pada akhirnya sama saja, "istirahat" artinya diputuskan!
Yang dikatakan Ba benar.
Aku tak pernah diputuskan sebelumnya!
Santai... Satu gelas bagus untuk kulitmu. Segelas saja sudah cukup.
Aku selalu heran...
Kenapa dia tak memutuskanku dari awal?
Kami berpacaran 7 tahun.
Dia memutuskan hubungan denganku di tahun ke 7
Umurku sudah kepala 3, bagaimana aku harus mencari seseorang di umur segini.
Dia itu bukan laki-laki.
Tolol dan egois!
Ayo lanjut minumnya!
Ja, sudah cukup.
Tolong hentikan dia.
Walau tak seorangpun yang mencintaimu, aku tetap menyayangimu.
Zen!
Cukup, Zen!
Kalau kita menikah bulan Juni, aku mau hamil 2 bulan kemudian
Dia mabuk.
Ja?
Aku sudah berumur, semakin cepat punya anak lebih baik daripada terlambat. Kalau kau?
Nope... Aku belum berpikir untuk menikah.
Bagaimana dengan rencana kita membangun rumah tangga bersama?
Tapi bukan saat ini, Ja.
Kupikir kita berdua masih belum siap.
Kaulah orang yang belum siap.
Apa yang kita lakukan dengan rencana ini?
Hari Pernikahan : 10 Juni Bulan Madu : Jepang
Kau orang yang merencanakan ini...
Bukan aku.
Bagaimana dengan rumah yang kita beli bersama?
Jangan khawatir dengan rumah itu.
Membelinya sekarang akan menguntungkan untuk kita.
Menurutku, bisakah kita istirahat dulu berhubungan?
Aku bukan meminta putus.
Maksudku, kita "istirahat" dulu dalam hubungan ini...
Jadi kita bisa lebih saling memahami masing-masing.
Aku ada penerbangan malam ini. Aku harus segera pergi.
Selamat ulang tahun.
Bajingan!
Bisa-bisanya kau mengharapkan aku bahagia?
Beri aku alkohol lagi!
Cepat!
Berhenti, Zen!
Kau benar-benar mabuk!
Siapa bilang aku mabuk?
Aku tidak mabuk
Sehat begini kok!
7 tahun...
Bagaimana bisa ada orang yang begitu mudah meninggalkanku?
Tak masalah mau berapa tahun...
Tergantung berapa banyak kepentingan yang telah kau berikan.
Ada orang lain yang menunggumu, Dia menunggu untuk satu orang itu saja.
Lihat dirimu, bicaramu seolah-olah sudah punya banyak pengalaman hidup.
Apakah usiamu sama denganku?
Kau sepertinya tak asing...
Apa sebelumunya kita sudah pernah bertemu?
Kau ingat?
Jae!
Kenapa kau naik keatas?
Aku mengkhawatirkan Jae.
- Jae sudah tidur. - Aku mau bicara dengan Jae.
Aku mau memegang tangan Jae.
Ini, tangan Jae... Peganglah.
Jae, aku akan selalu mendukungmu.
Jangan stres. Kau tak mau mati muda, kan?. - Oke, kau bisa meninggalkannya sekarang.
Kau harus pergi sekarang. Cepatlah.
- Nenek, ini berkah untuk pagi yang cerah. - Baiklah.
Dan yang ini untuk kau makan.
Makanan berkah sudah lebih dari cukup
Kau tak perlu memasak untukku
Tak apa-apa, aku memasak lebih...
Kalau begitu, bawa kue ini makanlah kalau kau lapar.
Terima kasih, tak usah. Aku sudah makan.
Ini ada kwitansi, aku sudah bayarkan sewa rumahnya.
Oh, terima kasih sayang.
Baiklah, aku permisi sekarang.
Pemberhentian kereta berikutnya di Stasiun Lupaenee.
Stasiun Seelom, Seelom.
Maaf... maafkan aku.
Kenapa kau mengikutiku?
Apa? Siapa yang mengikuti siapa?
Kantorku di sekitar sini.
Adik kecil, kakak ini sudah tua...
Kau pikir aku tak tahu kalau kau mengikutiku sejak naik dari stasiun pertama?
Kalau aku mengikutimu, berarti semua orang disini harusnya mengikutimu juga.
Aku sudah terlambat kerja sekarang.
Dimana Zen?
Kak Ja?
Apakah tim kalian sudah siap?
- Mana Zen? - Sudah di Lift, sedang naik kesini.
Tunggu sebentar.
Baiklah.
Zen selalu saja terlambat.
Ini orangnya!
Maaf, Jae.
Kalau sampai aku tak mendapatkan proyek ini, akan kuhabisi kau!
Aku sangat berharap dengan proyek ini.
Joroknya!
Apa sih yang kau makan?
Ayolah!
Cepat!
No comments yet. Be the first to leave one.