As primeiras 200 linhas.
Kau tidak konsentrasi. Aku tahu itu..
Kau memikirkan e-mail atau pesan SMS ..atau tas.
Kau mengarang.. Kau tidak tahu apa yang sedang kupikirkan.
Lautner.
Oke, aku mungkin tak tahu secara detil..
tapi yang kutahu itu pasti semacam raket rusak
yang membuatmu sulit berkonsentrasi.
Aku mungkin saja sedang memikirkan obat kanker.
Pada nyatanya, aku hampir bisa menemukannya.
Dan sekarang kau malah menyuruhku untuk menghapusnya dari harddisk-ku.
Silahkan diubah atau diperbaiki atau di ReSync, tapi.. mohon untuk tetap mencantumkan KREDIT atas hasil kerja saya
Kau tak bisa menyembuhkan UTI
Kalau kau punya peternakan cranberry.
Hei! Sekalipun aku tak pernah terinfeksi penyakit itu..
- Oh, benarkah? - Tidak, tak pernah.
Dan kau tak pernah sekalipun kena HPV?
Tidak! Baiklah.
Tak pernah kena PMS?
Jaga mulutmu!
- Hei! - Jaga mulutmu.
- Aku balas memukulmu. - Aku telah divaksinasi.
Aku telah divaksinasi.
Tidak sepertimu, karena sejak aku lahir telah di imunisasi.
Apa yang kau bicarakan? Aku lebih tua lima tahun darimu.
Bagaimana aku bisa tahu itu?
Aku tak pernah lihat KTP-mu. Yang aku tahu umurmu 45 tahun.
Dengar baik-baik! Umurku 35 tahun. Oke?
Umurmu 45 tahun! Kau setengah tua!
Aw! Aw! Aw! Jangan menjambak rambutku, sobat.
Ini sudah tipis. Aku tak suka kau menarik rambutku.
Kalau begitu lepaskan tanganku.
Oke.
Pada hitungan ketiga. Berdamai? Oke.
- Tiga, dua, satu. - Satu, dua, tiga.
Baiklah. Jangan menjambak rambutku lagi, oke?
Baik. Maka dari itu jangan menyudutkanku.
Itu membuatku sadar. Itulah satu-satunya caraku membela diri.
Aku sedang serius. Maukah kau berkonsentrasi?
- Ya. - Oke.
Seperti itu..
Tarik napas dalam-dalam.
Ini adalah saat dimana kau tak perlu merasa khawatir.
Tak ada hari kemarin.
Tak ada hari esok.
Yang ada hanya sekarang.
Kau tidak sedang terlambat.
Dan kau tak melakukan kesalahan apapun.
Kau persis berada ditempat kau seharusnya berada.
Dan kau persis menjadi siapa Kau sebenarnya.
Kau benar-benar sempurna.
Dan apapun yang terjadi hari ini
adalah yang memang seharusnya terjadi.
Dan jika kau mau
aku akan menghabiskan waktu bersama denganmu dalam sisa hidupmu.
Oke, aku mau.
Kau akan memiliki hari yang indah saat ini.
Kau tak perlu gugup terhadap apapun.
Oke, tidak akan.
Kau berjanji?
Ya. Terima kasih, sobat.
Matamu begitu mengerikan.
Aku tak tahu kenapa aku mau di tempat tidur bersamamu! Kau menjijikkan!
Itu sangat banyak! Perlu banyak ruang. Lupakan saja. Aku punya seorang teman.
Hei, kau! Apa Charlie sudah bangun?
Karena aku harus menjemputnya. Kami ada pertemuan di kota.
Aku mau mampir dan mengajaknya.
Ya, dia ada di dalam.
Baik. Kau tidak apa-apa?
- Ya. - Ya, bagus!
Kau baik-baik saja, Randy?
Tidak. Tidak. Kenapa? Kenapa? Ada yang salah?
Kau seditkit berkeringat. Tapi itu bukan masalah besar.
Baik, aku minta maaf ini terjadi.
Aku cuma tak suka. Kau tak perlu minta maaf.
Oke. Oke.
Sampai jumpa, Randy.
Sama-sama!
Ya. Aku akan melakukannya. Aku akan...
Ada yang menghubungi. Tunggu, tunggu sebentar..
Sialan! Kurang ajar.
Sialan!
Sialan!
Oh, sialan! Bangsat!
Hei. Hei. Tidak!
Bangsat! Tidak! Tidak!
Oh! Oh! Tidak! Anak kecil!
Oh, Tuhan!
Apa-apaan!
Bu!
Oh, tidak! Anak-anak!
- Bu! - Tidak!
Kalau aku bilang kau tetap di taman maka kau harus tetap di taman!
Kau tetap di taman atau aku akan menghancurkanmu!
Dengar aku?
Hei! Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan, Randy?
Tidak ada!
Apa maksudmu tak ada? Aku melihat dari jendela
dan kau mengendarai mobilmu seperti hantu di halaman belakang, bung!
Kau mengacaukan segalanya!
Silahkan diubah atau diperbaiki atau di ReSync, tapi.. mohon untuk tetap mencantumkan KREDIT atas hasil kerja saya
Tutup mulutmu, Charlie! Tutup mulutmu!
Aku minta maaf, Bu. Tunggu! Biarkan aku cari lencanaku! Jangan khawatir!
Tidak! Jangan pergi dulu! Aku mendapatkan lencanaku! Mobil ini jalan sendiri!
Randy! Kau membuatnya takut!
Kau harus lebih berhati-hati dengan itu!
Bisakah kau diam? Aku mencoba menjelaskan pada wanita itu kejadiannya!
Hei! Kenapa kau tak menjelaskannya padaku, bung?
Kau mengemudi melewati halamanku!
Kau menembaki mobil dengan senjata? Ya Tuhan, Randy!
Aku mengalami kecelakaan!
Oke? Aku mengalami kecelakaan! Mengerti? Itu sungguh memalukan!
Oke? Kau puas? Aku menumpahkan semua kopiku!
Dengar, aku tak tahu kau menumpahkan kopimu, oke?
Ya, tumpah di baju dan celanaku!
Aku minta maaf. Dengar, itu tidak apa-apa. Apa kau baik-baik saja?
Ya. Kupikir begitu.
Jadi kau menumpahkan kopimu?
Ya. Aku menumpahkannya di baju dan celanaku.
Dan kemudian kau terjatuh dari mobilmu?
Atau kau menembak lebih dulu, baru kau jatuh?
Aku tidak mau membicarakannya di sini.
- Oke. - Oke.
Kau mau masuk ke dalam?
Bawa aku pergi dari halaman ini, bung!
Kau benar-benar menembakkan pistol itu, bung.
Oke. Bicaralah yang lain.
Hai, Annie. Silahkan duduk. Aku menyelesaikan ini dulu.
- Terima kasih. - Oh, santai saja.
Apa itu?
Eh, aku hanya menghirup napas dalam-dalam.
Seseorang menyuruhku mencobanya saat aku sedang gugup.
Kau tahu apa lagi selain itu?
Pakai Xanax. Oh.. itu sangat bagus.
atau Benzos, sungguh.
Tapi yang satunya lebih bagus. Sangat cepat reaksinya.
Hah? Aku tak pernah memakai Xanax.
Nah, Kau harus mencobanya.
Kalau kau mencampurnya dengan anggur atau bir itu suatu kenikmatan tersendiri.
Akan kucoba.
Kenapa kau gugup?
Begitulah aku.. Kau tahu, ini adalah akhir semester Dan..
Aku juga tahu ada sedikit masalah anggaran.
Dan itu artinya kau harus memecat beberapa orang profesor.
Dan juga saat aku mendapat catatan di mejaku,
Aku menduga akan mendapat kejadian buruk.
Apa kau takut dipecat andaikan pekerjaanmu cuma mengepel lantai..
..di salah satu sudut mesin minum koin?
Kau paham.. dimana kau salah satu orang yang melakukannya.
Mm.. dipecat dari penjaga mesin koin?
Dimana itu tempat sopir truk dan masturbasi.
Ya. Aku tahu apa maksudmu.
Yah? Maukah kau? Mm...
Tidak, tidak mau.
Namun, Kau bekerja di sini di Milton Valley,
di sudut mesin koin pada sebuah Akademi.
Aku tak begitu yakin dengan yang kau maksud.
Kau pintar dan bersemangat bekerja di sini. Jadi, kenapa kau begitu?
Kau tahu, aku mendapat gelarku sendiri di Universitas Stanford.
Aku dapat gelar Doktor dalam tesis "Resolusi Konflik Tanpa Kekerasan"
Dimana tak ada satupun universitas yang menawarkannya. Tak satupun.
Jadi aku mengajar intro di kelas sosial.
Dan aku... Aku juga sedang menjalin hubungan di sini.
Aku akan menyelamu.
UC telah memulai Program Resolusi Konflik.
Aku berbicara dengan Kepala Departemen Sosiologi.
Dan dia sangat tertarik mempekerjakanmu untuk menjalankan program itu.
Tidak mungkin.
Mungkin saja, dia akan bertemu dengan pelamar lainnya pada hari Rabu
dan dia harus membuat keputusan pada hari itu.
Semester dimulai dalam waktu satu minggu.
Kau temui dia hari Rabu.
Ya, Tuhan!
Terima kasih banyak! Aku tersanjung..
..kau bahkan memperhatikan diriku!
Aku harus memeriksa pacarku Charlie karena dia bisa..
- ..dia bisa benar-benar pergi, ke Milton. - Annie.
Tolonglah. Aku kerja di Universitas Negeri.
Aku ke pertandingan sepak bola dan begitu keluar, mendapati hari-hari yang sibuk.
Aku melakukan aborsi. Aku terlalu khawatir denga apa yang pacarku lakukan.
Aku pantas menerimanya.
Tapi aku bukan kamu.
Kau layak jauh lebih baik dari itu.
Ku harap tetanggamu tidak melaporkannya..
Kenapa? Kau seorang Marshall. Kau diperbolehkan menggunakan senjata, 'kan?
Ya, tapi aku mendapat kecelakaan.
Dan ini akan jadi buruk.
Meski, aku tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan padaku.
Ini tampaknya seperti penghinaan sebagai seorang Marshall.
Mengapa kau terjebak di Departemen Perlindungan Saksi?
Karena aku tak sengaja menembakkan senjataku.
Sekali di sebuah pompa bensin, dan sekali di pertandingan bisbol.
- Pada pertandingan bisbol? - Ya.
- Apa ada yang terbunuh? - Tidak! Tidak ada. Kau bercanda? Tidak!
Itu bukan salahku!
Aku tidak bercanda.
Kau menembakkan senjata di pertandingan bisbol
Banyak orang disana, jadi aku berasumsi mungkin saja ada seseorang tertembak.
Dengar, aku meminta sebuah pistol.
Pistol yang bisa menembak sendiri saat baru akan kau tarik pemicunya.
No comments yet. Be the first to leave one.