Splendor

Splendor

Baixar Legenda em Indonesian

Informações da versão

Splendor (1999) DVDRip 720p INA
Um comentário de dazzlefid
duration : 1:31:25

Tags

dvd
Publicado em: 2025-10-24
Downloads: 37
Para Deficientes Auditivos: No

Prévia da legenda em Indonesian

As primeiras 200 linhas.

KEMEGAHAN diterjemahkan oleh : dazzlefid letterboxd : navouise

Cinta adalah hal yang misterius...

dan sulit dikendalikan.

Aku mencintaimu, Abel.

Aku mencintaimu, V.

Aku mencintaimu, Zed.

Aku mencintaimu, Ron.

Tidak, ini bukan mimpi.

Aku dibesarkan di kota kecil...

tempat di mana impian hanya terbagi dua: menjadi penata rias sukses...

atau menikah dengan pria yang menato “dari bir sampai selamanya” di lengannya.

Mimpiku terlalu besar untuk pinggiran kota.

Jadi aku memutuskan pindah ke LA untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda.

Malam Halloween, dua tahun lalu.

Sahabatku Mike dan aku memutuskan pergi ke klub aneh itu.

Tempatnya seperti motel murah penuh kecoa,

hanya saja kecoa tidak perlu bayar 20 dolar untuk masuk.

Mike tergila-gila dengan hal berbau luar angkasa.

Sedangkan aku... hanya tergila-gila.

Permisi!

Akan segera dimulai.

Kau tidak bersenang-senang?

Sangat.

Tuhan, maafkan aku.

Saat pertama kali aku bertemu Abel, itu seperti adegan klise...

“Oh Tuhan, dia pangeran di atas kuda putih” semacam itu.

- Ramai sekali. - Ya.

Perlu bantuan?

Kau baik-baik saja?

Ya Tuhan! Itu dia!

Astaga!

Dan saat itulah Zed muncul.

Siapa yang bisa menolak pria dari band dengan wajah malaikat...

dan tubuh seperti model pakaian dalam?

Begitu aku melihatnya, aku tahu aku ingin...

Baiklah, band-nya memang buruk.

Tapi dengan dia yang bermain di sana, seperti dewa kesuburan...

dan pria tampan berwajah muram yang menempel di sampingku...

aku tahu masa keringku akhirnya berakhir.

Gila, bukan?

Ayo ke belakang panggung.

- Rasanya bahuku terkilir. - Ayo, nenek!

Tunggu!

Hai.

Aku takut kehilanganmu tadi.

Lalu?

Kalian berdua itu--

Dan jika iya?

Aku tahu ini terdengar menyedihkan...

tapi aku merasa harus melihatmu lagi.

Dengar kau! Mengapa tidak pergi dan isap ganja di tempat lain?

Mike, tidak apa—

Aku bukan penguntit atau semacamnya.

Kadang ada momen dalam hidup yang harus kau ambil begitu saja...

kalau tidak, kau akan menyesal selamanya bertanya-tanya...

apa yang mungkin terjadi.

Itu kalimat latihan, ya?

Oh sudahlah. Aku sedang berusaha.

Berusaha menggoda, jelas.

Mengapa aku tidak memberimu nomorku...

lalu kita lihat saja nanti.

Kau mabuk?

Véronica.

Bagaimana aku tahu ini nomor yang benar?

Percayalah sedikit.

- Aku akan menelepon besok, jam berapa kau bangun? - Sekitar tengah hari.

Biasanya.

Oh ya, aku Abel!

- Apa yang dia bilang? - Namanya Mabel.

Itu dia.

Zed menatapku dengan mata itu...

seolah dia menunggu seumur hidup untuk mengucapkan kata berikutnya.

Baiklah, mungkin tidak.

Ayo!

Halo!

Aku tidak percaya bisa sedekat ini dengannya.

Pergi dan ajak bicara.

Aku mau menulis.

Tidak. Aku yang mau menulis.

Jangan berani meninggalkanku sendirian di sini!

Kostum yang bagus.

Tangkap dia!

Ibuku membesarkanku agar jadi gadis sopan dan tertutup.

Tapi bersama Zed...

katakan saja semuanya jadi lebih... santai dari biasanya.

- Tunggu. - Apa?

- Siapa namamu? - Zed.

Véronica.

Sepertinya semua tahun jadi gadis baik akhirnya menagih balasannya.

Maksudku, aku datang ke kota yang tidak pernah tidur.

Meskipun aku khawatir tidak bisa membayar pinjaman kuliah...

aku tetap melakukannya dengan pria asing di toilet umum.

Kau tahu harus bagaimana!

Apa yang terjadi padamu semalam?

Jangan bilang kau pergi dengan pria setengah waras itu!

Kau tidak sungguh-sungguh mempercayainya, kan?

Itu akan sangat tidak seperti dirimu jika tiba-tiba jadi spontan.

Maksudku, kau tidak berhubungan...

sejak tahun 1993.

Bagaimanapun juga...

tidak terjadi apa-apa dengan sang dewi itu.

ternyata dia 100% hetero.

Wesley, sarapan!

Pokoknya aku ada kelas teori struktur jam 5...

telepon aku kalau kau masih mau ikut kickboxing nanti.

Halo.

Halo.

Oh, maaf.

Dia selalu begitu tiap pagi, dan tak ada yang bisa aku lakukan.

Yah, kau punya itu...

wajah “Siapa orang asing di tempat tidurku ini?”

Sebegitu kelihatannya, ya?

Hanya saja aku tak pernah...

Tak pernah?

Tidak, tidak...

- Tak pernah— - Sudah lama sekali.

Ya.

Pasti rasanya seperti naik sepeda lagi...

karena tadi kau benar-benar...

hebat.

Kau tahu apa yang harus dilakukan!

Véronica.

Hei.

Ini Abel.

Siapa itu?

Instruktur yogaku.

Kuharap aku tak membuatmu takut kemarin.

Aku tahu waktu itu aku agak... aneh.

Saat aku melihatmu, rasanya seperti déjà vu...

tapi pada orang, bukan tempat.

Kau pasti juga benci dikirimi pesan panjang, seperti aku...

Aku takkan tinggalkan nomorku, karena benci menunggu telepon berdering.

Tapi aku akan menelepon beberapa jam lagi.

Véronica?

Tak apa.

Ya, begitulah aku bertemu Zed.

Aku tahu itu awal dari sesuatu yang besar.

Atau paling tidak, akhir dari keanggotaan di pusat kebugaran.

Tapi aku masih belum bisa menghapus bayangan pangeran di atas kuda putih dari pikiranku.

Wajahnya punya aura itu... memikat, artistik, menyedihkan.

Dan kupikir kalau aku dan Zed tak berhasil...

tak ada salahnya punya cadangan.

Lanjut saja!

Kau tak harus menikahi Tarzan hanya karena kau sempat berayun di liannya.

Aku tahu. Aku cuma punya hati nurani.

Ron, hati nuranimu itu terlalu besar untuk orang berusia 22 tahun.

Kau tak pikir begitu?

Untuk apa berkomitmen?

Kencanilah keduanya, lihat siapa yang lebih baik.

Kau memang mengerti.

Aku habiskan setahun penuh tanpa kencan normal.

Sekarang aku punya dua calon sekaligus.

Sekali mendayung, dua pulau terlampaui!

Walau aku sibuk mengejar karier--

Baiklah, pekerjaan sementara--

Aku memutuskan mengikuti nasihat Mike dan membuka peluang baru.

Kupikir ini akan sama seperti kencan-kencan lain.

Aku akan datang terlambat.

Dia akan bicara tentang dirinya sampai pingsan.

Dan aku yang membayar tagihan.

Tapi setidaknya Abel akan keluar dari pikiranku...

dan aku akan bahagia sepenuhnya bersama He-Man.

Maaf aku terlambat. Kelas aktingku selesai lebih lama.

Kunciku terkunci di mobil jadi butuh waktu menemukannya.

Jangan pikir aku tipe orang yang selalu terlambat, karena sungguh...

aku berusaha datang tepat waktu.

Oh, aku suka lagu ini...

Aku juga.

Maaf.

Mau rokok?

Tidak, aku tidak merokok.

- Mau minum sesuatu? - Ya.

Apa?

Apakah ada lipstik di gigiku atau apa?

Tidak, hanya saja--

Kau bahkan lebih cantik dari yang kuingat.

Terima kasih.

Kapan-kapan lagi.

Aku tak menyangka Abel akan semanis itu.

Dan memikat.

Aneh sekali betapa banyak persamaan di antara kami.

Hubungan kami dulu biasanya berakhir dengan surat larangan mendekat.

Seorang model yang pernah kukencani punya masalah dengan heroin.

Aku kira dia cuma suka tidur saja.

- Kau baik-baik saja? - Ya, maaf.

Baik, jangan pikir aku kuno atau apa, aku sedang menulis novel...

dan menghidupi diri dengan menulis ulasan musik.

Aku juga begitu.

Aktris kelaparan.

Janji jangan pikir aku bodoh.

Apa?

Aku harus bilang--

Ya?

Aku tak tahu apa yang kau pikir, tapi ini luar biasa!

Apa? Aku terlalu gombal?

Tidak. Hanya saja...

Apa?

Baiklah. Abel pikir...

aku gadis polos yang manis dari lingkungan sebelah...

sementara di atas sana sikat gigiku masih basah karena baru dipakai Zed.

Splendor subtitles in other languages

Comentários

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left