As primeiras 200 linhas.
Bagaimana bisa Pak Kang baik-baik saja?
Itu tidak disengaja.
Maksudku, sundulan ringan.
Tabrakan kecil.
Benar, sundulan ringan.
Aku hanya ingin mengambil ini.
Anginnya tiba-tiba berembus.
Benar sekali.
Sapu tangannya terbang. Entah kenapa ini...
Tapi dia jelas sudah berpengalaman, tak seperti aku.
Baiklah, kalau begitu.
Hati-hati sampai ke rumah.
Ya. Kau juga.
Terima kasih untuk hari ini.
Selamat malam.
Apa cuma aku yang syok?
Itu tidak disengaja.
Maksudku, sundulan ringan.
Tabrakan kecil.
Tadi itu
ciuman pertamaku.
Dia tenang sekali.
Dia sangat profesional.
Kenapa jantungku berdebar seperti ini?
CHAN
Da-reum, kau selamat sampai di rumah?
Ada apa denganku?
Temanku yang satunya...
Da-reum, kau tak bisa tidur semalam?
- Kau tampak sangat lelah. - Benar.
Aku
tak bisa tidur semalaman.
Apa yang membuatmu tak bisa tidur?
Kita semua pernah mengalaminya.
Halo, Pak.
- Selamat pagi. - Permisi, mau lewat.
- Permisi. - Permisi.
- Permisi. - Pintu akan ditutup.
- Maaf. - Ada apa?
- Ada apa? - Maaf.
- Astaga. - Apa...
Biar aku...
- Permisi. - Maaf.
Permisi.
Pak Kang?
Aku berdiri di belakangmu.
Pak, aku di sini.
Ini Lee Min-a. Aku di sini.
Kurasa
hanya aku yang merasa canggung.
Apa dia tak melihatku?
ISTANA PERSINGGAHAN ANGIN
Chan.
Terima kasih karena sudah cepat memutuskan.
Sama sekali tidak. Aku tak bisa tidur setelah mendapat tawaran kemarin.
Bekerja denganmu adalah impianku selama ini.
Baiklah, kalau begitu.
Nanti kuhubungi setelah diskusi akhir dengan rekan produser AS.
Kurasa tak akan ada masalah.
Baik. Jika kau memberiku kesempatan, aku tak akan mengecewakanmu.
Proyek ini akan sepenuhnya dilakukan di LA.
Lihatlah ini.
Begitu resmi mendapatkan peran itu
bagaimana jika kau pergi lebih awal untuk merasakan suasana di sana?
Tim AS bahkan sudah memesan vila.
Kau bisa bersantai seperti sedang berlibur
sambil sesekali mengikuti rapat atau pembacaan naskah.
Kedengarannya bagus. Itu juga bisa membantu mengatasi penat terbang.
Ya, aku mau.
Kelihatannya ini sudah pasti.
Selamat.
Kau selalu membahas Hollywood, dan kini impianmu terwujud.
Ini semua berkat bantuanmu.
Sebaiknya aku mengatur jadwal lokalmu dulu.
Apa menurutmu kita akan lama di Amerika?
Mungkin. Semua syutingnya dilakukan di lokasi.
Tapi ini pasti akan membuat kariermu meroket.
DA-REUM, KAU SELAMAT SAMPAI DI RUMAH?
DA-REUM YA, AMAN, ISTIRAHATLAH!
Kau punya pacar?
Chan.
Paparazi sudah mengintaimu selama berhari-hari.
Dan ini masa yang krusial.
Aku tahu.
Halo, Pak Kang.
Halo, Bu Nam.
- Kau mau beli sesuatu untuk Kung? - Benar.
Apa Jjak juga menyukai ini?
Sangat suka.
Begitu aku memegang ini, tatapannya berubah seperti pemburu.
Kurasa aku harus beli satu untuk masing-masing.
Kenapa kau tak lembur hari ini?
Belakangan ini aku lembur dari rumah.
Aku merasa Kung sudah menungguku seharian.
Aku juga sama.
Kalau begitu, mau bertemu di luar?
Tentu.
Apa?
Bukan, maksudku...
Untuk Kung dan Jjak.
Agar mereka bisa bermain bersama.
Begitu rupanya.
Mengagetkan saja.
Apa-apaan?
Sepertinya bukan hanya aku.
PANGGILAN MASUK CHAN
- Sebentar, ya. - Baiklah.
Halo.
Sebenarnya aku berniat meneleponmu saat tiba di rumah.
Tidak, aku baik-baik saja.
Ya, aku pulang dengan selamat kemarin.
Bagaimana urusan pentingnya?
Lancar. Terima kasih.
Syukurlah.
Da-reum, ada yang harus kukatakan kepadamu.
Apa kau luang besok malam?
Akan kukirimkan alamatnya.
Ayo bertemu sepulang kerja.
Baiklah.
Oh, dan...
Maaf. Nanti kutelepon lagi.
- Baiklah, dah. - Dah.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
Jangan bilang
dia pria dari kencan buta itu.
Apa?
Ya, itu dia.
Dia berani menelepon setelah meninggalkanmu begitu saja?
Kurasa dia merasa bersalah.
Jika dia merasa bersalah, seharusnya dia tak meninggalkanmu.
Dia bukan selebritas juga.
Kenapa bisa sesibuk itu?
Entahlah.
Apa kau sadar
kau tadi bilang, "aku baik-baik saja" lagi?
Apa aku mengatakannya lagi?
Siapa pun dia
kau tak perlu terlalu bersabar dengannya.
Kau benar.
Sejujurnya
itu bukan kencan buta.
Aku sudah lama menyukainya.
Tapi sekarang
setelah aku benar-benar bertemu dengannya
aku mendapati diriku
selalu mengalah padanya bahkan tanpa dia minta.
Aku selalu mengutamakan situasinya daripada situasiku
dan mengesampingkan perasaanku sendiri.
Sejujurnya
aku merasa agak bingung.
Kalau begitu, tetapkan satu aturan.
Tanyakan kepada dirimu
hubungan ini membuatmu lebih menjadi diri sendiri
atau justru membuatmu
merasa kecil.
Apa pun pilihanmu nanti
pastikan saja itu adalah pilihan
yang jujur dari hatimu.
- Pembayaran selesai. - Sudah beres.
Itu bukan kencan buta.
Aku sudah lama menyukainya.
Aku sudah lama menyukainya.
Dia sudah lama
menyukainya.
Ternyata bukan aku.
Bukan aku orangnya.
Aku akan mencobanya.
Aku akan menjadi diriku sendiri mulai sekarang.
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Menyebalkan sekali.
Pria itu...
Siapa sebenarnya dia?
HALO, HA-GI TANYAKAN APA PUN KEPADAKU
BERTEMU GEBETAN SEJAK LAMA
BERTEMU GEBETAN SEJAK LAMA DAN MENYADARI BAHWA DIA
TAK SEISTIMEWA ITU
- Apakah kau - Astaga!
Menginginkan informasi berguna tentang pencarian terbarumu?
Baiklah.
Mari kita dengar.
Wajar jika merasa kecewa
saat akhirnya bertemu seseorang yang sudah lama kau dambakan.
Itu berasal dari kesenjangan antara ekspektasi dan realitas.
Ya, 'kan?
Lebih baik mengencani seseorang yang benar-benar menyukaimu
daripada mengejar cinta sepihak. Bukankah begitu?
Secara statistik, hubungan stabil sering kali dibangun
bukan dengan orang yang sudah lama kita sukai
tapi dengan orang terdekat yang menyatakan cintanya lebih dulu.
Orang terdekat?
Ya, orang terdekat.
PAKET SWAKRIYA GANTUNGAN KUNCI SIMPUL KARYA MASTER SIMPUL IM CHEONG-RIM
MENYIMPUL LEPAS TRADISI UNTUK DIIKAT KEMBALI
Kerja bagus. Mari lanjutkan rencana ini.
Baik, Pak. Aku akan berusaha sebaik mungkin.
Bu Nam.
Ya?
Kau ada rencana malam ini?
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.