As primeiras 200 linhas.
Apa menurutmu merpati tahu ketika dia gemuk?
Apa?
Apa menurutmu merpati pernah melihat merpati lainnya,
Lalu bilang, "Kau kelebihan berat badan."
Aku mencoba membaca.
Karena selalu ada satu, bukan?
Selalu ada satu merpati di setiap kawanan yang gemuk.
Aku penasaran jika mereka menjauh dari merpati gemuk.
Mempermalukan merpati gemuk.
Demi Tuhan.
Itu sesuatu.
Ini pertanyaannya.
Jika kau berdiri di dalam kereta bergerak lalu kau melompat,
Kereta itu bergerak bersamamu.
Tapi jika kau berdiri di atas kereta bergerak dan melompat,
Kereta akan melaju di bawahmu.
Bisa kau diam sebentar saja?
Aku mencoba membaca.
Bajingan.
Hei.
Pria itu akan meledakkan mobilmu.
Kau seperti anak 5 tahun. Kau tahu itu?
Selalu butuh perhatian.
Cobalah fokus.
Hibur aku.
Tak bisa dipercaya.
Sial.
- Orang itu akan ledakkan mobilku. - Sudah aku bilang.
Apa yang kau lakukan dengan senjata shotgun?
Kau tidak keluarkan itu?
Kapan aku ada waktu untuk melakukan itu?
Ini seperti video gim.
Jadi apa rencananya?
Aku punya 16 peluru. Itu lebih dari cukup.
Bagus untukmu. Aku hanya punya enam peluru.
Kau bersikeras masih gunakan pistol tua.
Ini ada nilai sentimentalnya.
Ya? Mari lihat seberapa sentimentalnya kau...
...saat wajahmu tertembak karena kau kehabisan peluru.
Berarti aku sebaiknya kreatif.
Terserahlah, Picasso. Mereka datang.
Ukuran bukan segalanya, kawan.
Lihatlah itu.
Aku lihat kursus keselamatan sandera akhirnya berguna.
Aku tidak ikut kursus itu.
Sial. Si peluncur roket.
Aku punya ide.
Aku akan melakukannya!
Aku akan ledakkan kita semua!
Bisa kita cukup bawa mobil mereka?
Aku tak mau bepergian jika ada bom di dalam mobil.
Kita bisa jinakkan bomnya.
Kau tahu cara jinakkan bom?
Itu tidak begitu sulit. Kabel merah dan kabel hijau.
Dan lainnya.
Mark Preston, benar?
Benar. Apa kabar?
Miles Steiger.
Kami baik
Ini dadakan, Mark. Ini pasti penting.
- Bukankah selalu begitu? - Itu benar.
Aku suka menganggap ini ini persoalan hidup dan mati.
Tapi kebanyakan mati.
Kami punya 250 AK-47.
500 magasin yang sesuai.
30 peluru kaliber besar, dan 100 kotak amunisi.
250 Uzi, 9 milimeter, 32 peluru bundar.
Kuantitas amunisinya sama seperti AK.
Semuanya cetakan 3D, tanpa nomor seri,
Dan semuanya sudah diuji tembak untuk memastikan kualitasnya.
Perubahan wajah peperangan?
Aku takkan berkata sejauh itu.
Bahkan cetakan 3D AK akan menjadi usang karena drone.
Bisnis harus berkembang. Berinovasi.
Kau bilang di telepon kau mau mentransfer uangnya?
Ya, itu benar.
Proses transfer, ya?
Ada apa dengan lembaran uang?
Kau tahu, sesuatu yang bisa kau pegang dan cium.
Dengan noda 100 tangan,
Bertanya-tanya itu sudah digunakan untuk transaksi apa saja.
Anggap aku OCD.
Tapi aku lebih suka cara higienis.
Higienis?
Lembaran uang dipenuhi bakteri.
Semoga kau tidak membalas SMS ketika sedang di toilet.
625,000.
Bagaimana rencana pengirimanmu?
Aku sudah siapkan truk di SPBU tak jauh dari sini.
Itu hal biasa?
Aku akan beritahu supirnya setelah proses transfer selesai.
Maaf, tapi itu hal wajah untuk bertanya di bidang bisnis ini.
Kau akan menggunakannya untuk apa?
Apa kegunaannya? Itu senjata.
Kau tidak tanya nelayan apa yang akan dia lakukan dengan jorannya.
Benar, tapi ini bukan untuk menangkap ikan kod.
Ini adalah senjata otomatis tanpa nomor seri.
Aku harus memastikan transaksi serta senjata ini...
...tak bisa dilacak kembali kepadaku.
Itu ironis,
Tapi aku perlu tahu semuanya berada di tangan yang tepat.
Senjatanya akan dikirim ke Timur Tengah,
Untuk digunakan dalam kudeta militer.
Omong kosong.
Timur Tengah sudah dipenuhi dengan AK dibawah standar,
Yang sesuai dengan tujuannya.
Itu hal terbaik yang bisa kau pikirkan?
Agen Stokes?
- Apa? - Apa?
Kau pikir ini semacam operasi jalanan biasa?
Semua kecurigaan terlihat jelas.
"Pembeli pertama kali." "Dadakan."
Kecuali, Mark Preston bukan pembeli pertama kali,
Dan kau bukan Mark Preston.
"Hummingbird."
Kata kode?
Aku takut tak ada yang bisa mendengar itu.
Astaga...
Selamat tinggal, Agen Stokes.
Pagi.
Ini sudah pagi?
Cahaya membutakan aku.
Apa kau vampir?
Aku butuh tidur.
Aku pikir kau akan pergi lari pagi.
Sungguh?
Itu yang kau katakan padaku.
Kupikir kita akan melakukan sesuatu yang seru hari ini bersama keluarga.
Aku sudah bilang padamu. Maddy ikut kamp sekolah pekan ini.
Dia akan dijemput pagi ini.
- Jadi kita hanya berduaan? - Ya.
Kita bisa melakukan sesuatu.
Apa yang kau pikirkan?
Sesuatu yang kotor.
Sesuatu yang sangat kotor.
Sesuatu yang sangat-sangat kotor?
Lakukanlah.
Jadi...
Kau janji membersihkan gudang. Itu sangat-sangat kotor.
Astaga. Ini sudah waktunya? Aku akan pergi lari.
Astaga. Itu terlihat enak, dasar tukang makan.
Nick, kau akan buat dia tumpahkan itu ke baju tidurnya yang masih bersih.
Kau tak sabar mengikuti kamp, Jagoan?
Ya. Ayah tak sabar untuk membersihkan gudang?
Siapa yang memberitahumu?
Jika aku beritahu, aku harus membunuhmu.
Apa?
Ayah sangat payah!
Ayah payah?
Aku payah.
Apa ada gema di sini?
Kau cari gara-gara.
- Dah. - Berikan ayah pelukan.
Aku sayang Ayah.
Oke. Dah, Ibu.
Oke, hati-hati.
- Sampai bertemu. - Selamat bersenang-senang.
Jadilah anak baik. Sampai bertemu secepatnya.
- Dah. - Dah.
Aku sudah menduga akan temukan kau di sini.
- Hei. Bagaimana kabarmu? - Lumayan. Bagaimana denganmu?
Serius? Kau akan mengisap cerutu setelah joging?
Aku mengutamakan keseimbangan hidup.
Itu jelas.
Apa yang terjadi di sini?
Aku berpikir untuk mencoba beberapa dari ini.
Tidak mungkin kau akan pensiunkan pistol tuamu.
Sayangnya, ya. Itu akhirnya hancur.
Palunya patah.
Itu sudah ada sejak zaman perang.
Ya.
Aku mencoba memeriksa yang mana dari ini yang cocok untukku.
Aku rasa kau sebaiknya dekatkan lagi target latihanmu.
Kau punya senjata yang bagus. Colt 1911.
- Klasik. - Klasik.
Beretta 92.
PX4. Aku sudah lama tidak melihat ini.
Ya, itu sedikit terlalu feminin.
Itu harusnya cocok untukmu.
Lihat dan pelajari.
Mungkin kau sebaiknya tetap dengan mengajak orang mengobrol hingga mati.
Kau kemari untuk membuatku kesal, ya?
Kupikir hari ini kau akan habiskan bersama Emma dan Maddy.
- Maddy mengikuti kamp. - Ya. Maddy mengikuti kamp.
Ya, dia mengikuti kamp, dasar keparat
Dan Emma menyebutkan sesuatu soal bersih-bersih musim semi,
Jadi aku memilih kabur dari sana.
Itu sangat masuk diakal.
Halo, Nick.
Hai, Kate. Senang mendengar darimu.
Maaf menghubungi kau hari ini.
Tidak masalah. Kami tak pernah begitu sibuk saat Bank Holiday.
Jadi, bagaimana kabar kalian?
Andy semalam tidak pulang.
Apa dia minum-minum?
Tidak. Mereka memanggil dia kemarin pagi.
Berkata dia harus pergi.
Dan kau tak mendengar kabar dari dia sejak itu?
Tidak.
Kau sudah coba hubungi agensi?
No comments yet. Be the first to leave one.