As primeiras 200 linhas.
Terlantar
Luar biasa. Terima kasih.
Tasha, jam berapa temanmu yang penata rambut tutup?
Aku rasa jam 18.00.
- Terima kasih. - Tapi kau harus membuat janji.
Itu bukan untukku. Tapi untuk George.
Dia kesulitan untuk memotong rambutnya.
Dasar bajingan licik. Ya.
Dengar, Terry, aku harus pergi, kawan.
Baiklah, nanti kita bicara lagi.
Kau sangat lama.
Aku pikir kau pulang.
Tidak. Aku masih di sini.
Kau mau pergi minum nanti malam?
Apa?
Kau ada rapat di meta semesta dengan teman-teman avatarmu?
Tidak, hanya saja...
Apa kau benar-benar ingin pergi minum bersamaku?
Tidak. Tentu saja tidak.
Tepat sekali.
Dan juga, apa kau sadar betapa nyarisnya kita...
...dengan perang nuklir sebenarnya sekarang?
Nuklir asli tampaknya benar-benar digunakan di luar sana.
Bisa kau menjauh dari situs web itu?
Oke? Itu omong kosong. Mengerti?
Jika nuklir sudah dikirimkan, kita pasti tahu, bukan?
Sungguh?
Tentara kita menang di sana, oke?
Mereka bahkan belum memulai wajib militer.
Dan jika itu terjadi, kau akan dengan senang hati mendaftar?
Jika aku memang dipanggil, aku pasti pergi.
Aku bukan pengecut.
Kita akan terkena nuklir. Aku serius.
Kena nuklir?
Bukankah kita yang baru saja mengirim mereka nuklir?
Itu sebabnya aku benci berita.
Itu selalu bencana.
Selalu perang.
Ya, karena kita memang sedang berperang.
Tak ada yang boleh kirim nuklir hingga George-ku potong rambut.
Sharon.
CWS Metals.
Ya?
Oke, itu aluminium atau baja?
Ya, tepat sekali.
Itu keuntungan dari pesanan borongan.
Ya...
Demi Tuhan.
Ini membuatku terkejut.
Apa ini serius?
Di sini tertulis, "Masuk ke dalam, tetap di dalam."
Di mana Phil? Dia pasti tahu.
Aku tidak tahu. Aku tidak tahu.
Ya, Ibu, apa kau juga mendapat peringatan?
Aku akan ke sana. Ya.
Itu tertulis "tetap didalam," George. Kau mendapat pesan itu?
Aku akan tetap di sini, tapi jangan tutup teleponnya, oke?
Ya, oke, dengar, jangan ke tempatku.
Aku yang akan ke tempatmu, oke?
Apa ada yang melihat itu?
Itu menjadi sangat terang untuk sesaat.
Listrik di sana mati.
George?
Halo?
Mungkin kita memang terkena nuklir.
Apa yang kita lakukan di sini?
Maksudku, bukankah kita sebaiknya masuk ke bungker?
Bungker?
Ya, ayo, semuanya, kita pergi ke bungker setempat.
Ada bungker di tiap penjuru negeri ini.
- Dasar bodoh. - Ayolah, semuanya.
Yang terakhir telur busuk.
Bajingan!
Apa itu barusan?!
Tasha! Tasha!
Kau tak apa?
Sharon. Demi Tuhan.
Sharon, kau tak apa?
- Aku tak apa. Aku tak apa. - Kau baik saja? Kau tak apa?
Bajingan. Aku pergi. Aku akan pergi.
Apa yang baru saja terjadi?
- Tidak apa. - Kita diserang.
Beritahu aku, apa yang baru saja terjadi?
Kepalaku!
Biar aku lihat.
Tidak apa.
Sharon, ada pecahan kaca di kepalamu, oke?
Aku akan mencabutnya. Tak apa.
Maaf, maaf... Sudah aku cabut...
- Beritahu aku apa yang terjadi. - Kita diserang!
Kita diserang, itu yang terjadi!
Steve!
Steve, ayo!
Astaga.
Kita harus pergi dari sini sekarang juga.
Cepat ke gudang! Gudang!
Di sana aman. Tak ada jendela. Masuk.
Tadi sempat ada cahaya, lalu ponsel kita tak berfungsi!
Ada lilin di lantai bawah.
Tolong, ambillah lilin.
Lilin. Lilin.
Di mana lilinnya? Lilin...
Ya.
Bajingan!
Ini.
Pegang itu.
Apa yang terjadi sekarang?
Bagaimana dengan dampaknya?
Aku takkan tetap di sini. Aku tidak bisa.
Kita harus.
Kita tak bisa pergi hingga kita tahu itu aman.
Phil, bagaimana dengan dampak radiasinya?
Aku benar-benar tidak tahu.
Tapi jika dampaknya terjadi, maka kita sebaiknya jangan keluar.
- Aku tahu itu. - Oke.
Jadi jika tak ada radiasi, aku bisa pergi?
Jika kau mau pergi, maka pergilah, oke?
Tapi bagaimana jika nuklir lainnya menghantam?
Bagaimana dengan orang di luar?
Akan terjadi kepanikan. Kau tak tahu yang akan terjadi!
Hal teraman untuk dilakukan yaitu tetap di dalam.
Ya, tapi jika tak ada bom, maka kita bisa pergi, benar?
Kita berada di ruangan tanpa jendela, di gedung yang kokoh, oke?
Kita bisa segel pintu-pintu,
Menjauhkan dampak radiasi untuk masuk.
Menyegel pintu-pintu? Ya, ide bagus, Phil.
Mari bersama-sama kehabisan napas.
Astaga. Kau memang pakarnya.
Diamlah, Steve!
Dia lebih banyak bertindak sejauh ini dibanding kau.
Kenapa alarmnya masih berbunyi?
Jika listriknya mati, itu tak mungkin dari sumber kelistrikan utama.
Itu mungkin aki cadangan.
Aku bisa mendengarnya makin melemah. Dengar.
Aku mau ke toilet.
Aku ikut denganmu.
Tidak. Itu bukan ide bagus.
Kita sebaiknya tetap di ruangan ini.
Apa yang bisa kau sarankan untuk kami?
Apa itu lelucon?
- Sharon? - Tentu saja, sayang. Ayo.
Sharon, aku harus pulang ke ibuku. Dia akan sangat khawatir.
Apa menurutmu radiasinya sudah menyebar ke mana-mana?
Sharon?
- Apa menurutmu kita akan mati? - Tidak, sayang.
Takkan ada yang mati. Ayolah.
Jangan katakan itu.
Apa?
"Sudah kubilang, kita bisa terkena nuklir."
Aku tidak mengatakan apa-apa!
Lagi pula, itu tidak penting, bukan?
Kau punya seseorang di rumah?
Apa maksudmu?
Kau tahu, pacarmu Natalie?
Natalie?
Astaga, bung. Dia mimpi buruk.
Tidak, tak ada siapa-siapa.
Ada orang tuaku,
Tapi mereka tinggal di belahan negeri lain, jadi...
Berarti kita sama-sama tinggal sendirian.
Kau mengatakan itu seolah itu hal buruk.
Aku suka hidup menyendiri.
Ya.
Mungkin kau tidak hidup di tempat yang buruk sepertiku.
Tapi dimanapun kita tinggal, itu mungkin sudah hancur.
Apa hanya ini yang kita punya?
Kita akan makan malam apa?
Aku tak mau melakukan ini. Aku tidak bisa.
Bisa kau gunakan akal sehatmu?
Bom hampir membuat kita meledak berkeping-keping,
Dan yang kau pikirkan adalah makan malam!
Ada apa denganmu?
Dia hamil, oke?
Dan dia ketakutan.
Berikan dia keringanan.
Oke. Maaf. Aku tidak tahu.
Dengar, kita semua selamat, oke?
Kita harus pikirkan soal itu.
Kita harus pikirkan tentang orang lainnya.
Orang yang lebih dekat dengan bom.
Siapa yang tahu apa yang mereka alami?
Ini akan baik saja, oke?
Akan ada kepolisian. Akan ada ambulans.
Tentara akan bawakan kita masker gas,
Agar kita bisa keluar dan kembali pulang.
Aku tidak mendengar sirene. Kenapa begitu?
Bom nuklir menciptakan EMP.
Itu karena denyut elektronik bisa menghentikan sirene.
Tapi senter ini berfungsi.
Aku tidak tahu!
Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak di peradaban sekarang.
Aku tidak tahu harus berkata apa.
Seandainya kita punya radio kita bisa dengar apa yang terjadi.
Di luar sana adalah cara kita untuk tahu apa yang terjadi.
- Tidak ada yang menghentikanmu. - Tunggu dulu.
- Apa? - Kau dengar itu?
Apa?
Dengar.
Aku mendengar suara tembakan. Itu suara tembakan.
Tenanglah. Itu mungkin tentara.
No comments yet. Be the first to leave one.