As primeiras 200 linhas.
UNTUK SEMUA YANG MENUNGGU BERHARAP SAMPAI MUSIM DINGIN PANJANG BERAKHIR...
Halo. Akçeken lurus ke depan? / Kau salah belok.
Jalan ditutup. Kau harus kembali.
Kau lihat pohon besar? Kau harus putar di pohon itu.
Lalu aku akan berbalik di sini. / Tidak bisa. Sampai ke depan.
Baik, terima kasih.
Aku mau pulang. Aku bisa menunjukkan jalannya.
Kau mau ke Akkeken? / Aku dari Akçeken.
Tolong. Terima kasih. Kau baik.
Ini waktu yang berat. Saat salju hilang, kau bisa melihat surga di bawah.
Tidak, ini baik-baik saja.
Itu pasti kecelakaan tak terduga. Kita bisa sampai di desa.
Ini bagus untuk saat ini, tapi apa kau ingin mengencangkan sabuk?
Ya, di situ.
Aku akan memperbaikinya.
Tetaplah duduk.
Tetap di tempat, perawat.
Selamat datang. / Halo.
Aku Mahmut, kepala desa. Senang berkenalan denganmu.
Kau ingin membawa barangmu dan istirahat?
Tolong. / Akif, Nak.
Akif bekerja untuk desa. Jika kau butuh sesuatu, kau harus datang kepadanya.
Lapar? / Tidak, terima kasih.
Baklava juga tak mau? / Tidak, aku mau ke pusat kesehatan.
Bagus. Tutuplah, dingin.
Samet, kau lupa tasmu.
Terima kasih.
Kau berutang padaku.
Masuklah.
Rumah ini sudah lama kosong. Ini dapurnya. Semua di sana.
Piring dan barang-barang. Beritahu aku jika kau butuh yang lain.
Kapan dokter datang? / Dokter?
Dia segera datang. Dia seringnya datang hari Selasa.
Mereka bilang dia terdampar di desa sebelah. Di Sopan.
Jalan menuju Şopan bahkan lebih buruk daripada yang menuju kemari.
It diblokir. Tapi itu akan terbuka lagi. Aku bisa memberimu nomornya.
Baik, aku akan bicara dengannya.
Anggap rumah sendiri. Di sini bersih, jangan khawatir.
Aku mau ganti pakaian lalu pergi ke pusat kesehatan. Terima kasih, Akif.
Aku akan ambil sisa barangmu. / Aku akan melakukannya sendiri.
Baik kalau begitu. Katakan saja padaku jika kau butuh sesuatu.
Selamat datang kembali. Semoga harimu indah.
Semua baik-baik saja, Bu.
Aku sudah membetahkan diri.
Berikan kepada ayah. / Aku tidak tahu apa dia mau bicara.
Masih tidak mau? / Dia melarangmu pergi.
Berikan padanya. / Ahmet, Asli menelepon.
Dan kau seharusnya tidak terlalu keras kepala.
Siapa yang peduli jika ini adalah layanan wajibmu?
Dia bisa membuatmu dipindahkan.
Aku di sini sekarang dan tidak akan berubah pikiran.
Maka kau perlu tahu dirimu. Kau penyendiri.
Bagaimana kau bertahan di sana sendirian? Kau bisa bekerja di sini.
Aku belum tidur berhari-hari. / Tolong, Bu.
Dia tidak mau bicara jika kau keras kepala.
Katakan padanya, itu menurun darinya.
Aku akan menelepon lagi. Aku sayang kau. Nanti kita lanjut.
Obat tekanan darah itu tidak mempan sedikit pun.
Rasanya seperti seekor sapi sedang duduk di dadaku.
Dan sekarang bagaimana? / Aku sedang memeriksanya.
Coba cek, Sayang. Aku senang kau di sini.
Orang tuamu masih hidup? Ya, Pak. Jangan bicara dulu.
Kau punya anak?
Kau baik-baik saja. Tetap minum obat dokter.
Dia akan memeriksamu saat dia kembali. / Obat-obatan itu tidak manjur sama sekali.
Selamat datang. / Halo.
Selamat. / Terima kasih.
Dokter meresepkan pil ini.
Itu datang dari kota.
Dia tidak di sini sekarang. Bisa jelaskan cara minumnya?
Tapi kau harusnya tidak datang. Kirim seseorang untuk bertanya.
Dokter pasti menyuruhmu tetap di ranjang.
Biar kucek. Kau selesai. Kembali saja untuk pengecekan.
Mari. / Jelaskan caranya.
Aku kemari lagi saat dokter kembali. Aku sedang tergesa-gesa.
Biar kucek. Mungkin dia tidak akan datang sepanjang minggu dalam cuaca seperti ini.
Lewat sini.
Kau kesakitan? / Tidak.
Kau berdarah?
Sedikit.
Kapan? / Kemarin. Tapi tidak sebanyak itu.
Dokter pasti bilang bayinya dalam bahaya jika tidak tinggal di ranjang.
Kau cuma diperbolehkan bangun untuk ke toilet.
Minum satu pil setelah sarapan dan satu pil sebelum tidur.
Kau harus tetap di ranjang. / Terima kasih.
Semoga harimu indah. / Terima kasih. Kau juga.
Pak Refik, mau kuantar pulang?
Presiden AS ingin menarik diri dari perjanjian iklim...
Şerif, buatkan aku secangkir teh segar.
Amerika pada akhirnya harus makan bahan bakar.
Tuhan memberimu sesuatu dan mengambil sesuatu yang lain.
Tidak bisa mendengarku? Teh ini sedingin es.
Dan berikan Samet juga. Kau mau teh, Nak?
Mahmut, dia harusnya tinggalkan tas-tas itu di luar. Bau.
Tidak ada lagi tulang untukmu. Belum lagi jika kau membayarnya.
Seekor beruang akan menggali mayat...
Şerif, kecilkan itu sedikit. Orang-orang panik.
Mereka ke sana keesokan harinya dan mayatnya tidak ada lagi di dalam kubur.
Jejak cakar terlihat.
Dia menggali tubuh itu. Mereka segera datang.
Niyazi Ağlarca kecil mengaku melihatnya.
Banyak orang melihatnya.
Binatang buas itu pasti lapar. Semoga Tuhan melindungi anak-anak kita.
Aku selalu mengatakannya.
Sekarang mereka menggali yang mati dan segera mereka akan menyerang kita.
Amit-amit.
Aku bau daging? / Ya, sedikit.
Tidak, Nak, itu lelucon.
Semoga perawat tidak keberatan.
Ada kuburan baru di bukit, Hasene.
Kau bisa menguburku di sana.
Aku tidak suka kuburan tua. Itu sangat gelap.
Pemakaman baru itu lebih baik. Sinar matahari dan pemandangan bagus.
Baik, Refik, Cepat. Kuburan itu akan hilang dalam waktu singkat.
Ya Tuhan.
Ini makan malam malam ini. Dan letakkan ini di lehermu.
Kalau tidak, hawa dingin masih akan masuk ke paru-parumu.
Biasanya salju hilang dan hijau bisa terlihat lagi.
Rasanya Tuhan meninggalkan kita dalam kedinginan.
Ampuni aku, Tuhan.
Hasene. Ini layanan wajibnya.
Tentu. Tidak ada yang akan kemari jika tidak wajib.
Perawat gendut itu segera pergi.
Rajutannya sangat bagus. / Terima kasih.
Rupanya ayahnya juga setengah cerdas.
Dia lebih suka tidur dengan binatang.
Tapi manusia adalah manusia dan binatang adalah binatang, bukan?
Benar, Nak? Lihat.
Selamat datang.
Selamat datang, perawat. Mau yang mana?
Tolong beberapa daging cincang.
300 gram cukup? / Ya.
Aku menyuruhmu beristirahat.
Siapa yang harus kerjakan semua itu? Siapa yang beristirahat tanpa bekerja...
Katanya jalan segera diblokir.
Jika kau mengalami pendarahan, kau tidak bisa pergi ke rumah sakit.
Nyonya perawat.
Kau diterima di sini, tapi usahamu sia-sia.
Bagaimana bisa?
Saat dokter kembali, kami akan mencari tahu yang harus dilakukan.
Kau tidak perlu terlalu mencampuri.
Dokter akan berkata hal sama.
Dokter tidak bisa datang dalam cuaca seperti ini. Dia tidak akan kembali selama beberapa minggu.
Ahmet, kenapa berdiri di sana? Keluar.
Nyonya Perawat, orang-orang di desa ini tangguh.
Kau baru di sini. Kau belum tahu banyak.
Pergilah bekerja. Kami akan baik-baik saja.
Aku melakukan pekerjaanku. / Hasan, cukup.
Aku baik-baik saja. Aku tahu bagaimana perasaanku sendiri.
Kau jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja.
Selamat siang.
Kau ingin membuka pintu?
Lalu kita tempel di sini.
Bukannya kataku aku akan mengurusnya?
Itu tidak perlu. Aku bahkan tidak mengendarainya.
Itu akan tetap di tempatnya sampai jendela diganti.
Beritahu aku jika kau butuh kayu bakar.
Aku butuh itu. Beritahu aku berapa biayanya.
Tidak. Kau tidak berutang apapun padaku.
Terima kasih. / Kau juga.
KEMENTERIAN KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS AKÇEKEN
Sungguh cuaca buruk. Kau kemari disaat terburuk.
Aku Hayri. / Halo.
Penduduk desa sudah terbiasa. Tapi kita... / Dingin sekali.
Aku tahu ini sudah larut, tapi bisa cek tanganku?
Apa yang terjadi? / Kelelawar.
Kelelawar?
Aku tidak tahu apa itu menggigit atau mencakarku.
Mari, aku akan cek di dalam.
Maaf mengganggumu. / Tidak masalah.
Barak penuh binatang itu.
Mereka harusnya hibernasi.
Sebaliknya, mereka merusak milik negara.
Kami menemukan sarang mereka. Tapi kemudian mereka melakukan ini.
Kupikir tidak ada kelelawar sekarang.
Ini tempat yang aneh.
Dengan semua orang dan hewan di sini.
Boleh aku duduk? / Ya, tentu.
Mereka keras kepala.
Tapi begitu kau terbiasa, itu baik-baik saja.
Aku mengalami kesulitan dengan itu awalnya juga.
Mereka bilang jalan-jalan diblokir. Bagaimana jika ada keadaan darurat?
Mereka banyak bicara.
Jalan atas terkadang ditutup. Mau meletakkannya di sini?
Tapi butuh banyak salju untuk menghalangi jalan kita.
Dan itu akan memakan waktu paling lama beberapa hari.
Ini desa yang bagus.
Aku melakukan segala macam hal di sini. Mungkin aku akan menulis buku kelak.
Buku harian seorang Komandan Gendarmerie:
Balas Dendam Kelelawar.
Tapi siapa yang mau membacanya?
Kenapa orang tidak mau membacanya? Aku penasaran bagaimana akhirnya.
Bagus. Maka aku punya setidaknya satu pembaca.
Tapi ini tentang akhirnya.
Hayri yang digigit kelelawar pergi ke kamar dinginnya di barak...
Makan kacang kering sisa kemarin dan memimpikan masa depan hangat.
Tamat.
Ada supermarket di dekat sini?
Ada satu di dekat masjid.
Tapi jangan ke sana sekarang. Katanya beruang berkeliaran.
No comments yet. Be the first to leave one.