As primeiras 200 linhas.
Diterjemahkan oleh Epleh13 "Komunitas Epleh"
Ini adalah Spanyol...
seribu delapan puluh tahun setelah Kristen ada.
Negara ini terpecah belah, tanah yang kelam...
separuh orang Kristen, separuh orang Moor.
Ini adalah kisah dari Rodrigo Diaz of Vivar...
dikenal dalam sejarah dan legenda sebagai El Cid, "The Lord. "
Ia adalah seseorang yang sederhana yang telah menjadi orang Spanyol terhebat.
Ia bangkit di tengah perselisihan agama...
dan meminta semua warga Spanyol, entah Kristen ataupun Moor...
untuk berjuang bersama melawan penjajah yang mengancam Spanyol.
Penjajah tersebut tengah mengumpulkan pasukannya...
mulai dari laut Mediterania hingga pantai utara Afrika.
Dia adalah penguasa Afrika, Ben Yusuf.
Nabi telah memerintahkan kita untuk menguasai dunia.
Di mana daerah kalian di Spanyol, bukankah itu adalah anugerah Allah?
Saat orang berbicara tentang kalian, mereka bicara soal puisi...
musisi, dokter, ilmuwan.
Di mana jiwa pejuang kalian?
Beraninya kalian merasa sebagai umat nabi?
Kalian berubah menjadi wanita!
Bakarlah buku-bukumu.
Buatlah puisi tema perjuangan.
Biarlah dokter membuatkan racun untuk panah kita.
Biarlah ilmuan membuatkan alat perang baru untuk kita.
Dan lalu, bunuh!
Bakar.
Para kafir yang hidup dihadapanmu.
Buat mereka saling membunuh.
Dan saat mereka lemah...
Akan aku tumpas dari Afrika...
dan jadilah daerah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah...
- Allah Yang Maha Esa. - akan menyebar.
Pertama, Spanyol.
Lalu, Eropa.
Dan akhirnya, seluruh dunia!
Bapa Surga, kami tengah tersesat.
Lagi, mereka menghancurkan kota kami...
memperbudak warga kami.
Saya mohon bantuan, Bapa.
Kirimkanlah seseorang...
yang mampu membimbing kami.
Pastur. Ayo.
Salibnya.
Salib.
Kami tidak mampu menyelamatkan desamu...
tetapi kami bisa menangkap pemimpin-pemimpin mereka.
Siapakah anda?
Rodrigo Diaz dari Vivar.
Vivar?
Berarti anda jauh dari rumah.
Tuan, anda tidak memakai baju untuk perang..
Baju ini untuk hari pernikahan saya, Pastur.
Bagaimana kamu bisa ke sini, anakku?
Saya mencoba jalan pintas menuju pengantin saya.
Kami siap, tuan. Bolehkah mereka kami gantung?
Tidak, Fanez. Kita bawa mereka ke Vivar.
Tidak! Jangan!
Fernando, buang batu itu!
Selamat datang di rumah, anakku.
Ini ada beberapa tahanan Moorish untukmu.
Kami tidak menyangka ada tamu pernikahan.
Apa kau bawa mereka untuk upah?
Mereka tahananmu, pak.
Mereka tahananmu. Kamu yang menangkapnya.
Putuskan apa yang akan kamu lakukan kepada mereka.
Gantung mereka! Sekarang!
Kami adalah emir-- seorang raja.
Akan ada hadiah besar untukmu bila kami ditebus.
Kamu selalu siap untuk membunuh.
Kelihatannya kamu belum siap mati.
Aku siap, tuanku Rodrigo.
Aku tidak ingin melihat apa yang sedang datang menuju kami.
Apa maksudnya?
Perang, kematian dan kehancuran.
Darah dan api adalah hal mengerikan bagi orang yang hidup.
Don Diego, akan aku bawa tahananmu itu ke raja di Burgos.
Bukan milikku. Milik putraku.
Oh, ma'afkan saya, Don Rodrigo.
Jadi, tahananmu itu akan kami gantung di lapangan di Burgos.
Akan kami gantung tinggi-tinggi supaya jadi contoh untuk Moors lain!
Don Ordonez, tahanan-tahanan ini tidak akan pergi ke Burgos.
Raja akan senang meski kau gantung mereka di sini saja.
Kita sudah membunuh mereka.
Lalu apa yang terjadi? Damai?
Gantung saja aku dan anak-anakku tidak akan istirahat...
sementara orang Kristen masih hidup di Vivar.
Lalu bagaimana cara yang tepat untuk memelihara kaum Moors?
Gantung mereka sekarang!
Kamu ingin masyarakat sini hidup dalam ketakutan?
Antonio, kau ingin gerejamu dibakar juga?
Desamu dihancurkan?
Kalau begitu bunuh saja mereka.
Don Diego, katakan pada anakmu kalau ini adalah tindak pengkhianatan...
jika menolak memberikan tahanan itu kepada pasukan raja.
Rodrigo tahu apa yang harus ia lakukan.
Apa kau berjanji tidak lagi menyerang tanah Raja Ferdinand?
Aku berjanji.
Diantara kami, ada sebutan bagi seseorang...
yang memiliki sifat tegas dan pema'af.
Kami memanggilnya, "El Cid."
Aku, Moutamin, Emir Saragossa...
menyatakan persaudaraan dengan Cid dari Vivar...
dan sekutu bagi tuannya, Raja Ferdinand dari Castille.
Biarlah Allah memukul kepalaku...
dan daging serta tulangku jika aku ingkar janji.
Dengan menyebut nama Allah.
Dengan menyebut nama Allah.
Dengan nama Ferdinand...
Raja Castile, Leon dan Asturias...
Aku tuntut kamu dengan pengkhianatan.
Dalam tujuh hari terakhir, Kau harus menemui raja di Burgos...
untuk menjelaskan tuntutan ini.
Kau sudah mengambil jalan pintas, anakku.
Bukan untuk pengantinmu, tapi untuk takdirmu.
Tuhanlah yang mengirimmu, anakku.
Tuhan telah mengirimmu.
Rodrigo!
Tapi aku mendengar suara.
Seharusnya dia sudah tiba. Kenapa dia telat?
Dia tidak telat, tuan putri. Dia harusnya tiba nanti sore.
Ini masih siang hari.
Iya.
Kau tidak mengerti kalau cinta bisa memperlama waktu.
Lama berarti segera; Sore artinya siang.
Tetap saja, pria naik kuda bisa berlari cepat...
Tidak masalah besarnya cinta pria itu.
Iya tuan putri.
Sepanjang malam aku terus berpikir:
"Oh, the Moors menyergapnya!
"Oh, iya, dia diserang oleh orang gila.
Oh, dia jatuh sakit".
Mereka bilang kalau seorang perempuan jatuh cinta...
tersiksanya seperti itu.
Karena mereka tidak percaya kalau kebahagiaan itu...
benar-benar miliknya.
Tolong aku, kumohon.
Indah sekali gaunnya.
Yang Mulia sangat ramah.
Jarang sekali kami mendapat kehormatan.
Tidak, ini bukan hari biasa.
Jadi kau belum dengar ya?
Ada kabar berita.
Kabar dari-- Rodrigo, Yang Mulia?
Biarkan saja Rodrigo. Gaunnya indah sekali.
Yang Mulia.
Yang Mulia.
Beritahu saya apa yang terjadi kepada Rodrigo?
Iya, akan kuberitahu.
- Kau tahu, kalau Rodrigo dalam perjalanan ke sini? - Iya.
Telah terjadi pertempuran?
Kau tahu kalau ada pertempuran dengan Moors?
Chimene.
Ayahku, katakan padaku.
Rodrigo terluka.
No, Rodrigo hidup dan sehat.
Kau sangat mencintainya.
Dua nama.
Ayahku...
dan Rodrigo.
Chimene...
kau putriku satu-satunya.
Aku tidak punya istri.
Kau sendiri tidak bisa meneruskan garis keturunanku.
Seharusnya aku mempunyai putra.
Tapi Rodrigo akan menjadi putramu.
Tidak.
Kau muda.
Kau bisa mencari cinta lain.
Bisakah aku mencari cinta lain, ayah?
Bukan yang itu. Banyak yang lain.
Chimene! Chimene!
Don Garcia Ordonez, Beritahu aku apa yang terjadi.
Kau selalu menjadi teman baik.
Aku akan menjadi lebih bagimu, Chimene...
Jika kau mau.
Kau tahu kalau itu tidak akan pernah terjadi.
Itu bisa sekarang.
- Kenapa bisa? - Bisakah kau mencintai pemberontak, Chimene?
Karena cintaku kepada Rodrigo, pertanyaan itu tidak ada artinya.
Ada artinya sekarang. Rodrigo menjadi pemberontak.
Aku tidak percaya padamu.
- Ada saksi lain di luar sana. - Aku tidak percaya mereka.
Akulah orangnya yang memberikan tuntutan itu padanya.
Dia ingin memberontak kepada raja.
Kau bisa melakukan apapun untuk menjatuhkannya.
Tidak, akan kulakukan apapun untuk mendapatkanmu.
Chimene! Bagaimana bila tuduhan itu benar?
- Mereka salah. - Tetapi banyak yang melihatnya.
Mereka tidak tahu apa yang mereka lihat!
Kau akan melihatnya sendiri, Chimene.
Yang Mulia, Don Ferdinand...
sang raja, tuan kita!
Raja Castile, Leon dan Asturias.
Dan keturunannya, Pangeran Sancho...
Pangeran Alfonso...
dan Putri Dona Urraca.
Kalian dikumpulkan di aula ini...
memberikan masukan kepada kerajaan.
Garcia Ordonez menuntut sebuah pengkhianatan...
No comments yet. Be the first to leave one.