Closed Curtain

Closed Curtain (پرده)

Baixar Legenda em Indonesian

Informações da versão

Closed Curtain 2013 LiMiTED DVDRiP X264-TASTE
Um comentário de buster
resync sub Sangkuni untuk rilis .LiMiTED.DVDRiP.X264-TASTE

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
x264
Publicado em: 2016-06-03
Downloads: 60
Para Deficientes Auditivos: No

Prévia da legenda em Indonesian

As primeiras 200 linhas.

Halo.

Apa kau lelah?

Kemarilah.

Anjing pintar!

Kemari. Kencinglah di sini!

Karena anjing adalah najis dalam masyarakat Islam kita,

maka mereka sekarang akan dilarang berkeliaran di tempat umum.

Polisi akan mengambil tindakan tegas...

Hari ke 2. Fajar.

Pria itu tertidur. Anjing itu menjilati wajahnya.

Jangan ke luar.

Kemarilah, Boy.

Ayo masuk.

Masuk.

Anjing pintar.

Salam, Tuan.

Kalian siapa?

Kami sedang diikuti, tapi kami kehilangan mereka.

Bagaimana kau bisa masuk?

Pintunya terbuka. Kami tidak punya pilihan.

- Tapi aku sudah menutupnya. - Aku bersumpah tadi terbuka.

- Keluar! - Mereka tidak akan melepaskan kami!

- Keluar! - Mereka berada di luar!

Mereka semua ada di luar. Lihatlah!

- Tidak ada siapa-siapa! - Beberapa dari mereka membuntuti kami.

Ada lagi yang lain di pantai.

- Ayo pergi! - Ke mana? Mereka sudah menangkap semua orang.

- Aku tidak takut. - Itulah yang membuatku takut!

Dia basah kuyup.

Kau mau ke mana?

- Kau pikir kau siapa? - Aku sudah bilang dia basah kuyup.

Itu bukan masalahku!

- Usirlah kami. - Jangan!

Usir kami.

Dia bicara ngawur. Jangan dengarkan dia.

Baik.

Diam di sini.

Kau mau ke mana?

- Keluar! - Kami bukan pencuri.

- Kenapa kau ambil itu? - Sebagai tindakan pencegahan.

Keluarlah.

Kenapa kau ke sini?

Di mana saklarnya?

Jawab aku. Kenapa kau ke sini?

Jangan bertindak seolah ini adalah pertama kalinya!

Di sini sangat terpencil. Aku tak percaya mereka bisa kemari.

Mereka menyeret semua orang. Dia tadi bersama mereka.

Dia menangis, memohon pada mereka.

Dia akhirnya lari ke laut.

Mereka tidak berani mengejar.

Bagaimana cara mematikan lampu di sana?

Atau dia akan membawa masalah serius di rumahmu.

Kenapa kau bicara omong kosong?

Jawablah pertanyaanku.

Siapa yang mengirimmu ke sini?

Siapa yang memberimu kunci?

Kunci apa?

Ayo lihat ke sini.

Tidak ada cahaya di sini.

Periksa di sisi lain.

Buka.

Buka pintunya!

Markas, skuad 4 di sini.

Lanjutkan, aku mendengarmu.

Kami berada di depan sebuah rumah.

Tidak ada cahaya dan tidak ada tanda-tanda para buronan.

Cari di sekitar rumah.

Kami sudah mencari. Apakah bisa dimengerti?

Ya, sebentar.

- Ayo kembali ke pangkalan. - Dimengerti.

Kami sedang begerak kembali ke pangkalan.

Terima kasih Tuan. Kau baik sekali.

Sekarang kalian berdua silahkan pergi.

Kenapa?

- Mereka sudah pergi. - Mereka bukan satu-satunya.

Kami dikepung. Mereka menyita semua yang kami miliki.

Itu bukan masalahku. Aku tidak ingin ada masalah.

- Di mana telepon? - Aku tidak punya.

- Kalau begitu aku pinjam ponselmu. - Aku juga tidak punya.

Maafkan aku, Nona.

Jaga dia di sini sampai aku datang menjemputnya.

Aku tidak akan lama. Terima kasih.

Beri dia pakaian kering agar dia tidak kedinginan.

Dan hati-hati. Dia memiliki bakat untuk bunuh diri.

Anak muda!

Nona?

Aku tidak ingin ada masalah.

Nona?

Kami akan pergi saat dia kembali.

Tuan?

Tuan?

Apa?

- Apakah Anda punya pengering rambut? - Di kamar mandi.

Bukan pintu yang itu, yang satunya.

Di sana.

Mau kau pakai buat apa?

Untuk ponselku.

Tdi jatuh ke dalam air.

Dia bilang kepada Anda untuk memastikan aku tidak bunuh diri, bukan?

Tuan?

Dimana aku bisa mengeringkan pakaianku?

Aku akan ke sana mengambilnya.

- Aku akan membawanya. - Tidak tidak!

Jangan ke sini. Aku sibuk.

Masuklah.

Ini gelap. Setidaknya nyalakan lampunya.

Lakukan saja sendiri.

Di mana anjingmu?

Siapa yang mengirimmu ke sini?

Tidak ada.

Aku dipaksa untuk ikut.

Untuk apa?

Tak ada.

Untuk membunuh waktu.

Tidak ada tujuan tertentu?

Tujuan?

Jadi kau harus disalahkan untuk semua ini?

Hai.

Apa yang kau ketahui tentang dia?

Apa yang semua orang tahu.

Apa yang semua orang tahu?

Mereka membunuh istrinya, lalu pergi mengejar dia.

Kau terlibat perkelahian dengan salah satu dari mereka,

kemudian berlindung di sini.

Orang bilang kau terluka.

Kenapa kau berpikir kalau itu aku?

Tirai hitam tebal untuk mencegah cahaya.

Kau menyembunyikan anjingmu.

Kau takut.

Aku langsung tahu itu kau.

Meskipun kau tidak mirip dengan gambar yang di koran.

Kau mencukur rambutmu?

Apakah dia juga tahu?

- Siapa? - Suamimu.

- Kakakku, bukan suamiku. - Terserah...

Dia mau kembali dengan siapa?

Seperti yang dia bilang...

Dia memanggil temannya untuk membawa mobil menjemputku.

Itukah rencana kalian?

Jika aku adalah masalah, biarkan aku pergi seperti kukatakan.

Ayo.

Fotoku ada di koran!

- Aku sudah bilang jangan ke sini. - Bagaimana pakaianku?

Aku akan pergi begitu pakaianku kering.

Dengan atau tanpa Reza.

Akan kuberitahu kalau sudah kering.

Jangan sampai terbakar.

Ini.

Gantung saja sendiri.

Ini adalah tempat persembunyian yang bagus. Sayangnya tidak bisa melihat pemandangan.

Jika ini adalah rumahku...

Bagaimana jika ini rumahmu?

Kau akan mencoba untuk menenggelamkan diri sepuluh kali sehari.

Ya kan?

Apakah menurutmu suamimu, maksudku kakakmu...

mengada-ada?

Bagaimana dengan bekas luka di pergelangan tanganmu?

Berapa kali kau mencoba melukainya?

Setiap orang punya alasan.

Katakan padaku yang sebenarnya.

Siapa dia?

- Kakakmu, sungguh? - Tidak bisakah kau menjelaskannya?

Kenapa kalian lari?

Semua orang di sana bukanlah kakak dan adik.

Kami bernyanyi dan menari ...

Beberapa dari mereka minum sedikit.

Riang gembira.

Apa pekerjaanmu?

Maksudmu dulu.

Ya, dulu.

Apakah itu penting?

Apakah ada jendela di balik tirai-tirai itu?

Tidak.

Aku tidak menggantungnya.

Apakah ini bukan rumahmu?

Ini rumah temanku.

Kadang-kadang aku meminjamnya untuk bekerja.

Dan apa pekerjaanmu?

Seperti yang tadi kau katakan, apa itu penting?

Ada apa di lantai atas?

Kalian tadi masuk rumah mengatakan bahwa pintu itu...

terbuka.

Lalu aku mengatakan jangan ke sini,

tetapi kau malah naik ke atas untuk mengeringkan pakaianmu.

Jadi sekarang pergilah lihat sendiri.

Kau mau minum?

Mau minum, Nona?

Nona?

Nona?

Nona?

Kau mau apa?

Kurang ajar kau! Bunuh dirilah di tempat lain!

Kenapa disini? Kenapa membawa masalah padaku?

Menurutmu masalahku tidak banyak?

Bukankah hidupku sudah seperti di neraka?

Kau kerasukan apa?

Masalah apa?

Aku hanya melihat laut.

Pemandangan dari sini berbeda.

Omong kosong! Ini terlalu gelap untuk melihat.

Closed Curtain subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Closed Curtain

Comentários

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left