As primeiras 200 linhas.
Aku mencintaimu.
Hai. Berapa lama aku pingsan?
Kita hampir sampai.
Bagaimana kepalamu?
Kepalaku?
Katamu kau migrain.
Sudah sembuh.
Hanya saja...
Pikiranku masih kacau.
Katanya itu hal wajar.
Benarkah? Ya.
Kita ke rumah ibumu?
Kau lupa?
Tidak.
Ingat saat bangun di RS?
Ya.
Kita ke pusat trauma rujukan doktermu.
Benar juga.
Kukira kau mati otak tadi, Sayang.
Candaanmu keterlaluan.
Satu lagi, tolong.
Tegarlah, hatiku.
Kau pernah lalui yang lebih berat.
Apa aku harus menjadi Odysseus?
Maaf.
Senang kalian mudah menemukan kami.
Banyak yang terlewat saat berbelok.
Tempat kami cukup tersembunyi.
Bagaimana cara mengenali tempat ini?
Kini bagai labirin, tapi 4 hari lagi,
akan terasa seperti rumah.
Ini skor GCS mu.
Cedera otakmu kategori sedang. Bagus.
Kau alami amnesia parsial usai koma,
serta trauma fisik panggul kiri.
Aku merasa seperti nenek tua.
Jangan cemas.
Teknik Dr. Trephine sangat mutakhir.
Kulihat perubahan nyata di sini.
Kau ditangani pakar.
Bagaimana jika gagal?
Akan berhasil, Sayang.
Jika gagal? Pasti berhasil.
Tentu saja. Jika kau percaya program ini,
kau akan sembuh.
Itu janji Tréphine.
Nah, selesai.
Hei, aku punya ide.
Mari selundupkan ini ke atas
dan main peran pasien demensia?
Fokus pada tujuan, cabul.
Berarti tidak?
Ya, itu jawaban tidak.
Sayang?
Kelinci mungil.
Kau baik saja?
Sakit di sini?
- Ya. - Baiklah.
Kau harus lakukan ini tiap pagi.
Baik, Bu.
Siapa dia?
Ah. Itu Joan kami.
Istri Dr. Tréphine.
Kau harus lihat mereka dulu.
Sangat kompak dan saling cinta.
Kami hancur saat dia wafat.
Apa yang terjadi?
Tragedi yang mengerikan.
Hm...
Kau yang pertama bertanya soalnya.
Karya Dr. Tréphine dedikasi untuk Joan.
Cinta mereka ada di tiap sudut tempat ini.
Tuntas. Sudah selesai.
Kita akan membantu kesembuhanmu, oke?
Tatap aku sekarang.
Kau akan segera sembuh.
Ulangi.
Aku akan segera sembuh.
Dr. Tréphine sudah kembangkan
terapi stimulasi sensoris selama 10 tahun.
Ini dirancang khusus
untuk demensia dan amnesia,
dan hasilnya luar biasa.
Ini hanya kaca gula, Sayang.
Target kita adalah kau ingat hari cedera itu.
Kau siap?
Apa?
Apa lampu ini membuatku seram?
Kau tampak mempesona.
Baguslah.
Garpu salad...
Jadi garpu makan.
Sudah jelas.
Pisau makan untuk daging.
Pisau mentega tak menyentuh piring.
Letakkan sendok...
Di atas rembulan.
Delwyn cedera kepala beberapa tahun lalu.
Vonisnya dia takkan bisa bicara lagi,
bahkan takkan mengenaliku.
Dr. Tréphine menyelamatkannya.
Menyelamatkan pernikahan kami—
sebenarnya, menyelamatkan banyak hal.
Tempat ini berpusat pada cinta mereka.
Dokter dan Joan.
Mereka sangat serasi dulu.
Mereka belahan jiwa sejati.
Kehadirannya terasa di sini.
Lukisan itu hadiah ulang tahun pernikahan.
Dia dapat satu tiap tahun.
Ya, dia ada di tiap ruangan,
mengawasi kami semua.
Sudahlah, aku pergi dulu.
Orang yang berucap "belahan jiwa"
layak ditembak mati.
Jadi kita bukan belahan jiwa?
Kukira itu istilah yang picik.
Kau tak merasakan ikatan khusus
saat pertama kita bertemu?
Aku terpikat padamu. Wah.
Dia terpikat padaku. Standar tinggi.
Lalu aku jatuh cinta padamu.
Cinta mati padamu.
Tapi bukan seperti itu...
Aku mengingatnya.
Aku lewat depan kelasmu di taman,
lalu kulihat pria konyol ini
bergelantung di jendela sambil teriak,
"Jika tak ada yang menjawab,
aku akan lompat, keparat!"
Lalu mata kita beradu, kuberpikir,
"Inilah priaku."
Kurasa kau cuma berpikir,
"Wah, ada wanita seksi."
Kau ingat itu? Ya.
Ingatanmu salah,
karena kau menatapku
seperti orang gila.
Aku telat menyadarinya.
Tak ada kata terlambat, Sayang.
Inilah aku.
Buka aku. Rasakanlah.
Penuh dengan protein.
Ada lemak baik juga.
Belahan jiwa.
Awalnya memang selalu mudah, kan?
Semua terasa seperti takdir.
Tapi dengarlah.
Jika kau sudah tahu buruknya seseorang
dan tetap bertahan,
itulah cinta, Sayang.
Ini dia.
Semua makananmu dirancang
untuk proses detoksmu.
Selamat makan.
Aku ke kamar mandi dulu.
Garpu salad jadi garpu makan.
Begitulah takdirnya.
Letakkan garpumu.
Lalu letakkan sendokmu
di atas rembulan.
Pisau makan untuk daging dan ikan.
Terkadang aku butuh kata-kata.
Meski cuma kuucap sepekan sekali.
Garpu salad berubah jadi
garpu makan.
Sudah jelas.
Kukira dia punya lebih banyak waktu.
Dia punya banyak.
Harus malam ini.
Aku tahu. Sayangnya, tak ada yang bisa dilakukan.
Ini akhir segalanya.
Hai, Sayang.
Ini milikku?
Baru saja tiba dari rumah sakit,
aku tidak tahan ingin melihatnya.
Kami berpapasan di lorong.
Aku baru memberitahu Homer kabar baiknya.
Tak ada penggumpalan atau tumor.
Bagus sekali.
Semuanya tampak Bbaik.
Sebelum aku lupa,
kumohon minum ini.
Ini penghambat kolinesterase selektif
racikan Dr. Tréphine.
Minumlah sebelum tidur.
Ini membantumu tidur dan memulihkan
neurotransmiter otakmu
agar ingatanmu pulih.
Mengapa dia menunjukkan hasil pindaian padamu, bukan aku?
Hm.
Mungkin karena aku kepala keluarga
dan dia punya pola pikir seksis.
Nenek tua itu.
Ya, auranya mirip Mrs. Danvers.
Apa gunanya kau menetap
di Manderley?
Kenapa kau tidak...
Lompat saja
dan akhiri semua ini?
No comments yet. Be the first to leave one.