Good Luck, Have Fun, Don't Die

Good Luck, Have Fun, Don't Die

Baixar Legenda em Indonesian

Informações da versão

Good Luck Have Fun Don't Die 2025 WEB
Um comentário de rawe
Good Luck Have Fun Dont Die 2025 WEB Durasi 02:14:26 Cocok untuk keluaran Yts *** --Rekomendasi-- * Media Player Classic/MPC (PC/LAPTOP) *VLC (PC/LAPTOP/AndroidTV) untuk hasil yang MAKSIMAL ( warna teks, ukuran teks, posisi teks), selain video player tsb akan bertumpuk * BEBAS IKLAN Selamat Menonton

Tags

webdl
Publicado em: 2026-03-11
Downloads: 1326
Para Deficientes Auditivos: No
FPS: 23.976

Prévia da legenda em Indonesian

As primeiras 200 linhas.

DUNIA BARUMU

Selamat malam, Nona.

Mau tambah minum lagi?

Kau, bro?

Berapa skornya?

SAUS PEDAS ASLI

Hei. Hei!

Ini bukan perampokan!

Aku dari masa depan!

Dan semua ini...

akan berakhir kacau balau.

Kau sudah tunangan?

-Apa aku kurang menarik? -Sialan, apa-apaan ini?

Aku kemari untuk mengabarimu

bahwa masa depanmu suram.

Bahkan, kau sedang menuju

lini masa tergelap.

Ini kesalahan besar. Hei!

Panggil polisi!

Media sosial merampas martabatmu,

dan membuat kalian kekanak-kanakan.

Budaya swafoto fasis kalian

mengikis kemampuan berpikir kritis.

Hentikan! Jangan ada yang pergi!

Dengarkan aku. Ini penting.

Maksudku-- Baiklah.

Kita mulai.

Tenang, aku bawa bom.

Woi! Woi!

Ya. Ini semua bom.

Tubuhku penuh bom. Mendekatlah...

atau mencoba kabur, kuledakkan kita semua.

Sudah cukup takut sekarang?

Bagus. Duduk dan santailah.

Hei, Pak.

Itu untukmu. Sekarang duduk.

Cepat duduk.

Wah, ada pahlawan rupanya.

Duduk! Duduk!

Duduk, bangsat!

Seperti kataku, aku dari masa depan.

Masa depan yang hancur lebur.

Dan tahukah kau? Ini semua salahmu.

Bukan cuma kalian 40 orang ini,

tapi semua orang di zamanmu.

Kalian semua bersalah.

Aku kemari untuk membenahinya.

Bermula dari waktu ponsel pagi hari.

Awalnya, orang bangun, memeriksa surel di kasur,

membuka Facebook, gulir medsos, apa pun.

Hanya sekejap. Bukan masalah.

Tapi waktu ponsel pagi itu

menjadi makin lama.

Akhirnya, orang tidak beranjak dari kasur.

Masyarakat runtuh.

Orang butuh selang makan dan kateter.

Industri alat medis melonjak.

Namun yang lain hancur.

Tak ada yang sadar dunia telah kiamat.

Apa kalian mendengarkanku?

Kutanya satu hal.

Ke mana perginya semua toko buku?

Apa yang kau lakukan saat toko musik tutup?

Kau tak berbuat apa-apa.

Kuis singkat.

Ada yang hafal satu nomor telepon?

Kuyakin tak satu pun dari kalian

hafal nomor telepon lagi.

Kemajuan hanyalah kemajuan jika memperbaiki keadaan.

Jika tidak, itu kesalahan.

Manusia pernah salah langkah sebelumnya.

Hitler, Segway.

Seseorang harus ada untuk memutar arah,

mengembalikan kita ke jalur benar,

dan berkata, "Nak, ini salah,

bukan ini jalannya."

Itulah alasanku di sini.

Aku mencari rekrutan, prajurit,

orang yang nekat berjuang habis-habisan.

Kecerdasan buatan akan datang

dalam waktu dekat

yang memusnahkan peradaban manusia.

Namun ini bisa dihentikan.

Kemanusiaan bisa selamat.

Di sinilah revolusi bermula.

Aku tak bercanda.

Ya, semua berawal di sini.

Di Norms sialan di Los Angeles.

Di kedai ini ada kombinasi orang

yang akan ikut revolusiku,

dan menyelamatkan manusia.

Aku akan mencari kelompok itu,

dan kita akan berhasil.

Ini kali ke-117 aku di sini.

Berpidato hal yang sama.

Bisa kau bayangkan?

117 kali aku mencoba meyakinkan kalian.

Mirip film favoritmu, Jim, Groundhog's Day.

Itu film favoritmu, kan, Jim?

Ya, anu--

- Ya, aku-- - Ya, kan?

- Bagaimana-- apa-- - Ya.

Bagaimana kau...

Kulalui malam ini berulang kali,

tiap kali dengan kombinasi

orang berbeda di kedai ini.

Dan tiap kali kita gagal,

kudekap kalian di pelukanku,

dan melihat nyawa padam dari matamu.

Bahkan ada yang kuanggap keluarga.

Sudah sering kulakukan ini.

Aku mengenalmu lebih dari dirimu sendiri.

Ha!

Nancy Delaney dan Charles Roberts,

kalian sedang kencan pertama.

Charles pikir Norms pilihan tepat.

Nancy sudah ingin kabur sejak 20 menit lalu.

Kalian tak pernah ikut revolusiku

dan keluar kedai ini hidup-hidup.

Permisi.

Kau!

Bukan, jangan, tidak.

Tidak, jangan.

Kau orang paling tak berguna bagiku.

29 kali kau ajukan diri ikut. 29 kali.

Kau cuma beban bagiku.

Lututmu payah, Gerald. Sadarlah.

Kau mati 16 menit sejak perjalanan mulai.

Kau juga membosankan sekali.

Coba tunjuk tangan malam ini. Aku tantang.

Ini dia, ratuku. Ya.

Jangan malu-malu.

Kau prajurit terbaikku. Pejuang revolusi.

Kita berjuang sampai batas akhir.

Kau tunjukkan sisi gelapku,

yang memang harus kuketahui.

Ketegangan kita bagai badai musim panas.

Namun tak pernah kita wujudkan.

Kita alihkan menjadi nafsu membunuh.

Tapi akhirnya kau mengkhianatiku terus.

Kau lukai hatiku, tapi di sinilah aku,

menatap mata cokelatmu,

dan kupikir, persetan.

Ayo bertaruh sekali lagi, Sayang.

Ayo ratakan semuanya.

Jika ikut aku, kau mungkin mati malam ini.

Jika tidak, tamatlah riwayat

semua orang di ruangan ini.

Aku jamin itu.

Tapi malam ini kita punya peluang.

Selamatkan dunia, buat perubahan nyata.

Dolores, jangan telepon polisi lagi.

Simpan ponselmu.

Ada formasi tepat di kedai ini

untuk melawan masa depan dan menyelamatkan kita.

Aku tak mungkin salah soal ini.

Akan kucoba tiap kombinasi

sampai berhasil.

Aku ingin tahu, siapa yang ikut?

Siapa yang siap menyelamatkan masa depan?

Greg.

Greg, ayolah, kau Spartacus. Ayo.

Ayo, jagoan, bangunlah.

Itu mereka. Hai, Jenius.

Apa kabar? Ayo, kawan, bir aku bayar.

Mari membuat kekacauan.

Pesta! Pesta! Pesta!

Hei, kau ingat...

Huh, baiklah.

Sayang, sepertinya cuma sisa kita.

Bukan yang pertama kali, kan?

Bagaimana jika kita buat menjadi yang terakhir?

Ayo, Nak.

Hei.

Serius? Tak ada yang mau? Bercanda, ya.

Ini pertama kalinya, sialan...

hal ini terjadi.

Sial. Hei, pergilah saja,

sebelum kau terluka.

Kau sakit. Persetan, Pete.

Aku tak gila.

Kenapa orang dari masamu tolol sekali?

Kau mirip gembel, Bung. Siapa itu?

Persetan. Aku bukan gelandangan.

Aku dari masa depan yang hancur.

Ini tren busana terbaik di tempatku.

Kau harus lihat gembel di sana.

Mereka tampak mati.

Oh, hebat.

Polisi datang.

Terima kasih banyak, Dolores.

Ini benar-benar gagal.

Terserahlah.

Bodo amat, aku cabut.

Firasatku sudah buruk sejak awal.

Apa lihat-lihat? Aku butuh karbo.

Coba saja kau bertahan saat melintasi

celah waktu.

Aku ikut.

Wah, mengejutkan. Ya, boleh.

Comentários

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left