As primeiras 200 linhas.
bagiku, dalam bahasa apapun dolar tetap saja dolar.
malam itu adalah malam pertamaku di Argentina,
aku tak tahu banyak tentang masyarakat setempat.
tapi aku tahu tentang pelaut Amerika,
aku tahu kalau sebaiknya aku pergi dari sini.
angkat tanganmu.
angkat!
pergilah...
tongkat seperti ini ternyata berguna sekali.
tongkat ini setia dan teman yang penurut.
tongkat ini diam ketika aku ingin dia diam. tongkat ini berbicara ketika aku ingin dia berbicara.
- itukah gambaran dari temanmu? - itulah gambaranku atas seorang teman.
- kau pasti menjalani hidup yang menyenangkan. - aku menjalani hidup yang aku inginkan.
- kau pria yang beruntung. - aku membuat keberuntungan untuk diriku sendiri.
apa yang kau lakukan di sekitaran sini?
- aku kemari untuk menyelamatkan nyawamu. - jangan berlebihan.
dia takkan membunuhku bila aku memberinya uang.
tapi kau tak memberinya uang.
- aku tak berpikir aku akan memberinya uang. - bagaimana cara kau mendapatkannya?
- mendapatkan apa? - uang yang hampir saja membuatmu meninggal.
- judi. - aku tinggalkan kau di sini.
- Terima kasih. - sama-sama.
- aku akan melakukan hal yang sama padamu suatu saat nanti. - menyelamatkan hidupku?
memberikanmu rokok.
dengan keberuntunganmu, mengapa kau tak pergi ke tempat yang ada para penjudinya?
- aku pikir judi itu ilegal di Buenos Aires. - Memang.
Aku mengerti. seperti di rumah sendiri.
ada kasino di pinggir kota setengah jam dari sini.
- ini tiket masuknya. - terima kasih.
- tapi jangan ke sana. - kenapa tidak?
mereka tak akan mengijinkanmu menggunakan dadumu.
aku tak berpikir untuk menunjukkan daduku.
seseorang yang membuat keberuntungannya sendiri sepertiku, akan mengenali dadu miliknya.
lagipula, mereka tak akan membiarkanmu masuk tanpa adanya dasi.
tempat ini tak pantas buatmu.
siapa dia?
orang yang suka menghamburkan uangnya.
kau ingin parfum yang bagus untuk kalangan bangsawan?
tidak, terima kasih.
kami punya bedak talek yang lembutnya seperti sutera mawar.
tidak, terima kasih.
- handuk? - ya. terima kasih.
Hey. siapa dia?
penakluk pria...
bagaimana penilaianmu terhadapku?
orang kampung.
pasang taruhan anda, nyonya. pasang taruhan anda, tuan.
pasang taruhan anda.
pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian. pasang taruhan anda.
tuan dan nyonya sekalian, pasang taruhan anda.
nyonya dan tuan, pasang taruhan anda.
pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian.
pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian. pasang taruhan anda.
pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian. pasang taruhan anda.
nomor dua. 1000 peso.
taruhan ditutup.
nomor dua. hitam.
nomor dua. hitam.
nomor dua.
pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian. pasang taruhan anda.
- pasang taruhan anda, tuan dan nyonya sekalian. - pasang taruhan anda.
dua chip.
1000 peso, tuan.
- berhenti. - apa?
- pemain diperbolehkan menghentikan kocokan kartu sewaktu-waktu. - tentu saja.
1000 peso.
berhenti.
berhenti.
seperti biasa, aku buat keberuntunganku sendiri.
aku tahu kapan waktunya menghentikan laju kendaraan.
Hey, bung. direktur ingin bertemu denganmu.
apakah Brooklyn harus melintasi sungai yang ada di sini juga?
ayo.
- Hey. - terima kasih, orang kampung.
mana dia?
jangan khawatir, bung. dia akan datang kemari.
bagaimana menurutmu dengan 1000 peso ini?
kau tak bisa menyuap agar kau bisa keluar dari sini, bung. kau sedang dalam masalah.
sekarang, tunggu sebentar.
sudah cukup, Casey, Huerta.
wah, wah. pria licik dengan temannya yang keji.
- aku sudah bilang padamu untuk tidak membawa dadu milikmu itu. - wah, wah lagi.
kau benar-benar berhasil mengelabuiku kemarin malam. aku pikir kau itu orang yang baik.
aku tak menyangka kau ini adalah manajer dari tempat perjudian ini.
namaku Ballin Mundson.
aku Johnny Farrell.
aku bukan manager. aku pemilik dari tempat perjudian ini.
dan aku tak suka dicurangi.
tak ada meja dadu di rumah ini.
tak ada orang yang berhasil memenangkan uang sebesar 21 ribu dengan cara yang jujur.
- aku punya keberuntungan yang besar. - cara yang cekatan sekali dengan menghentikan kocokan kartu itu.
butuh bertahun-tahun untuk mempelajarinya.
tentu saja, harusnya kau ada di penjara.
tapi aku pikir aku menghutangimu sebuah kewajiban, semenjak aku menyelamatkan hidupmu.
Hey, harusnya kau lebih berhati-hati akan hal ini.
sekarang pergilah dari sini. jangan kembali lagi.
sekarang, kau tahu, kau itu benar-benar bodoh.
bisa jadi.
kau benar-benar membuatku berjudi di tempat yang salah.
alangkah baiknya bila kau mempekerjakanku di tempatmu.
aku tak suka orang-orangku dicurangi.
aku curang dengan uangku sendiri, tentunya.
tapi dengan uangmu, aku tak akan bermain curang.
pertimbangkanlah kembali.
kau tahu, aku akan pikir-pikir dulu. berapa banyak waktu yang kau bisa sediakan padaku?
tak perlu terburu-buru. kau bisa memikirkannya satu-dua menit.
aku permisi dulu selagi kau mempertimbangkannya kembali.
bukan kau.
tak seharusnya kau menyerang seseorang ketika dia punya tangan di belakang punggungnya.
kau lihat? dengan cara ini, kau bisa mendapatkan dua teman.
kau tak punya pemikiran bahwa betapa setia dan patuhnya diriku ini bila mendapatkan bayaran yang setimpal.
aku harus memastikan... bahwa tak ada perempuan di manapun.
- tak ada perempuan di manapun. - judi dan perempuan tak bisa dipadukan.
kata-kata yang dalam itu aku pergunakan untuk diriku sendiri.
- sekarang, bisa kita sudahi perbincangan ini? - ada satu hal lagi.
mengertilah akan hal ini, Mr. Mundson.
aku baru tiba kemarin malam pada saat kau bertemu denganku di gang itu.
karena itulah aku tak punya masa lalu dan semuanya terjadi di waktu yang akan datang, mengerti?
aku suka cara seperti itu.
dia membuatku merasa nyaman dari awal hingga akhir.
awalnya, aku hanya memerhatikan permainan tersebut satu per satu.
ya, pada waktu itu, perang sudah berakhir.
kabar bagus. kupikir kita musti merayakannya juga.
Ya, tentu saja.
jadi...
aku ada kunjungan, Johnny.
aku mungkin pergi untuk sementara waktu, dan kaulah yang bertanggung jawab terhadap kasino ini.
- kau telah dipromosikan. - layanan yang menarik.
- gajiku naik? - tidak.
- cukup adil? - cukup adil.
- meski begitu kau berhak mendapatkan lima persen dari keuntungan. - aku mau 7,5 persen.
kau tajam, Johnny.
hampir setajam teman kecilku ini.
- tapi tak cukup penurut. - tidak?
teman kecilku yang lainnya akan membunuhku, Johnny.
itulah gunanya teman.
demi kita, Johnny.
- demi kita bertiga. - demi kita bertiga.
membuatku tertawa, ketika mengingatnya.
aku, tentu saja itu demi kita bertiga.
aku segera tersadar.
aku teringat esok sorenya.
aku bersiap-siap untuk sabtu malam yang ramai.
lucu sekali ketika aku teringat kejadian di hari itu.
- itu belum cukup? - untuk orang kampung?
Mr. Farrell, Mr. Mundson baru saja menelepon.
dia ingin kau datang ke rumahnya.
terima kasih.
bagaimanapun juga, akulah yang bertanggung jawab terhadap tempat ini.
dia memanggilku Mr. Farrell. itu tak lebih baik?
kau pikir bel akan berbunyi,
atau kau pikir aku harus punya suatu insting peringatan.
tapi aku tak punya. aku langsung melangkah masuk ke dalam.
Ballin?
Ballin?
tuan Mundson akan turun sebentar lagi, tuan Farrell.
terima kasih. senang sekali mengetahui kalau dia sudah pulang, Pete.
aku mengharapkan hal yang sama, tuan Farrell.
Johnny. itu kau?
- halo, Ballin. - kemarilah.
apa yang sedang kau tangisi?
- aku baik-baik saja, Johnny. - kau terlihat bodoh.
- aku akan tunjukkan padamu kenapa. - di mana burung kenarinya?
- kau tahu dari mana? - aku tahu tentang apa?
jadi kau belum tahu? mari.
di sinilah burung kenarinya, Johnny.
cukup mengejutkan mendengar seorang perempuan bernyanyi di rumahku, hey, Johnny?
sungguh mengejutkan.
Gilda, kau nyaman?
aku?
tentu, aku merasa nyaman.
Gilda, dia ini Johnny Farrell.
Johnny, dia Gilda.
jadi dia yang bernama Johnny Farrell. aku sudah dengar banyak hal tentangmu, Johnny Farrell.
benarkah? sekarang, aku belum dengar sesuatu tentangmu.
mengapa, Ballin.
aku ingin menyimpannya sebagai kejutan.
apa ini mengejutkan, Mr. Farrell?
tentu saja mengejutkan. harusnya kau lihat wajahnya.
kau bilang padanya apa yang aku lakukan di sini, Ballin?
tidak, aku ingin menyimpannya sebagai kejutan.
- taruhlah topimu, Mr. Farrell. - Gilda ini istriku, Johnny.
Mrs. Ballin Mundson, Mr. Farrell.
- apa tak apa? - selamat.
kau tak perlu mengucapkan selamat kepada pengantin perempuan, Johnny. kau ucapkan selamat kepada sang suami.
benarkah? kata-kata apa yang kuharapkan untuk disampaikan kepada pengantin perempuan?
kau doakan dia semoga beruntung.
semoga beruntung.
terima kasih, Mr. Farrell. suamiku bilang padaku bahwa kau punya keyakinan yang kuat akan keberuntungan.
- kami buat keberuntungan itu sendiri, Johnny dan aku. - aku harus coba lain waktu.
aku akan mencobanya sekarang juga.
bilang padanya untuk makan malam bersama dengan kita, Ballin.
itu perintah.
mari kita keluar, Johnny. kita beri kesempatan Gilda mengganti pakaiannya.
penampilanmu bagus sekali, cantikku. ini akan buat kasino terkesan padamu.
aku akan tampilkan penampilan terbaikku, Ballin.
aku ingin semua yang dipekerjakan mendapat restu dariku.
- senang jumpa denganmu, Mr. Farrell. - nama dia Johnny, Gilda.
Maafkan aku. Johnny nama yang sulit untuk diingat
dan begitu mudah dilupakan.
No comments yet. Be the first to leave one.