لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
BUMI 50 TAHUN LALU
Dalam lomba balap sepeda tahun ini,
dua saudara kandung bertanding di final untuk pertama kalinya.
Di sebelah saya ada... Inferio.
Inferio.
Dan di sebelah kanan ada Anton yang tak terkalahkan,
menaiki sepeda gunung Super Ngebut miliknya.
- Bukankah ini tidak adil karena... - Bersedia, siap...
- Sepedanya jauh lebih canggih... - Jalan!
Oke. Aku tekan saja ini.
Anton, kamu ngapain? Kelihatannya berbahaya.
Aduh!
Kamu perlu sedikit mempercepat lajumu.
- Tolong berhenti. Berhenti! - Kalau itu maumu!
Sial, kamu terbang!
- Sakit, dong? - Aku... terbang... jauh.
Kamu harus perbaiki sepedaku,
lalu kamu harus menuruti apa kataku...
seumur hidupmu.
Apa yang terjadi? Dia benar-benar berubah.
Kamu jeli.
- Kamu benar-benar seorang peneliti orang. - Terima kasih.
Di mana kacamataku?
- SAAT INI - Ini dia. Baiklah.
Komet yang memberi Inferio kekuatan super lewat setiap 50 tahun.
Bagaimana kalau Inferio mendengar hal ini?
- Apa menurutmu aku takut padanya? - Ya.
Ketika kometnya datang, aku tangkap debu bintangnya,
lalu aku dapet kekuatan super itu dan bisa menghancurkan si...
- Rada konyol alat perubah suaranya. - Apa masalahnya?
- Mustinya suaraku sedikit lebih kuat. - Seperti ini?
Halo? Nah, ini baru lebih baik. Jauh lebih baik.
Apa? Kok bicaraku aneh? Kamu memberiku aksen?
Serius kamu? Kamu akan menyesalinya!
Tidak, tunggu! Turunkan aku!
Sekarang kamu berbicara sebagaimana biasa.
Tes tes... Ya.
Kenapa kita tidak bisa berkelahi seperti pas kita kecil? Aku kangen.
Bisa jadi karena kamu tiba-tiba mendapat kekuatan super.
- Sakit kalau tidak merasakan sakit. - Sakit juga kalau merasakan sakit.
Ini adalah takdirku. Aku terpilih. Namun, takdir ini menyiksaku.
BTW, kamu sudah masak belum?
Pastinya sulit dengan pergelangan tanganku yang patah.
Aku lelah bersembunyi.
Aku harus tampil menjadi pusat perhatian.
Segera aku akan mengembangkan sayapku dan terbang.
- Menuju matahari. - Menuju matahari!
- Dan terbakar. - Dan terbakar!
Kita harus mengadakan pertunjukan musikal suatu saat nanti.
Dadah!
Sebentar lagi kometnya datang.
Lalu akan kudapatkan kekuatan super itu dan menghancurkannya.
Halo? Kamu bisa mendengarku? Halo?
- Tendangan! Apa ibu merasakannya? - Ya.
- Bisakah ia mendengarku? - Tentu saja.
Oke, aku akan bercerita tentang kehidupan di sini, agar kamu sedikit siap.
Namaku Wille, dan aku kakakmu.
Ini Ibu, tapi kamu tahulah karena di sanalah kamu tinggal.
- Itu kepalamu. - Bukan, itu bokong.
- Aku mungkin tak tahu itu. - Itu jelas bokong.
Itu ibu perawat.
- Bukan, bidan. - Dia tidak sepintar itu.
Ini kamarku. Dan ini tempat tidurku.
Silakan membaca komikku.
Mungkin bukan yang ini. Maaf. Ini Edisi khusus.
Tapi ini... cukup langka juga sebenarnya.
Jadi kamu bermain dengan yang ini saja. Ini...
Jujur aku nggak tau apaan ini.
Ibu!
Ibu adalah seorang penulis
dan telah berjanji akan segera menyelesaikan sebuah buku,
jadi dia sedikit stres.
Di malam hari dia mencoba menceritakan cerita baru padaku.
Saat semua orang tertidur,
dia menyelinap sambil membawa parang dan membantai seluruh keluarga itu.
Tamat. Selamat tidur, sayang.
Ibu tak usah...
mematikan lampu.
Kakak perempuan kita, Wera, agak takut gelap,
jadi biasa suka ditemani.
Tapi tidak hari ini.
Aku di kelas 4. Sayangnya, ada juga siswa kelas 6.
Ini dia si polisi kecil itu.
- Kudengar kamu suka tinju. - Tidak...
Tapi aku suka.
- Awas, ya. - Dadah!
Hai, Ayah. / Hai.
- Jalan saja. - Kalian sedang apa tadi?
Kami melakukan latihan drama polisi.
Ayahku seorang polisi. Aku juga ingin menjadi polisi.
Kota ini sedang mengalami masa sulit saat ini.
Pencurian barang elektronik, logam mulia, dan komputer tengah marak terjadi.
Bagaimana kejahatan ini terjadi? Apa para pelaku memiliki kekuatan super?
Polisi selalu di belakang tidak seperti Yamaha!
Setahun lalu, ayahku yakin dia telah melacak para penjahat itu.
Dia membujuk atasannya untuk melakukan operasi besar.
Polisi! Semua tiarap!
Ini taman kanak-kanak. Ayo.
Dasar bodoh.
Ayah jadi agak bete setelah kejadian itu,
tetapi dia akan mengatasinya.
- Ini dapurnya. Di sini... - Ini saatnya!
Ketubannya pecah!
- Sepertinya telah terjadi kebocoran. - Tasnya... Di mana tasnya?
Wille? Ayah harus berkemas. Wera, Wille? Ibu akan melahirkan.
Kita sudah melatih ini. Jaga perilaku kalian. Ayah akan telpon nanti.
- Ayah lupa Ibu. Bu, ayo! - Kamu tak perlu menggendongku.
Sepertinya kita akan segera bertemu.
Jadi sekarang kamu tahu cara kerja mesin itu, bukan?
Aku tahu persis di mana dan kapan kometnya akan memasuki atmosfer.
Dan dengan ini aku menangkap debu bintang ajaib itu.
Ayo, nyalakan.
Halo? Kamu denger ndak, sih??
Tidak, aku mendengarkan nyanyian paus.
Rasanya menenangkan. Kedengarannya seperti ini.
Hai.
Oh oh oh, Dedek Charlie. Kamu nggemesin sekali kek boneka.
Apa Ayah terkena gas tertawa? Ayah tidak perlu berbicara seperti itu.
Bayi belajar 34 hal baru per jam. Itu tak masuk akal.
Ya, bodo amat ya dek...
Siap-siap. Tiga, dua, satu, sekarang!
- Aktifkan penyedotnya. - Ya.
Bukan, tombol satunya! Ini tiupan! Seharusnya hisapan!
Ada dua tombol! Tekan tombol yang kedua!
- Aku akan matikan. - Tidak, jangan matikan!
Tidak tidak tidak...
- Tidak! - Apa yang terjadi?
Kamu menghancurkan segalanya, bodoh! Dasar tidak berguna!
Tak bisakah kamu...
Tidak, tidak bisa. Sudah berakhir!
Kapan pulang supaya aku bisa bermain dengannya?
- Beberapa hari lagi. - Kamu harus bersabar.
Tapi aku sudah 9 bulan nunggu.
Ya sambil nunggu kamu ngapain kek...
Kamu bisa main, mbolang, pergi berpetualang.
Sekarang aku mesti nunggu 50 tahun lagi untuk komet itu muncul lagi.
- Tidak bisakah ini digunakan pada orang? - Apa?
- Maksudnya kamu sedot tenaganya. - Tidak, takkan bisa.
Bisa ding untuk menyedot tenaga manusia.
Aku sudah pikirkan hal ini sejak lama.
Memang perlu dimodifikasi, tetapi bisa dilakukan.
Lalu aku bisa menggunakannya pada Inferio.
Cepatlah! Lari!
- Jangan lari-lari... - Hati-hati kamu.
- Maaf. - Kenapa kok lari-lari, nak?
Ibu pulang hari ini dengan adik laki-laki baruku.
Ayah akan menjemputku!
- Apa kamu tak ingin pulang dan bermain? - Ya, Ayah akan menjemputku.
Hei, kamu melewatkan pertandingan tinju terakhir kali.
Oh...
- Hei, Ibu. Di mana Charlie? - Dengan Ayah.
Tadi pas dalam perjalan pulang dari sekolah...
Ibu lagi sibuk nulis. Bicaralah dengan Ayah sana.
Kapan aku bisa bermain dengannya?
Segera setelah dia makan, bersendawa, tidur, BAB, dan diganti popoknya.
- Kupikir Ayah akan menjemputku. - Iya, tadi.
Terus kenapa tidak?!
Ibu lagi nulis bukunya. Ayah lagi ngajarin Charlie cara ngedot...
yang betul.
- Bisakah kita main Supercop 4 nanti? - Bisa. Lima atau enam tahun lagi.
Lucu sekali.
Ada apa?
Tak ada.
Ada, sebenarnya.
- Aku agak merasa kecewa. - Benarkah?
- Ya, tak ada yang mendengarkanku... - Ngapain ndengerin kamu!
Mending dengerin musik.
Apa-apaan?
- Ayah apain kamarku? - Ssst. Dia sedang tidur.
Aku punya kamar sendiri di sana.
Apa yang terjadi dengan kamarku, ayah?
Charlie harus tidur dekat kami, jadi dia harus tinggal di kamarmu.
- Terus aku akan tidur di mana? - Sementara di ruang kerja Ayah.
Kamu bisa bikin ruangannya jadi sedikit lebih nyaman.
Apa ada hal lain yang Ayah lupa sampaikan?
Kalau Ayah dan Ibu adalah mata-mata Rusia?
Kalau namaku Jesse dan aku dari Chicago?
Kalau nama Ayah Ulf dan Ayah bekerja sebagai model pakaian dalam?
Perubahan sedang terjadi,
jadi ini saatnya kamu harus bertumbuh dan lebih bertanggung jawab.
Luar biasa! Aku suka yang namanya tanggung jawab!
Wille, ayah... eh, Kenapa matamu? Wille!
Tidak, apa ayah membangunkanmu?
Tangkap!
Ha!
Jadi itu saja? Sampai kapan dia membosankan begitu?
Mungkin setahun lagi baru dia mengucapkan kata pertamanya
dan dua tahun lagi buat dia bisa berjalan.
Dua tahun lagi?! Berarti aku sudah boleh minum miras saat itu!
Tapi miras yang kuinginkan mungkin sudah dilarang.
Aku mungkin punya toko anggur sendiri di Pantai Barat.
Sekarang dia menjatuhkan semua bolanya. Aku tak mau mengambilnya.
Buku harian khayalanku, aku mau menulis...
"Ini hari terburuk dalam hidupku."
Ayah! Ayah! Astaga, Ayah!
- Ayah! Ada pola pencuriannya. - Di mana Charlie?
- Di depanmu. - Oh, iya. Ayah kurang tidur.
Aku telah memeriksa penyelidikan Ayah. Ada polanya!
No comments yet. Be the first to leave one.