Falling Skies

Falling Skies

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

4 فصل

د خپرونې معلومات

Falling Skies S04E12 Shoot The Moon WEB-DL
د لخوا تبصره ndray66
resync to WEB-DL! credit buat agan Baalthazar

تګونه

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
په خپور شو: 2015-07-06
ډاونلوډونه: 49
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Oh, Tuhanku.

Tolong... Tolong aku.

Tolong... Tolong aku. Ayolah.

Bertahanlah.

Oh, Tuhanku.

Oh, Tuhanku.

Tolong aku! Dingaan! Dingaan! Ada sesuatu di kolam!

Tolong!

- Denny! Denny?! - Dingaan! Tolong aku!

Jangan tinggalkan kami!

Singkirkan dariku!

Singkirkan dariku! Ya Tuhan! Ya Tuhan!

Sudah muncul lagi. Biasanya setiap 60 detik.

Sekarang setiap 10 detik.

Silahkan. Tidak usah sungkan.

Kau semakin baik tentang itu.

Sudah 24 jam. Ayah dan Lexi seharusnya sudah kembali.

Kita harus tetap fokus pada tugas kita.

Jika akan ada serangan,

bisa diduga akan segera terjadi.

Bersiap-siaplah.

Kau mendorongnya. Jangan memaksanya.

Bidik dengan hati.

Ingat, saat kau berada di situasi

dimana kau tidak memiliki senjata, kau hanya punya satu kesempatan.

Coba lagi.

Tepat sasaran!

Apa menurutmu...

itu sebabnya Hal memberi ayah jarum suntik... berisi racun?

Jarum suntik apa?

Kau tahu, sebelum ayah naik pesawat bersama Lexi, dia --

untuk berjaga-jaga.

Kupikir kau tahu.

Dan ayahmu setuju membawanya?

Yeah.

Huh.

Bagus, Matt.

- Luar biasa -- tepat sasaran. - Terima kasih.

Ayo kita periksa perimeter.

Hey, berhati-hatilah.

Tim pengintaian Dingaan

seharusnya hanya mengintai dalam radius 2 mil.

Dia seharusnya sudah kembali.

Dan mereka bukan satu-satunya pasukan yang terlambat.

Tim Anthony seharusnya sudah kembali sejam yang lalu.

Kita berharap saja mereka tidak bertemu

dengan Overlord hangus itu.

Dingaan seharusnya membawa lebih banyak orang. Bodoh.

Whoa, whoa, Dingaan!

Hey, kau tidak apa-apa?

Dimana -- Dimana sisa anggota pasukanmu?

Mereka sudah tiada.

Mereka semua sudah tiada.

.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :. resync to WEB-DL by ndray66

"Bukan apa yang terjadi padamu

tapi bagaimana kau memilih untuk bereaksi pada hal tersebut."

Autopilot terkunci pada homing beacon.

Dimanapun posisi pusat sumber daya Espheni di bulan,

kita menuju kesana.

Baiklah. Aku akan memeriksa bomnya.

Oh, tidak.

Kerusakan di lambung pesawat.

Suhunya pasti menyebabkan selubung bom retak

saat kita dalam masa stasis.

Aku harus mematikan alat bantu hidup untuk menghemat daya.

- Aku tidak tahu bahwa -- - Apa? Akan menghancurkan bomnya?

Oh, aku yakin ada penjelasan lainnya.

Kau tidak berpikir aku menyabotasenya.

Kau masih tidak mempercayaiku?

Tidak, aku percaya padamu, Lexi. Itu keputusanku.

Tapi kepercayaan bukan masalahnya sekarang ini.

Kita harus meledakkan pusat sumber daya...

Dan kita tidak punya bom.

Tidak, tidak, tidak. Tunggu. Bukan begitu caranya.

- Aku bukan senjata kiamat. - Ayolah, Lexi.

Aku melihatmu menjatuhkan Beamer

tanpa mengangkat jarimu.

Apa yang kulakukan mengandalkan konsentrasi,

mengarah pada kekuatan alam di sekitarku seperti gravitasi,

yang mana tidak berfungsi di ruangan hampa udara.

Baiklah, saat kita lebih dekat dengan permukaan bulan,

kau tidak bisa menggunakan gravitasi bulan?

Aku mungkin sedikit lebih kuat, tapi --

- Tidak akan sama? - Tidak sama.

Itu target kita?

Ya.

Itu adalah penambangan, kilang dan pembangkit daya

semua di satu tempat.

Untuk menghasilkan helium-3.

Ternyata begitu, huh?

Jadi mereka mengekstrak helium-3 dari batu bulan

dan menggunakan bijinya untuk sumber daya.

Benar.

Mereka mengolah biji menjadi daya

dan mengantarnya ke pusat sumber daya,

yang mengubahnya menjadi listik nirkabel

dan menyinarkannya ke bumi.

Listrik nirkabel.

Tesla bilang itu mungkin.

Jadi begitu caranya.

Begitu caranya mereka menyuplai daya ke semuanya --

semua dinding ghetto dan Mech dan Beamer.

Begitu cara mereka merubah manusia menjadi skitter.

Ya. Semua yang mereka butuhkan untuk menjalankan mesin perang mereka.

Bukan kebetulan Espheni memilih bumi.

Mereka butuh planet yang mendukung kehidupan

dekat dengan bulan yang kaya dengan helium.

Overlord yang kubakar,

dia bilang ada bahaya mendekat,

kekuatan yang tidak bisa kita pahami.

Apa-apaan?

Sesuatu menumpangi homing beacon kita,

menarik kita keluar jalur.

Mereka menyerang kita.

Dia menarik kita mendekat.

Aku tidak akan diam saja dan menunggu.

Di belakangku.

Ledakkan sesuatu, kau akan meledakkannya kan?

Dan segeralah pulang.

Kami menemukan kamp militan di tengah hutan.

Sepertinya ditinggalkan, jadi aku menyuruh Dick dan Denny menyebar,

memeriksa.

Sulit untuk melihat.

Ada lapisan kabut tebal di mana-mana.

Baru kemudian aku menyadari kenapa sangat sunyi.

Semua pasukan di tanah.

Ada sesuatu yang berdenyut di dada mereka.

Beberapa diantaranya kejang-kejang,

berubah menjadi sesuatu yang lain.

Setelah beberapa saat, mereka bahkan tidak berteriak.

Aku berusaha membantu, tapi entah bagaimana mereka seperti terperangkap,

terperangkap dalam sesuatu seperti ter di tanah.

Salah satu dari mereka melihatku, tepat di mataku.

Seperti binatang lapar yang melihat mangsanya.

Kemudian aku mulai berlari.

Aku tidak bisa menyelamatkan mereka.

Kau juga bisa mati, jika tidak berlari.

Skitter manusia. Sudah pasti.

Aku melihat mereka melakukannya saat aku bersama Lexi waktu itu,

Kurasa, mereka tidak perlu menyeret kita

ke pabrik untuk memutasi kita lagi.

Mereka bisa menjatuhkannya di pangkuan kita.

Mereka merubah kita menjadi skitter di tanah kita sendiri.

Kau melihat orang lain di sana?

Maksudmu Sara?

Bukan itu yang kutanyakan.

Tidak ada yang menuju ke arah ini.

- Yeah, untuk sekarang. - Baiklah, nona-nona.

Kita sudahi dongeng sebelum tidur.

Musuh mengetahui lokasi kita.

Apapun yang Dingaan lihat bisa saja menuju ke sini.

Separuh orang kita di luar dalam pengintaian.

Kita cukup kerepotan.

Semuanya segera kembali ke pos masing-masing. Waspadalah.

Ayo.

Orang yang kau lihat...

Apa dia benar-benar terperangkap? Dia -- Dia tidak bisa bergerak?

Tidak apa-apa, Matt. Kita tidak boleh panik.

Apapun yang di luar sana, kita sudah siap untuk mereka.

Kau mengerti?

Kolonel.

Ayo, nak.

Kau benar-benar berpikir kita bisa hanya berteman?

Jika itu satu-satunya pilihanku, yeah.

Kau selalu adalah teman baikku, Maggie.

Itu sebabnya begitu berat.

Ada Beamer datang. Kita harus pergi dari sini.

Peduli amat. Aku tidak akan hanya bertahan lagi!

Kau tidak mengerti.

Awas! Awas! Menyingkir!

Ayo mundur!

- Beri sedikit ruang, guys! - Tidak, kita cabut dari sini, bung.

Hal, Maggie, lari!

Hal, berhenti menatap. Lari.

Ayo.

Whoa! Lari! Lari! Lari! Lari!

Ayo! Di atas sini!

Cepat!

Lari! Lari! Lari! Lari! Lari! Lari! Lari!

Cepat!

Ayo, Hal. Cepat.

Ada apa? Kenapa kau berhenti?

Kau bercanda? Kami terperangkap.

Ini seperti semen.

Tuhan adalah gembalaku. takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau.

Ia menuntun aku.

Yea, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau ber--

Menjauh dari pintu, Matt.

Kita harus menghalangi jendela-jendela ini.

Mencegah kabut menyusup ke sini, kawan.

Baik.

Benar. Kita bisa.

Bagus. Lanjutkan.

Matt, kemarilah.

Jangan biarkan itu menyentuhmu, Matt.

Lari. Lari!

Kau pikir kau bisa membajak pesawat kami?

Dan aku tidak akan mengetahuinya?

More Indonesian subtitles for Falling Skies

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left