لومړۍ 200 کرښې.
Sebelumnya The Long Road Home...
Dia anak yang tangguh. Kurasa memang seharusnya.
SERGAPAN !
Milisi Sadr telah ambil alih kendali semua kantor polisi. Kota ini luas, pak.
Sersan Chen tewas, pak.
Seseorang memberi petunjuk pergerakan kita. Dan biasanya si penterjemah.
Kenapa kau bekerja pada mereka ? / Aku punya alasan sendiri.
Ada apa ?
Aku harus tahu kau masih bisa bekerja sama dengan Jassim.
Semua pasukan kumpul kembali di Rute Aeros untuk hitung korban dan evakuasi, ganti !
Sebelum kau jalan, coba cari Miltenberger.
Dia hampir bawa 1 peleton di LMTV tak berpelindung.
Kita tak bisa membahayakan 2 unit nyasar di kota yang dikuasai musuh, ganti.
Saat ini, aku perlu semua orang dan peluru di atap ini.
Aku harus dibebas tugaskan.
Sersan, apa kau...?
Duduk ! Duduk !
GRANAT !!!
Allah Maha Pengampun.
JULI 2003 9 BULAN SEBELUM PENYERGAPAN
Maaf, rasanya pahit. Gulanya habis.
Tak apa.
Jangan khawatirkan itu.
Kau belum makan apapun.
Aku tidak lapar Bu. Ibu saja yang makan.
Ibu mohon nak, makanlah.
Ibu...
Aku seharusnya berada di sana.
Apa itu bisa merubahnya ?
Hidup adalah kehendak Allah.
Aku seharusnya berada di sana.
Kau siap ?
Ada apa ?
Masuklah.
Halo, Bibi...
Selamat pagi Humam.
Semalam,...
dia diserang dan dirampok saat perjalanan pulang ke rumah.
Sementara orang-orang Amerika tidak bertindak apapun.
Bisa kau percayai itu ?
Bajingan macam apa memukul dan merampok janda perang ?
Bagaimana bisa orang Amerika...
Bagaimana bisa mereka tetap biarkan ini terjadi ?
Kurasa mereka tak diijinkan ikut campur.
Mereka bukan polisi.
Lalu mereka apa ?!!!
Dengar tembakan itu !
Lihatlah sekeliling.
3 bulan sejak mereka duduki kota ini, dan masih saja tak ada ketertiban.
3 mobil dibajak kemarin...
di jalan Umreidi.
3 mobil dalam satu hari !
Dan Amerika berkata : Patuhilah hukum.
Hukum apanya ?!!!
Jangan katakan,...
kita masih beruntung. / Lagi ?
Hamed !
Seorang Letnan barusan lewat : "Tidak ada kerjaan hari ini."
"Coba besok"
Ada lowongan di Kantor Distrik Ketenagakerjaan ?
Kau bergurau ?
Mereka belum buka sejak Maret.
Tapi...
Mereka bilang mencari penterjemah.
Kau bisa bahasa Inggris.
Aku tak bekerja pada penjajah.
Bayaran bagus.
Aku akan cari lowongan lainnya.
Ayo.
Setidaknya aku tahu kita bisa dapatkan makanan.
Bukankah aneh, bagaimana selalu banyak makanan dan minuman di masjid kita ?
Maaf... tapi aku akan bawa pulang apel.
Mungkin buah ara.
Mungkin sedikit gula.
Ok, Ok, aku akan taruh lagi.
Humam.
Tidak semuanya itu lelucon.
Saudara-saudara.
Ini hari yang diberkati.
Sayyid Muqtada Al-Sadr...
ada di sini !
Assalam Mualaikum. / Walaikum Sallam Rahmatullah Wabarakatuh.
Kau mau keluar ?
Tidak.
Siapa namamu, nak ?
Jassim, Yang Mulia Ustad.
Ayo, dengarlah ceramahku.
JALAN PULANG YANG PANJANG
Tanya mereka di mana senjatanya.
Senjata apa ?
Senapan AK yang semua warga kota ini miliki Tanyakan dia ?
Sersan, kami sudah cari. Tak ada senjata.
Kubilang, tanyakan dia.
Dia bilang, tak ada senjata.
Kalo gitu, kenapa dia tiba-tiba berkeringat banyak ?
Dia bilang, dia punya sakit jantung. Dia butuh obatnya.
Ya, obat.
Tidak, tidak. Tak ada yang bergerak.
Whoa, stop !
Kembali ! Duduk ! Duduk !
Ikat dia. Ibunya juga.
Sersan, mereka bukan ancaman. Dia hanya coba...
Dia coba ambil pisau. Jadi ikat mereka.
Ini demi keselamatan kita.
Ulurkan tanganmu.
Tolonglah.
Kau jilat sepatu mereka juga ?
Letnan, kau baik saja ?
Kau bisa dengar aku ?!! Kau bisa dengar aku ?!!
Aku baik saja. / Yakin ? / Aku tak apa-apa.
Bagaimana keadaan Letnan ?
Badan kiri terkena ledakan. Kuping kiri terluka.
Swope, kaliber .50 ku macet.
Lindungi jalur tembakku.
Sekali hajar dua orang. Mati saja kau !!!
Swope, aku perlu mencapai radionya !
Ayo jalan.
Cepat, cepat.
Lancer 6, ini Comanche Red 1, ganti.
Comanche Red 1, ini Lancer 6. Silahkan, ganti.
Lancer 6, kami kembali diserang.
Berapa lama jemputan kami, ganti ?
Red 1, kami kehilangan 1 konvoi penyelamat yang kami coba cari.
Pasukannya SerKa Miltenberger.
1 tim dalam perjalanan ke Kapten Denomy untuk bantu pencarian.
Kami harap kembali jemput kau dalam 30 menit.
Apa statusmu, ganti ?
Lancer 6, aku punya 2 korban luka lagi, tidak parah.
Tapi kami akan segera kehabisan amunisi.
Saat ini, kami hanya bertahan 1 jam. Mungkin 1 1/2 jam, ganti.
Dimengerti, Red 1.
Kami datang.
Percayalah. Lancer 6 selesai.
Aku harus ke atap.
Aku akan kirim Perry ke bawah sebagai pembawa kabar.
Beritahu aku jika ada kabar.
Seperti "Night of The Living Dead" di luar sana.
Aku melihat 2 lusin musuh.
Hemat peluru kalian !!!
Pastikan sasaran. Abaikan di luar 150 meter.
Letnan ?
Aku baik saja !
Kujelaskan nanti. Ada apa di atas sini ?
Kurasa kita sudah selesai jadi umpan.
Anjing !! Bangsat !!!
Itu tak mungkin AK. Itu pasti PKM.
Apapun itu, kita harus tembak sebelum mereka hancurkan tembok.
Teman.
TITIK KUMPUL KEMBALI KONVOI RESCUE, PINGGIR KOTA SADR. KAPTEN DENOMY
Sersan Butler.
Kapten Denomy.
Aku punya persediaan amunisi dan intel, pak.
Ambil dan bagikan amunisinya.
Ya pak, ya pak.
Aku dengar soal Cason dan Hiller.
Aku ikut menyesal. Aku tahu kau dan Cason dekat.
Terima kasih, pak.
Seperti bapak ketahui, truk yang hilang tak punya radio...
jadi Milterberger tak punya peralatan komunikasi. / Uh-hmm.
Karena dia belum kembali ke markas, kita duga kendaraannya kesasar.
Dia dan 14 orang.
Posisi terakhir diketahui ?
Tak seorangpun di Rescue 2 lihat kendaraan masuk ke zona tembak di Copper.
Yang membantu kita adalah adanya bus memblokir rute Bravo di sini.
Ada beberapa belokan terbatas...
yang bisa bantu Miltenberger lolos dari zona pembantaian.
Anggap truknya rusak dekat titik masuk.
Kita tempatkan satu di tiap 3 sektor.
Semuanya dekat dengan posisi kita sekarang. / Yeah.
Bagaimana dengan pengintaian, pak ?
Kurasa 3 tim terdiri 5 orang. Kita jalan kaki untuk hindari deteksi.
Dan kita kerja cepat.
Kita harus cari mereka. Kita tak bisa bahayakan 2 peleton terjepit di kota ini.
Aku pimpin 1 tim ke sektor ini. Sepertinya tergantung dari gerakan.
Weibley, periksa yang ikut serta.
Ya, pak.
Kapten...aku ingin ikut kau.
Cason jelas sekali minta menjadi penembakku.
Dia katakan, dia takkan ke Irak, jika aku tak ijinkan dia lindungi aku.
Aku ingin lakukan itu untuk bapak sekarang.
Aku merasa terhormat, Sersan.
PELETON WARRIOR BLUE SERKA MILTENBERGER
Tangki pendingin jelas cukup penuh, SerKa.
Kenapa tidak nyala ?
Kurasa karena udara tak melewati sistem.
Saat terjadi, gelembung udara menempel pada sensor temperatur.
Menyebabkan bacaan yang salah.
Itulah kenapa tak mau nyala.
Kau serius ?
Kita terjebak di sini karena gelembung udara brengsek ?
Bagaimana kalau dikosongkan dan isi ulang. Tapi perlahan ?
Kurasa takkan membereskan masalahnya.
Dicoba saja. / Ya, pak.
Jika tak bisa perbaiki, kita harus cari tempat berlindung.
Kau pikir mereka akan perbaiki ?
Yeah, mereka akan membereskannya.
Hei, jika kau kembali kemanapun, seperti kemana saja, kau mau kemana ?
Seperti kembali ke masa lalu ? / Yeah.
Di hari saat aku melamar Tracie.
Aku juga, teman.
No comments yet. Be the first to leave one.