لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
HARI KEMARAHAN
Selamat pagi, Tuan Corbitt.
Anda punya sesuatu untuk saya hari ini?
Tidak, Scott. Dan jauhkan tong itu.
Hidungku tidak tahan dengan bau busuk itu.
Kenapa, itu semua dari warga Clifton yang terhormat.
Enyah sana!
Hei, kamu lihat itu, Scott?
Meskipun aku dianggap buta,
yakin tak ada yang sejitu itu di seluruh Clifton. Bahkan,
di seluruh Arizona.
Benar, Bill. Kamu penembak terbaik di seluruh Barat.
Dasar gelandangan jorok.
Berapa kali musti kuberitahu...
agar tidak mengotori botolku?
Aku harus menggunakannya lagi. Dan kamu tahu itu.
Sekarang enyah dari sini atau aku butakan matamu yang satunya.
Bill tidak mengotorinya dengan sengaja, Tuan Murray.
Akan kucuci botolnya.
Jangan pernah sentuh aku lagi, dasar...
dasar bajingan jelek!
Aku penasaran, ada apa.
Sudah lama sekali tidak mendengar suara tembakan seperti itu di Clifton.
Siapa yang melepaskan tembakan itu? Orang tolol atau pemabuk?
Tidak ada yang serius.
Tuan Murray yang menembakkan peluru senapannya ke pantat Bill.
Mau ke mana? Ada tong yang harus dikosongkan.
Jangan lewat sini.
Bisa bau barnya nanti. Lewat arah lain.
Tuan Murray, aku mendengar suara tembakan.
Itu aku, Nigel. Membersihkan laras.
Kamu musti lakuin juga sesekali, kalau masih bisa nyari senjatamu.
Aku sherif di sini.
Bintang ini di Clifton, bukan sekedar hiasan.
Selamat pagi, Dokter.
Dari mana saja kok ceria dan pagi sekali?
Aku mengalami malam berat, antara lahiran dan diare parah.
Semoga tak ada komplikasi.
Soal kelahiran, kamu musti tanya ke Hart Perkins.
Istrinya melahirkan dua bayi laki-laki.
Kalau soal diare, itu gara-gara kuda betina tuanya Hakim Cutcher.
Scott...
kalau sudah selesai muter,
ambil sapumu dan kamu sapu depan rumah Vivian Skill, kamu dengar?
Ya, Tuan Miller.
- Hai, Gwen. - Apa kabar?
Lama ndak lihat kamu.
Terlalu murahan nanti ndak laku kamu.
Dan kamu...
kamu datang kesini untuk melongo? Mulailah menyapu.
Kalau sudah selesai, datanglah padaku.
Aku kasih upahmu.
Terima kasih banyak, Vivian.
Aku tidak menginginkan apa pun karena melakukannya.
Aku tidak lupa semua kebaikanmu padaku, saat aku di sini.
Kamu dulu hanya bayi, Scott.
Apa Anda nyari sesuatu?
Kandang kuda.
Ya. Ada kandang kuda Miller di ujung jalan sana.
Gampang nemuinnye.
Dan di mana aku bisa tidur dan tidur pules?
Di bar, tuan. Anda barusan melewatinya.
Rumah judi, hotel, bar dan restoran.
Anda akan suka.
Mau dapetin satu dolar?
- Bawa kudaku ke kandang. - Ya, Tuan.
Siapa namamu?
- Scott. - Scott apa?
Hanya Scott.
Karena ibuku.
Aku tak pernah mengenalnya.
Dan siapa namanya?
Nama depannya Mary.
Mary?
Nama itu sebagus nama lainnya.
Kenapa tidak memanggil dirimu "Scott Mary"?
Orang akan ketawa kalau kubilang namaku "Scott Mary".
Terus kenapa?
Siapa yang tahu pasti apa mereka akan ketawa?
Kalau sudah ngandangin kudaku, datanglah ke salon dan ambil dolarmu.
Namaku Talby.
Kerjaan lain, Murph.
Jaga dia baik-baik.
Sudah kudapatkan satu dolar hanya dengan membawanya ke sini.
Lihat pelananya. Kulit kelas satu. Dibuat dengan tangan.
Kamu mau ngapain dengan dolar itu?
Kusimpan lah.
Dengannya, aku sudah punya delapan.
Kalau menabung sepuluh lagi, aku mau beli pistol Colt.
Dan kamu mau ngapain dengan pistolnya, Nak?
Zaman senjata cepat sudah berakhir.
Dahulu, pistol yang bagus lebih berharga daripada uang di bank.
Ketika Doc Holliday dari OK Corral meninggal,
orang-orang pada mati karena berusaha mendapatkan senjatanya.
Doc Holliday adalah penembak terbaik di seluruh Barat.
- Dia, bukan pistolnya. - Dia 'DAN' pistolnya.
Ada pengalaman seumur hidup dengan memakai sebuah senpi.
Tidak cukup ngandelin nyabut pistol lebih cepat dari yang lain,
jika orang lain tahu trik yang kamu tak tahu.
Di zamanku, trik wajib kami pelajari
atau kami ngasih kerjaan ke penggali kubur.
Aku akan beli Colt dan menggunakannya.
Pengen liat apa masih ada yang berani menyebutku anak haram.
Yang kupunya sekarang pistol kayu,
tetapi lebih baik daripada menyapu mulu.
Benar, Murph?
Kadang gue mikir apa gue ndak salah
saat ngajarin lu cara mencabut pistol.
Kerjakan yang betul kerjaannya,
- kali aja Talby akan ngasih kamu... - Talby?
Ya, nama orang asing itu.
Talby?
Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.
Apa iya?
Tapi bukan di kota ini. Bukan di Clifton.
Bunganya sangat cantik.
Sayang sekali. Beberapa hari lagi akan mati.
Ayahku tidak ingin kamu berbicara padaku lagi.
Eileen.
Eileen!
Oh, selamat pagi, Hakim Cutcher.
Anu....
Kamu anak baik, Scott...
tapi kamu anak haram.
Ibumu adalah salah satu pelacur Vivian Skill...
dan ayahmu... Siapa yang tahu siapa ayahmu?
Itu selalu menjadi misteri.
Kamu jangan berani-berani menatap putriku.
Ingat itu.
Jangan berbicara dengannya.
Dan kamu jangan pernah ke sini lagi.
Pergi!
Apa itu jelas?
Pergi.
Perkins yang beruntung. Dua bayi Perkins sekali coblos.
Bagus.
Untuk kesehatan bayi kembarmu.
Minum lagi.
Terima kasih, gaes. Sekarang yang musti ngasih makan mereka.
Itu dolarmu.
Duduk.
Tidak apa-apa.
Duduklah.
Apa kamu mau wiski, Scott Mary?
Ya.
Ngapain kamu di sini?
Dia tamuku.
Dia ingin wiski.
Kamu bukan orang sini.
Dia tukang bersih toilet.
Pengambil sampah.
Tukang sapu trotoar. Kadang bar juga.
Dia tidak boleh duduk di sini.
Jadi, kalau dia ingin minum, dia harus pergi ke dapur.
- Dia bukan tipe pelanggan... - Wiski.
Baiklah.
Usir dia, Murray.
Atau harus aku yang lakukan?
Kamu tidak ingin kami minum bareng tukang sampah itu, kan?
Apa kamu tidak mendengarnya?
Keluar dari sini!
Scott Mary adalah tamuku.
Tamuku minum bersamaku selama yang dia mau.
Dengarkan, orang asing. Clifton adalah kota kami.
Kami tidak ingin ada orang yang berlagak boss di sini.
Kalau kamu tidak hati-hati, aku tinju gigimu dan melemparmu keluar dari sini.
- Keluar! - Kamu harus menggunakan senjatamu.
- Sekarang. - Jangan!
Kamu akan bersaksi kalau aku menembak hanya setelah dia
mengarahkan senjatanya ke arahku.
Perkins seorang pembual dan pembully...
tetapi dia tak pernah mau menembak siapa pun.
Mana aku tahu itu? Pistol bukanlah mainan.
Minumlah, Scott Mary.
Aku tidak suka bergaul dengan orang mati.
Baru kali pertama?
Sebaiknya kamu minum lagi agar terbiasa.
Tenang.
Tenang!
Tenang.
Setelah mendengar para saksi,
saya, Hakim Cutcher,
atas nama hukum menyatakan
bahwa Hart Perkins tewas dalam serangan yang tidak beralasan,
di mana, Tn. Frank Talby menggunakan haknya untuk membela diri.
Kami akan mengajarimu biar kamu tahu diri.
Satu pertanyaan lagi.
Orang pertama yang pernah kamu bunuh, Talby?
Maksudku, untuk membela diri?
Itu bukan yang pertama kali, Nigel.
Kamu mau aku membuat takik di pistolku?
Sidang ditutup.
Tunggu sebentar, dasar...
Tunggu... pukul dia di luar.
Hukum tak menghukum yang tak dilihatnya.
Ini akan mengajarimu untuk tahu diri!
Dan jangan kotori barku dengan kehadiranmu yang kotor.
Kamu butuh pelajaran, Scott. Demi kebaikanmu sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.