لومړۍ 152 کرښې.
Sekarang ulurkan tangan dan robek angin besar
Melukis peta milik sendiri
Semuanya kacau balau bagai laut di tengah badai
Bahkan nilai yang telah dibangun sudah hancur
Apakah arah yang ditunjukkan kompas itu benar?
Siapa pun juga tidak tahu
Tarik napas dalam-dalam dan tutup mata
Yang muncul di hadapan adalah jalan yang ditunjukkan oleh jiwa
Sekarang ulurkan tangan dan robek angin besar
Singkirkan semua kegelapan
Sekarang demi diriku sendiri, kamu demi dirimu sendiri, benar 'kan?
Sudah mempersiapkan diri
Seperti terkadang saling bersandar dan mendukung
Ayo raih masa depan yang luar biasa
Sekarang ulurkan tangan dan robek angin besar
Singkirkan semua kegelapan
Kita bisa pergi ke mana pun
Bawa bersama air mata dan kebingungan
Ayo gunakan warna sendiri untuk melukisnya
Di tengah penyebaran Peluru Excite Iblis Es,
Queen memikirkan sebuah permainan lain.
Kejar-kejaran Iblis Es!
Zoro, rebut vaksin itu!
Baik!
Jangan biarkan musuh mendapatkannya.
Teman-teman bisa mati.
Jangan biarkan para samurai itu pulih.
Tunggu, Queen.
Kamu terlalu gila!
Mulai!
Sementara itu, putra Oden, Momonosuke, diselamatkan oleh…
Si… siapa kamu?
Tadi kamu menyebut dirimu dengan nama ayahku.
Aku adalah Kozuki Oden.
Nama lainku adalah…
Yamato!
Aku… rela mati demi kamu!
Tidak lama sebelumnya,
Luffy menyatakan ini di hadapan Ulti.
Sebenarnya siapa kamu?
Aku Luffy.
Pria yang akan menjadi Raja Bajak Laut.
Marco, tak disangka orang sepertimu
menolong bocah-bocah ingusan itu.
Tampaknya sisa-sisa anggota Bajak Laut Shirohige kehilangan akal sehatnya.
Kamu tidak tahu arti "sisa-sisa", Big Mom?
Apakah kamu kira suara ayah kami
masih membatasi kami?
Kami yang ditinggalnya ini sudah bebas!
Ya, orang yang sudah mati memang sudah tidak bisa bicara.
Terserah kamu saja.
Ucapanmu itu agak salah.
Tapi, biarkan aku berbuat sesukaku.
Nami Menyerah? Sundulan Mematikan Ulti!
Marco!
Aku masih belum tahu peranku di sini,
tapi aku lebih tahu dari Topi Jerami dan lainnya kalau kamu berbahaya.
Hei, Promentheus.
Baik, Mama.
Bersiaplah.
Heavenly Fire!
Big Mom,
tidak ada kapal yang bisa kamu naiki di era baru nanti!
Berisik!
Kenapa aku bisa kalah dengan api ini…
Promentheus!
Api Pheonix itu… sangat istimewa.
Dasar kamu berengsek!
Beraninya kamu!
Aku yang sudah lengah, takkan kubiarkan kamu kabur lagi.
Habisi dia, Perospero!
Baik, Mama.
Perorin.
Berhenti!
Cepat berikan padaku!
Benar-benar menyebalkan!
Tunggu, tunggu, tunggu!
Kalian berdua maju bersama itu tidak adil!
Sialan!
Aku ingin segera membantu Kinemon dan lainnya.
Melawanmu itu hanya buang-buang tenaga.
Aku sudah membencimu sejak dulu.
Aku juga, dasar kamu bodoh!
Si berengsek Drake itu…
Setelah identitasnya ketahuan, dia langsung pindah haluan.
Cepat berikan vaksinnya!
Siapa yang mau menyerahkannya padamu?
Ternyata begitu.
Jadi, dia Roronoa Zoro, ya?
Orang nomor dua dan tiga dari tim Topi Jerami harus segera dihabisi.
Tapi,
tak kusangka kalau ada putra Judge di tim mereka.
Raja Kerajaan Germa,
dan jenderal besar pasukan iblis Germa 66,
Vinsmoke Judge,
dan dia putranya, Sanji.
Berhentilah kalian!
Kalian sudah menyakiti Pay-tan.
Dua kali, empat kali, sampai sepuluh kali.
Akan kubalas kalian seratus triliun kali lipat!
Pay-tan, maaf, aku minta maaf.
Kamu jangan memanggilku Pay-tan!
Tarik kembali ucapan kapten kalian!
Yang akan menjadi Raja Bajak Laut adalah Tuan Kaido.
Cepat tarik kembali!
Yang akan menjadi Raja Bajak Laut adalah…
Kapten kami.
Hah? Apa kata kalian?
Aku tidak dengar.
Coba ucapkan sekali lagi!
"Maaf sudah berbohong."
"Kapten kami takkan mungkin bisa menjadi Raja Bajak Laut."
Cepat minta maaflah seperti itu dan tarik kembali ucapan itu!
Kami tidak mungkin berbohong.
Jangan bercanda!
Yang bohong itu kalian.
Karena yang akan menjadi Raja Bajak Laut adalah kapten kami.
Kapten kami pasti akan menghajar Kaido hingga babak belur!
Bersiaplah!
Sudah kubilang kamu jangan begini!
Dasar wanita busuk!
Apa? Menyerangku?
Berhenti, sialan!
Baik!
Sekarang kita bisa mulai misi untuk memecah kekuatan mereka jadi dua.
Ini strategi memecah dan menaklukkan!
Selamat tinggal!
Apa?
Hanya jadi dua ini saja?
Akan kubuat wanita sialan itu tahu rasa.
Akan kuhancurkan si Hidung Panjang itu!
Kekuatan mereka memang jadi terpecah…
Berhenti!
Strategi ini…
Sebuah kesalahan!
Brook!
Hen… hentikan!
Brook, kamu baik-baik saja, 'kan?
Menjauhlah dariku!
Aku tidak ingin menyakiti rekanku seperti mereka yang sudah terjangkit.
Kalau sudah begitu, lebih baik aku…
Tunggu, tenanglah.
Tidak, mana mungkin aku bisa tenang?
Sekarang kita berpacu dengan waktu.
Tidak, melawan tulang, karena aku hanyalah tulang belulang.
Ini bukan waktunya lelucon tengkorak, kamu tahu!
Aku akan berubah…
menjadi Iblis Es.
Brook!
Eh?
Kukira aku akan menjadi iblis,
tapi coba lihat, aku baik-baik saja.
No comments yet. Be the first to leave one.