لومړۍ 163 کرښې.
Dunia... Ya!
Dunia untukmu mencari kebebasan
terbentang tepat di depan matamu.
Jika mimpimu yang tak berujung adalah panduanmu,
lampauilah, di bawah bendera keyakinanmu!
Omong-omong, tempat tadi sangat menarik, ya.
Benarkah? Aku sudah muak dengan kuburan kapal itu!
Ya, aku tidak ingin tinggal di sana, namun, aku ingin mengunjunginya lagi.
Apakah tempatnya sebagus itu?
Hm? Hujan?
Ini... bukan hujan...
Hujan batu?
Tidak... Sesuatu terjatuh...
Apa?!
(Log Menjadi Aneh! Raja Pemburu Harta, Masira!)
Pegangan!! Pegangan pada kapal!!
Apa?! Apa itu?! Apa itu?!
Mimpi! Ya, ini pasti hanya mimpi!
Mimpi?! Syukur...
Hei! Masih ada yang jatuh! Hati-hati!
Cepat putar kemudinya! Kemudinya!
Mustahil dalam keadaan seperti ini!
Luffy, lindungi kapalnya! Kapal ini tidak bisa bertahan lebih lama lagi!
Mengerti! Hm? Usopp?
Jangan khawatir. Perlahan-lahan tutup matamu...
Saat kau membuka mata, pagi yang tenang menantimu...
Tulang!!
Bodoh! Jangan lempar ke sini!!
Masih banyak yang berjatuhan!!
Tulang!!
Bodoh! Jangan lempar ke sini!!
Kenapa ada kapal sebesar itu jatuh dari langit?!
Sangat aneh...
Tidak ada apa-apa di langit.
Ya ampun, Grand Line adalah tempat yang gila!
Pertama, kita melihat kuburan kapal di dalam Kabut Pelangi,
dan sekarang kapal jatuh dari langit!
Ah!
Ada apa, Nami-san?
Apa yang akan kita lakukan?! Log Pose-nya rusak!
Jarumnya terus menunjuk ke atas.
Bukan. Jarumnya ditarik oleh pulau yang medan magnetnya lebih kuat.
Apa?!
Jika jarum Log Pose menunjuk ke atas,
artinya log itu sedang ditarik oleh medan magnet dari Pulau Langit.
Pulau Langit?!
Apa itu?
Pulau yang melayang?!
Apakah kapal dan tengkorak tadi berasal dari sana?
Namun, aku tidak melihat ada pulau di langit.
Bukan seperti itu.
Lebih tepatnya, lautan yang melayang.
Lautan?!
Aku semakin bingung.
Yay! Ada lautan dan pulau yang melayang di langit?!
Baiklah! Ayo pergi ke sana!
Hei, teman-teman! Arahkan kemudinya ke atas!
Arahkan kemudi penuh ke atas!
Kemudinya tidak bisa diarahkan ke atas, Kapten.
Sejujurnya, aku belum pernah melihat Pulau Langit, ataupun mempelajarinya.
Ya! Mustahil jika ada pulau atau lautan melayang di udara!
Jadi, Log Pose-nya pasti sudah rusak.
Tidak, Navigator.
Yang harus kita pikirkan bukan Log Pose, melainkan bagaimana cara pergi ke langit.
Tidak peduli seaneh apa pun situasi yang akan dihadapi kapal ini,
atau sepanik apa pun reaksi kita,
kita tidak boleh meragukan Log Pose. Ini adalah peraturan mutlak.
Apa yang harus kita ragukan adalah pengetahuan kita yang terbatas.
Pasti ada sebuah pulau yang ditunjuk oleh jarum itu.
Mengapa wanita itu membuka peti?!
Apakah ada sesuatu yang kau pelajari dari itu?
Entahlah.
Hobimu sangat aneh!
Wanita cantik dan mayat, adalah perpaduan yang menarik.
Hm? Di mana Luffy?
Lompat, Luffy!
Baik!
Apa yang mereka lakukan?
Menjelajah, katanya.
Oh, sudah selesai!
Lubang di sini adalah buatan manusia.
Oh... Jadi, orang ini ditusuk dan meninggal di kapal itu, ya?
Tidak, ini adalah indikasi perawatan medis.
Dia di operasi, ‘kan, Dokter?
Ya, dulu, mereka membuat lubang di tengkorak untuk mengangkat tumor otak.
Namun, cara medis itu sudah sangat lama.
Benar. Setidaknya dia telah meninggal 200 tahun yang lalu.
Dia berusia 30-an.
Dia sakit saat berlayar dan kemudian meninggal.
Alasan mengapa bagian giginya masih bagus dibandingkan tulang yang lain adalah...
...karena diolesi ter sebelum dikubur.
Adat ini berasal dari beberapa daerah di South Blue.
Berdasarkan sejarah, kapal itu adalah milik sekelompok penjelajah di masa lalu.
Ini dia. “St. Briss” dari Briss, sebuah kerajaan di South Blue.
Kapalnya berlayar 208 tahun yang lalu.
Itu sama dengan kapal yang tadi jatuh.
Jika dilihat, simbolnya sama.
Kapal ini mungkin telah berkelana di langit selama 200 tahun.
Kau bisa menemukannya hanya dengan melihat tengkorak itu?
Mayat memang tidak bisa bicara, namun, mereka membawa informasi.
Jika itu memang adalah kapal penjelajah,
mungkin tersimpan catatan dan bukti perjalanan.
Ya, namun, kapalnya sudah tenggelam...
- Apa yang kalian lakukan?! - Luffy! Bertahanlah!
Tolong!
Hei, teman-teman!
Aku berhasil!
Aku menemukan sesuatu yang hebat! Lihat ini!
Ah!
Peta Pulau Langit?!
Skypiea...
Bagaimana? Bagaimana?
Apakah ini berarti ada pulau di atas langit?!
Yay!
Berhasil! Pulau Langit memang ada! Pulau impian!
Kita dapat pergi ke pulau impian!
Pulau impian!!
Jangan bersenang-senang dulu! Ini hanya sebuah kemungkinan.
Ada banyak peta palsu di luar sana.
Hm... Maaf! Itu ada! Aku yakin itu ada, namun...
Dengarkan, Luffy! Kuberitahu kamu…
- Hm, Nami, tolong jaga kapal ini. - ...kita tidak tahu caranya ke sana!
Kau itu navigator! Lakukanlah sesuatu!
- Ada hal yang tidak bisa “dicari tahu”! - Nami-san tetap imut...
- Tak peduli! Kita akan pergi ke langit!! - ...walaupun dia sedang marah.
Ini tidak akan membawa kita ke mana pun.
Bagaimanapun, kita tidak bisa bergerak ke atas seperti ini!
Apa yang kita perlukan sekarang adalah informasi, seperti yang Robin katakan.
Jika kapal besar seperti itu benar-benar pergi ke langit,
pasti ada cara agar kapal kita juga bisa ke sana.
Bagaimanapun, kita harus mengambil catatan perjalanan yang tersisa dari kapal itu!
Namun, kapal itu sudah tenggelam.
Jika tenggelam, kita akan angkat kembali!
Baik!
Memangnya bisa?!
Apa maksudnya diangkat?
Maksudnya menarik kapal yang sudah tenggelam.
Namun, itu mustahil karena kapalnya terlalu besar.
Ya, ya... Kau benar-benar membuat kami melakukan hal nekat.
Hm...
Nami-san! Aku akan menemukan petunjuk untuk pergi ke langit!
Aku berharap padamu!
Tenang saja, tidak ada cacat pada rancanganku.
Kalau begitu, semoga kalian beruntung!
Oh, hei...
Ini Chopper. Semuanya, tolong jawab.
Ini Luffy. Ada banyak monster laut di bawah sini.
Apakah ini sarang ular raksasa?
Ini Sanji. Wah! Mereka melihat ke sini!
Baik.
Baik?!
Mereka akan selamat. Jangan khawatir!
Chopper, pegang erat remnya, ya?
Ya!
Aduh... Aku lega bukan aku yang pergi.
Angkat, angkat! - Hm?
Angkat, angkat!
- Angkat, angkat! - Apa itu?
Angkat, angkat!
- Angkat, angkat! - Semuanya, berhenti!
Angkat...
Kami mengerti!
Apakah ini adalah tempat kapal tenggelam?!
No comments yet. Be the first to leave one.