لومړۍ 195 کرښې.
Ini Adalah versi Film dari kisah penculikan Dewi Sinta.
Sering di tampilkan dalam tarian Jawa dan pagelaran wayang kulit.
Dalam cerita, Sri Rama dan Rahwana...
...keduanya mencintai Dewi Sinta dan bertarung memperebutkannya.
Di akhir cerita, Rama menguji Dewi Sinta dengan melompat ke dalam api.
Untuk membuktikan cinta dan kesuciannya...
Dalam hati babi ada kehidupan.
Dalam hati babi ada nasib dan hidup manusia.
Dalam hati babi ada cinta, mati, hidup, bercampur menjadi satu!
Ini adalah kisah Dewi Sinta...
Inilah ceritanya kisah Dewi Sinta...
Hati yg di perebutkan oleh lelaki dari seluruh dunia.
Sejak dari jaman dahulu!
Mulai Nabi Adam hingga... Adam Smith.
Semua orang mencoba mencari kebenarannya sendiri-sendiri
Padahal kebenaran itu, pada setiap manusia belum tentu benar.
Anda benar, saya benar belum tentu menurut yg lain benar...
Mengerti! Oh... Ini cerita tentang Dewi Sinta.
Inilah cerita tentang Dewi Sinta!
Ketika hatimu resah dan gelisah...
Hingga kau seperti...
sedang berada...
dalam rumah gila...
Setiap bicara...
menjadi terbata...
Gagap...
langsap...
Tak teratur, menggembara...
Ketika tanah sudah bisa menghidupi...
...Aku dan kamu seperti Rama dan Sinta
Yang terbuang dari negerinya sendiri!
Yang tersisa hanya kesetiaan...
...Harapan dan cinta...
Aku adalah tetesan darah ibu!
Dari otak turun ke tubuh
Darahnya yg menuntunku!
Aku penguasa dunia!
Siapapun yg berani menentangku...
...perdagangan adalah kekuasaanku...
Lebur!
Darahmu akan tumpah dan membasahi bumi!
Bangsat!
Mentang-mentang kalian kuasa...
Tindakan kalian selalu mengancam!
Apa salahku sampai kau aniaya?
hingga berdarah-darah?
Serakah tanpa ampun!
tak pernah menyisakan!
Manusia, hidup...
Manusia, jeri ...
Manusia, kuasa...
Manusia, darah...
Manusia, terluka...
Tugasmu tunggu rumah dan menjaga isteriku...
Aku pergi untuk berdagang.
Ingatlah dalam hidup tak ada tempat...
...yg tak luput dari bahaya.
Ini pekerjaan mudah.
Tapi di dalam keadaan itu...
...hanya kesetiaan yg harus di jaga.
Gerobak itu pelan jalannya.
Kalau sapi di cemeti malah akan berhenti...
Rengkat rengkit, rengkat rengkit...
"Seperti inti utama dari kesetiaan... "
"... Kau harus melakukannya dengan penuh keyakinan".
"Semakin kau merasa terlindungi, kau harus semakin peduli".
Itu semua adalah pesan darinya.
Jika kau ingin dicintainya...
...Pelajari apa kesenangannya
Cari tahu pikirannya!
Puteramu mencintai Siti...
Yang dulu pernah menari memerankan Sinta.
Tapi sekarang sudah tidak menari, karena ...
...demi menghargai kesetiaan suaminya.
Menari itu tubuh yg hidup.
Hamparkan selendang dan pengharapan...
Sepanjang jalannya hidup...
Sebaik-baiknya tingkah laku...
Aku memohon padamu...
Siti sayangku...
Sudilah dirimu menari...
Untuk menuruti undangan Ludiro
Ludiro telah memberi uang dan barang...
kepada anak dan cucuku...
Maafkan aku telah meminta padamu...
Tapi aku tak bisa bertahan hidup sebagai pemain gamelan.
Dan pekerjaan semakin langka...
Tak berdaya!
tak bisa memahami kebenaran dan kepalsuan!
Durjana dan Pertapa!
Seperti limbah di dalam sungai.
Duh Gusti, lindungi diriku!
Buli-buli...
...menetap di hati!
Bernyanyi, menari dan bekerja...
...demi anak dan cucu.
Tapi hidup semakin berat.
Untuk apa gunanya air mataku?
Duh ibu, nasib hamba bagaimana?
Berjualan gerabah tidak laku!
apa memang sudah nasibnya?
Anakku tak bisa makan...
Lebih baik hamba mencari pekerjaan lain.
Nampan penuh dengan rebusan ubi
...di tabur dengan ragi.
Disantap dengan lahap!
Leher bergeleng-geleng!
Kibaskan tanganmu!
Seiring dendang gamelan...
Nampan penuh dengan rebusan ubi.
...di tabur dengan ragi.
Dimakan dengan lahap!
Leher bergeleng-geleng!
Kibaskan tanganmu!
Seiring dendang gamelan...
Nampan penuh dengan rebusan ubi.
...di tabur dengan ragi.
Dimakan dengan lahap!
Leher bergeleng-geleng!
Kibaskan tanganmu!
Seiring dendang gamelan...
Duh....!
Gusti yg maha agung!
Manusia jika sedang birahi...
...tidak berbeda dengan binatang!
Bagai kuda, berjingkrak dan berderap, tak terkendali.
Aku berpaling terengah menatap isteri.
Menggigil oleh rindu yg pedih.
Tubuhnya seperti raga mati!
Pusaka untuk perang yg akan tiba, pemulih cinta...
Tebu-tebu sedepa.
Di potong jadi lima.
Di bungkus tikar tua.
Dasar pria gampang curiga!
Sebaiknya ku tinggal saja.
Dasar pria gampang curiga!
Sebaiknya ku tinggal saja.
Burung terbang tinggi riang.
Sayang...
...Ku timang-timang.
Sayang...
...ku timang sayang.
Burung Prenjak disana.
tertimpa di kepala.
Aduk enak sekali!
Nini Thowok, yg memijati
Burung-burungan.
Sya la la la.
Aku tak mampu bergerak!
Terperangkap oleh bisikan hati!
yg tak bisa aku ingkari!
Aku harus kuat...
Gusti, beri aku keteguhan!
Selingkuh, apa jadinya?
Seperti bambu bertemu api!
Nasi menjadi bubur!
lebur sebelum hancur!
Pesonamu memabukkan!
Segera berangkat awasi isteriku.
Sebab aku tidak tahu...
...di situasi sulit ini.
Apa cinta masih bersemi?
Apa masih ada kesetiaan?
Yang tertinggal dalam hati isteriku?
Rawe-rawe rantas!
Malang malang tuntas!
Rawe-rawe rantas! Malang malang tuntas!
Rawe-rawe rantas! Malang malang tuntas!
Rawe-rawe rantas! Malang malang tuntas!
Kalau kupikir jaman sekarang...
Penuh dengan ketakutan...
Segalanya membingungkan...
Yang kaya semakin was-was...
Yang miskin semakin melas...
Yang lain menjadi gila...
Saling adu sengketa.
Esok, pagi, sore senja...
besok aku ikut siapa?
Kawatnya di puntir-puntir.
Tidak kuat untuk berpikir.
dari selatan ke utara .
Kapan setia menjadi nyata?
Kerusuhan dan kekerasan menyebar di beberapa daerah.
Selain melakukan pembakaran juga terjadi pembunuhan.
Beberapa warga Umbul Makmur membakar kantor polisi.
Karena kecewa dengan polisi...
...yang ragu-ragu menindak kesewenangan salah satu pengusaha.
Karena merebut tempat berjualan dengan secara paksa.
Sedangkan perkumpulan para pedagang tidak terima dengan polisi
yg membiarkan tindakan orang yg sudah membuat rusak
Padahal para pedagang sudah bertindak patuh terhadap peraturan.
Tercatat 25 orang meninggal dan 64 luka-luka
Kekayaan yg melimpah
Tidak bisa menolong diriku
Cinta yg telah ku genggam
No comments yet. Be the first to leave one.