لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Kalau dipikir-pikir, hal ini tidak dimulai pada
makan malam keluarga Jumat malam kacau itu.
Ini dimulai jauh sebelumnya.
S.H. = SEBELUM HALLOWEEN
8 BULAN S.H.
Tahun lalu, ibu pensiun dari mengajar
dan aku merasa dia mengalami sedikit kesulitan
mengisi waktu luang barunya dengan kegiatan produktif.
Dia mulai menghabiskan banyak waktu di halaman, dan aku berpikir
mungkin dia berkebun.
Aku melihatmu.
Itu bukan berkebun.
Ketika insiden ikan mas itu terjadi, aku mulai agak khawatir.
Dia bilang ke Ayah kalau sampai Ayah kepergok merokok ganja lagi,
ikan masnya akan dicairkan.
Dia pikir ibu bercanda.
Meskipun aku telah pindah dari rumah keluargaku setahun sebelumnya,
aku sering kembali ke sana untuk memantau perilaku yang mengkhawatirkan.
Hei, apa kalian melihat ular peliharaanku?
Ha ha.
Awalnya kucoba untuk melihat apakah hal itu dapat dijelaskan berdasarkan
sejarah keluarga.
Suatu preseden.
Mungkin semuanya bermuara pada ketidakseimbangan kimia.
Mungkin itu semua hormon yang industri daging masukan
ke dalam makanan akhir-akhir ini.
Mungkin karena kehidupan yang penuh tekanan
yang harus dijalani para wanita di generasi ibuku.
Atau mungkin beberapa orang...
memang gila saja.
2 BULAN S.H.
Ayah, apa kamu merokok?
Apa? Tidak.
Lalu kenapa matamu merah?
Karena Ayah tidak tidur nyenyak semalam.
Kalau ibu tahu, dia pasti marah besar.
Ayah seorang penulis.
Aku harus melakukannya.
Aku sedang menderita hambatan penulis parah.
Karen, tolong bawakan tehnya.
Sudah, bu.
Oh.
Baiklah.
Enak. Ini dia.
Aku harus pergi.
Stuart? Stuart?
- Dah! - Daging cincang lagi?
Ini adalah yang ke-12 kali berturut-turut.
Kamu tidak suka masakanku?
Tidak, bukan begitu.
Apa kamu...?
Jangan berbohong padaku.
PESTA HALLOWEEN
25 HARI S.H.
Jadi, Angela, suamimu membatalkan tuntutan.
Itu berita bagus, kan?
Tentu saja, karena apa yang terjadi.
Insiden jari. Dia ingin kamu diawasi oleh
seorang profesional sebelum kamu dapat dipulangkan.
Itu aku. Aku Dokter Park.
Aku seorang psikiater.
Dan aku mengkhususkan diri dalam masalah perilaku. Jadi...
Jika kamu bisa menjalani perawatan dua kali seminggu,
kamu akan bisa cepat pulang.
Mungkin kamu bisa menandatangani formulir persetujuan untuk perawatannya?
Jika ya, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengantarmu pulang.
Bagaimana menurutmu?
Aku kedatangan tamu hari ini.
Nyata atau imajiner?
Seseorang yang mengingatkanku akan semua
gairah yang pernah kumiliki dalam hidup.
Dulu, aku seorang penari, tau.
Apa kamu pernah mendengar
tentang burung pelikan yang terbang bersama burung Nutcracker
di Selasa mendung saat fajar?
Aku adalah si antagonis.
Ya, aku nonton. Aku ada di barisan depan.
Aku tahu kamu tampak familiar.
Jadi, apa kamu berhenti atau...?
Maaf.
Maaf soal itu.
Jadi siapa yang datang mengunjungimu hari ini?
6 HARI S.H.
Terima kasih banyak atas sore yang luar biasa bersama anak-anak.
Mereka sangat menyukainya. Sungguh menghibur.
- Terima kasih. - Terima kasih sudah datang. Terima kasih.
Hei, teman sekamar.
Karen, aku baru saja memikirkanmu.
Aku tahu, hidup jadi gila akhir-akhir ini.
Menghabiskan banyak waktu dengan ayahku, berurusan dengan keadaan.
Tak percaya kita hidup bersama dan tak pernah saling ketemu.
Semua yang terjadi pada ibu sungguh aneh.
Aku tahu. Itu juga akan berlalu.
Aku tahu, dan aku merindukanmu.
- Kita harus buruan nongkrong. - Tentu saja.
Hei, datanglah ke ZZ besok malam.
Aku pulang jam delapan, kita bisa minum bareng.
Kedengarannya asik.
Oke, dah.
Aku minta maaf.
Tidak, itu salahku.
Aku menyeberang sembarangan dan tidak memperhatikan.
Senang kamu baik-baik saja.
- Terima kasih. - Tunggu, tunggu.
Halo, aku Boney dan aku di sini untuk membantumu menjaga keselamatan.
Lain kali, pastikan untuk melihat ke kanan dan ke kiri
sebelum menyeberang jalan sembarangan.
Bolehkah aku? Maksudku, kami menawari kamu tumpangan?
Rumah orang tuaku ada di dekat sini.
Terima kasih.
Diam.
- Aku terjebak di tempat kerja. - Lagi.
Ini karena pasien baru. Dia....
Dia susah, percayalah.
Bagus. Makan malam sendirian tiga Jumat berturut-turut.
Aku tahu, aku minta maaf.
Syal yang bagus.
Apa itu hadiah darinya?
Apa? Bukan.
Jangan konyol.
Boleh aku masuk?
Tak bisa menikmati hidangan penutup jika kamu melewatkan makan malam.
Aku bilang aku minta maaf, Rose.
Aku merasa lelah. Aku mau sendirian malam ini.
Oke.
Aku mengerti.
- Aku telpon kamu besok. - Aku yang telpon.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Astaga.
Sialan.
Aku harus melakukannya. Pernikahannya enam minggu lagi.
Aku tak bisa mengambil risiko apa pun.
Besok harus kulakukan.
Aku akan ikut.
Aku akan menyelesaikan bar jam 8 dan akan langsung ke tempatmu.
Sebagai seorang adik dan pengiring pengantin yang sangat prihatin.
Terima kasih. Sampai jumpa besok malam.
3 HARI S.H.
Selama bertahun-tahun, aku belum pernah melihat kasus seperti ini.
Dan Angela, dengan semua waktu yang telah kamu curahkan...
dan terobosan kemarin...
aku berani katakan, dia siap untuk pulang sepenuhnya sekarang.
Tentu saja aku ingin tahu bagaimana pendapat kalian berdua.
Pulang?
Wah. Sepenuhnya?
Richard, maafkan aku karena memotong jarimu.
Yah...
Ada yang mau dikatakan?
Tidak apa-apa, Angie. Aku masih ada sembilan.
Oke.
Dokter. Terima kasih.
Terima kasih atas segala yang telah anda lakukan.
Tentu saja.
Kamu mau ke mana, sayang?
Aku mau pergi menulis dan membiarkan kalian berdua membahas rencana akhir.
Apa kamu menulis sesuatu akhir-akhir ini?
Tidak. Tidak juga.
Kalau ya, aku ingin sekali membacanya.
Kamu harus menunggu lama, Dokter.
- Aku juga sudah lama nunggu. - Angela, aku sedang berusaha...
Tolong, jangan biarkan aku menghentikanmu berusaha.
Richard, dia mengatakan itu. Bagaimana perasaanmu?
Hei, Ayah, bisa minta bantuannya?
Tunggu sebentar.
Permisi.
Pengecut tak bernyali!
- Aku tak dapat menyalakannya. - Ya. Coba Ayah lihat.
Hei.
- Apa yang ibu lakukan di sini? - Ibumu pulang ke rumah.
Untuk seterusnya?
Kenapa itu?
Oh... Biar aku ambil itu. Kamu, santai saja.
Kamu baru saja pulang.
Kamu tahu, aku berpikir kita harus berlibur.
Maukah kamu membawaku kembali ke Rio lagi?
Pengalamanmu di Rio sudah ada sebelum denganku.
Oh ya.
Tapi, aku ingin sekali pergi ke Brazil.
Kamu ke sana untuk menari, kan?
Aku ingin sekali melihatmu menari lagi.
Kamu tahu, ketika bukuku laku, aku akan mengajakmu ke mana pun kamu mau.
Maaf. Aku harus berangkat kerja.
- Ini dia, Dokter Park. - Terima kasih, Karen.
- Bolehkah aku bertanya? - Tentu.
Apa ibuku cukup sehat untuk berada di rumah?
Tentu saja.
Dokter Park.
Anjrit, Gujo! Kamu bikin kaget saja.
Apa kamu ndak ada kerjaan?
Liatin apa kamu?
Sana! Sana.
Karen.
Kamu tahu aku milikin kamu.
Kamu tahu aku bawa pisau dan aku membencimu.
Bagus. Kebencian melumpuhkan kehidupan.
Cinta melepaskannya. Mulai bekerja.
Aku bisa memakan dia untuk makan malam.
Aku yakin kamu bisa.
No comments yet. Be the first to leave one.