لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh Wellkudos (Ian Karona)
Pagi.
Selamat pagi.
Pagi.
Jauhkan tanganmu dari esnya.
Tommy Lee, jangan pegang kuenya.
Kibas-kibaskan benderanya, nak.
Pergi kalian!
Ya! Tembak lagi!
Pergi dari sini!
Pergi dari pohon itu, sialan!
Ya! Tembak! Migrasi ke selatan sana!
Mama.
Mama!
Tiga lagi orang bodoh, Shelby.
Jangan sekarang, Tommy.
Mama, cat kuku ini jadi gelap kalau sudah kering.
Bukan ini yang kumau. Seperti ada babi berdarah- darah di tanganku.
Kupikir aku bisa melakukan sesuatu.
Oh, tidak.
Harusnya lembut warnanya.
Shelby, kalau aku tak bisa melakukan sesuatu,
aku akan suruh adikmu,
untuk mencari cat kuku yang warnanya lembut.
Mama, ada...
Tunggu sebentar.
Ide jitu, Mama. Aku mau lihat warna pilihan anak laki-laki.
Pengantar barang!
Coba suruh berhenti truk itu! Suruh berhenti...
Jangan masukkan es ke punggungku!
Harusnya Mama tenggelamkan mereka begitu lahir.
Shelby.
Shelby, coba periksa.
Mama, kukuku masih basah.
Shelby.
Nyonya.
Bisa kau periksa dulu, tolong?
Myrtle, hai.
Tunggu sebentar.
Drum, sayangku, aku sedang menelepon!
Berhenti dulu! Sekarang! Aku tak bisa berpikir!
Myrtle, gelas sampanye semuanya pecah.
Tolong.
Spud!
Spud, matikan TV bodoh itu.
Kemarilah dan selesaikan mencelup telur paskah ini.
Aku kehabisan rokok.
Itulah sebabnya Tuhan menciptakan toko A&P.
Aku mau berkendara.
Tidak. Kau harusnya jadi pemimpin.
Ya, Nyonya. Aku senang melayani.
Kalau telur-telur itu belum sampai di gereja siang ini,
mereka tak bakal sempat menyembunyikannya.
Kau dengar aku, Spud?
Nyonya Jones?
Kau Annelle?
Ini baru hal baik. Masuklah.
Permisi.
Dan jemput gaun hijauku dari tempat laundry!
Apa aku mengganggu?
Tidak. Aku cuma meneriaki suamiku.
Aku biasa begini kapan saja.
Panggil aku, Truvy.
Truvy. Terima kasih.
Mama, lihat ini.
Ini tadinya di dalam lemari pakaian utama.
Apa ini?
Karet.
Tommy bilang soal rencana Jonathan,
untuk menutupi mobil pernikahanku pakai ini.
Suruh dia berhenti!
Pelankan suaramu.
Pelankan suara... Jonathan!
Anak-anak, aku mau bicara pada kalian.
Tommy. Jonathan!
Tommy!
Jonathan, jangan letakkan kondom di mobil pernikahan kakakmu!
Itu norak!
Seperti bicara pada tembok.
Kalau dia sengaja membuatku menggila,
itu sudah terlambat.
Pasti ada cara lain mengusir burung-burung itu.
Kita bisa tebang saja pohonnya atau mengubah pola migrasi
burung-burung Amerika Utara.
Mama sendiri yang suruh mengusir burung-burung itu.
Aku tak menyangka kalau ayahmu akan mengganggu seluruh lingkungan ini.
Seluruh lingkungan ini justru akan lebih terganggu
kalau nanti mereka dijatuhi kotoran burung di acara resepsiku.
Topik yang bagus. Harus ya kau tak sopan begitu?
Oke.
Ups. Masih ada celahnya.
Ya. Kuharap kau bisa membenarkannya.
Ini agak lebih mengembang dari yang biasanya kubuat,
tapi aku agak gugup.
Aku tak khawatir soal itu.
Biasanya aku membungkus kepalaku dengan tisu toilet
sebelum tidur,
biar nantinya agak turun seiring waktu.
Di kelasku di sekolah kejuruan,
aku yang terbaik dalam bidang "frosting" dan "streaking".
Aku coba di rambutku sendiri.
Sungguh?
Itu bagus.
Dan aku biasanya menyerah setelah melakukan 20 cara.
Teknikmu benar-benar bagus.
Terima kasih.
Kurasa kemampuanmu akan berkembang seiring waktu.
Jadi, yang bisa kukatakan, gadis muda,
kau baru saja dapat pekerjaan.
Oh! Bagus! Oh, terima kasih!
Oh, terima kasih, Nona Truvy.
Tak usah berterima kasih sepagi ini, Sayang.
Kita akan benar-benar sibuk hari ini.
Sini. Biar aku bantu.
Aku bisa.
Ada banyak potongan rambut di bahumu.
Banyak aliran listrik statis di ruangan ini,
aku bisa mengatasi segalanya, kecuali soal laki-laki dan uang.
Louie!
Louie, tunggu dulu.
Aku mau kenalkan kau dengan Annelle.
Hai.
Dia yang gantikan Judy.
Bagus.
Louie, buang sampah dulu!
Tak bisa!
Sudah telat.
Lagi pula, buat apa kau pekerjakaan dia?
Anak kami.
Kami sangat bangga padanya.
Annelle, sayang, ayo kita ngobrol sambil buang sampah.
Oke.
Aku begitu bersemangat.
Aku tak percaya ini terjadi.
Aku penata rias.
Ah-ah-ah. Teknisi keglamoran.
Teknisi Keglamoran.
Asal kau tahu, bahwa kau bekerja
di salon paling sukses di kota ini.
Aku punya prinsip dasar yang kuterapkan selama 15 tahun ini...
... bahwa tak ada yang namanya kecantikan alami.
Kau ingat-ingatlah itu, atau kita akan kehilangan pekerjaan.
Lihat saja aku. Butuh upaya keras untuk tampil begini.
Oh, aku bisa lihat.
Sudah berapa lama kau tinggal di sini?
Beberapa minggu.
Orang baru.
Pasti luar biasanya rasanya tinggal di tempat baru.
Aku takkan tahu rasanya. Aku tinggal di sini seumur hidupku.
Nah, ceritakan padaku tentang dirimu.
Tak ada yang bisa diceritakan.
Aku tinggal di sini. Aku dapat pekerjaan sekarang.
Itu saja.
Boleh kupinjam majalah Southern Hair ini?
Tentu. Bawalah.
Sangat penting untuk tetap mengikuti mode terkini.
Aku senang soal ketertarikanmu.
Pastinya kau tinggal tak jauh dari sini.
Setidaknya sejauh jalan kaki. Aku tak lihat mobilmu.
Aku tak punya mobil.
Aku tinggal di seberang sungai di rumah kos Robeline.
Itu cukup jauh kalau jalan kaki.
Ruth Robeline.
Nah, ada cerita untukmu.
Dia adalah orang yang penuh masalah.
Sepanjang hidup mengalami teror.
Suaminya tewas pada Perang Dunia II.
Lalu putranya tewas juga di Vietnam.
Aku harus bilang, pada masa-masa berduka,
dia lalu tinggal di sana dengan Elizabeth Taylor.
Aku sama sekali tak tahu.
Halo, Clairee!
Selamat pagi.
Annelle, biar kukenalkan kau
dengan mantan Chinquapin yang pertama...
Nyonya Belcher.
Clairee, kenalkan ini Annelle.
Aku agak sedikit malu. Aku tertiup angin.
Aku baru saja menghadiri pembukaan taman bermain yang baru.
Ya. Bagaimana acaranya?
Indah sekali,
kecuali Janice Van Meter yang kena tongkat bisbol.
Itu menakjubkan.
Apa dia terluka?
Tak diragukan lagi. Dia kena pukul di kepalanya.
Janice Van Meter adalah istri walikota. Kami benci dia.
Mereka menamai taman itu dengan nama mendiang suami Clairee.
Seluruh kota ini bangga padanya.
Itu bagus.
Apa nama keluargamu, sayang?
Yah, nama keluarga suamiku Dupuy,
dan aku asli dari Zwolle.
Bagus sekali.
Annelle, sayang, ada handuk di alat pengering.
Bisakah kau lipat dan bawakan ke sini?
Tentu.
Terima kasih.
Gadis manis. Ketemu di mana?
Kemarin, waktu Judy minta berhenti,
aku telepon ke sekolah kejuruan
No comments yet. Be the first to leave one.