لومړۍ 200 کرښې.
*Open__subtitles ▶️▶️▶️ FreePalestina *Sub__dl ▶️▶️▶️ rawe
Mengirim pesan ke Tyler.
Apa yang ingin kau katakan?
"Halo, titik. Aku baru sampai, titik."
Pesanmu untuk Tyler berbunyi: "Halo. Aku baru sampai".
- Mengirim. - Baiklah. Pesan terkirim.
TYLER - SEKARANG PESAN
Tyler berkata: "Aku senang kau tiba dengan selamat".
Ingin membalas?
Tyler berkata: "Terima kasih telah ada untukku".
Tyler berkata: "Aku mengapresiasinya". Ingin membalas?
Tidak.
Dimengerti.
Halo.
- Halo, Ibu Patterson. Aku... - Tanaman ini tidak boleh seperti ini.
Aku membelinya 2 minggu lalu. Ini mustahil.
Daunnya mulai berguguran.
- Boleh aku masuk? - Aku tidak menutup pintu di depanmu.
Ini sukulen, demi Tuhan. Tanaman ini tidak boleh mati.
Aku jamin aku tidak salah merawatnya.
- Lepaskan sepatumu di rumah ini. - Maaf.
- Di luar banyak debu. - Ya, dan udaranya dingin.
Mana hawa panas kering yang sering mereka bicarakan?
Siapa namamu tadi?
Jamie.
Di sini kami memperkenalkan diri dengan nama depan dan belakang.
Maaf, Jamie Simms.
Baik, mungkin aku akan menanyakannya lagi kepadamu.
Asal kau tahu saja. Aku tidak bisa meminta maaf untuk itu.
Urusanku banyak, dan sekarang kau ada di sini...
Aku mengerti, Ibu.
Maaf. Aku tidak tahu jika Ibu ingin kuikuti.
- Aku tidak tahu apa yang terjadi. - Aku tahu.
- Ini situasi yang tidak biasa. - Semuanya membusuk.
Mungkin akibat penyiraman berlebih.
Atau kurang penyiraman, jadi...
Akan kuberi tahu satu kesalahanku.
Aku memercayai Doris Kato, teman dari New York.
Dia memuji tempat pembibitan ini. Tentu saja dia begitu.
Sepupunya yang membuka tempat ini.
Sepupu yang belum pernah terdengar oleh siapa pun sebelum ini.
Siapa itu, Sue, Veronica, atau Patty. Entahlah, aku tidak mendengarkannya.
Dia terus berkata: "Aku bangga pada sepupuku".
"Dia memulai dari nol".
"Kita harus mendukungnya".
Maaf, tetapi yang jelas
Sue-Veronica-Patty harus memulai lagi dari nol.
- Aku bisa mengembalikannya. - Mengapa?
- Jika Ibu tidak puas. - Kau tidak punya waktu?
Apakah begini cara kerjanya?
- Tidak, hanya saja... - Aku akan menyelamatkannya.
Ini sekarat, tetapi belum mati. Masih bisa diselamatkan.
Aku butuh minum. Kau mau sesuatu?
- Ya, ini masih pagi. - Bukan, bukan begitu.
Aku jarang minum alkohol.
Namun, terima kasih. Ada insiden saat kuliah dulu...
Ya, rahangku patah.
Aku mabuk koktail Long Island.
Aku pingsan di jalanan.
Rahangku harus diikat kawat selama lebih dari 1 bulan,
dan sekarang mencium bau alkohol saja
atau bau Long Island menjadi tantangan berat bagiku.
Bau air juga tantangan bagimu? Hanya itu yang kupunya.
Atau cairan rehidrasi.
Aku tidak akan menolak cairan itu.
Rasa beri atau tanpa rasa?
Air putih saja cukup. Berapa lama kau akan di sini?
Tergantung. Beberapa hari, mungkin seminggu.
- "Beberapa hari, mungkin seminggu"? - Bagi seorang gay, ya.
Aku tidak berencana datang ke sini.
Semua ini tidak direncanakan.
Tidak, maaf, aku tidak bermaksud...
Aku berkemas untuk perjalanan lama saat putra Ibu menelepon.
Lalu perjalanan ini menyatu dengan itu.
Kau menyetir untuk kedua perjalanan?
Ya, aku lebih suka begitu. Untuk sendiri dan berpikir.
Aku suka melakukan perjalanan darat.
Oh, Tuhan.
- Aku punya kaus kaki cadangan. - Menurutmu itu lebih baik?
Ya, aku gemar perjalanan darat.
Ini cara bagus mengenal New Mexico.
Ini kali pertama aku ke sini. Tempat ini indah.
Namun anehnya, melihat lanskap gurun
orang mengira udaranya akan panas.
Bagaimana sistemnya? Kau di sini.
Terserah Ibu saja.
Aku tidak meminta semua ini, jadi jangan tanya aku. Katakan.
Aku di sini untuk membantu Ibu.
- Untuk menangis? - Tidak, aku tidak bisa.
Tentu saja tidak. Aku bisa sendiri.
Mungkin aku bisa membantu persiapan dan keperluan Ibu.
Kurasa Tyler berpikir...
Apa yang dipikirkan putraku hingga mengirimmu sebagai ganti?
Kurasa Tyler memedulikan Ibu.
Kurasa kau bisa lebih baik.
Berbohong. Bukankah itu keahlian seorang asisten?
- Dia khawatir. - Bagus. Dia khawatir.
Dia tahu dia akan langsung datang
- jika tidak sedang di luar negeri... - Meneliti untuk buku barunya.
Ya, aku tahu. Dia mengirimiku pesan
menyampaikan belasungkawa atas wafatnya suamiku
dan menyesal karena mungkin absen saat pemakaman.
Lalu, 2 hari lalu,
aku tahu asistennya akan menggantikan dan membawa pesan.
Ya, itu salahku.
Aku meminta Tyler menghubungimu, tetapi dia mendahuluiku.
Mengapa dia tidak bisa datang?
Ada tawanan perang yang ingin dia wawancarai di Khartoum.
Dia memiliki informan di Angkatan Bersenjata Sudan yang...
Ini masalah waktu.
Dia harus di sana saat situasi aman.
Apa akan aman sebelum Sabtu?
Harapannya begitu. Dia berharap demikian.
- Itu 7 hari lagi. - Ya.
Jadi kami berharap...
Situasi aman sebelum Sabtu.
Jika tidak,
kau mau duduk di sampingku saat pemakaman?
- Oh, tidak. Aku tidak bisa... - Mengapa tidak?
Kau melakukan segalanya untuk Tyler. Mengapa tidak menjadi anakku hari itu?
- Karena aku tidak bisa menggantikannya... - Standarnya rendah sekali.
Ibu ingin aku mengambilkan air?
Baik. Ibu tidak perlu khawatir.
- Jadi kau tidak mau air? - Tidak.
Aku mau air.
Maksudku, Ibu tidak perlu khawatir...
- Ya Tuhan. - ...karena melupakannya.
Maaf. Aku lupa mengubah ponselku ke mode getar.
- Apa itu Tyler? - Kemungkinan besar, ya.
Putramu mengirim pesan dari komputernya,
dia sering menekan tombol enter, sehingga mengirim pesan per kalimat.
Ya, itu dia.
Dia hanya ingin memastikan aku tiba dengan selamat.
Banyak kalimat untuk pesan sesederhana itu.
Mari kita lihat isinya.
Lupakan. Itu bukan urusanku.
Namun dariku...
kau bisa katakan aku tiba dengan selamat
dan keadaanku baik, jika dia ingin tahu.
Bagiku, suhu ruangan saja.
Tidak perlu es batu jika gurun tidak lagi membakar.
Ini musim dingin! Demi Tuhan, lupakan saja semuanya.
Dia mengirim emoji hati.
Balasan karena kau tiba dengan selamat atau karena keadaanku baik?
- Kurasa untuk keduanya. - Praktis sekali.
Biarkan volumenya aktif. Agar aku tahu saat dia memberi kabar.
Tentu saja.
- Apa? - Tidak ada.
- Apa aku menyebalkan? - Tidak.
Sayang sekali, padahal aku sengaja.
Maafkan aku, Jamie, tetapi aku sulit
menerima kehadiranmu. - Aku tahu. Aku hanya bekerja.
- Dan kau paham posisiku? Mengapa aku harus kesal
mengetahui aku ini pekerjaanmu?
Bukan, maaf. Berada di sini tugasku dari Tyler.
Maksudku bukan menganggap Ibu sebagai tanggung jawabku.
Tampaknya Tyler berpikir berbeda.
Dia pikir bisa mengalihkan tanggung jawabnya di sini
untuk melayat ayah tirinya.
Padahal dia hanya memanggilnya "Henry".
Dia tidak pernah berusaha membangun hubungan dengannya.
Mungkin begitulah kenyataannya.
Makanya dia merasa tidak wajib datang ke sini.
Namun putraku memiliki hubungan denganku,
setidaknya dulu pernah.
Hubungan baik, itu berarti bagiku.
Jadi dia berkewajiban kepadaku.
- Tyler mengusahakannya. - Tentu saja.
- Mengingat situasinya... - Ya, kau harus membelanya.
Itu tugasmu. Bukan tugasku, jadi aku tidak mau.
Alasan luar negeri itu basi!
Suamiku tidak wafat mendadak. Dia mengidap Parkinson.
Kami tahu hal ini akan terjadi, Tyler juga tahu.
Aku meneleponnya 2 minggu lalu...
Setidaknya lewat pesan suara.
Aku bilang kondisi Henry memburuk, situasinya makin rumit
dan waktu kami tidak lama lagi. Jadi, maafkan aku
jika aku merasa kecewa dan patah hati.
Aku memahami Ibu.
Namun aku tidak akan di sini jika Ibu tidak mengizinkan.
Ibu bisa mengatakannya 2 hari lalu saat aku bersurat.
Meski begitu, aku di sini demi Tyler,
karena dia pikir aku bisa membantu.
Namun jika Ibu menolak... jika ingin aku pergi, aku mengerti.
Aku belum memutuskannya.
Baiklah.
Katakan padaku...
sudah berapa lama kau jadi asistennya?
- Sekitar 4 tahun. - Wah.
Jelas kami merenggang akhir-akhir ini,
sampai aku tidak tahu keberadaanmu.
Entah ini penghinaan bagiku atau untukmu.
Aku tidak keberatan.
Berapa usiamu?
42 tahun.
- 46. Tebakan terakhir. - Kau lebih tua daripada Tyler.
Ya, 8 tahun. Tidak seberapa.
- Tentu tidak. Apa itu masalah bagimu? - Tidak.
Benarkah? Karena awalnya kau membohongi usiamu.
Aku rasa hubungan kerjamu dengan Tyler pasti unik,
No comments yet. Be the first to leave one.