Pierwsze 200 wierszy.
KING OF NEW YORK
Baca ini, brengsek.
Terima kasih.
Ingin berkencan, sayang?
Uang, uang, uang. Coba lihat.
Kau ingin berhenti?
Tidak.
Ya ampun, anakku, ada apa?
Apa?
Kenapa begitu lama, bung?
Ini butuh waktu.
Kita tak punya banyak waktu. Kita ini sibuk.
Kenapa tak kau lakukan yang harus kau lakukan agar kita sibuk?
Bersabarlah. Ini.
Tenanglah. Santai.
Akan kutunjukkan bagaimana melakukannya.
Akan kutunjukkan bagaimana mengujinya. Seperti ini.
Benar. Ini obat bius.
Ini obat bius, Tito.
Kau pernah merasa sedang diawasi?
Sial.
Kau punya soda, bung...
seperti Root Beer atau semacamnya?
Kakiku nyeri saat main bola.
Aku perlu aspirin.
Apa yang sedang dia...
Minta dia mematikannya.
Informasi apa yang kalian dapat? Menonton kartun?
Katakan padanya agar mematikan televisi itu dan ambilkan aku soda.
Dan pastikan dingin.
Aku suka minuman dingin khususnya saat main bola.
Kau suka main bola, Tito?
Sepertinya kau tak suka main bola.
Tapi sarung tangannya bagus. Aku suka.
Hei, Jump.
Ada apa?
Ini barang bagus, bung.
Kurasa kau akan terkesan.
Tidak. Mungkin aku akan periksa yang lainnya.
Apa aku kelihatan seperti Joe Neckbone?
Kepercayaan bukan satu-satunya kualitasku.
Kau paham maksudku?
Kau tak menghormatiku, bung.
Kujamin barang ini.
Tak perlu dicoba.
Mari kita bicarakan harganya ditambah 10 persen.
Dia mengatakan 10 persen? Tunggu, Tito.
Kita sudah sepakat, bung. Ada apa?
Sepuluh persen apa yang kau bicarakan, bung?
Biaya transportasi, teman.
Aku mengeluarkan biaya.
Gunakan kereta api...
jika kau terbeban dengan biaya transportasinya.
Kenapa kau jadi serakah?
Kau yang serakah. Itu harganya.
Tak akan ada lagi yang ingin berbisnis denganmu.
Sekarang ambil atau lupakan saja.
Kenapa kau bicara seperti itu, bung?
Ambil atau lupakan saja?
Ambil atau lupakan saja?
Kuambil.
Karena aku menyukaimu, jadi aku akan mengambilnya.
Bungkus barangnya.
Kau berkuasa, Tito.
Kau adalah raja.
Mana sodaku?
Apa-apaan ini?
Itu untuk lubang peluru, brengsek.
Layanan kamar!
Ada yang ingin bertemu denganmu.
Apa dalam gelas itu?
Root Beer.
Kau mau?
Ada sesuatu yang belum kulakukan.
Selamat datang kembali, Frank.
Coba lihat dia.
Selamat, Frank.
Coba lihat dia.
Selamat, bung.
Orang-orang Kolombia itu...
mereka berlibur selamanya di neraka...
jika kau tahu maksudku.
Wow. Aku sudah pergi terlalu lama...
karena perasaanku telah mati.
Aku tak merasa menyesal.
Ini mengerikan.
Aku sering mendengar kehidupan di penjara hingga membuatmu seperti itu.
Aku punya hadiah untukmu.
Coba lihat.
Ini milik Raja Tito...
tapi dia tak membutuhkannya di tempatnya berada sekarang.
Mungkin kau ingin menyumbangkannya...
ke toko pakaian atau semacamnya.
Kalian senang, bukan, Jump?
Aku sudah menunggu bertahun-tahun.
Emilio Zapa kirim salam.
Kau tahu aku suka uang.
Tak perlu sungkan.
Pertemuan dengan Dalesio sudah diatur?
Pusat kota.
Mungkin kau ingin aku menempelkan bra...
di bokong si brengsek itu.
Janji!
Dia orangnya banyak tingkah.
Dia ingin dibaringkan,
dipermainkan dan dibunuh. Kau paham maksudku?
Aku mendengarnya.
Kalian datang kemari ingin mengucapkan halo?
Kau bisa minum bersama mereka para homo.
Aku akan ke pusat kota mencari gadis...
agar kenopku bisa dipoles.
Saatnya untuk pesta yang sesungguhnya.
Jim.
Kenapa kau tak pernah datang mengunjungiku?
Siapa yang ingin mengunjungimu di kandang?
Tentu saja.
Sampai nanti.
Sampanye. Ayo bubar.
Ini milik Raja Tito.
Sarung tangan Raja Tito.
Dia beruntung sudah meninggal karena akan kupakai sarung tangan ini...
akan kusempalkan...
Seks.
Berapa harganya?
Tunggu saja nanti, kau bisa mendapatkannya.
Itu terlalu mahal untukku.
Kau harus membaca buku itu, Joey.
Kenapa?
Karena kupikir kau bisa mempelajari sesuatu.
Apa?
Bagaimana menjadi orang baik?
Joey, tak perlu mengatakan apapun. Paham?
Kenapa tidak?
Karena aku tak mau kau mengatakan apapun.
Tapi kita akan pulang, bukan?
Aku tahu. Aku sudah letih. Di mana dia?
Selamat datang kembali, Frank.
Senang melihatmu.
Senang bertemu denganmu.
Terima kasih untuk semuanya.
Demi kebebasan.
Ayo.
Bill, senang melihatmu.
Bill, Charlie, kau kenal Frank.
Apa kabar?
Senang melihat kalian datang.
Hakim, bagaimana kabarmu? Senang melihatmu.
Dengar, aku ingin memperkenalkan...
Aku ingin menyapa mitra yuniormu.
Hai, Frank. Senang melihatmu.
Kau harus lebih berhati-hati...
dalam urusan yang kau hadiri, konselor.
Yang dikenal perusahaan akan terus diingat.
Bukan begitu, Joey?
Pete, apa kabar?
Hei, Frank. Selamat datang kembali.
Halo, Frank.
Selamat datang kembali.
Kau kenal semua orang di sini.
Pete, bagaimana kabar keluargamu... Brian, Dennis?
Lebih baik dibanding saat kau meninggalkan kota, Frank.
Mereka semua bekerja.
Bagaimana denganmu?
Kembali dari kematian.
Frank White. Aku banyak mendengar tentangmu...
dan semuanya negatif.
Jangan percaya semua yang ditulis Pete di kolom...
karena...
Aku sudah direformasi.
Akan banyak orang yang senang mendengarnya.
Bukan begitu, Pete?
Apa yang bisa kami harapkan dari Frank White yang telah direformasi?
Aku ingin jadi walikota.
Anggap saja aku bercanda.
Tapi terlebih dulu, aku ingin bicara dengan Arty Clay.
Kenapa kau tak bisa tenang?
Seharusnya kita bersenang-senang di sini sekarang.
Katakan padanya aku memikirkan sesuatu.
Aku ingin bicara dengan mereka melalui dia.
Orang itu seperti binatang.
Dia takkan mau bertemu denganmu.
Mungkin kau bisa jumpai salah satu letnannya yang terbaik.
Katakan padanya...
Frank White ingin membicarakan bisnis dengannya.
Katakan saja padanya aku ingin tahu...
kapan dan di mana.
Kau tahu, konselor, mereka melakukan pekerjaan yang bagus...
dengan pria ini.
Dia lebih baik dari sebelumnya.
Aku permisi dulu...
kita akan bertemu beberapa saat lagi...
jika aku masih di sekitar sini.
Lihat dirimu.
Lihat dirimu.
Ada apa? Kau tak senang bertemu denganku?
Kau akan sama dengan lingkungan di mana kau ditempatkan.
Mungkin saat ini kau akan menjauhi masalah.
Itu tergantung pada seberapa bagus pengacaraku.
Kupikir orang-orang sepertimu...
tidak percaya pada proses hukum.
No comments yet. Be the first to leave one.