Pierwsze 200 wierszy.
Kisah ini dimulai di dunia lain.
Dunia yang seperti dunia kalian, namun juga berbeda.
Di dunia ini, jiwa manusia memiliki bentuk seperti binatang, yang dikenal dengan sebutan Daemon.
Hubungan manusia dan Daemon sangat sakral.
Dunia ini dikendalikan oleh Magisterium yang berpengaruh kuat.
Kecuali negara Utara yang liar, tempat para Penyihir membisikkan ramalan.
Ramalan mengenai seorang anak dengan takdir yang hebat.
Ketika terjadi banjir hebat, anak tersebut dibawa ke Oxford.
Buka pintunya!
Ada apa ini?
Ini Lyra dan Pantalaimon.
Aku, Asriel, meminta hak khusus Tempat Perlindungan Cendekiawan!
Tempat Perlindungan Cendekiawan?!
Akademi Jordan adalah tempat belajar,
tak cocok untuk anak kecil!
Dia tak aman di luar akademi.
Aku tak punya pilihan lain.
Aku tak punya pilihan!
Jaga dia!
Lyra, peraturannya mudah.
Kami tahu peraturannya, Pan.
Kau tak patuh pada aturan.
- Tak berarti aku tak tahu. - Kita harus menang kali ini.
- Mulai saja hitungannya. - Tiga, dua... satu.
Hei! Curang!
Lyra!
Maaf, Ny. Woodbridge!
Kubantu kau membersihkannya nanti!
Urus saja dirimu sendiri!
Lyra!
Lyra! Masuk kelas!
Olahraga, Guru Besar! Menguatkan tubuh, menguatkan pikiran!
- Roger! Lewat sini. Aku tahu jalan pintas! - Kau yakin?
Lyra! Lyra, tunggu aku!
Itu tearkhir kali aku menurutimu, Salcilia!
Lyra!
Curang! Kau tahu aku benci di bawah sini!
Lyra?
Lyra?
Dar!
Peti ini ada tengkoraknya.
Semua peti ada tengkoraknya,
Roger, memang itu tujuannya!
Ya, tapi aku bisa lihat tengkoraknya!
Hanya yang tutup petinya terbuka.
Yang tertutup membuatmu penasaran, apa yang tersimpan di dalamnya.
Aku tak berpikir begitu.
Tidak.
Kenapa Daemon menghilang saat kau mati?
Sedangkan manusia meninggalkan tengkorak menjijikan ini?
Apa kau pernah berpikir Pan akan jadi binatang seperti apa
saat dia berhenti berubah?
Aku pernah memikirkannya.
Pan dan aku pernah membicarakannya.
Menurut Pan, dia akan menjadi singa.
Aku tak pernah berkata begitu!
Menurutku, dia akan menjadi kungkang atau tikus.
Kau bilang kau ingin yang cerdik dan licik, seperti rubah.
Bagaimana denganmu? Menurutmu Salcilia akan menjadi apa?
Oh.
Musang atau tikus rumah?
Ayo kita minum.
Minum?
Lyra!
Lyra!
Kita harus pergi, badainya mengintai kita.
Belum.
Kita pasti punya cukup waktu.
Aku butuh satu lagi!
Kita harus mencari jalan keluar dari gunung.
- Berkemaslah. Cepat. - Ya, ya, baiklah!
Ambilah jalan sebelah kanan.
Thorold! Ini dia! Kurasa kita mendapatkannya!
Aku tahu Magisterium tak pernah berpetualang hingga jauh ke utara seperti ini,
sungguh, aku merasa kita... Kita sungguh mengadu nasib.
Akademi Jordan akan memutuskan yang paling meyakinkan saja.
Aku harus yakin dengan yang kita dapat
sebelum aku menghadap mereka.
Ayo. Ini dia.
- Apa tanganmu bersih? - Ya, Tuan.
Ini dia.
Kita akan biarkan badainya berhenti.
Saatnya kita membuat pertunjukan bagi para cendikiawan.
Kita akan ke utara besok pagi.
Tapi kita akan membawa teman.
Jika aku tak bisa membujuknya, dia yang akan melakukannya!
Mata akan terbuka
dan daemonmu akan berubah menjadi bentuk asli mereka
dan kau akan seperti dewa, memahami mana yang baik dan buruk.
Lyra, bisakah kau tetap terjaga?
Ya. Aku mendengarkanmu, aku mendengarkanmu.
Aku dewa, tahu yang baik dan buruk.
Kubilang, "seperti", Lyra.
Magisterium takkan mentolerir pelecehan.
Kupikir kita dilindungi oleh Tempat Perlindungan Cendekiawan?
Ya. Hak istimewa yang harus kita dapatkan, bukan disalahgunakan.
Tanpa Tempat Perlindungan Cendekiawan,
kau dan aku takkan berada disini.
Kau harus mengingatnya baik-baik, Lyra.
- Lyra! Itu pamanmu. - Sampai mana kita?
Ah, ya.
Akhirnya, aku bisa pergi ke Utara dengannya.
Lyra, jangan lakukan hal bodoh.
Pustakawan, maukah kau membacakanku bagian mengagumkan
soal motivasi ular dalam kisah Garden of Eden ?
Tugasku bukan untuk menghiburmu, Lyra.
- Magisterium takkan mengizinkan... - Kumohon.
Dimana bukunya? Ah, ya.
Kita menaruhnya di atas ini, bukan?
Dimana?
Ah, ini dia.
Ah,
terima kasih, Serena.
Ini dia.
Lyra?
Lyra!
Ini tak konyol?
Baiklah, cukup bersenang-senangnya.
Tidak, belum.
Dia disini.
Asriel...
... sudah waktunya.
Tidak, Lyra, jangan! Ruang Rehat sangat terlarang.
Bukan untuk berkumpul keluarga.
Hampir saja.
Apa ini Tokay?
Benar, Guru Besar.
Tahun 1938, seperti yang Anda pesan.
Seingatku, Lord Asriel sangat menyukainya.
Bagus. Sekarang pergilah.
Um...
Lakukan!
Sekarang!
Pan.
Kita tak tahu apa yang dimasukannya.
Jika bukan apa-apa, kenapa dia menyuruh kepala pelayan keluar?
Guru Besar adalah orang baik.
Dia selalu baik pada kita.
Dia ingin meracuni pamanku, Pan.
Guru Besar memerintahkan kami untuk menuangkan itu untuk Anda, Tuan.
Ren, aku tak ingin diganggu!
Hanya ada 13 lusin botel tahun 1938 tersisa.
Semua yang baik akan musnah.
Oh.
Oh. Tuanku.
Kita harus beristirahat.
Jika malam ini berjalan seperti yang kita harapkan,
kita takkan bisa tidur untuk sementara.
Lyra? Lyra, kau sedang apa?!
Lepaskan aku, akan kuberitahu.
Akan kupatahkan dulu lenganmu.
Anggurnya diracun!
Aku melihat Guru Besar meracuni anggurmu!
Kau melihatnya?
Ya.
Dia menambahkan bubuk putih, dan...
Menurut Pa, aku terlalu dramatis, tapi...
Kau lihat, bukan? Aku tak bohong.
Kenapa Guru Besar ingin meracunimu?
Kupikir dia teman kita?
Ceroboh, bukan? Ya.
Seseorang mencoba membunuhmu, kau justru menghancurkan buktinya?!
Pelankan suaramu!
Seseorang mungkin mencoba membunuhku, dan ya, kuhancurkan buktinya.
Kau seharusnya melakukan sesuatu.
Aku sedang melakukan sesuatu.
Aku heran kenapa Guru Besar melakukan itu padaku.
Aku yakin dia punya alasan bagus.
Jujur saja, jika aku jadi dia, aku akan tahu pada diriku sendiri.
Bertahun-tahun aku menanti pertemuan denganmu!
Dan itu sia-sia.
Kau menjengkelkan!
Dan kau sangat keras kepala. Setidaknya, dulu.
Kau ingin pekerjaan sekarang?
- Tidak! - Kau mungkin merasa...
- sempit disini. - Aku tak ingin pekerjaan.
Aku ingin kau memata-matai Guru Besar.
Semua yang dilakukannya.
Tapi, saat Dust disebutkan.
Apa kau bisa?
- Tapi... - Cepatlah, ada yang datang. Gadis baik!
Ayo, cepat!
Jika kau bersuara, aku takkan menolongmu. Kau sendirian.
- Kau paham? - Ya.
Ada sedikit insiden.
Sayang sekali.
Hanya 3 lusin lagi yang tersisa?
Apapun yang kita diskusikan malam ini akan tetap menjadi rahasia.
- Baik, baik. - Bahkan bagi Magisterium sekalipun.
Akademi Jordan takkan menjembatani gosip,
rumor atau kontroversi berbahaya.
Pengejaran ilmu pengetahuan
dan kebebasan akademik kita terlalu berharga untuk dikorbankan.
Benar, benar.
Lord Asriel.
Terima kasih, Guru Besar.
Sebagaimana telah kalian ketahui,
aku berada di Utara selama 12 bulan lalu,
dalam misi diplomatik kepada Raja Lapland.
Setidaknya, itulah yang pura-pura kulakukan.
No comments yet. Be the first to leave one.