Pierwsze 200 wierszy.
Tony!
Ya, ampun, Tony!
Tony!
Maaf! Volumenya rusak lagi!
- Matikan! - Sedang kucoba!
Setiap pagi!
Kenapa tak kau betulkan benda sialan itu?
Ya. Oke.
- Cabut stekernya! - Apa?
Cabut steker sialan itu, Tolol!
Astaga, Tony!
Cabut stekernya, Bodoh!
Tony!
Tony!
Oh, sial!
Sial!
- Mau berapa lama di dalam? - Tidak lama.
Oh, berengsek, sialan, bodoh, tolol.
Kenapa aku tak pernah bisa pakai kamar mandiku sendiri?
Ya, ampun.
- Hei, Sayang. Mau telur? - Tidak, terima kasih.
Effy sarapan. Tidurnya tidak nyenyak.
Keluar dari kamar mandi!
Aku mau kencing! Tony! Dia tak mau menjawabku!
Memangnya sedang apa dia?
Mengeriting jembutnya atau apa?
Coba pikir, sedang ada dia?
Kurasa kuncinya rusak lagi. Bornya di bawah bak cuci.
Kau membodohiku, ya, 'kan?
- Mau telur? - Aku mau kencing.
Jim, aku ingin tahu, apa kau harus selalu mengumpat?
Bodoh, tolol, berengsek, sialan. Di mana benda sialan itu?
Setiap pagi!
Diam.
Bangun, Tolol.
- Aku tidur. - Tidak.
Atau cuma bosan bicara denganmu. Tinggalkan pesan.
Dasar pemalas. Kita ada rencana, ingat?
Soal penismu. Hubungi aku.
Kena kau. Ini tidak aktif, Bodoh. Tinggalkan pesan.
Astaga, pemalas.
- Kenapa, Tony? - Tolong bangunkan Sid.
Ke tempat Sid? Rumahnya hampir satu kilo.
- Ya, pergilah... - Aku sedang latihan, Tony.
- Ada yang masuk. Jangan ditutup. - Ya, ampun.
Hai, Put.
- Berhenti memanggilku "Put". - Itu lucu.
Aku sudah sering melihat puting, punyamu yang terlucu.
Putingku tidak lucu, oke?
Itu menurutmu. Kau mau membantu Sid hari ini, 'kan?
- Apa? - Sid. Soal keperjakaan.
Kau bercanda.
Dia harus melepas keperjakaan dan kau harus membantu.
- Ya, ampun, Tony. Apa aku harus? - Kau berjanji.
Sebentar. Chris masuk. Jangan ditutup.
Terserah.
- Ya? Kau menelepon? - Ke mana semua orang?
- Aku masih di ranjang. - Bangunkan Sid.
Tak bisa. Aku sibuk. "Sibuk", ingat?
Oh, si Gigi Kelinci?
Salam dariku untuknya.
Kau sudah pernah dengannya, 'kan? Sekarang giliranku. Sampai nanti.
Ini bukan permintaan berat, Put.
Sid hampir 17 tahun.
Dia harus sudah tak perjaka sebelum itu atau jangan jadi temanku.
- Maksudmu apa? - Maaf, salah.
- Bisa tahan? - Tidak.
Mungkin kau bisa bantu Sid.
Suruh saja orang yang tuli, buta, dan bodoh.
- Jahat sekali. - Dah.
Mau ikut pesta?
Dah. Berhenti memanggil Michelle "Put".
Itu pas untuk putingnya yang lucu...
Kau masih di sana?
- Baiklah. - Apa?
Aku mau bantu jika Sid butuh sekali.
Kita lakukan di pesta nanti malam, ya?
- Kita rencanakan di kafe. - Rencana?
- Ya. Sampai nanti, Put. - Jangan sebut...
Bentuknya bagus.
Aku tak bisa bicara sekarang. Aduh!
Halo, Tony.
Tony?
- Tn. Jenkins, ini Tony. - Hai. Apa yang bisa kubantu?
Sedikit khawatir soal Sid.
Dia ada tes sosiologi 10 menit lagi...
Dia apa?
Bangun kau, bocah payah pemalas!
Bangun! Dasar bocah payah, bodoh, tak berguna!
Kenapa?
Kafe, sekarang. Kita punya urusan.
- Urusan apa? - Perjaka.
- Apa? - Perjaka. Keperjakaan.
- Keperjakaan siapa? - Keperjakaanmu.
Lanjutkan.
- Sebentar. - Tony?
Halo, Tone. Pamanku mau merajamku sekarang.
- Tidak mungkin. Pamanmu baik. - Ada apa?
Pesta nanti malam. Sid mau melepas keperjakaan.
Chris, Maxxie, dan aku mau ke acara nongkrong gay.
- Apa Chris homo? - Tidak.
- Kau homo? - Tidak.
Tetapi Maxxie bilang akan banyak gadis seksi di sana...
Tak ada yang mau mereka ajak tidur, kecuali kami.
Dasar tolol gila.
Sid berjuang sendiri untuk cintanya. Dia butuh dukungan.
Boleh dilihat?
Ya, ampun.
- Ya. - Maxxie, kami butuh kau malam ini.
Maaf, aku dan anak-anak mau ke acara nongkrong homo.
- Anak-anak? - Ya.
Biar mereka cuci mata dan menemukan.
Lupakan itu. Dengar, Max... Ya, ampun!
Berhenti berdansa. Aku tak bisa berpikir.
Aku harus berlatih untuk pertunjukan.
Ada tap dance di Death of a Salesman?
Butuh latihan. Sudah selalu kubilang.
Temui aku di taman sebelum kelas psikologi.
Oke.
Aku hebat.
Sid?
Kau masih di sana?
- Sid! - Ya?
Butuh rapat pribadi. Kafe, 20 menit.
Malam ini, kawan perjakaku, Sid,
persiapkan Tn. Lingga untuk masuk ke Nn. Liang.
Malam ini, Tn. Liang, bersiaplah untuk masuk ke Nn. Lingga.
Aku sial pagi hari.
Selalu begitu. Tak berolahraga, makanan sampah, dan kebanyakan kafein.
Diamlah.
Aku tak ada tes sosiologi, 'kan?
- Tidak. - Berengsek.
Pastikan ini bagus.
Percayalah. Malam ini, kita ke pesta dan kau melepas keperjakaan.
Kau akhirnya akan masuk "liang surgawi"...
Hentikan kata "akhirnya"!
Itu memalukan.
Itu biasa dan normal untuk anak 16 tahun...
Tidak. Itu memalukan, Sid.
Sial. Oke, bagaimana caranya?
Kita pergi ke pesta, lalu buat seorang gadis teler.
Saat teler itu, dia akan berpikir
bahwa kau cukup memikat untuk diajak bercinta.
- Siapa gadis itu? - Kurasa kau akan suka ini.
Oh, ya. Kau bocah kecil yang sangat beruntung.
Michelle?
- Dengan Michelle? - Sebentar.
Aku akan bercinta dengan Michelle.
Sungguh, Tony. Kau tidak tahu...
Hai.
artinya ini.
Mau merencanakan
atau kalian mau kurekam untuk masturbasiku nanti?
Baik. Siapa yang cukup bodoh untuk bercinta dengan Sid?
- Cassie. - Dia dirawat.
Dia boleh pulang. Dia cuma tak boleh memegang pisau.
- Dia akan pegang. - Kita butuh banyak ganja.
Beli satu ons. Kita jual di pesta.
Aku harus cari satu ons ganja?
Ada yang jual bayar belakangan. Bilang kepadanya besok kita bayar.
Kenapa tidak kau saja?
Aku mau tai chi, audisi paduan suara, dan tes psikologi.
Cassie jago soal selangkangan.
Asal dia tidak lapar.
- Kata siapa? - Semua orang.
Oke, hajar saja. Siapa nama pria ini?
Semuanya di sana.
Ini namanya? Mad Twatter?
Apa itu membangkitkan chi-mu, Karate Kid?
Itu bagus, Anthony. Sangat indah.
Terima kasih.
Kami akan senang jika kau ikut paduan suara.
Aku menantikannya.
- Hai. - Hai.
Teman-temanku pikir kau keren.
- Siapa? - Teman-temanku.
Mau ikut ke pestaku nanti malam? Akan seru jika kau datang.
Ajak teman-temanmu karena orang tuaku di Cloisters.
Kita akan gila-gilaan dan berdansa.
Sepertinya seru.
Setelah pukul 8.30 sesudah resital selo Miriam selesai.
Tak masalah.
Ajak teman-temanmu.
Pasti. Sampai nanti.
Kau sudah bertemu Cassie? Dia ikut, 'kan?
Ya, ampun, Michelle!
Bilang ke dia kita punya ganja dan Cheesy Wotsits.
Aku mau ke kelas psikologi, setelah itu bercinta denganmu.
Tenagamu penuh? Bersiaplah untuk Burung Super.
Kau! Hei, Bocah.
- Apa urusanmu di sini? - Wawancara.
Ini sekolah khusus perempuan. Di mana sekolahmu?
Aku mahasiswa Roundview College.
Kau pikir kau boleh seenaknya ke sini dan menyapa para gadis?
Aku ikut audisi City Chamber Choir
karena adanya kekurangan anggota laki-laki, pria.
Namaku Tn. Griffiths,
kepala bahasa Prancis dan sebutanku "Tuan".
Apa kalian diajari bahasa Prancis di kampus teknik itu?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.