Pierwsze 200 wierszy.
Kegelapan itu baik, penyabar dan selalu menang.
Matthew Stover
911. Apa keadaan daruratmu?
Tolong. Kirim orang.
Apa yang terjadi, Bu.
Kirim saja orang.
Deputi dalam perjalanan, Bu. Kau terluka?
Aku tidak tahu.
Aku harus keluar.
Bu, kau masih di sana?
Aku tak bisa keluar.
Dia mungkin masih di sini.
Kutemukan dia duduk di tengah ruangan.
Ruangan mana?
Ruangan buruk.
Ruangan buruk?
Dia terluka?
Petugas medis bilang dia dehidrasi, selain itu tak apa.
Itu darah orang lain.
Belum bisa kami identifikasi.
Loewen.
Maaf?
Namanya Cora Loewen.
Hei, Cora.
Butuh sesuatu? Mau air?
Bisa ceritakan yang terjadi?
Darah siapa di tubuhmu?
Aku cuma mau dia kembali.
Dia bilang kami bisa mendapatkannya kembali.
Siapa bilang begitu?
Kurasa kami bisa mendapatkannya kembali.
Noah?
Cora.
Sudah tujuh tahun.
|Subtitle by RhainDesign|
Wyatt.
Wyatt!
Hei! Bangun.
Kau harus membantuku sembunyikan semua ini.
Sial.
Kau ibu Noah Loewen?
Ada apa ini?
Kau tahu di mana putramu, Nn. Loewen?
Ya, tentu.
Baik. Apa-apaan?
Kami menindaklanjuti pemeriksaan, Bu.
Bisa konfirmasi jika dia ada di sini?
Pusat 15 mengirim dua orang.
Tak ada di rumahnya.
Rasa sakit kehilangan orang dekat bisa terasa tak tertahankan.
Kesepian, ketidakberdayaan.
Perasaan yang tidak dipahami oleh orang lain di planet Bumi.
Tapi semua orang di lingkaran ini merasakan itu
terasa akrab di beberapa titik.
Dan punya keberanian untuk duduk di ruangan ini,
untuk berada di sini bersama-sama, untuk penyembuhan semacam ini,
itu langkah pertama untuk mengambil kembali kendali.
Hatiku hangat saat tahu itu
mungkin membuat kalian sedikit nyaman untuk mendengarnya dan membagikannya.
Karena grup ini memberikan arti kehilangan Beverly-ku
yang aku tidak pernah berpikir mungkin terjadi.
Dan aku berutang itu kepada semua orang.
Baik, kamar pivot Kamis untuk minggu depan
Karena ruang bingo sudah dipesan.
Baik. Terima kasih sudah datang, semua.
Ini hari ulang tahunnya.
Atau, harusnya.
Itu akan menjadi hari ulang tahunnya.
Aku tidak pernah berbagi di sini.
Karena kupikir cuma dengan datang, aku bergerak maju atau
mengusahakan sesuatu.
Penyembuhan. Mungkin. Entah.
Mencari jawaban atas pertanyaan, mungkin.
Kupikir aku mungkin cuma membohongi diriku.
Mungkin tidak ada jawaban.
Tapi aku terus mencari itu.
Hal kecil yang mungkin bisa membantu.
Memicu sesuatu atau membantuku mengingat.
Tapi tidak ada apa-apa.
Aku tetap teler.
Cuma itu.
Dan aku tidak peduli apa yang orang lakukan padaku
atau yang diambil orang dariku selama aku teler.
Dan aku berjanji akan sembuh saat dia kembali padaku.
Dan aku sembuh untuk waktu yang sangat lama.
Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus bersikap.
Atau harusnya merasakan apa.
Apa yang harus kulakukan dengan semua ini?
Aku harus menyimpan harapan?
Seorang ibu harusnya menyimpan harapan, 'kan?
Ibu seperti apa aku jika menyerah begitu saja?
Tapi bagaimana jika aku tak mampu?
Bagaimana jika semua ini cuma omong kosong?
Sepertinya sudah setahun sejak itu.
- Hei, Cora. - Allison.
- Aku di sekitar sini, jadi... - Ya? Aku tak apa.
Coret ini dari daftar rasa bersalahmu.
- Aku di dekat sini. - Kau di dekat sini?
Mau minum bir?
Apa kabar?
Masih baik.
- Hari ini... - Ya. Aku tahu hari ini.
Kuperhatikan bagaimana orang melihatku.
Entah harus bilang apa.
Ya.
Saat mereka ngomong,
kuhabiskan seluruh percakapan menghibur mereka.
Bagaimana caranya?
Lalu di akhiri dengan omong kosong yang mereka tak bermaksud begiu.
Sumpah, jika kudengar, "Kita lakukan ini bersama-sama"
dari satu orang lagi...
Aku merindukan Ibu.
Ya, aku juga.
Tapi rumah besar itu terasa cukup sepi.
Aku cukup suka itu.
Cuma aku dan hantuku.
Noah suka rumah itu.
Dia menyimpan kamar untuk Noah?
- Ya, aku tahu. - Ya.
Aku terkadang tidur di sana.
Maaf. Aku lupa bagaimana bicara dengan orang-orang.
Aku tak akan pura-pura tahu rasanya jalani hidupmu.
Tapi, jika berguna, itu tidak pernah meninggalkanku.
Walau cuma sebentar.
Itu hampir sama dengan, "Kita bersama dalam hal ini."
Hei.
Kau harus pergi.
Ada yang salah?
Tidak, kau harus pergi.
Cora, aku tak bisa membantumu kecuali kau ceritakan yang terjadi.
Cora, biar aku membantumu. Aku mau sekali membantumu.
Ada seorang pria.
Apa?
Ada seorang pria.
Mau pesan apa?
- Hei. - Hei, apa kabar?
Aku di sekitar sini. Kupikir aku mau makan sedikit.
Apa yang enak?
Enak?
Burgernya aman.
Roti daging, tak terlalu banyak.
Mari kita hidup berbahaya.
Daging cincang.
Terima kasih.
- Kau boleh melakukan itu? - Apa?
Aku selesai sebentar lagi. Dan tidak ada orang di sini.
Kau penilai pelayan?
Mau sesuatu selain air?
Tidak.
Apa?
Jangan aneh.
Kancingmu.
Film favorit putriku.
Noah juga.
Ada teori ini.
Seluruh cerita ada di benak ayah.
Ikan badut jantan diketahui memakan telurnya.
Mereka melindungi sarangnya.
Memastikan semua aman.
Lalu berbalik dan mulai...
Teorinya adalah jika sang ayah memakan semua anak,
agar dia tidak pernah memiliki Nemo.
Jadi dia melanjutkan perjalanan ini, cuma...
Pergi mencari dia untuk menenangkan nuraninya.
Itu kelam.
Hei, aku sangat harus berterima kasih.
- Terima kasih? - Sudah berbagi.
Aku tahu itu bukan hal sepele, dan itu membantu orang.
Kita semua sendirian sampai kita tahu kita tidak sendirian.
Itu terjadi begitu saja.
Aku senang itu bisa membantu seseorang,
tapi motivasiku tidak semulia itu.
Ini sebenarnya berarti, "tidak ada" dalam bahasa Latin.
Jadi filmnya sebenarnya berjudul, "Finding Nobody"?
Kau baik-baik saja?
Daging cincang.
Tidak!
Kau merusak segalanya.
- Pakaiannya sudah diproses? - Terkonfirmasi.
Periksa darah?
Semua dikirim ke lab di pagi hari.
Bagaimana dengan panggilan 911, laporan orang hilang.
- Sesuatu seperti itu? - Tidak ada.
Darah siapa yang ada di pakaianmu, Cora?
Hewan, mungkin?
- Apa? - Kau lihat hal menyeramkan itu.
Bagaimana jika itu dari, entahlah, kambing?
Pemeriksaan lapangan menunjukkan dugaan positif hemoglobin manusia, Detektif.
Dia pemakai, Sersan?
Di zamannya.
Dia pasti memakai saat itu.
Mungkin.
- Hei. - Hei.
Hei.
Kau berhenti datang ke grup.
Ya, aku sangat sibuk sekarang, jadi...
Boleh masuk sebentar?
- Kurasa itu tidak... - Cuma sebentar.
Kami semua agak khawatir.
Aku tak apa.
No comments yet. Be the first to leave one.