Pierwsze 200 wierszy.
Pendaratan berbahaya!
30 detik, aku bisa mengeluarkan mereka! Tidak!
Bisa kudaratkan.
Keluar dari sana, Gunnerson!
15 detik, lindungi belakangku!
Gunnerson, naik. Pendaratan berbahaya.
Banyak salju di penyebrangan Overland, mungkin perlu di tutup.
Di luar dingin, aku akan tetap di dalam
dan hangatkan diri jika jadi kau.
Ada setengah terbalik di sini di penanda mil 18
kondisi badai salju lebat, sangat dingin.
Tapi bisa kami dapat bantuan di sini
sekitar mil penanda 18 di semi terbalik ini?
Dimengerti, kami ke situ.
Aku baru saja terima panggilan darurat dari area Brooks Range,
sekitar 20 mil barat laut Coldfoot.
Tampaknya pestanya ada 4 orang.
Entah apa yang mereka lakukan di sana dalam kondisi seperti ini.
Akan kucoba minta tim SAR untuk ke sana
segera setelah cuaca cerah.
Kurasa kami punya sekitar 3 jam siang hari ini.
Aku menghubungi untuk cari tahu adakah orang,
seperti apa cuaca di tempatmu
jika ada kemungkinan kau bisa mengudara atau berski.
Kantor Dr. Stevenson.
Ya, ini Bruce Gunnerson.
Dr. Stevenson ada?
Dia keluar kantor hari ini.
Ini hari liburnya.
Ada pesan untuknya atau ada yang bisa kubantu
di sini di kantor?
Aku perlu bicara dengannya.
Ada cara dia bisa meneleponku?
Seperti kubilang, ini hari liburnya.
Seberapa serius masalahmu?
Aku cuma perlu bicara dengan seseorang.
Baik, begini saja.
Akan kucoba menghubungi dan mengabarinya jika kau menelepon
dan akan kupastikan apa dia bisa menghubungimu hari ini.
Oke.
Oke, sampai jumpa.
Atas panggilan darurat itu?
Bisa kudengar pesannya?
Izinkan kuberi isyarat, sebentar.
Kami butuh bantuan darurat.
Jika dengar ini, kami terdampar sekitar 20 mil barat laut Coldfoot.
Kami di Pegunungan Brooks. Ada 4 orang.
Kami jalan kaki.
Dalam badai salju. Telepon satelit kami tak bisa diandalkan.
Kami cedera.
Kami diburu sekarang.
Dia bilang mereka diburu?
Itu yang kudengar?
Benar.
Ini Gunnerson.
Kudengar dari tadi.
Suara panggilan darurat itu, sepertinya kutahu siapa itu.
Beberapa tahun lalu, aku bertemu dia di Cafe lokal.
Pria Brazil, bepergian dengan gadis pirang dari Texas.
Sangat menarik, Bruce.
Nanti kuhubungi untuk lebih jelasnya.
Bagaimana cuaca di atas sana?
Hujan salju lebat di sini.
Bisa kirim koordinat terakhir posisi mereka yang diketahui?
Segera, Bruce.
Tapi jangan lakukan hal gila, kami akan kirim seseorang.
Kami akan bentuk tim SAR saat cuaca cerah.
Aku akan menurunkannya sejauh 200 kaki, lihatlah.
Diterima.
Aku tak bisa lihat apa-apa dari atas sini.
Aku akan memutar ini.
Boleh kami gabung?
Ini jauh dari rumah?
Aku di Texas, lebih jauh bagi dia.
Brazil.
Kau habiskan waktu di Brasil?
Sekitar tiga tahun.
Jerat turis biasa.
Aku pilot.
Namaku Bruce.
Alison.
Panggil aku Ally.
Juan Carlos.
Sudah lama di sini?
Kami terbang di siang hari sore ini.
Aku segera kembali.
Jadi karena apa?
Kawin lari?
Bulan madu?
Aku belum menikah.
Bukan itu yang kutanyakan.
Carlos dan aku rekan kerja. Kami bekerja sama.
Kalian pasti bekerja di bidang psikologi.
Sebenarnya, aku akuntan.
Aku tak akan pernah menduganya.
Kenapa?
Karena kau terlalu menarik.
Kusadari di situasi seperti ini,
terisolasi total,
bahwa orang asing yang lewat lebih mungkin membuka diri
dan saling jujur.
Aku tak menganggapmu asing.
Kau resmi jadi teman.
Selamat.
Aku akan bersulang untuk itu.
Kusadari orang-orang yang bepergian ke tempat-tempat terpencil seperti ini
cenderung cari sesuatu yang lebih besar dari kehidupan mereka.
Sedikit kesepian?
Lumayan.
Kurasa seseorang yang memilih hidup dan bekerja
terisolasi seperti ini berarti kabur dari sesuatu.
Dan tidak sedikit kesepian.
Tapi sangat kesepian.
Aku diberi giliran lagi?
Tidak.
Tapi tolong beritahu aku, bagaimana seseorang bisa hidup terisolasi seperti itu?
Main kartu.
Yang banyak.
Selagi di sini.
Mustahil kau mengalahkanku.
Aku sering bermain.
Baik.
Aku harus menanyakan pertanyaan serius padamu.
Tadinya aku mau tanya saat kita pertama duduk.
Tapi kupikir pada akhirnya kau akan mengungkitnya.
Jadi aku sadar ini kabin satu kamar.
Tapi kenapa kita duduk di lantai?
Saat pertama kusewa tempat ini,
tak ada perabotan apapun.
Tak ada meja kartu, kursi lipat, bantal?
Bruce, kulihat sekeliling dan aku bahkan tak melihat bantal.
Bagaimana kau bisa tinggal?
Ada kebebasan langka
mengetahui jika aku bisa mengambil semua barangku
dan keluar dari pintu itu kapan saja
dan pergi ke mana saja di dunia dengan mudah,
tidak meninggalkan apapun.
Militer mengajarimu itu.
Kau pernah bertugas?
10 tahun.
Aku menerbangkan helikopter.
Biar kutanya serius padamu.
Kenapa kau di sini?
Kau tak berada di sini karena daftar keinginan.
Tentu tidak dengan rekan akuntan Brazil itu.
Aku akuntan.
Tapi kau benar, ini tak ada dalam daftar perjalanan.
Aku memilih tak berada disekitar sini.
Sekitar 3 tahun lalu, Ayahku hilang di daerah ini dalam perjalanan penelitian.
Carlos kolega Ayahku.
Dan kami di sini kedua kalinya sejak dia menghilang,
mencari jawaban.
Jika itu tak menyurutkan suasana.
Tidak, aku prihatin mendengarnya.
Kenapa sekarang?
Sepertinya lebih masuk akal
berada di sini di musim panas, bukan di musim dingin.
Rumit.
Bisa kubantu.
Aku punya pesawat.
Aku kenal orang-orang.
Sudah larut.
Kau tak harus pergi.
Biar kubantu.
Dengar Bruce, kuhargai kebaikanmu, keramahtamahanmu.
Kau orang hebat, Bruce, sungguh.
Tapi aku harus pergi.
Tenang.
Kau yang melakukan panggilan darurat itu?
Mana yang lainnya?
Hei.
Kau tak apa.
Kami dengar pesawat, keluar untuk mencarinya.
Jarak pandang terbatas.
Aku sedang menuju kembali.
Sampai di puncak pohon.
Kau jatuh?
Jadi kita tak punya jalan keluar?
Tidak sampai cuaca cerah, tapi mereka akan tahu di mana kita.
Kita tak akan selamat.
Kita akan selamat.
Ada sesuatu di luar sini yang mengintai kita.
Mana yang lainnya?
Lewat sini.
Ini pesawat yang kita dengar, dia jatuh.
Dia sendiri.
Alison bersamamu?
Sayangnya kami kurang siap, Bruce.
Sayangnya tidak siap.
Cuacanya cerah, mereka tahu di mana kita.
Mereka akan menemukan kita.
Mereka akan menemukan kita?
Ya, mereka akan menemukan kita.
Kenapa kau di sini?
Itu pertanyaannya, bukan?
Pernah dengar teori bumi bagian dalam?
Asal usulnya berasal dari hampir setiap budaya dan peradaban
dari awal mula manusia.
Orang Yunani kuno, Suku Naga Angami di India,
penduduk asli Amerika, suku Indian Brazil di Sungai Parima,
No comments yet. Be the first to leave one.