Pierwsze 200 wierszy.
Kau harus menyadari siapa dirimu
Ketika di panggung
Kau harus mendalami emosi sang karakter
dan mengeluarkan semuanya dari dalam
Kau harus bekerja keras.
Lebih banyak kau berlatih
lebih baik kau dapat mendalami karakter
Jika karakter dan dirimu sudah bersatu
Itulah yang disebut dengan "akting"
Miringkan kepalamu ke kiri pelan-pelan
Fokus.. bengkokan lututmu Regangkan kedua tanganmu
Tarik napas
Bayangkan kau sangat marah Sangat sangat marah!
Pergi ke tengah
Ayo!
Kiri!
Kapan kau akan tampil?
Santailah...sebentar lagi.
Itu! Kau lihat? Apa kau pikir aku tertawa seperti seorang yang profesional?
Semua orang disana sedang tertawa.
Apa yang kau tahu? Kau tidak pernah ikut kelas akting.
Jika kau pernah mengikutinya
Kau akan tahu tawaku berbeda dengan yang lainnya..
yang lainnya hanya berpura-pura.
Akting apa? Aku tidak mengerti.
Lihat? Kami menyebutnya akting dari dalam.
Halo...Saya petugas polisi..
Bisakah aku meminjam koranmu?
Oke.
THE VICTIM
Kantor Polisi Bangna Metropolitan
Ruang Investigasi
Letnan Polisi Teerasak Kedkaew
Ada seseorang untukmu Pak..
Oh.. Selamat pagi.
Selamat pagi.
Silahkan duduk.
Tetntang apa yang kau katakan kemarin
Oh, apa kau tertarik?
Aku sangat senang mengetahuimu dapat membantuku
karena aku harus melakukan banyak aksi reka ulang dalam berbagai kasussangat memusingkan!
Tapi .. aku belum pernah melakukan ini sebelumnya.
Aku tidak yakin dapat melakukannya dengan baik.
Kau tidak akan menjadi yang terburuk dibandingkan yang kami miliki sekarang..
Dimana kau menikam dia?
Seperti ini? Selanjutnya apa?
Di ujung lorong
Oke...Ayo !
Dimana alat penerimaku? Hei! Kembalikan!
Dimana kau menikamnya?
Disini.
Lalu?
Dan mendorong dia ke sungai.
Hei!
Tolong!Tolong!
Ada apa?
Jika kita memainkan karakter seseorang yang telah mati
apakah kita tidak mengganggu roh mereka?
Tidak...
Kita membantu mereka untuk menangkap penjahatnya.
Jadi kita melakukannya untuk alasan yang baik, benar kan?
Bill kumohon!
Kau siap?
Ini kasus pemerkosaan.
Mereka bahkan belum melakukan apa-apa.
Semua siap?
Siap Pak!
Semua sudah siap, Pak.
Bersiap...
Apa yang kau tunggu?
Dimana Ting?
Ting! Ting!
Hari yang indah!
Baju ini wanginya enak.
Selanjutnya apa?
Dan aku mendekatinya
Kesana... cepat!
Lakukan!
Buka bajumu.
Teruskan!
Buka bajumu! Cepat!
Ibu! Tolong aku!
Anak setan!
Hei! Lakukan sesuatu!
Jangan takut. Aku disini untukmu, sayang
Dia akan dipukuli hingga mati.
Terima kasih.
Ini pekerjaan pertamaku.
Kumohon maafkan aku jika melakukan sesuatu yang salah.
Bisakah aku meminta tanda tanganmu?
Kau sekarang seorang superstar!
Tentu!
Tanda tangani dengan bagus, oke?
Apa ini sudah cukup bagus?
Terima kasih! Kuharap kau akan semakin terkenal
Bisakah aku meminta tanda tanganmu juga?
Hai Letnan.
Hai.
Apa kau sudah diberitahu tentang kekacauan pada hari itu?
Tidak begitu.
Faktanya, aku mendapat banyak pujian
karena kita berhasil menangkap bajingan itu.
Itu karenamu.
Rekanku di kantor yang lain
ingin kau bekerja sama dengan mereka juga.
Dan bagaimana menurutmu?
Aku bilang "ya" untuk mereka
Aku juga meminta bayaran yang tinggi untukmu.
Terima kasih.
Aku tidak bisa melakukannya. Biarkan aku pergi.
Maafkan aku
Tidak peduli bagaimana sulitnya, aku tidak akan pernah kembali.
Ting... Kau tidak ingin menonton gameshow?
Sekarang dimulai
Ah...Aku tidak akan menonton dulu untuk beberapa waktu.
Aku diajak untuk mengikuti kasting opera sabun.
Breaking news...
Mengenai misteri hilangnya Meen, mantan Miss Thailand
Para polisi menemukan petunjuk tambahan
Potongan-potongan jaringan miliknya
Meskipun begitu, mereka masih enggan untuk mengambil kesimpulan
Apakah dia masih hidup atau sudah mati?
Sejauh ini, masih belum ada yang dicurigai sebagai tersangka.
Kasus ini sangat menarik perhatian di berita-berita
baik itu di Thailand maupun di luar negeri.
Karena dia mantan pemenang kedua Miss Universe.
Sejauh ini kami mengetahui sebagian kecil tentang kasus ini.
Tidak ada bukti ataupun petunjuk keberadaannya dimana sekarang.
Kasus ini masih diselimuti misteri
Tapi kita telah menemukan suatu petunjuk.
..yang membantu kita untuk memecahahkan kasus ini
Sangat menarik, polisi sudah menemukan suatu bukti
..ceceran darah dan jaringan hatinya yang membuktikan dia telah mati.
Jackpot! Ini waktunya untuk superstar besar!
Tapi bagaimana mereka menemukan bukti-bukti ini sangat aneh.
Sebelumnya, mereka katakan bukti-bukti di kasus tersebut
tidak meyakinkan.
Mereka diberitahu oleh hantu.
Diberitahu hantu?
Ya, memang!
Mereka menyewa kamar tiap bulan...
Di malam hari, mereka masuk ke kamar tersebut, laki-laki dan perempuan
dia di kamar tersebut.
Hei! Apa itu?
Tolong! Tolong aku!
Kamar yang mana itu?
Apa yang membuatmu menjerit?
Kau tidak lihat itu, sarge?
Lihat apa?
Dari bukti yang ditemukan di tempat
polisi menyimpulkan bahwa
tersangka, Tuan Jarun Wijitpaisan..
telah dibunuh oleh Nyonya Rminda Wijitpaisan
Ia menyembunyikan kasus dengan memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Pembunuhan terjadi pada 19 September 2005.
di Motel Srinuch Palace , ruang 301A.
Hello.
Tentang kasus Meen
dimana dan kapan kau ingin aku memulainya?
Mereka memiliki polisi wanita. Ia berperan sebagai karakter Meen.
Tidak apa-apa.
Maafkan aku.
Oke.
Meen,jika aku mendapat kesempatan untuk berperan sebagai dirimu
aku akan berakting dengan hati untukmu.
Kau akan pergi sekarang, pak?
Ya.. Setelah kasus ini ditutup.
Sampai jumpa.
Ya, selamat malam.
Apa? Dia mati?
Serangan jantung?
Bukankah ia masih muda?
Oka.. aku akan memberitahunya tentang ini.
Halo, Letnan.
Hello.
Baiklah, tentang kasus Meen.
Mereka akhirnya bersepakat untuk memberimu peran sebagai Meen.
Sungguh? Bagaimana bisa?
Well...
Petugas yang tadinya akan berperan sebagai Meen, mundur.
Bagus!
Aku akan melakukan yang terbaik. Aku janji.
Terima kasih banyak.
Para penonton akan tahu itu hanyalah sebuah pertunjukan.
Peran itu sangat kuat.
Apa kau khawatir?
Aku harus melakukan pencarian lagi.
Tapi aku tidak begitu khawatir.
Bagamana dengan kasus perceraianmu dengan Dokter.. Jarun?
Aku tidak inign membicarakannya.
Nona Meen, tunggu. Bisakah aku menanyakanmu sebuah pertanyaan
Aku harus melakukan penelitian lagi.
Tapi aku tidak begitu khawatir.
Aku harus melakukan penelitian lagi.
Aku harus melakukan penelitian lagi.
Tapi aku tidak begitu khawatir.
Aku harus melakukan penelitian lagi.
Tapi aku tidak begitu khawatir.
Terima kasih, Meen.
Aku akan melakukan yang terbaik
No comments yet. Be the first to leave one.