Pierwsze 200 wierszy.
Bertahun-tahun yang lalu,
ada kerajaan yang makmur
penguasanya adalah Vikramaditya yang pemberani.
Kekeringan yang mengerikan menimpa tanah.
Orang-orang sekarat karena kelaparan dan kehausan.
Vikramaditya sangat kecewa dengan keadaan rakyatnya.
Seorang penyihir kemudian mendatangi raja dan berkata:
“Vikramaditya, di gua-gua Vindhyachal, ada sesosok tubuh di pohon beringin."
"Betaal yang agung hidup di dalam pohon."
"Bawa Betaal padaku dan akan kubakar lalu membebaskan kerajaanmu dari kekeringan."
Mendengar ini, Raja langsung lakukan perjalanannya.
Perjalanan itu panjang dan penuh dengan rintangan berbahaya.
"Hati-hati! Betaal akan menceritakan kisah kepadamu.
"Dan mengajukan pertanyaan tentang kisah itu.
"Jika kau tetap diam, namun tahu jawabannya,
"Kepalamu akan meledak berkeping-keping.
"Dan jika kau menjawab dengan benar,
"Betaal akan melarikan diri."
Vikramaditya, hanya ada satu jalan keluar dari dilema ini.
Jangan tertipu oleh kisah Betaal.
Haruskah aku menceritakan sebuah kisah?
Diterjemahkan oleh: Alif Akbar Badarudien Follow my instagram: @alifakbarb
Pappu, apa ini tempatnya?
- Jangan malu. - Ya. Ini dia.
Aku sudah lakukan pekerjaanku, sekarang terserah kau.
Jika mereka tak ada, kau akan bermasalah.
Jangan khawatir, Pak. Percayalah, mereka ada disana.
Pappu, ini. Simpan ini.
- Istirahatlah beberapa minggu. - Baik pak.
Kita mempercayai Pappu? Apa kita akan masuk?
Siapa yang tahu berapa banyak mereka. Haruskah kita menunggu backup?
Aku benci telat.
- Apa ini waktunya untuk datang? - Maaf pak.
Kami telat karena membereskan kekacauan di KKC College.
- Siapa dia? - Anak baru. Sangat baru!
Pak, namaku Deepak.
- Selamat datang di STF Polisi UP, Deepak. - Terima kasih pak.
- Sudah menikah? - Belum pak.
- Punya pacar? - Tidak pak.
Pak Prabhakar, dia hidupnya kesepian, dan kau tak menjaga rekan satu timmu.
- Dia takkan menyukai metode kita. - Kenapa?
Deepak terlihat lemah.
Punya pengalaman, Deepak? Atau...
Tidak pak. Tidak pernah dapat kesempatan.
Kau akan beruntung hari ini, Deepak, jika kau berhasil keluar hidup-hidup.
- Tetap di belakang. - Ya pak.
Oh, dua bersaudara ini telat.
Maafkan kami, Pak. Kami harus berurusan dengan pinjaman properti.
Ayah meminjam uang dengan sebidang tanah, jadi kami lunasi hari ini.
Dua putra yang baik.
Kau kalah berapa pada taruhan kali ini?
Semuanya, Pak! Tapi aku akan menang besar pada pertandingan kriket berikutnya.
Wow!
- Sudah beritahu polisi setempat? - Sudah, pak.
Ansari, sembunyikan perutmu.
Atau mereka akan melihat perutmu sebelum mereka melihat senjatamu.
Siap?
Kau yang pertama.
Kau akan mati, Deepak.
Maaf pak.
Prabhakar-ji!
Pak, kumohon... aku menyerah.
Terlambat.
Kau kehabisan tempat persembunyian, lalu kau memutuskan untuk menyerah.
Aku tak berpikir jernih, pak.
Dimana Vedha?
Aku bersumpah. Aku tak tahu.
- Dimana Vedha? - Jangan tembak!
Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan.
Contohnya?
Uang, pak. Sebutkan saja angkanya.
Uang terlalu berlebihan, Muni.
Itu bisa mengubah hidup,
tapi tak bisa membeli takdir.
Ceritakan sebuah lelucon!
Hah?
Tahu lelucon?
Aku ingat sebuah lelucon.
Pak, berapa dua ditambah dua?
Empat.
Enam.
- Bagaimana bisa? - Karena salah.
Tak lucu.
Aku akan memberitahumu yang lain.
Seekor gajah dan semut...
Jangan menjadi orang bijak.
Mereka adalah anggota geng baru. Bawa mereka ke rumah sakit.
Ya.
Abbas, kenapa kau berhenti?
Deepak, ini TKP, bukan Taman Nimbu.
- Berhenti berjalan-jalan. - Maaf pak. Maaf.
Yang di lantai atas si Muni, kan?
Ya.
Dia didakwa dengan 5 pembunuhan dan 8 penyerangan.
Dan dia?
Tak ada informasi tentang dia, pak.
Dia diayak, seperti sekam dari gandum.
Pak, dia tak bersenjata.
Tak bersenjata?
Jika CP tahu, dia akan menyuruh penyelidikan.
Dimana senjata yang kita sita pada pertemuan Naka Hindola?
Di jip. Akan kuambil.
Siapa yang punya 38 peluru?
Pak, aku.
Deepak.
Sidik jarimu akan ada di seluruh peluru.
Kau bisa di tahan karena itu.
Belajarlah dari Prabhakar.
- Yang terakhir siapa? - Aku, pak.
Oh, Prabhakar, kini giliranmu.
Jika Prabhakar-ji terluka, listrik bisa menjadi padam.
Di lengan, kumohon.
- Deepak, pegang lengannya. - Pak.
- Jangan gemetar, Deepak. - Ya.
- Prabhakar. - Ya.
- Siap? - Ya.
Hitungan tiga. Satu...
- Kenapa kau berteriak? - Maaf pak.
Deepak, dia kidal atau kanan?
- Tak tahu, pak. - Di tangan mana dia pakai jam?
Kanan... bukan, kiri, pak.
- Artinya? - Dia kidal, pak.
Inilah ceritanya.
Kami mengikuti mereka.
Lalu mereka melepaskan tembakan lebih dulu.
Abbas menunduk; peluru mengenai dinding di belakangnya.
Dia menembak lagi, lalu mengenai lengan Prabhakar.
Kami balas tembakannya.
Mereka berlari keluar, sambil menembak. Kami kejar mereka.
- Raja Babu terbunuh dalam pertemuan itu. - Ya.
Muni berlari ke arah itu. Kami mengejarnya, lalu menembaki kami.
Kami balik menembaknya.
Dia mati di tangan kami. Kami harus menembak untuk bela diri.
- Jelas? - Ya.
- Ada pertanyaan? - Tidak pak.
Bagus.
Ya, aku tahu, pak...
Polisi menangkap orang yang salah lagi.
Aku sudah lakukan pemeriksaan latar belakang secara lengkap.
Dia adalah seorang mahasiswa, pak. Tak ada riwayat buruk.
Nyonya pengacara, istriku hilang.
Apa?
Tidak, tidak, tidak, tentu saja, aku tahu.
Ayahnya datang ke kantor kami tempo hari.
Di dekat Danau Moti, pak, itu akan aman.
Siapa?
Oke.
Kenapa takut polisi, pak?
Apa kau akan melahapku dengan tatapanmu?
Apa kau punya mata di belakang kepalamu?
Itu sebabnya aku benci polisi.
Aku juga benci pengacara.
Boleh mengeluh?
Lihat kesana.
Kita pindah ke Lucknow 6 bulan yang lalu,
dan kau masih belum beres memperbaikinya.
Oke.
Hei!
Jual beli hati jauh lebih mudah
- Apa pekerjaanmu? - Aku pengacara.
Aku benci polisi.
Wiski dengan es.
Wiski dengan es, tolong.
Tapi sihirmu telah menguasaiku
Kuserahkan hatiku padamu
Wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, sekarang ini adalah panggilanmu
Kuserahkan hatiku padamu, wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, Kau pun milikku sepenuhnya
Kau lakukan semua hal ini untukku.
Lalu memberiku hadiah.
Aku merasa tak berguna.
Memetik bintang dari langit
Tapi aku tak bisa menjanjikanmu
Cintaku sederhana, tanpa embel-embel
Aku kehabisan kata-kata untuk menjelaskannya
Mau tidur?
Ayo... tidurlah.
Terima kasih.
Kuserahkan hatiku padamu, wahai kekasih
Aku milikmu sepenuhnya, Kau pun milikku sepenuhnya
Sohail.
Tetap tenang. Tak apa. Tak apa.
Apa! Biaya sekolah anakmu 150.000 rupee!
- Mereka menyuntik ilmu pada anakmu? - Tidak, temanku.
Ini bukan masalah ilmu. Menyekolahkannya untuk gengsi.
Banyak anak orang kaya yang belajar disana.
Prabhakar, putri CP kita juga belajar disana.
Dia teman sekelas anakku.
Apa itu sebabnya kau menyekolahkannya disana?
Agar mereka menikah suatu hari nanti?
Kau akan diundang!
Baru datang.
Kenapa kau terlihat ketakutan?
Bayangkan penderitaanmu jika kau harus menghadapi Vedha secara nyata.
Vedha?
Siapa Vedha?
Vedha Betal.
Mithilesh Tiwari yang memerintah Aminabad. Dia orang yang hebat.
12 pengawal bersenjata menjaganya, seharian.
No comments yet. Be the first to leave one.