Pierwsze 200 wierszy.
SmilyMADman Subs Diterjemahkan oleh Muhammad Khairul Septian
SEBUAH PRODUKSI DAIEI CO. LTD.
Debunya banyak sekali.
Syukurlah aku buta.
ZATOICHI MENDOBRAK SEKISHO
Cerita Asli oleh KAN SHIMOZAWA
Produser dan Naskah oleh SHOZABURO ASAI
Sinematografi oleh SHOZO HONDA Tata Artistik oleh SHIGERU KATO
Musik oleh TAICHIRO KOSUGI Disunting oleh HIROSHI YAMADA
Dibintangi oleh:
SHINTARO KATSU
MIWA TAKADA EIKO TAKI
MIKIJIRO HIRA, AKITAKE KONO
TOMOSABURO II, KOICHI MIZUHARA KICHIJIRO UEDA
JOTARO SENBA, NAKAJIRO TOMITA IKUKO MORI, YUSAKU TERASHIMA
DAIMARU NAKATA, RACKET NAKATA TOKIO OKI, HAJIME KOSHIKAWA
Disutradarai oleh KIMIYOSHI YASUDA
- Di sana. - Di sana!
Layang-layang, ya.
Ini punya kalian?
Aku terkejut karena jatuhnya ke wajahku.
Nah, ambillah.
Paman, terimakasih.
Riangnya anak-anak.
Mungkin cuma anak kecil yang dapat
melihat matahari tanpa malu.
Kau mau pergi ke mana?
Aku menuju Kasama.
Bagus. Boleh minta tolong?
Pertolongan apa?
Jika itu sesuatu yang orang buta bisa---
Akan sangat membantu jika kau mau lakukan.
Urusan apa?
Pergilah ke penginapan Musashi,
dan berikan ini kepada pelayan bernama Osen.
Begitu ya.
Aku buta, jadi tak bisa membaca surat.
Itu bukan surat cinta.
Benarkah? Pikirku begitu.
Jangan sampai dilihat orang lain.
Beri langsung pada Osen.
Akan kulakukan.
Kuharap aku bisa bayar, tapi aku tak punya uang.
Tak apa. Tempat itu juga tujuanku.
Minta tolong, ya.
Aku menerima misi aneh.
Dan katanya ini bukan surat cinta...
Terserahlah.
Bersih dan sucikan rumah ini. Semoga bisnis berjalan lancar.
Yo! Hanataro-san!
Datang lagi tahun ini.
Senang bertemu. Kalian terlihat baik.
Hanataro-san, Hanataro-san.
Sudahlah! Kalau disebut terus, nanti terbelit.
Mana mungkin begitu, lho, Hanataro, Hanata... benar juga ya.
- Jangan konyol. - Maaf.
Mana temanmu?
Dia sedang mandi sebelum tempatnya ramai.
Berarti aku harus buruan. Permisi.
Tunggu dulu.
Kau bodoh ya? Mana mungkin kau boleh masuk.
- Menurutmu begitu? - Pakai nanya.
Hei.
Kami sudah siapkan tempat, jadi berkumpullah di aula besar.
- Tunggu dulu, Daigashi*-san. - Jaga sikapmu.
*Yang bertugas mewakili Kashimoto.
Kami cuma melawak ke sana-sini, jadi tak butuh tempat.
Ini perintah Oyabun.
Kalau mau berbisnis di sini saat Tahun Baru,
datang ke aula besar.
- Bagaimana ini? - Lupakan saja.
Hah? Apa katamu tadi?
Tak perlu pelototi aku.
Maksudnya lupakan untuk tidak pergi ke sana.
Bicara yang benar.
Itu tidak adil.
Kita tak bisa bisnis tanpa punya tempat.
Boneka daruma ya.
Itu daruma tanpa mata.
Jangan berkata begitu pada orang buta.
- Itu tak apa. - Itu dagangan Tahun Baru.
Buatlah harapan dan berikan matanya kalau terwujud.
Kalau harapannya terwujud, ya.
Kuharap bisa jadi daruma.
Ambillah kalau kau mau.
Eh? Tapi ini daganganmu.
Boleh, kok. Ya, kan?
Terima kasih banyak.
Maaf, apakah ini penginapan Musashi?
Benar.
Terima kasih.
Daruma tak bermata jadi temannya orang buta.
Ayo berteman baik.
Osen-chan, ada yang mencarimu.
- Siapa? - Seorang anma.
Anma? Kenapa ya...
Aku permisi dulu.
- Hei, pesananku sudah siap? - Ya, sebentar.
Kau mencariku?
Kaukah Osen?
Aku diminta mengantarkan ini padamu.
Di mana kau dapat?
Cukup jauh di luar desa.
- Dia mengatakan hal lain? - Tidak.
Begitu. Maaf merepotkan.
Anu, apa itu kabar buruk?
Tidak, kok.
Aku takut aku menjadi pembawa kabar buruk.
Aku mau nginap. Adakah kamar untukku?
Begitu ya. Kami sudah penuh.
Semua tempat penuh karena para pedagang Tahun baru.
- Tapi biar kuusahakan. - Terima kasih.
Permisi.
Bolehkah anda sekalian berbagi kamar ini dengan tamu lain?
Yah tapi, mau buta atau tidak, dengan lelaki itu gawat.
- Aku tidak apa-apa. - Eh?
Semua tempat penuh, jadi harus membantu.
Terimakasih. Anma-san.
Permisi. Aku izin masuk.
Terima kasih.
Tunggu, apa pelayanku belum kembali?
Belum.
Dia pergi ke Shinozaki.
Mungkin tak bisa kembali hari ini.
- Terimakasih. - Ya.
Kurasa ada dua wanita di sini, ya?
Sangat menyenangkan.
Untunglah aku buta,
jadi bisa berbagi kamar dengan wanita begini.
Kalian berdua bepergian bersama?
Tidak.
Begitu ya?
Yah, karena kita telah dikumpulkan bersama seperti ini,
mungkin aku bisa beri pijatan nanti.
Aku tidak perlu.
Maafkan aku.
Daigashi, persiapan sudah siap.
Baik. Dengar, semuanya.
Mulai tahun ini,
sewa dari berbisnis di sini pada pesta Tahun Baru,
adalah 40 persen dari pendapatan kalian. Paham?
- Itu terlalu tinggi! - Kami tidak bisa untung!
Lebih baik tidak usah bisnis saja!
Itu dua kali lipat dari bayaran tahun lalu!
Berisik!
Kalau tidak suka, pergilah ke tempat lain.
Sialan. Itu sudah terlambat.
- Mereka sengaja. - Dasar keparat.
Mulut siapa tadi?
Entah ya. Dirimu? Kau? Kau?
- Siapa ya? - Biar kutebak.
Jika ada yang membantah, maju kemari.
Jika kau membantah, maju kemari.
- Maaf, tuan. Ampuni kami. - Diam.
Ooh, aku takut, aku takut.
Ini bukan cuma keputusan Oyabun.
Perintah ini datang langsung dari Kori-Bugyo*!
*Pemerintah daerah/distrik. Sederajat Daikan.
Sudah kubilang, kan?
Aku ingin ke tempat lain tahun ini, tapi kau tak mau.
Jadinya kacau balau.
- Baiklah, tuan. - Selamat, tuan.
- Bodoh! - Sudah paham?
Kau siapa?
Cuma ronin biasa.
Oi, tunggu.
Mau sewa jasaku?
Baik. Akan kami antar pada Oyabun.
Tuntun aku.
Bajingan itu. Kita harus---
Tenanglah. Jangan gegabah.
Maksudnya, kita harus latihan melawak dulu.
Bodoh. Bikin cemas saja.
Tak bisa dipercaya. Ini kelewatan.
Katanya Kori-Bugyo ini,
Kajima Gorota, punya hati batu,
dan telah menyusahkan para petani.
Tapi sepertinya kita tak bisa apa-apa.
Shimamura-no-Jinbei kini sangat berkuasa,
setelah menyuap Daikan itu dan dapat Jitte serta Torinawa*.
*Senjata penegak hukum.
Kita bisa apa?
Menyulitkan.
Mungkin kita ke tempat lain saja.
Sudah terlambat lakukan itu.
Terjebak, ya.
Daigashi,
- Shinsuke kabur dari pulau. - Kau yakin?
Kabar langsung dari Bugyo.
Ada yang tahu tujuannya?
Dia mungkin kembali ke sini.
Sial. Entah apa yang akan dia lakukan.
Karena itulah Oyabun khawatir.
Dia meminta kita bawa Osen adiknya.
- Dia mungkin tahu sesuatu. - Baiklah.
Tunggu, Osen.
Minggir!
Bertahanlah.
Apa ada suatu masalah?
Dasar buta bajingan.
No comments yet. Be the first to leave one.