Pierwsze 200 wierszy.
PERINGATAN RESMI MEROKOK DAN KONSUMSI ALKOHOL BERBAHAYA BAGI KESEHATAN
FILM INI FIKSI. Meski terinspirasi dari pemberitaan media,
seluruh tokoh, tempat, dan situasi didalamnya adalah rekaan semata
dan tidak menggambarrkan realitas maupun individu yang nyata.
Ayo, oper!
Biar aku tunjukkan cara memasang rantainya.
Oper bolanya! Ayo.
Julien, berhenti menempel padaku!
Pergi main sana!
Ayo.
Sini!
Ayo tendang!
- Hei! - Hati-hati!
Apa-apaan...
Beraninya kau!
Mampus kau!
Julien!
Hentikan!
Julien!
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Apa yang akan kau lakukan?
Julien!
Jadi kenapa kau dipecat?
Itu bukan salahku.
Restorannya tidak mampu menggaji semua orang, jadi aku...
- Oke. - Maksudku mereka harus memecatku.
Sanggup bekerja berjam-jam?
Ya. Aku suka bekerja. Aku selalu bekerja.
Bahkan saat sekolah, aku membantu Ibu di salon.
Jadi usiamu baru 30 tahun.
Punya anak atau berencana membangun keluarga? - Tidak.
Kau tak perlu pusing soal cuti hamil.
Maksudnya kau tidak ingin punya anak nanti?
Itu bukan gayaku.
Baguslah, dan aku tidak akan
memberimu pekerjaan yang melibatkan anak.
Kulihat kau sarjana pariwisata?
Apa yang kau anggap sebagai kelebihanmu?
Mungkin orang-orang, pelanggan.
Aku suka berada di sekitar orang.
- Aku suka menyambut mereka. - Orang dewasa.
Orang dewasa, ya.
Dan bahasa. Aku mahir berbahasa.
Bahasa Inggrismu bagus.
Ibuku orang Amerika.
-Ya? -Ya. - Dari mana?
Key West.
- Pernah ke sana? - Tidak pernah.
Aku tak pernah meninggalkan Marseille.
Kau punya surat izin kapal?
Dan aku memenangi lomba katamaran saat umur 12. Aku...
Aku harus mengatakannya.
Ayahku pelaut jadi aku hebat di laut.
Kekuatannya mengalir dalam darah.
Kami memang punya posisi
di mana semua kualitasmu bisa berguna. - Ya.
Kecuali ini jauh dari Marseille.
Di mana itu?
- Mobil apa ini? - Masuk.
Tidak, Julien, jawab aku.
- Mobil apa ini? - Ini perahu.
Kau bicara dengan siapa?
Bukan siapa-siapa. Bagaimana tadi? Bagus.
Mereka suka penampilanmu?
Ayo jalan. Hentikan!
Hentikan! Kau membuatku gila.
Kau gila.
Apa ini?
Bukan seperti yang kau pikirkan.
Ini kokain.
Bukan, ini bukan apa-apa.
- Ini kokain atau bukan? - Bukan, bukan apa-apa.
Kau masih mengedar padahal janjimu sudah berhenti.
Kau membohongiku. Kau membuatku kehilangan pekerjaan.
Itu restoran sialan.
Apa yang kau lakukan dengan hidupmu?
Selain bisnis gelap dan mobilmu. Kau pecundang.
Kau menyebalkan. Oke, berhenti membuatku marah.
Ayo, biarkan aku keluar.
Biarkan aku keluar!
Aku tidak bisa mengurusmu lagi, Julien.
Aku tidak bisa mengurusmu lagi.
Kau tidak punya mobil. Aku baru mendapatkannya.
- Aku baik, kan? - Apa?
Sulit dipercaya!
Aku muak.
Jangan membanting pintunya, anjir.
Anjir!
Bajingan ini tidak pernah menghubungiku lagi.
Apa yang harus kutulis?
Sesuatu yang romantis atau sesuatu yang binal?
Ibu baru bertemu pria di bar.
Ibu, aku pergi.
Oke.
Bagaimana dengan sesuatu yang lucu?
Pria menyukai wanita lucu.
Ibu mendengarkanku? Aku pergi. Aku dapat kerja.
Apa yang kau bicarakan?
- Aku punya pekerjaan. - Kau meninggalkan Marseille?
Ya.
Sialan, itu gila.
Siapa yang akan mengurus keluarga?
Jadi kau pikir aku akan tinggal di sini
dan tidur di sofamu selamanya?
Jadi, di mana itu?
Suatu tempat yang jauh dari sini.
Hadirin sekalian, ini kapten Anda berbicara.
Jika Anda menoleh ke kiri
Anda akan melihat beberapa pulau indah
yang mengelilingi daratan Mathara.
Cuaca cerah.
- Halo. - Nina? - Ya.
Halo, selamat datang di Mathara.
- Terima kasih. - Tolong, berikan tasmu. - Oke.
- Kau yakin? - Ya. Biar aku yang bawa.
Silakan.
- Baru pertama di Mathara? - Ya.
Lihat, itu masjidku.
- Tidak! Masa? - Berapa lama kau akan tinggal?
Selamanya!
Maaf.
Mbak Lafont.
Namaku Azan. Selamat datang di Blue Coral.
Senang bertemu denganmu. Terima kasih.
Seperti yang kami ucapkan di Mathara
- Khush Takbar. - Khush Takbar.
Silakan.
Di hotel
orang menginap dan kita harus memastikan
kunjungan itu berkesan.
Kau tidak tahu betapa sulitnya mengubah
pengalaman pelanggan yang kecewa.
Namun aku yakin dengan senyuman manismu.
Kau akan melewati segalanya.
Aku yakin kau mahir mengerjakan banyak hal.
- Kuharap begitu. - Teman sekamarmu, Valeria.
- Hai, apa kabar? - Hai. Ayo pergi?
Peluk dulu.
- Senang bertemu denganmu. - Aku juga.
Aku banyak mendengar tentangmu. Semoga kau betah di sini.
Aku harus kembali bekerja
tapi kita akan mengobrol nanti.
Dan untuk daya tarik utamanya.
Ayo.
Pemandangan dari atas Hotel Blue Coral yang menawan.
Cantik, bukan?
Halo, apa kabar?
- Ya. Senang bertemu. - Senang bertemu denganmu.
- Buenos deas, buenos deas. - Jam berapa ini?
Jam 8 lewat 25. Bagaimana perasaanmu?
- Lelah. - Tentu saja.
Apa ini?
Hanya malam Senin biasa.
Kau akan terbiasa.
Azan pasti sudah mengajakmu berkeliling, seperti dia pemiliknya, kan?
Ya, dia baik.
Ambillah.
Aku mencurinya dari dapur.
Hei, hei, hei.
Dia memakan sambal seperti saus.
Tariq!
Kau harus mencari
pria ini saat pergi ke dapur.
- Dia jenius soal makanan. - Apa kabar?
Ya, kami sudah bertemu.
Saat mereka tidak menyuruhku melakukan ini itu
mereka membiarkanku bekerja.
Asisten koki.
Dia lebih hebat dari koki utamanya.
Ayam?
- Rasanya enak. - Dadah, Gordita.
Kamar mandi lewat sini.
Kami akan mengirimimu lebih banyak.
Mantap. Ayo.
- Dadah. - Dadah.
Biar aku yang melakukannya.
Ini dia.
Ini...
Terima kasih.
Ambil ponselmu. Ponselmu.
Ayo.
- Hai. - Halo.
Selamat datang di Hotel Blue Coral.
Hai. - Ini beberapa minuman segar untukmu.
Silakan.
Selamat datang.
Oke, aku harus pergi. Ada pertanyaan lain?
- Aku baik. - Semoga sukses sekarang.
- Kau akan tampil hebat. - Terima kasih.
Apakah ada klub anak?
Ya, kami punya klub mini
dan buka dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam.
Ini daftar kegiatan anak-anak.
Permisi, di mana letak spa?
Tunggu sebentar.
Bisa mengantar kami ke kamar?
Umm... Ya.
- Ya! - Ya. - Bagus sekali.
Ini kolam renang pribadi Anda.
Dengan pemandangan laut yang indah.
No comments yet. Be the first to leave one.