Release informatie

Sore A Wife From the Future 2025 1080p NF WEB-DL
Een commentaar door YiFaN

Tags

webdl
official_release
Gepubliceerd op: 2026-01-18
Downloads: 256
Slechthorend: No

Voorbeeld van Indonesian ondertiteling

De eerste 200 regels.

Tahu, enggak...

kenapa senja itu menyenangkan?

Kadang ia merah, merekah bahagia.

Kadang ia hitam, gelap berduka.

Tapi langit...

selalu menerima senja apa adanya.

- Dah. - Dah.

"Apakah kita pantas untuk dunia ini?

Apakah kita pura-pura tak tahu ...

atau tak pernah benar-benar memikirkannya?

Enggan.

Bersembunyi dalam bayangan,

mengucapkan kebohongan terbesar bahwa kita adalah ciptaan terbaik."

Kamu sedang latihan.

Ya, ada audisi.

Pekan depan.

"Bagaimana jika kuberi tahu..."

- Baiklah, beri tahu... - Bukan, itu monologku.

Kamu tak perlu jawab. "Bagaimana jika kuberi..."

Jadi, kenapa kamu menatapku?

Aku butuh koneksi!

Astaga!

- "Bagaimana jika kuberi tahu..." - Karlo, dengarkan aku.

Kurasa pameranku harus lebih eksploratif.

Jadi, aku butuh waktu lebih.

Ini materinya, akan kukirim konsepnya segera. Ya?

Yang benar saja...

Tolong, jangan bicara tentang perubahan iklim!

- Ayolah! - Memangnya kamu

gadis Skandinavia berusia 13 tahun? Lalu apa? Panda dan kucing?

- Percayalah. - Kamu yang percaya!

Mereka butuh sesuatu yang unik dan langka.

- Ini langka! - Hei, Jo!

Selamat ulang tahun.

Terima kasih.

Ini hari ulang tahunmu?

Ya.

Maafkan aku.

Ternyata ini alasannya?

Karena itu kamu melakukan ini?

- Bersulang. - Bersulang.

Siapa tahu David suka panda.

Ini beruang kutub.

Bukan, ini panda albino.

Seluruhnya putih!

Sampai jumpa lagi...

Sampai jumpa lagi, Karlo

Sampai jumpa lagi...

Hai.

Siapa kamu?

Aku Sore.

Istri kamu dari masa depan.

Karlo, permainan apa lagi ini?

Dengar, aku sedang latihan...

Kamu menangis?

Tidak. Kenapa?

Sudah kubilang, aku tak suka lelucon seperti ini.

Sudah kukatakan...

Hei! Apa...

Apa maksudmu? Lelucon apa?

Kamu kira kirim perempuan ke kamarku lucu?

Atau apa?

Kamu pikir aku akan suka karena dia orang Indonesia?

Aku tak punya waktu, Karlo! Yang benar saja!

Jonathan...

Apa maksudmu?

Aku tak tahu apa-apa.

Aku harus latihan untuk audisi

dan memikirkan alasan bagus

agar David menyetujui konsep perubahan iklimmu.

Aku juga tak punya waktu untuk ini.

Kamu menangis?

Tidak!

Hentikan permainan ini! Tidak lucu!

Aku tak suka orang datang ke rumahku.

Permainan apa? Kamu mabuk?

Tidak, kamu yang mabuk. Kamu menangis!

- Tidak! - Kamu menangis!

Suruh perempuan itu pergi! Jangan menangis seperti bayi!

Aku tak menangis.

Menangis seperti bayi, ide bagus.

- Ambillah. - Terima kasih.

Ayo kita coba lagi, oke?

Dibayar berapa kamu sama Karlo?

Aku bayar lebih.

Keluar!

Oke.

Hei.

Dompet sama handphone jangan lupa, ya.

Hati-hati, jalannya jangan cepat-cepat!

Maaf.

- Maaf. - Tidak apa-apa.

- Maaf aku terlambat. - Kamu baik-baik saja?

Sulit dipercaya. Karlo mengirim perempuan ke rumahku.

Tepat ke rumahku!

Untuk apa?

Mungkin menurutnya itu lucu.

Sudah kubilang, 'kan? Kamu butuh agen baru yang profesional.

- Aku tak punya masalah dengan Karlo... - Elsa.

Baiklah, Jo.

Semalam aku bicara dengan ayahku.

Dia setuju untuk membantu kita.

Dia mau membuka restoran untukku.

Kamu bisa ikut denganku.

Dia mau memperkenalkanmu pada teman-temannya.

Bagaimana?

Kamu tak suka?

Jadi, apa rencanamu?

Pameran tunggal?

Ya.

Ayolah, Jo. Kamu tahu.

Aku bukan ibumu, aku ini pacarmu.

Bersikaplah seperti pria dewasa!

Kamu pikir aku suka memintamu lakukan ini?

Maka berhentilah meminta.

Hai, Elsa.

Aku Sore.

Istri Jonathan.

Istri?

- Dia istrimu? - Bukan!

Aku minta kamu pergi sekarang!

- Jangan percaya dia. - Aku lapar.

Kamu bisa makan di tempat lain.

Aku mau makan di sini.

Ini.

Aku bayar kamu sekarang. Kamu pergi sekarang!

Aku enggak butuh uang kamu.

Aku mau makan.

Bisa di meja lain.

Aku mau makan sama kamu. Enggak boleh?

Enggak boleh. Aku lagi ngobrol!

Aku minta kamu pergi sekarang!

- Jo. - Tunggu.

Ngobrol sama Elsa ngapain?

Nanti juga putus.

Kamu enggak mau ikut dia ke Madrid, 'kan?

Ikut bapaknya...

Diatur-atur Elsa. Ya, 'kan?

Ngomong aja langsung. Enggak apa-apa.

Ya,

dia memberitahuku semuanya.

Maaf, tapi pasti dia mengaku lajang.

Begitukah?

Kami menikah di Indonesia,

ini bukan pertama kalinya dia jalin hubungan dengan wanita sepertimu.

Memang, sebagai seorang istri,

aku dituntut untuk bersabar.

Benar, 'kan?

Elsa, percayalah.

Dia akan memintamu menatapnya agar kamu percaya kepadanya.

Dia juga akan salahkan Karlo.

Elsa...

Ya, dia selalu mengatakannya saat berbohong.

Kamu akan terbiasa.

Aduh...

Elsa!

Sudah, enggak usah dikejar.

- Maaf. - Maaf!

- Maaf... - Sudah, nanti jatuh.

Maaf...

Sudah!

Cukup, ya!

Kalau kamu masih di sini, aku panggil polisi.

Hai.

Mau kamu apa, sih?

- Hai. - Halo, Jo.

- Untuk dua orang, ya. - Silakan.

Terima kasih.

Hai.

- Maaf... - Silakan.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Siapa nama kamu?

Sore.

Oke, Sore.

Abis ini, sudah ya?

Bilang sama Karlo ini sudah enggak lucu.

Karlo enggak tahu apa-apa.

Coba tanya.

Apa saja.

Tentang kamu.

Karlo, kita harus bicara.

Dia tahu semua tentangku.

Siapa?

Bukan.

Berhenti!

Sore.

Tidak apa-apa.

- Sore! - Tidak apa-apa.

Sore!

Namanya Sore.

Istirahat!

Sini.

Perempuan yang membuatku marah-marah kemarin,

dia bilang dia dari masa depan!

- Dia dari masa depan? - Dia bilang dia istriku!

Dia tahu semua tentangku.

Semua detail kecil tentang hidupku.

Nama ibu aku?

Maya Wiryawan.

Lahir besar di Surabaya.

Sore: A Wife From The Future subtitles in other languages

Opmerkingen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left