De eerste 200 regels.
Bukan polisi.
Bukan polisi.
Kita masuk
Kita akan menghancurkannya.
Hancurkan tempat ini. Buat semua berantakan.
Kita akan merobohkannya, sobat.
Menjijikkan.
Minggir.
Kau sedang apa? Aaron, lewat sini.
JP, Maz, tangkap dia.
Ini bukan urusanmu. / Aku tak mau...,
Diam.
Kau jelek.
Kau beruntung, aku tidak memperkosamu.
Kau lihat sesuatu di sini?
Tidak? Kau tak lihat apapun.
Aku hanya ingin memastikan.
Apa kau akan mengenaliku jika melihatku lagi?
Jawab! / Aku tak lihat siapapun.
Kau mau pergi?
Beri aku pelukan atau apa. / Cuddle? Aku sibuk.
Benarkah?
Dan kita?
Apa kau tolol? Tak ada 'kita'.
Berdandanlah. Kau berantakan sekali.
Apa ini lelucon?
Kukira kita hidup bersama? / Kau tak mengerti.
Aku hanya ingin tidur denganmu, Lauren.
Kau cuma teman tidur, tak lain.
Kau sedang apa? / Bukti.
Apa maksudmu? / Teman-temanku mengira kau pemalu.
Enyah kau.
Apa Charlie disana?
Benarkah? Bagus.
Katakan padanya Richie menelepon.
Tidak, akan kutelepon dia beberapa jam lagi.
Baiklah. Dah.
Dia sangat pasrah sekali.
Aku bahkan mencoba bokongnya.
Sumpah, sobat.
Keren. Kau harus melihat rumah ini.
Kau sedang apa? / Sampai nanti.
Aku sudah menyuruhmu keluar.
Siapa ini? Adikmu?
Ibuku. / Dia terlihat seksi.
Ajak dia lain kali. / Keluar.
Bersikaplah baik.
Aku juga akan bersikpa baik.
Kau lama sekali. / Aku tidak sepertimu.
Aku tak ejakulasi hanya dengan melihat payudara.
Apa maksudmu? Aku tak begitu.
Ayolah.
Seperti biasa, kau tepat waktu.
Aku selalu menepati janjiku, dan kau belum siap lagi.
Aku diajari untuk selalu membuat pria menunggu.
Apa kau sudah bicara? / Tidak, aku meniduri jalang itu.
Tapi dia..., / Kau juga ingin menidurinya? Buang waktu saja.
Aku suka dia. / Tak masalah.
Jika kau bersama Lauren sekarang..., / Dia cuma teman tidur.
Pasti lucu melihatmu bercinta. Akan kukirim pesan padanya.
Maafkan masalah tadi. Datanglah Chicken Hut jam 10 pagi.
Aku di rumah. / Hai Bu.
Saudaraku, Carmen. Dia bukan orang bangsawan.
Kita siapkan pesta ulang tahun untuknya. Begitulah cara kita melakukannya.
Kita yang terbaik di Spanyol. / Terimakasih, Carmen. Kedengarannya hebat.
Kedengarannya juga sangat mahal. Sangat mahal.
Aku tahu Carmen sangat berarti bagimu. Kita harus buat yang terbaik.
Lagipula, jika itu tak begitu, aku tak akan meminta banyak uang, kan?
Siapa yang mau bercinta malam ini?
Apa ini tentang Lauren? / Dia ingin mengajarimu.
Bukankah kau menginginkan dia? / Aku mau berbagi.
Apa? Kau takut teman-teman melihat penismu?
Kau harus menelepon. Memastikan dia tak mabuk sebelum naik pesawat.
Carmen, dia tidak suka minum. Dia bahkan tidak pergi ke pub.
Jika dia tidak tiba di Dover Castle, aku yang akan membayar makan malam.
Karena aku klienmu, sepertinya kau akan tetap melakukannya.
Dover Castle, ada yang bisa kubantu?
Dia disana. Dia sedang mengobrol.
Tunggu sebentar. Tuan Archer?
Tuan Archer?
Baiklah. Aku akan sambung nanti.
Halo? / Tuan Archer, saudaramu ingin menyapa.
Charlie. / Richie, senang mendengarmu.
Mengapa ada orang lain yang tahu nomor ini? Kenapa tidak menelepon sendiri? Apa kau sangat sibuk sekali?
Kau jalan melewati pub? / Semuanya telah berubah.
Ini bukan pub lagi, sebuah bistro. Jika beruntung, kau bisa dapat minuman keras.
Kau tahu apa makanan khasnya?
Dada burung merpati dengan roti dan kacang chutney.
Tahukah kau bagaimana mereka menyiapkan Foie Gras? Mereka memasang pipa di tenggorokanmu...,
dan mengisinya dengan makanan. Seperti di penjara.
Dan kemudian hatinya pecah. Mereka bilang itu makanan khas mereka.
Aku merindukanmu. Kuharap kita bisa bertemu segera. / Aku juga.
Bagus. Pulang dan tidurlah. Kau sudah tidak muda lagi.
Kau juga sama. / Jangan ketinggalan pesawatmu.
Langkahi dulu mayatku.
Jika saja dia ada di sini.
Ada masalah disini.
Adikku ingin aku pulang.
Apa dia memberitahu apa yang harus dilakukan? Waktu telah berubah.
Memang. Itu tidak selalu berarti kemajuan.
Bagaimana kabar saudaramu?
Hei, dia memakai rok mini.
Hanya bercanda. Hidupnya sukses di sana.
Aku sudah tak melihatnya selama sekitar 30 tahun.
Aku sangat menyukainya. Saat dia masih muda.
Ayolah, Charlie. Kau terlalu tua untukku.
Ayolah, kau masih tampan. / Aku akan memberitahumu sesuatu.
Aku akan memberikan nomor teleponnya.
Kukira aku terlalu takut untuk meneleponnya.
Terlalu takut? Tidak apa-apa.
Kalau begitu pulanglah denganku.
Sayang, itu sudah lama sekali.
Aku akan mengajarimu sesuatu.
Hai, kamu tampak cantik.
Tunggu sebentar. Aku ingin menunjukkan sesuatu.
Aku punya kejutan untukmu.
Apa ini? / Aku ingin memperkenalkanmu pada teman-temanku.
Sepenuhnya.
Sampai jumpa nanti, sayang.
Baiklah. Aku akan pulang. Menyenangkan.
Sampai jumpa Putri. / Dah sayang.
Kau juga. Bersikaplah baik dan menjauhlah dari para pria.
Sampai jumpa lagi.
Tunggu giliranmu.
Ayolah, Dean. Kau harus mencobanya.
Aku tak yakin. / Kenapa tak yakin?
Turunkan roknya lalu tiduri dia.
Kau! Apa yang kau lakukan?
Keluar dari sini, Kakek. Ini bukan urusanmu.
Jika aku jadi kau...,
Aku tak akan melakukan itu lagi. / Persetan kau, kakek.
Aku peringatkan pada kalian semua. Siapa yang bilang persetan lagi...,
akan kuhajar mulutnya.
Persetan kau.
Kau suka? Kau menikmatinya?
Apa itu sakit?
Kau kacau. / Bukan aku, tapi kau.
Kukira tidak. / Tidak?
Baik, kita akan bertarung. Kau dan aku.
Tidak seperti itu caranya, kakek.
Kau seperti kotoran anjing...,
kau terlalu takut untuk bertarung satu lawan satu, brengsek.
Kau kedengaran seperti tikus yang merengek.
Diam.
Pegang ini.
Kau ingin pertarungan satu lawan satu?
Akhirnya tiba waktunya. Apa kau yakin bisa...,
Diam.
Apa ini yang kau inginkan? Dasar bajingan bodoh.
Sial. Brengsek.
Mengapa kau ingin menyelamatkan dia?
Brengsek kau.
Ambil ini.
Dasar berandalan. Tunjukkan sedikit rasa hormat.
Aku akan buka penutup kepalamu./ Diam.
Dewasalah kalian.
Bagaimana kau mengenal korbannya?
Sama seperti yang lain di lingkungan ini. Semua mengenalnya.
Bagaimana orang bisa mengenalnya?
Kau tidak mengenal Charlie dan Richie Archer?
Kalau begitu kau pasti agen paruh waktu. / Bukan, aku memang detektif polisi.
Jika aku jadi kau, aku malu menyebut diriku detektif.
Kau tahu si Kray Twins? / Ya, aku melihat film mereka.
Itu sama seperti mereka. / Ini wilayah kerja Charlie, paham?
Mereka cukup berpengaruh di sini. / Nyatanya begitu.
Petugas Taylor, paling tidak kami ingin merasa aman berjalan di jalanan.
Kami melakukan yang terbaik. / Ini pasti karena pemotongan anggaran.
Aku tak ingat kapan terakhir kali polisi melakukan patroli malam hari.
Nyonya Davis..., / Nona Davis.
Kau harusnya sudah tahu jika sudah baca pernyataanku, detektif.
Kau menduga Charlie dibunuh dan ingin menyarankan sesuatu.
Kau melihat pelakunya? / Aku tak tahu siapa, tapi itu perbuatan Geng E2.
Mengapa kau berpikir demikian? / Mereka baru keluar dari gang itu saat aku di sana.
Aku kenal sebagian besar mereka.
Sampah masyarakat yang berkeliaran ini harus segera dihancurkan.
Sebaiknya kau tak mengatakan itu. / Mengapa tidak?
Mereka...,
Mereka mencoba menghancurkan kami. Komunitas dan kehidupan kami.
Apa kau mau melindungi mereka? / Kami butuh bukti.
Tentu saja selalu bukti. Apa ada bukti di TKP Charlie?
Apa menemukan sidik jari atau rekaman CCTV?
Atau ada saksi mata barangkali?
Kau melihat seseorang mengancam Charlie? Kau melihat Charlie dibunuh?
Tidak, aku tak melihatnya. Tapi aku tahu itu Geng E2.
Hal seperti itu tidak diizinkan di masa lalu.
Kita tidak hidup di masa lalu.
Akan kupertimbangkan laporanmu, nanti kami akan menanyai anggota Geng E2.
Aku merasa yakin
Boleh aku pulang? / Ya. Terimakasih waktunya.
Tidak, terima kasih.
Aku harap kau menepati ucapanmu, sebab seorang pria baik telah meninggal.
Interogasi dengan Nona Lizzie Davis berakhir pada jam 2:30 pagi.
Sebenarnya dia bukan pria yang baik. Dia membakar dan membunuh.
Halo? / Tuan Archer.
Kuharap ini bukan promosi dagang. / Bukan.
Aku Lizzie Davis. Kau tak akan mengenaliku lagi.
Lizzie Davis?
237 Thorn Street. Rambut coklat panjang. Mata biru yang indah.
Ramping. Kurus.
Jadi kau masih mengingatku? / Aku ingat semua orang.
No comments yet. Be the first to leave one.