De eerste 200 regels.
Sebelumnya di "Homeland"...
Aku hadir di sini karena video yang dirilis tadi malam,
yang memfitnah dengan kejam anakku yang sudah meninggal.
Kau akan dituntut, karena di pemerintahanku,
kebenaran akan terungkap, dan tidak ada tempat bagimu.
Rakyat membencimu, Ibu President-terpilih.
Itulah kenyataannya.
Mereka sedang marah.
Jangan berperang dengan lembaga keamanan nasional yang kau bentuk.
Itu perang yang tidak mungkin kau menangkan.
Keane sudah terdesak.
Apa yang kau lakukan?
Aku tidak melakukan apa-apa, Dar.
Tiba-tiba, muncul tim baru dibawah komando McClendon,
yang ditugaskan untuk melindungi Presiden-terpilih?
Semua unit, target menuju tanjakan.
Kalian boleh menyerang.
Tembak! Tembak!
Awas! Awas!
Memang, dia selamat dari percobaan pembunuhan.
Aku mengerti.
Kita tidak menuju sebuah krisis konstitusional.
Tapi kita menuju perang saudara.
Apa dia tidak berhak tahu
seberapa dalam dan jauhnya arah konspirasi ini?
Aku jujur katakan. Ada reformasi yang mulai tampak,
tapi tidak ada pembersihan atau sumpah setia atau penahanan tokoh politik.
Aku yang menjamin itu tidak akan terjadi atas kalian.
- Kau lihat ini? - Kau ditahan.
Buka pintunya dan keluar.
Semua yang ditahan hari ini bersangkut paut dengan konspirasi.
"Ditahan"? Kenapa kau selalu bilang ditahan?
Mereka itu ditangkap,
dan tanpa surat penangkapan, sejauh yang aku tahu.
Sebenarnya, kami punya dua memorandum
dari pengadilan di sini.
David, kau yang menugaskan aku untuk meyakinkan semua orang
hal seperti ini tidak akan terjadi.
- Kau... kau memperalat aku. - Ya, memang.
Ibu Presiden, aku perlu bicara denganmu, Ini penting.
Kau dengar aku?
Orang tak berdosa ditangkap atas namamu!
Kau harus menghentikan ini! Aku mohon!
Jangan biarkan mereka melakukan ini. Kau tidak bisa biarkan mereka!
Ibu Presiden!
-- Homeland S07E01 -- -- Enemy of the State --
-- Diterjemahkan oleh -- -- NasiPadang --
Hari ini Pengadilan mengumumkan tuntutan
kepada Jonathan Cleary, seorang wartawan koran "Post."
Cleary dituduh menyebarkan informasi rahasia
tentang penyelidikan kepada
pegawai Departemen Luar Negri Virginia Sutter yang dipenjara.
Sutter adalah salah satu dari 200 orang...
...yang ditahan dalam penyelidikan
seputar penyerangan atas Presiden Keane
sembilan hari sebelum pelantikannya.
Telurnya sudah masak.
Kau tidak harus membuat sarapan setiap hari.
- Aku suka melakukannya. - Hmm.
Mau ngapain lagi dia? Dia tidak punya pekerjaan.
Jos.
Dia dipecat oleh rezim yang memenjarakan para pemikir.
- Ada daging kalkun. - Seperti Stalin.
- Cukup. - Bukan aku yang mulai.
Sekolahnya membawa mereka ke demo "Bebaskan yang 200".
Hey, sebaiknya kau ikut.
Kenapa tidak?
Menurutmu apa jadinya
jika aku katakan kepada Departemen Keuangan
aku bolos kerja karena aku ikut demo anti-pemerintahan?
Mungkin mereka akan menghormatimu
karena peduli dengan Konstitusi .
Menunjukkan kau punya prinsip.
- Josie. - Cukup.
Bisa aku selesaikan sarapannya dulu sebelum kita bahas
tentang aku jadi kaki tangan pemerintah?
Kita seharusnya tinggal di Roma. Teo bilang dia malu
mengaku kepada semua orang dia punya pacar orang Amerika.
Teo seharusnya pacaran dengan orang Italia yang seumuran dengan dia.
Franny, kau siap berangkat?
- Yep. - Ayo jalan.
Ini dia.
Bup bup bup.
Tanganmu.
- Bersenang-senanglah di sekolah, ok? - Ya.
Aku menyayangimu. Mwah.
- Terimakasih. - Mm-hmm.
Bye. Okay, ayo berangkat!
Paling tidak dia lebih benci suamiku dari pada aku.
Akan membantu jika
kau berhenti menyebut Keane seorang fasis.
Dia memang seorang fasis.
Saul Berenson masih di penjara.
Yeah. Itu buruk. Aku tahu.
- Kita semua marah, tapi... - Apa?
Bill diperlakukan seperti budak di tempat kerjanya.
Akan baik baginya jika saat pulang ke rumah dan mendapat ketenangan.
Bukankah dia digaji untuk menyelesaikan pekerjaan
beberapa pegawai Keuangan yang juga dipenjara?
Dia tidak suka dengan Presiden
sama sepertimu, tapi sekarang sedang krisis.
Dan dia mengajukan diri. Syukurlah.
Yeah. Anak perempuannya seharusnya merasa bangga.
Ibunya seharusnya gembira
anaknya yang baru 16 tahun sudah melek politik.
Benarkah? Apa lagi saranmu tentang menjadi seorang ibu?
Baiklah.
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku ada wawancara hari ini.
Aku mencoba mencari pekerjaan.
Benarkah?
Di Brookings.
Bagus.
Maksudku, tidak perlu buru-buru, tapi aku...
Kupikir kau akan merasa lebih baik...
Aku mengerti.
Pergilah. Biar aku yang bereskan.
- Kau yakin? - Yeah. Pergilah.
Ow. Sial.
Peserta sidang,
Presiden Amerika Serikat.
Silahkan duduk.
Jendral McClendon,
kau harus duduk.
Ya, pak.
Silahkan Ibu President.
Aku tahu kau sulit menerima ini, Mr. McClendon,
tapi ini bukan semata-mata tentang dirimu.
Proses pengadilannya sudah selesai,
kesalahanmu hanyalah sebuah catatan di buku.
Terimakasih kepada Hakim Randolph dan anggota juri di sini,
keadilan sudah ditegakkan.
Aku berada di sini bukan karena kau.
Aku di sini mewakilki negara
yang kau sudah bersumpah untuk menjaganya
setiap kali kau pakai seragam itu.
Aku di sini mewakili
enam keluarga yang hadir di ruang sidang ini,
yang kehilangan orang yang dicintai ditengah hujan peluru dan bom
yang kau lancarkan di jalanan kota New York.
Pembunuhan, konspirasi untuk melakukan pembunuhan,
menghasut.
Kita menghukum mati orang seperti itu di negara ini,
Mr. McClendon,
dan jika itu rasanya keras, biarlah.
Karena yang diserang hari itu bukan hanya aku
atau kantor kepresidenan,
tapi demokrasi itu sendiri.
Aku tidak yakin jika mengarah langsung kepadanya
adalah langkah yang bijak.
Dia menantangku secara terang-terangan. Mau bagaimana lagi?
Kau kan bisa berkata sesuai kesepakatan kita.
Aku harus memberikan respon.
Senator Paley di CNB pagi ini,
menyebut gaya memimpinmu "kejam" dan "otoriter."
Tidak ada yang meragukan kerasnya kepemimpinanmu.
Bagus.
Itu artinya sekarang saat yang tepat
untuk sedikit melambat, angkat kakimu dari pedal gas.
Belum saatnya.
- Elizabeth... - Sudah kukatakan belum saatnya.
- Boleh aku berikan laporan singkat? - Silahkan.
Badan Komisi Paley akan mengeluarkan
surat panggilan pengadilan pertama mereka kepada pegawai senior Gedung Putih,
- termasuk diriku. - Aku tahu itu, David.
Ada rumor tentang Jaksa Khusus.
Aku juga tahu itu. Bagaimana mungkin mereka mencoba membunuhku,
dan aku yang diperiksa?
Karena kita sudah memenjarakan 200 orang teman baik mereka
- dan tetangga. - Yeah, untuk alasan yang kuat.
Menahan mereka selama hampir dua bulan.
Dengan kata lain menghilangkan hak sipil mereka.
Itu alasan lainnya... mengirim sebuah pesan.
"Jangan main-main dengan kami lagi selamanya."
Yeah, kurasa mereka sudah mengerti pesanmu itu.
Kita lihat saja.
Saat juri menghasilkan keputusan dengan hukuman yang pantas.
Pastinya.
Sebaiknya begitu.
Bagaimana?
Masih ada orang yang terjebak di dalam salah satu mobil.
Paling tidak makan waktu beberapa jam
sebelum mereka membuka jalannya.
- Beberapa jam? - Yep.
- Kau dengar itu, Brett? - Yeah, aku dengar.
- Apa yang harus kita lakukan sekarang? - Sekarang sudah jam 12:30.
Kita tidak bisa membatalkan siarannya.
Kita tidak punya banyak pilihan.
"Enam hari seminggu, hujan atau cerah,
apapun rintangannya," itu janjiku.
- Aku tidak mau orang kecewa. - Mereka akan maklum.
Kita dalam pelarian hampir dua bulan.
Kita tidak pernah membatalkan siaran sekalipun.
Aku lihat beberapa rumah pribadi di sana.
Kita bisa mulai mendatangi satu persatu.
Wallace?
Tidak banyak orang ada di rumah di jam segini, Mr. O'Keefe.
Bagaimana kalau kita siaran lewat iPhone-mu?
Walaupun aku dapat sinyal yang bagus,
yang ternyata tidak, aku tidak bisa menjamin keamanan koneksinya.
No comments yet. Be the first to leave one.