De eerste 200 regels.
Ayah.
Ayah! Ayah! Ayah! Ayah. Ayah.
Ayah. Ayah! Ayah, tidak. Ayah.
Tidak, tidak, tidak. Ayah, tidak.
Ayah!
Ayah!
Tidak.
Siapkan ruang operasi. Bersiaplah untuk operasi sekarang!
Hoon.
Berjanjilah satu hal pada ayah.
Ayah.
Jangan lupa.
Kau seorang dokter.
Jangan pernah...
...melupakan itu.
Ayah. Ayah.
Ayah! Ayah.
Ayah.
Hei, Dokter Park.
Semua orang di partai mengharapkan jumlah investasi yang banyak.
Jadi, lakukan yang terbaik.
Atau kau bisa berakhir seperti ayahmu.
Siapa nama pasien yang akan dia operasi?
Song Jae Hee.
Aku ingin semua informasi tentangnya.
Cari tahu apa hubungannya dengan Park Hoon.
"Episode 2"
Jang Suk Joo! Jang Suk Joo!
Jang Suk Joo! Jang Suk Joo!
Jang Suk Joo! Jang Suk Joo!
Dokter Park!
Cuacanya agak dingin di sini.
Aku tak menyangka kau di sini.
Aku di sini untuk menemani promotor investasi kita.
Omong-omong.
Kau tahu siapa dia? Universitasnya sama denganmu.
Bukankah ini kebetulan yang aneh?
Seperti Korea manfaatkan krisis IMF sebagai peluang untuk pengembangan,...
...kami berharap ekspatriat kami...
...akan menjadi pendorong ekonomi terbesar di Hongaria.
Aku percaya kalian bisa.
Seseorang butuh banyak uang untuk maju di pencalonan presiden.
Dia memutuskan untuk mendukung Bapak Jang Suk Joo sepenuhnya.
Aku akan segera menemuimu lagi.
Kami mendapatkan foto ini dari kedutaan.
Itu Cha Jin Soo.
Kau mengenalnya?/ Dia mata-mata Korea Utara.
Mereka di sini untuk bernegosiasi mengenai dukungan peralatan medis.
Peralatan medis?
Tunggu.
Siapa dia?/ Dia dokter mereka.
Kenapa kedutaan mengawasi mereka?
Salah satu dari mereka mengajukan permohonan suaka.
Suaka?
Dokter Park!
Ini ampul yang kau minta.
Jae Hee.
Hoon.
Apakah kau...
...mengenaliku?
Ya.
Di mana ayahku?
Jae Hee.
Apa pun yang terjadi, kau harus percaya padaku.
Mengerti?
Dia sudah bangun sekarang?
Tidak, belum.
Seseorang mengajukan suaka pada kedutaan Korea Selatan.
Tidak mungkin kau, bukan?
Jangan pernah berpikir tentang itu.
Kalian berdua bisa mati dan tak seorangpun akan tahu.
Aku yakin dia orangnya./ Aku akan keluarkan dia dari sini.
Jangan, kita bisa kehilangan investasi kita.
Kita bisa masuk kamp kerja paksa jika kembali dengan tangan kosong.
Jadi, jangan kehilangan mereka. Kalian paham?
Tiga jam dari sekarang, ini akan membuat jantungmu berhenti sebentar.
Kau harus bertahan, Jae Hee.
Astaga.
Jadi, kedatanganku sejauh ini terbayar.
Para pemilih kondisional yang memutuskan kandidat dan presiden.
Banyak anggota parlemen belum memutuskan akan memilih siapa.
Tidak, tidak, tidak.
Mereka hanya menunggu dan melihat siapa yang akan memberi mereka uang.
Urus itu.
Bapak ingat Park Hoon?
Anak dari dokter yang Bapak kirim ke Korea Utara.
Ada apa dengannya?/ Dia ada di Budapest sekarang.
Code blue! Code blue! Code blue!
Apa yang terjadi?/ Wanita itu meninggal.
Nyalakan itu.
Lepaskan borgolnya!
Mundur.
Matikan monitornya agar tidak tampak saat detak jantungnya kembali.
Apa? Dia meninggal?
Kau harus hati-hati. Jantungnya bisa sungguh berhenti.
Apa yang terjadi dengannya?
Kau lihat, jantungnya berhenti. Tak ada respons pada pupilnya.
Dia baik-baik saja. Kenapa dia tiba-tiba meninggal?
Kau tak punya waktu untuk ini. Bagaimana dengan investasinya?
Pasiennya meninggal?
Operasinya sukses. Dia meninggal karena penyebab lain.
Ini tak bisa terjadi. Pasiennya meninggal.
Apa? Carikan aku penerjemah!
Aku akan mengonfirmasi kematiannya.
Jika jantungnya sungguh berhenti, hidupkan dia kembali dalam 5 menit.
Lima menit./ Apa?
Ini darurat. Kau tak akan ke mana-mana!
Ayolah.
Tiga menit.
Satu menit.
Jae Hee. Jae Hee! Jae Hee, tolonglah.
Jae Hee, tolonglah.
Jae Hee.
Park Hoon.
Bunuh mereka!
Di sana!
Kami mengejar mereka.
Bapak baik-baik saja?/ Lepaskan!
Kejar mereka ke kedutaan Korea Selatan.
Mengajukan permohonan suaka?
Pihak kedutaan tahu dia putra dari Park Chul?
Kurasa tidak, Pak.
Sudah lebih dari sepuluh tahun.
Aku bertanya-tanya seberapa banyak Park Hoon tahu.
Buka pintunya. Buka pintunya!
Buka pintunya. Aku Park Hoon. Aku yang meminta suaka.
Alasan aku bisa menjadi kandidat presidensial partai...
...adalah karena krisis nuklir yang terjadi tahun 1994.
Pahlawan yang menyelamatkan Korea dari perang, Jang Suk Joo.
Tanpa itu, aku hanyalah...
...anggota parlemen biasa yang selalu khawatir tentang pemilihan ulang.
Tapi jika membunuh mereka, Pak?
Itu pengorbanan untuk tujuan yang lebih besar.
Maafkan aku, Pak.
Dan itu sebabnya kau perlu mengurus mereka.
Anakku. Anakku.
Di mana anakku?
Di mana anakku?
Tunggu.
Di sana!
Apa yang kalian lakukan?
Apa yang kalian lakukan? Buka pintunya! Buka!
Tolong, buka. Buka pintunya!
Buka pintunya!
Park Hoon!
Ayo pergi.
Pemilihan di dalam partai akan menjadi pemilihan presiden.
Pemenang dalam partai akan menjadi presiden.
Itulah pemimpin Korea.
Sampai saat itu,...
...tak ada yang bisa menghalangiku.
Namun orang ini mungkin menjadi kelemahan terbesarku.
Maka apa yang akan kau lakukan?
Jae Hee./ Hoon.
Aku tidak harus pergi. Kau harus pergi tanpa aku.
Sebentar lagi saja.
Tapi--/ Kita tetap bersama.
Jae Hee. Jae Hee, lari. Lari!
Hoon!
Jae Hee.
Hoon.
Segalanya akan baik-baik saja.
Tidak.
Tak apa-apa, tak apa-apa.
Bertahanlah sebentar lagi. Hanya sebentar lagi.
Tidak.
Hoon.
Tidak. Tidak.
Jangan lupakan aku.
Tidak, jangan. Jangan.
Tidak, jangan. Jangan, Jae Hee. Jangan.
Dokterku, Park Hoon.
Sampai jumpa.
Tidak, tidak.
Tidak.
Jae Hee!
Tidak! Lepaskan aku!
Jae Hee! Jae Hee.
"Dua tahun kemudian, Seoul"
Jika arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung terhalang,...
...itu bisa mengakibatkan angina pektoris atau MI.
Dulu kita menggunakan pirau untuk menahan jantung dan mengoperasinya.
Tapi sekarang, OPCAB lebih populer.
Dan yang kalian lihat sekarang adalah prosedur itu.
Irigasi.
Jadi, tim ini kemungkinan besar akan mengoperasi Perdana Menteri?
Tim Rumah Sakit Jeil adalah kandidat terkuat.
Dia tak menyukai dokternya? Kenapa memilih tim baru?
Menurutku ini seperti sebuah peristiwa.
Peristiwa?/ Ya, kalian lihat.
Menjadi ahli bedah dada adalah kerja keras.
Jadi, mahasiswa kedokteran tak ingin menjadi salah satunya.
Memilih tim untuk mengoperasi Perdana Menteri...
...akan membuat mereka mendapat sorotan.
Dengan begitu, mahasiswa kedokteran mungkin akan berpikir ulang.
Dan sejauh yang aku dengar,...
...bahkan Gedung Biru menaruh perhatian pada peristiwa ini.
Gedung Biru?
Untuk menunjukkan Presiden peduli pada kesehatan Perdana Menteri.
Kurasa tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.