De eerste 200 regels.
PENERJEMAH Cereal-Killer
Aku memikirkanmu ketika aku berlari.
Sulit dijelaskan, tetapi aku selalu memikirkanmu ketika aku berlari.
Ini perasaan yang asyik. Berlari dan memikirkanmu.
Namun, aku merasa sesak napas.
Aku berhenti untuk mengatur napas.
Kemudian aku sadari keheningan ini.
Aku melihat sekelilingku.
Aku tidak melihat siapa pun. Tidak ada manusia, suara mobil,
atau pun anjing menggonggong.
Ingatkah ketika kita bicara tentang kesendirian di dunia?
Itu pasti mirip dengan apa yang aku rasakan saat ini.
Kau tahu apa yang kusadari dalam perasaan itu?
Aku tidak cuma merindukan napasku.
Aku juga merindukanmu.
APA KAU SUDAH TERLELAP?
KUPIKIR AKU MENCINTAIMU
CIUM MESRA
Ayah! Mari pindah ke ranjangmu.
Biar aku bopong.
Satu, dua, tiga.
Kau baik-baik saja?
Sudah?
Astaga, Ayah!
Bidikan yang buruk, Pak Tua.
- Ayo! Singkirkan pistol itu. - Maria!
- Maria? - Maria!
Kau merindukan goyangannya pada penis lemasmu itu, Ayah?
Dasar nakal. Ayo.
Pelan-pelan.
Ayo. Perlahan.
Tahan! Bagus.
Sudah?
Selamat malam, Sersan!
Kirimi aku video seksi.
Bukan, Ayah. Yang ini!
Kemarikan lenganmu.
Masukkan ke sini.
Tanganmu.
Ayo.
Siap. Terlihat tampan!
Kita berangkat?
Ayah, ke sini!
Ke sini!
Tunggu di sini, baik?
- Hei, Pencai. - Hei, Moreira.
Apa kabarmu?
Kenapa tidak bawa ayahmu untuk menemui kolega-nya?
Dia akan sedih karena dikenali namun tidak bisa mengenali.
Itu kasar sekali, Kawan! Ayahmu orang yang aktif.
Dan kau? Bagaimana soal itu? Sudah dapat tanggal persidangan?
Mereka sudah memberimu rekan baru?
Belum. Senjataku juga masih ditahan.
Kuhabiskan hariku di kantor polisi, mengerjakan apa saja.
Setidaknya gajimu tidak dibekukan.
Ini sulit, Kawan! Aku butuh pekerjaan.
Tolong ajak aku bekerja.
Tidak bisa, Moreira.
Tak ada yang mempekerjakanku setelah kejadian itu.
Aku serius!
- Bagaimana tanganmu? - Aku bisa atasi.
- Kau takkan mengacau lagi, kan? - Tidak.
- Jika kau mengacau lagi... - Tidak akan. Santai.
Kau punya pakaian formal?
Aku akan meminjamkanmu. Kau dapat membelinya nanti.
Mereka akan membayarmu setelah sif malam, baik?
- Sepakat. Pukul 9 malam. - Terima kasih!
Jangan mengacau lagi.
Hei, sampaikan salamku pada ayahmu.
Kau harusnya menelepon dulu, Daniel.
Aku ingin mengejutkannya. Aku menjanjikannya bertemu wanita.
Deb, aku ingin kau merawatnya hari ini.
- Bagaimana dengan Maria? - Aku memberhentikannya.
Aku tidak punya uang!
- Kau mengacau, aku yang perbaiki. - Dia juga ayahmu!
Kau menonton berita hari ini?
Apa mereka bisa menangkapmu?
Jangan lupa obat dan popoknya.
Hubungi aku jika butuh sesuatu.
Jaga dirimu, Sersan!
- Daniel... - Jangan lupa popoknya!
Dengar, pekerjaannya mudah. Tetap waspada.
Dan pastikan semua orang membayar sebelum pergi, dan hindari kekacauan.
Bawa senjata? Kemarikan.
Mengerti? Ayo bekerja!
Astaga, Dani! Aku sama sekali belum tidur.
Dia mondar-mandir semalaman.
Dia mungkin bingung dengan rumah barunya.
Ada apa, ayah?
Dani, kemari.
Apa?/Kenapa kita tidak membawanya ke panti jompo?
- Mereka tahu cara menghadapinya. - Kita sudah bicarakan ini, Deb.
Ayo, ayah!
Aku butuh bantuanmu hari ini. Tidurlah di tempatku.
Cium aku.
Terserah dirimu. Ayo pergi, ayah!
Aku juga belum tidur.
Tunggu. Aku segera kembali.
Halo?
Bicara.
Baik, Pak.
Dalam satu jam?
Baik, Pak.
Dengan semua respon ini, Gubernur memintaku mengambil tindakan.
Kau dan Pencai harus menjalani pemantauan kejiwaan, mulai Kamis.
Humas Kepolisian akan menindaklanjutinya.
Pak, Pencai tak ada kaitannya dengan apa yang terjadi.
Dia ada di sana dan tidak menghentikanmu, Petugas.
Pak, dengan segala hormat, itu kecelakaan.
Kecelakaan?? Kau menonton rekamannya?
Pak, kau tahu ini kali pertama terjadi di salah satu pelatihanku.
Bagaimana kau bisa membiarkan ponsel itu lolos?
Semua orang kini mengawasiku.
Kehormatan Akpol tercoreng karenamu, Moreira.
Itu perintah! Kau dan Pencai akan menjalani penilaian kejiwaan.
Pikirkan itu. Ini baik untukmu ketika hari persidangan tiba.
- Bagaimana keadaan anak itu? - Masih sama seperti kejadian itu.
Bubar.
Maafkan aku.
Sungguh, Petugas?
Kau tidak membalas pesanku. Apa kau baik-baik saja?
Aku perlu bicara denganmu. Aku perlu dengar suaramu.
Apa yang kau lakukan, Ayah?
Kemarikan pistol itu.
Ayo.
Kemarikan.
Siapa yang memberimu rokok?
Kau tidak boleh merokok.
Kita sama-sama setuju, kan, Pak Tua?
Kau hanya mempermainkanku dengan keheninganmu, benar?
Ayo. Ganti bajumu.
Bagaimana kuliah-mu?
Aku tak yakin ingin habiskan hidupku di dalam kantor dokter.
Aku harus melakukan yang kusuka, bukan yang Ayah inginkan untukku.
Bagaimana menurutmu?
Apa pun yang kau pilih selalu membuatmu frustasi.
Kau bicara tentangku atau dirimu sendiri?
- Berantakan sekali! - Mau harap apa? Cuma ada kami.
Begitu! Membersihkan adalah tugas wanita?!
- Bukan itu maksudku. - Tapi kau bilang begitu.
Bodoh!
Pecundang!
Tebak siapa yang kutemui beberapa hari yang lalu?
Ana.
Lantas?/Kau tidak ingin tahu apa-apa tentang dia?
- Tidak? - Tidak.
- Tidak sama sekali? - Apa maksudnya ini?
- Kau sudah punya pacar? - Apa ini? Wawancara?
Kini kau mau jadi jurnalis?
Cuma mengakrabkan diri dengan kakak laki-lakiku.
Benar. Kau mau uang, bukan?
- Sama sekali tidak! - Lalu kenapa tersenyum?
Aku mengenalmu.
- Aku punya pacar. - Lagi?
Kali ini aku serius.
Sebelumnya tidak serius? Apa itu lelucon?
Kau tak pernah anggap aku serius. Aku tak pernah bisa bicara denganmu.
Maaf. Lanjutkan. Ceritakan pacarmu ini.
Aku mendengarkan.
Baiklah, tidak usah.
Kami berniat untuk tinggal bareng.
Pikirkan. Sudah berapa lama kenal? Satu atau dua bulan?
Tenang saja! Kenapa buru-buru?
Siapa bilang dia cowok?
Namanya Anaiane.
Kami bertemu di kampus dan akrab satu sama lain.
Dia punya toko barang bekas di pusat kota.
Dia memintaku untuk menjaga tokonya.
Kupikir itu akan berhasil.
Bagaimana menurutmu?
Ada apa, Daniel?
Kenapa kau terdiam?
Ada apa denganmu, Sara?
Aku sudah sering mengabarimu. Apa kau baik-baik saja?
Aku khawatir padamu. Angkat teleponnya.
AKU MELAKUKAN SESUATU YANG MELUKAI HATIMU?
Hai, Daniel! Aku suka pesan terakhirmu.
Jika bisa, aku akan teleportasi langsung ke pelukanmu juga.
Jarak memang mengerikan, bukan?
Aku ingin melihat semua tempat yang kau bicarakan.
Jika kau kemari, akan kuajak kau melihat tempat terindah di dunia!
Kita baru melewati pukul 10 pagi di Petrolina, pedesaan California.
Suhu bisa mencapai 38 derajat.
Suhu maksimal hari ini 42 derajat.
Sensasi panas sekitar 46 derajat.
Perjalanan bisnis?
Liburan.
Liburan? Orang lebih suka tinggal di Juazeiro atau Petrolina.
Katanya ada kilang anggur dan pemandian kolam.
Aku tak biasa pemandian kolam. Di sekitar sini juga terasa tenang.
Ada apa dengan tanganmu?
- Kecelakaan sepeda. - Sebelum liburan. Sayang sekali!
Kini kau bisa beristirahat.
Jika kau berkendara ke selatan, tanganmu pasti sudah kesakitan.
KLAIM EKSTRA BONUS 15RB BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS SENSASIONAL 138%
- Bu Arlete! - Ya? Aku datang!
Apa kau mengenali wanita ini?
Tidak pernah melihatnya.
- Dia dari sekitar sini? - Ya.
Tidak pernah melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.