De eerste 200 regels.
Terjadi kecelakaan mengerikan di jalan tol tadi malam
yang merenggut nyawa putra Tuan Jaggi secara tragis.
Mobil itu menabrak truk berkecepatan tinggi
dan terjun ke jurang sedalam tiga puluh kaki.
Anggota Dewan Brar telah tiba di rumah temannya
dengan hati yang dipenuhi duka.
Aku tadi bilang...
Tuan Brar datang untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian temannya.
Hanya seorang saudara yang membela saudaranya.
Saat aku butuh,
kau juga harus membelaku.
Apa pun yang terjadi kemarin bukan salahku, Ayah.
Tapi kau takkan mau mendengarkan, kan?
Dan aku tidak mau tinggal di sini.
Kirim aku ke luar negeri.
Aku tak bisa berkeliaran dengan pistol terselip di pinggang seperti Kak Yaadi.
Aku juga tak bisa menjadi pesuruh Brar
seperti kau.
Kau tertangkap pakai narkoba kemarin.
Aku tahu apa yang kaumau.
Kau bermimpi aku mengirimmu jauh dari pandanganku,
agar kau bisa berbuat sesukamu.
Mimpi itu sebaiknya tetap menjadi mimpi.
Duduklah di rumah.
Dia sudah terlalu besar kepala di masa mudanya.
Kak.
Kak!
Kak!
Kak, dengarkan aku.
Kak, apa pun yang terjadi kemarin adalah ulah Roni.
Kak, kumohon bujuk Ayah dan kirim aku ke Kanada.
Kak, aku akan bekerja keras. Kak, dengarkan aku dulu.
Kak.
Kak, dengarkan aku.
Apa kau juga tak percaya padaku?
Aku ingin menjauhkan semua orang dari dunia peluru dan senjata ini.
Aku akan membangun dunia baru.
Dunia di mana hanya kau yang akan menjadi rajanya.
Kau ingin menjadikanku raja?
Kau pantas mendapat tamparan itu.
Aku akan bicara pada Ayah.
Pergilah dan bangun duniamu sendiri.
Apa kau akan datang untukku?
Aku akan datang, Kak.
Shera!
Kau sudah datang?
Kakakmu merindukanmu.
Begitu mendengar kau akan datang,
dia mulai mempersiapkan pernikahanmu.
Apa kau menemui Yaadi?
Apa kau melihatnya?
Kenapa kau menangis?
Semua orang bilang
bahwa Yaadi tidak akan kembali.
Katakan padaku,
Yaadi akan kembali, kan?
Shera!
Ya Tuhan!
Shera!
Tuhan, apa yang Kau lakukan?
Yadi adalah pemimpin teladan bagi para pemuda
tapi beberapa orang mengaitkan nama Yadi dengan gangster.
Di seluruh penjuru kota, berbagai rumor beredar tentang kematian Yadi.
Mereka menghubungkannya dengan gangster.
Apa yang ingin kaukatakan?
Lepaskan aku!
Kakakku bukan seorang gangster.
Kakakku bukan seorang gangster.
"Kekasihku, yang tersisa padaku kini hanyalah abu."
"Nama apa yang harus kuberikan pada hidup ini?"
"Tanpamu, tiada lagi kebahagiaan, hari-hari terasa bagai penjara."
"Kau meninggalkan satu jejak."
"Yang paling kucintai di hati telah pergi."
"Untuk mataku, air mata sepanjang hidup telah ditakdirkan."
"Kau telah merenggut bahkan bayanganku dariku."
"Bahkan Tuhan berpaling dariku."
"Tanpa saudara-saudaraku, dunia terasa sangat sunyi."
"Satu jenazah dibakar di pemakaman, satu lagi di dalam hatiku."
"Akan kubakar dunia ini, meski bumi dan langit menghalangi."
"Api pembakaran masih menyala di dalam hatiku."
Tuhan sendiri yang memanggil orang-orang baik kembali.
Bahkan Dia membutuhkan mereka.
Jagge,
kau takkan bisa maju
jika terus menengok ke belakang.
Aku sangat dekat dengan Yaadi.
Sekarang aku bahkan hampir tak bisa berdiri,
apalagi berjalan.
Yaadi juga tangan kananku.
Sekarang Shera sudah di sini.
Dia akan mengurus semuanya.
Tidak, Kak.
Kita tidak akan menyeret Shera ke dalam masalah ini.
Dia akan pergi ke luar negeri dalam beberapa hari.
Hanya singa yang bisa menggantikan singa, Paman.
Kakak kita adalah seekor singa.
Takdir mengkhianatinya, dan kecelakaan itu terjadi.
Jika tidak, dia tidak akan mati.
Itu bukan kecelakaan. Kakakku dibunuh.
Ada bekas luka tembak di dadanya.
Yaadi tewas dengan peluru di dadanya.
Dan kalian semua duduk di sini sambil makan manisan.
Yang kutidak mengerti adalah bagaimana kalian masih bisa makan.
Shera!
Jaga batasanmu.
Dia ayahku.
Kalian semua hanya bisa bicara.
Itu terdengar hebat.
Pali, perselisihan tidak pernah diselesaikan di pengadilan desa.
Yaadi bukan kakak kandungmu, Shera.
Tapi ayahmu dan aku membesarkannya seperti anak sendiri.
Kau ingat itu, kan?
Hmm? - Hmm.
Aku ingat semuanya.
Siapa yang melakukan apa, seberapa banyak, dan kenapa.
Kami bicara baik-baik padamu, tapi kau makin menjadi.
Pali.
Shera.
Apa kau ingat? Akulah yang menangani
semua kasus universitasmu yang tidak penting.
Kau adalah bagian dari keluarga ini.
Kita adalah satu keluarga.
Kami membutuhkanmu.
Aku ingat semuanya.
Untuk setiap kebaikan yang kauberikan, akan kubalas empat kali lipat,
tapi hanya setelah aku membalaskan dendam Kakak.
Gully, kau menjatuhkan semuanya. - Maaf, maaf, Kak.
Gully, kau bahkan tidak tahu kapan harus menginjak rem.
Selama bertahun-tahun ini, kau masih belum belajar
memakai sabuk pengaman.
Aku menjadikanmu sopirku karena kau adalah temanku.
Jadi tetaplah jadi sopir. Jangan coba jadi temanku.
Ingatkan saja aku terus.
Shera!
Shera.
Kau telah membesarkan putra-putramu dengan keberanian luar biasa.
Dan akulah yang menangani
semua kasus ilegal
di Kanada juga.
Shera.
Jelaskan saja satu hal padanya, dengan tenang.
Setinggi apa pun seorang pria bangkit,
dia takkan pernah bisa lebih hebat dari Yang Maha Kuasa.
Shera memang selalu seperti ini, Kak.
Dia sangat dekat
dengan Yaadi.
Oh, kawan.
Lama tak jumpa.
Kau bahkan tidak menyapaku.
Aku sangat terpukul mendengar tentang Yaadi.
Rasanya seperti hatinya direnggut dariku.
Aku tidak sanggup melihatnya. Aku berbalik dari luar.
Dia adalah saudara kita sendiri.
Tuhan tidak menunjukkan
belas kasihan pada kita.
Jangan khawatir.
Aku di sini.
Kakakmu ada di sini.
Kakakmu ada di sini, kawan.
Aku di sini.
Kita selalu saling mendukung sejak kecil,
dan kita akan tetap begitu.
Ayo kita ke klub besok.
Bukan ke klub, maaf.
Kakaknya baru saja terbunuh, dan kau malah bicara soal klub.
Bhole!
Baik, Bos, kembali ke tugas dasar.
Baiklah, Kak, aku pamit dulu.
Kakek.
Kemari, Sayang, apa kabar?
Kau jadi agak gemuk.
Berhenti memberinya manisan terus. - Kemari, Nak.
Kemari, Sayang.
Beri dia makan.
Ya ampun!
Kenapa kau harus bicara sekasar itu pada Kakak?
Kematian Yaadi sangat mengguncangku.
Aku membesarkannya seperti anak sendiri.
Justru itulah tragedinya.
Kau membesarkannya seperti anak,
tapi tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai anak.
Kau selalu membawa kebencian ke dalam segalanya.
Aku ayahmu.
Ayah?
Pertama, kau memanfaatkan Yaadi bersama Brar.
Dan sekarang kau memanfaatkanku.
Lidah paling baik disimpan di belakang gigi.
Jika terkeluar terlalu jauh, ia akan dipotong.
Lupakan lidah, bahkan jika nyawaku taruhannya,
aku akan memburu pembunuh kakakku.
Shera!
Sahiba, bidikanmu bagus.
Mulailah bersiap menjadi perwira yang andal seperti kakakmu.
Semoga sukses.
Terima kasih, Tuan.
Kau sudah kembali setelah lima tahun, Shera.
Dan kau kembali dalam situasi seperti ini.
Semua orang sangat berduka atas kematian Kak Yaadi.
Dia sangat merindukanmu.
Setiap kali bertemu denganku, dia hanya membicarakanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.