De eerste 200 regels.
Didasarkan dari kisah nyata tentang seorang tokoh dan peristiwa sejarah
Meskipun memasukkan adegan karakter dan kejadian yang dramatis,
namun tetap menjaga aspek sejarah dan esensi cerita guna menginspirasi generasi saat ini
Kisah tertua umat manusia dalam mencari kebebasan dan kesetaraan
Bilal
Berdasarkan pada kisah nyata
Sebuah film dari Ayman Jamal
Sub Credit : Mahmoud Harfoush
Sub Editor, Re-Synch, Arrangement : Devaldy Karel, Dendy Andika
Ghufaira
Sudahlah sudah
Tidak!
Ibu, siapa mereka?
Ibu!
Jaga adikmu, Bilal
Tidak!
Bilal
Kau baik-baik saja?
Ya, hanya mimpi
Mimpi buruk lagi?
Ambil ini
Aku simpan ini untukmu
Ada bagian yang hilang
Hmm.. Cuma begitu? aku tunggu..
Oh.. Terima kasih banyak, saudariku yang luar biasa
Sama-sama, saudaraku tercinta. Itu lebih baik.
Apa yang bisa kubeli dengan koin ini?
Mungkin kita bisa berikan pada dewa sebagai persembahan,
agar kau terlepas dari mimpi burukmu
Dimana dewa ketika Ibu membutuhkannya?
Sebaiknya untuk beli makanan saja
Ghufaira, bawakan air untuk tuanmu
Cepatlah!
Biar aku saja,
Sutra Damaskus Sutra Damaskus
Rempah-rempah Rempah-rempah
Pakaian berwarna Pakaian berwarna
Kuat dan berkualitas! Berani bayar berapa?
aku berani bayar dua koin
Kami jual berhala
Kami jual berhala
Tersedia dalam berbagai warna dan bentuk
Dapat memenuhi semua keinginanmu
Berhala untuk ketenaran
Berhala untuk kekuatan
Berhala untuk kesuburan
Berhala untuk kecantikan
Jelas kau tak butuh berhala untuk kecantikan bukan?
Inilah berhala yang kau butuhkan
Terima kasih
Berhala untuk kesuburan
Kau ingin anak laki-laki, kan?
Semoga saja kau dapat kembar tiga!
Gula-gula, ayo dibeli..
Selamat pagi, saudaraku
Perhatikan jalanmu, bocah!
Sumbangkan dengan ikhlas untuk para dewa Jangan kikir
Dewa melihat semuanya
Dewa tahu segalanya
Janganlah tersesat di padang pasir,
kecuali kau ingin azab dari api kemarahanku
Datang dan masuklah,
Buktikan imanmu dengan uang dan persembahan
Takutlah akan murka dewa,
atau..
kau akan dibakar!
Datanglah nak,
Datanglah kemari, dan memohon untuk diselamatkan
Bukankah kau dalam kesulitan?
Berikanlah uangmu kepada dewa
Tak ada pengorbanan yang sedikit,
dan tak ada keinginan yang besar
Kau bisa memiliki,
apapun yang kau inginkan
Dewa melihat semuanya
Jangan lari!
Kau meleset!
Memang sengaja,
anak panahku butuh sasaran yang lebih bagus,
aku tak menyia-nyiakannya untuk seekor ayam,
tapi untuk seekor rusa
Dimana kita menemukan seekor rusa?
Hmmm...
Apa?, apa yang kau lakukan?
Safwan
Itu seekor rusa,
seekor rusa hitam
Kemarilah wahai budak!
Aku bilang, kemarilah budak!
Berhenti, budak!
Aku perintahkan kau!
Rusa menganggap itu singa,
dia akan segera menerkammu
Kau mau jadi sasaranku ya?
Aku hanya bercanda
Diam!
Ayo bawa dia!
Tolong hentikan
Jangan bergerak
Kumohon hentikan
Jangan !!
Safwan, sepertinya kau menembak rusamu
tepat di pantatnya
Jangan pernah kau menyakitinya lagi
Beraninya kau memerintahku?
Berikan pelajaran pada tikus ini
Tolong maafkan dia tuan Safwan
Hei! Apa yang kalian lakukan?
Maaf.., aku tak tahu kau disini, tuan Safwan
Maafkan aku,
apa dua budak ini mengganggumu?
Aku akan memukulnya jika mengganggu
Ayo pergi
Beritahu ayahmu, aku akan mengantarkan pesanannya hari ini
Ghufaira
Mereka menyakitimu?
Seharusnya aku selalu melindungimu,
aku takkan pernah membiarkan siapapun menyakitimu lagi
Pedagang,
apa yang kau tawarkan?
Budak istimewa ini bisa jadi milikmu
Ada yang menawar?
Kau terlambat, sudah terjual!
Terimalah kesengsaraanmu
Budak terbaik di kota ini,
dia pintar, tahu cara membaca dan menulis
Dia tahu 20 bahasa
Ya, 20 bahasa !
Dia bahkan bisa berbicara dengan hewan
Wahai tuan besarku, Umayya
Tak ada pelayan yang lebih baik, untuk menemanimu dalam perdagangan
Dia memang tidak cukup besar,
tapi yang ini kuat seperti banteng
Aku ambil
Benarkah?
Maksudku, itu pilihan yang bagus!
Memang agak mahal, tapi aku yakin dewa akan memberkatimu
Wahai yang mulia, Umayya
Okba,
Suatu hari akan kucelupkan lidahmu kedalam kotoran
Kirim dia ke rumahku
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.
Oh! Betapa hebatnya kau Umayya
Begitu murah hati, sungguh luar biasa!
Tuan
Aku membawa berhala yang kau pesan
Apakah ingin dikirim ke rumah, atau ke toko anda di pasar?
Menurutmu?
Hah? Emm..
Kirim ke toko. Dasar dungu!
Dan jika kau terlambat lagi, aku takkan membayarmu
Maafkan aku, tuan
Itu takkan terjadi lagi
Waktu itu aku terlambat karena, aku harus membantu putramu, Safwan.
Membantu Safwan?
Ada seorang budak menyerangnya
Budak yang mana?
Mereka memanggilnya Bilal
Dia menjatuhkan putramu ke tanah
Lalu aku segera menghampirinya, dan menolong putramu
Ya sudah!
Bawa segera berhalanya ke tokoku, atau aku batal membeli
Baik, kukirim sekarang
Bilal
Ambil itu
Aku perintahkan kau untuk mengambilnya
Milik siapa apel ini?
Jawab aku!
Milikmu tuan...
Apa bedanya antara kau dan apel ini?
Tak ada bedanya, tuan.
Jangan lupakan itu
Bawa dia ke halaman belakang
Dan cambuk dia
Masuk!
Apapun yang kau lakukan
Seorang majikan melahirkan seorang majikan
Dan seorang budak melahirkan seorang budak
Ayah, aku harap kau memberinya pelajaran,
yang tak bisa dia lupakan - Bagaimana bisa kau dipukul seorang budak?
Bilal berbohong, ayah
Budak ini berbohong Dia tidak pernah memukul
Kau mempermalukan aku didepan orang-orang
Jangan menangis!
Berhenti jadi anak cengeng!
Dengarkan
Dia tidak menangis
Seharusnya kau tegar seperti itu
Apapun yang terjadi,
Jangan biarkan seorang budak membuatku malu di depan orang lagi
Anak keras kepala!
Ibu, katakan padaku seperti apakah ayahku?
Ayahmu adalah pria yang hebat
Apa cita-citamu dewasa nanti?
Menjadi petani?
Atau menjadi pedagang dan menghasilkan uang banyak?
Aku ingin menjadi seorang pejuang yang hebat!
Dan itulah yang akan terjadi. Seorang pejuang yang hebat,
dengan suara yang indah
Dan aku ingin menunggang seekor kuda besar
No comments yet. Be the first to leave one.