200 baris pertama.
"Drama ini berdasarkan Kisah On Dal dalam Kronik Tiga Kerajaan"
"Karakter, kejadian, dan tanggal tidak sesuai fakta sejarah"
"EPISODE 10"
Ada apa?
Matahari sudah terbenam, Anda hendak ke mana?
Bukan urusanmu. Minggir.
Anda hendak menyerang tempat tinggal Putri?
Aku akan menyerangmu lebih dahulu jika kamu tidak menyingkir.
Masuklah.
Ayah Anda menunggu untuk menemui Anda.
Akan kubayar dosa-dosaku saat aku mati nanti.
Namun, kamu dan keluargamu juga akan berakhir
di kolam darah.
Ayah ingin bertemu denganku?
Jika kamu menghabisi putra On Hyeop
dan membakar desa mereka,
menurutmu Tuan Putri akan menjadi milikmu?
Pasti begitu saat tidak ada lagi yang bisa dia andalkan.
Dia berbohong soal menikah untuk melarikan diri.
Ini bukan sesuatu yang bisa kamu kendalikan dengan kekerasan.
Aku hanya mengikuti ajaran Ayah.
Ayah membunuh mendiang Ratu
dan memenggal On Hyeop.
Ini rencana kuat yang tidak akan menjadi bumerang.
Ayah memuji keberanianmu, tapi perjalananmu masih panjang.
Kekuasaan tidak akan berdaya jika hanya itu yang ada.
Kamu membutuhkan pembenaran sebelum mengayunkan pedang.
Tanpa itu,
apa bedanya jenderal dalam perang dengan tukang jagal di abatoar?
Pembenaran?
Aku akan mengarang sesuatu.
Pembenaran itu akan datang tanpa kita harus melakukan apa pun.
Kamu pikir Tuan Putri bisa hidup sebagai istri seorang pemetik herba?
Sampai kita punya alasan,
- tunggulah. - Aku harus menunggu sampai kapan?
Kamu sangat lamban.
Untuk menangkap seorang pemimpin, jatuhkan kudanya lebih dahulu.
Apa tidurmu nyenyak?
Ya. Kamu?
Aku juga.
Kita harus berbenah.
Jenderal Go akan diusir ke perbatasan?
Ya. Dia sering membantu Tuan Putri,
Gochuga sepertinya marah kepadanya.
Dia kepala Suku Gyeru berikutnya,
tapi dia sangat berbeda dari ayahnya.
Aku tahu kesetiaannya pada keluarga kerajaan.
Orang pertama yang memberitahuku bahwa Tuan Putri masih hidup
adalah Jenderal Go.
Dia terlalu berbakat untuk kalah seperti ini.
Gochuga sangat kejam.
Dia mengirim ahli warisnya ke tempat yang jauh.
Aku membuatnya marah.
Tapi tempat pengasinganku terlalu jauh.
Aku akan menghirup pasir jauh di utara sana.
Kamu sedih aku akan pergi jauh?
Ini bukan kabar baik.
Kalau begitu, haruskah aku tetap di sini?
Apa?
Di hari seperti ini, kuharap aku bisa duduk di perahu di sungai
dan minum selama berjam-jam.
Jenderal Go Geon harus segera menemui Raja.
Tolong jangan marah, Ibu.
Aku memang banyak kekurangan, tapi aku akan berusaha yang terbaik.
Ibu. Ayah Ga Jin,
ayah mertuaku, memberikan restunya.
Ibu tidak memercayai pendengaran ibu.
Kamu tidak punya ayah mertua.
Ibu.
Aku akan menyalakan api.
Aku pandai dalam hal itu.
Minggir.
Jangan lakukan ini, Tuan Putri.
Anda bangsawan termulia di dunia ini.
Anda tidak boleh melakukan pekerjaan kasar seperti itu.
Aku menantu Ibu.
Jangan menggoda wanita tua.
Istirahatlah selama Anda di sini.
Ayahku memerintahkan
aku tinggal di perbatasan yang jauh
dan melarangku menunjukkan diriku.
Itu hukuman, bukan perintah.
Apa karena kamu membantu Tuan Putri?
Aku tidak pernah menjadi
putra sulung yang memuaskan baginya.
Para pengawalku tidak sepatuh sebelumnya,
serta keamanan di dalam dan di luar istana lemah.
Aku mempertimbangkan
menunjukmu sebagai Kepala Pengawal Kerajaan baru.
Aku tidak pantas mendapatkan gelar itu.
Tapi...
Aku sudah berkemas untuk pergi ke perbatasan.
Barang bawaan bisa selalu dibongkar
dan perintah bisa ditarik kembali.
Sebelum itu,
agar kamu tetap selalu di sisiku,
aku harus bisa memercayaimu sepenuhnya.
Untuk membuatku memercayaimu,
dapatkan kepercayaan Putra Mahkota lebih dahulu.
Dengan itu, aku tidak akan meragukan kesetiaanmu pada keluarga kerajaan.
Baik, Yang Mulia Raja.
Dia tidak enak badan
dan memintamu datang lain hari.
Sudah bilang aku guru seni bela dirinya yang baru?
Sudah.
Sebenarnya,
sejak Tuan Putri meninggalkan istana,
dia belum keluar dari kamarnya.
"Untuk tidak berhubungan dengan orang lain"
Dia bilang tidak bisa diganggu untuk melakukan apa pun.
Kak Pyeonggang, Kakak di mana?
Kakak baik-baik saja, bukan?
Ayah menyuruhmu mendekati Raja
dan kamu menjadi pelatih Putra Mahkota?
Aku mengikuti ajaran Ayah.
Untuk menangkap pemimpin, kita harus menjatuhkan kudanya.
Ya.
Putra Mahkota adalah kuda Raja.
Aku akan mendapatkan kepercayaan Putra Mahkota, lalu Raja.
Aku akan membuat semua orang di istana memihakku.
Rakyat sama meragukannya karena mereka tidak berdaya.
Kamu punya rencana rahasia?
Bukan rahasia lagi jika aku membicarakannya.
Serahkan kerajaan kepadaku,
Ayah kendalikan dewan saja.
Mereka lebih serakah daripada yang seharusnya.
Mereka bisa saja merencanakan sesuatu diam-diam.
Ada untungnya Tuan Putri meninggalkan istana.
Ayah lihat kamu sudah berubah, kamu bahkan mengurus keluarga kita.
Suka atau tidak,
aku kepala suku Gyeru berikutnya.
Aku harus melakukan tugasku sebagai anak lelaki.
Ibu belum tidur?
Kenapa kamu mengambil seprai lagi?
Di kamar sana sudah ada.
Hanya ada satu pasang seprai.
Kamu bilang sudah menikah.
Kamu akan tidur terpisah darinya?
Ga Jin merasa tidak nyaman. Ini demi kebaikannya.
Bagaimana aku bisa mengajarinya?
Apa akan ada di buku?
Aku nyaris saja ketahuan.
Melakukan apa?
Bukan apa-apa.
Kukira dia akan mengusirku. Aku senang dia tidak melakukannya.
Itu tidak bagus.
Dia bersikap seakan-akan kamu tidak ada.
Dia lebih mengutamakanmu.
Dia mungkin pengasuhmu,
tapi dia lebih memedulikanmu daripada ibu mana pun.
Seperti itulah perasaan seorang ibu.
Ini buku strategi militer yang kubawa dari istana.
Strategi militer?
"Simseo", "Yukdo", "Samryak",
"Seni Perang", "Lima Seni".
Tunggu.
Tunggu.
Aku tidak perlu membaca semua ini, bukan?
Membaca sekali saja tidak cukup.
10 kali, 20 kali.
Kamu harus bisa mengutipnya dengan mata terpejam.
Aku akan belajar denganmu.
Itu tidak adil. Kamu bilang akan mengajariku bertarung.
Apa gunanya jika kamu hanya bisa mengacungkan pedang?
Kamu harus bisa menggunakan otakmu.
Kalau begitu, haruskah kucoba?
Astaga.
Kurasa membaca ini akan membuatku semakin bodoh.
Kamu bahkan mengeluh sebelum memulainya.
Aku lelah. Bisakah kita tidur saja?
Ya? Kumohon?
Astaga.
Baiklah.
Kamu merasa tidak nyaman?
Aku bisa tidur di kamar yang lebih besar.
Kamu mau tidur terpisah padahal kita baru menikah?
Pria juga bisa menjadi duda.
Bisakah?
Meskipun berpura-pura,
kita seperti menikah sungguhan karena tidur berdampingan begini.
Rasanya aneh.
Benar.
- Ga Jin. - Ya?
Jangan beri tahu Ibu bahwa aku belajar bertarung.
Dia akan jatuh sakit saat mendengarnya.
Baiklah.
Kamu juga. Jangan menghalangi aku dan Ibu.
Tidak banyak yang bisa kamu lakukan untuk membantu.
Hei. Siapa lagi yang akan mengurus istri selain suami?
Itu sangat meyakinkan.
Tetap saja, serahkan kepadaku.
Aku akan pergi memotong kayu bakar.
Aku harus membawa tiga atau empat tumpuk dalam sehari.
Ga Jin sudah pergi. Dia pergi mengambil air.
Kemarilah.
Apa yang dia rencanakan?
- Apa maksud Ibu? - Kenapa seorang Putri
kembali untuk tinggal di gunung?
Ibu tidak percaya dia akan menikahi seorang pemetik herba.
Mendekatlah.
No comments yet. Be the first to leave one.