200 baris pertama.
Diterjemahkan oleh: Huda D.S
Halo, Emmanuelle.
Apa itu kau, Emmanuelle?
- Halo, Marie. - Apa kau dalam perjalanan ?
Aku mau berangkat.
Apa kau naik taksi? Jam berapa pesawatmu berangkat?
- Jam sepuluh. - Kau harus bergegas.
Aku akan segera berangkat.
Bagaimana jika aku yang mengantarmu ke bandara?
- Baiklah! Jemput aku, jika kau mau. - Christian dan Olivier juga ingin ikut.
Tak perlu mengajak mereka! Hanya kau.
- Baiklah aku akan menjemputmu. - Sampai jumpa.
Paris ke Bangkok memakan waktu 17 jam.
Tapi pergi sendirian, seperti selamanya.
Kau tak pernah sendirian di dalam pesawat. Sama seperti di kapal.
Kekhawatiranmu, hubungan cintamu menjadi tidak nyata.
- Kau bebas melakukan apapun. - Tapi itu tidak mungkin.
Kau salah. Sungguh menakjubkan berapa banyak orang yang bercinta pesawat.
Aku tidak akan berani.
Kau harus selalu berani.
Jika itu benar apa yang kau katakan,
apa kau tidak mengkhawatirkan Emmanuelle?
Aku menikahinya tidak untuk menyimpannya hanya untuk diri sendiri atau mengurungnya.
- Tidak, kau menikahinya karena kecantikannya. - Sama sekali tidak.
Aku menikahinya karena tak ada wanita yang lebih menikmati bercinta.
Bagaimana jika pria lain mengambil keuntungan?
Sudah kubilang, aku tidak cemburu.
Kecemburuan sudah ketinggalan zaman.
Lihatlah gadis ini. Keahliannya bercampur dengan kepolosan.
Ini bukan keajaiban. Mereka harus belajar.
Apakah mereka melakukan apa yang kau inginkan?
Lebih dari itu. Ini hanyalah masalah harga.
Itulah yang menggangguku.
Aku tidak suka membayarnya.
Membayar membuatku lemas.
Tidak sesederhana itu.
Aku harus pergi ke bandara. Sampai jumpa di kedutaan.
Selalu orang yang sama.
Dunia kecil mantan petualang, pegawai negeri, diplomat...
Semua tak sabar ingin melihatmu, apalagi sejak melihat foto-fotomu.
Maksudmu, kau menunjukkan fotoku kepada mereka?
Tentu!
Aku suka menunjukkan kepada mereka dan melihat ekspresi mereka.
Mungkin lebih.
Aku sangat bangga padamu.
Katakan padaku, fotografer itu...
Bagaimana dengannya?
Apakah dia...
Apa kau tidur dengannya?
Oh, Jean, dia bahkan tak pernah menyentuhku.
Benarkah? Itu lucu.
Kupikir semua seniman tidur dengan model mereka sebelum melukisnya.
Jika tidak sebelumnya, maka setelahnya.
Pria malang itu pasti menderita.
Aku sedikit meragukan itu. Dia homoseksual.
- Ada apa, sayang? - Ayo pergi. Aku tidak tahan lagi.
Mengerikan. Anak kecil, darah, pengemis...
Aku benci tempat ini.
Tidak semuanya seperti ini. Jangan khawatir.
Ini. Selamat Datang di Thailand.
- Sekarang tenang. - Terima kasih sayangku.
Kau akan lihat, kau akan menyukai rumah ini.
Kau tak akan melihat sesuatu yang seperti ini.
Aku melewati jalan ini setiap hari dalam perjalanan di kedutaan.
Kurasa aku sudah terbiasa.
Ayo, sayang.
Ini Tim...
jean. Mereka tukang masak.
Oh, tidak, bukan seperti itu. Seperti ini.
Dan yang lainnya,
Noe... Mereka adalah pelayan kamar.
Mereka semua cantik. Apa kau yang memilih mereka? - Ya.
John, pembantu rumah tangga.
Dia menjalankan segalanya. Masuk dan lihatlah.
Tempat ini berusia lebih dari 100 tahun.
Ini milik seorang putri.
Aku memohon padanya selama berbulan-bulan, untuk membuatnya menyewakannya kepada kita.
Ini sangat indah.
Ini luar biasa.
Aku tidak pernah memimpikan ini.
Ini luar biasa.
Apakah gadis pelayan sebaik aku?
Mustahil. Kau tak tertandingi.
Kau mengatakan itu untuk membuatku senang.
Kesenangan, kesenangan!
Kesenangan!
Aku tidak bosan memperbaiki rumahku. Aku senang di sini bersama Jean.
Tunggu saja, sampai beberapa bulan.
Di sini, kami hanya punya satu musuh: kebosanan.
Dan untuk melawan kebosanan, ada satu sekutu: cinta.
Kau akan mengetahuinya.
Kecuali jika Jean-mu tiba-tiba menjadi sangat cemburu.
Tapi itu adalah pilihanku sendiri.
Jean akan senang melihatku di tempat tidur bersama teman-temannya.
Aku tak pernah memberitahu suamiku apa pun.
Nah, jika Richard tidak ingin tahu!
Selamat pagi. Aku ingin kau bertemu Emmanuelle.
Emmanuelle, kemarin kau ketinggalan.
Sebuah kapal perang angkatan laut berlabuh di sini selama akhir pekan.
- Kuharap kau dapat melihatnya. - Itu memiliki kru yang luar biasa!
Semuanya berbakat, tampan dan terangsang.
Sayang sekali kau tidak ada di sini.
Kau akan menjadi hit.
Aku berada di Pattaya dengan suamiku.
Jean sungguh pintar. Dia sengaja membawamu pergi.
Kurasa bukan itu.
Sayang sekali... Kami jarang beruntung seperti itu.
Aku tidak pulang selama 2 hari. Untungnya, suamiku Gilbert...
- sedang dibebani dengan pekerjaan. - Dia bekerja sangat keras di kedutaan!
Bagaimana dengan rumahmu? Aku mendengar itu indah.
Itu memang indah. Kenapa tidak datang saja? Jean sudah memperbaikinya.
- Itu luar biasa. - Kau tahu itu?
Jean menyuruhku mampir
saat kau berada di Paris.
Paris! Kau harus memberitahu kami semua petualanganmu.
Kau bisa memberitahu kami segalanya. Kami akan diam seperti kuburan!
Apa yang ingin diketahui.
Ini mungkin terdengar konyol, tapi saat aku sendirian di Paris,
Aku tak pernah mengkhianati suamiku.
Apakah menurutmu dia sepolos yang dia tunjukkan?
Aku khawatir dia mungkin begitu!
Ah, itu kau! Kau membuatku terkejut.
Aku mengejutkan banyak orang.
Kau sangat cantik... dimana pun.
Tapi aku ingin tahu apa kau hanyalah pembohong kecil.
Kenapa kau mengatakan itu?
Kau tak pernah mengkhianati suamimu?
Tidak, aku tidak pernah.
Mengkhianati berarti bersembunyi.
Atau lebih tepatnya, berbohong.
Siapakah wanita itu'?
Namanya Bee.
Dia berada di luar kelompok kami.
Apa kau pernah berselingkuh dengan seorang wanita?
Apakah itu dihitung dengan seorang wanita?
Cobalah sekali denganku untuk melihat apakah itu dihitung.
Aku ingin bicara denganmu. Bolehkah aku mampir ke rumahmu?
- Apa kau tahu dimana aku tinggal? - Ya.
- Bagaimana jika besok sore? - Baiklah.
Namaku Marie-Ange.
- Selamat sore. - Selamat sore.
- Aku yakin kau adalah Jean. - Kau benar.
Aku Marie-Ange. Teman Emmanuelle.
Aku tidak tahu istriku memiliki teman yang menawan.
Kami baru saja bertemu. Tapi dia mengundangku ke rumahmu.
Nah, dia ada di sini.
Dia ada di kamarnya. Silakan masuk.
Terima kasih.
Kuharap kita bertemu lagi.
Oh, itu kau.
Aku tidak mendengarmu.
Betapa cantiknya dirimu! Siapa yang mengambil foto itu?
Seorang fotografer teman Jean.
- Ada yang lain? - Yang lain'?
Kau tahu, foto-fotomu saat sedang bercinta.
Tentu saja tidak. Itu ide yang luar biasa!
Tahu kenapa aku makan lolipop?
Kau menyukainya, kurasa.
Tidak. Itu membuat orang tua terangsang. Kau harus melihat suamimu.
- Dia belum tua! - Berapa umurnya?
- 32. - Itu dia.
Kau sedang tidur di jam segini?
Kasurmu sangat besar. Berapa orang yang bisa tidur denganmu?
Sebenarnya, ini adalah kasur kembar yang kami satukan.
Jangan percaya hal-hal yang dikatakan para wanita itu padamu.
Mereka suka pamer. Mereka juga suka membual.
Sebagian besar cerita mereka hanyalah omong kosong.
- Apa maksudmu? - Gadis-gadis di kolam renang...
Ayo, mari kita pergi ke tempat lain.
Rumahmu indah. Pemandangan yang luar biasa!
Aku sangat senang kau datang kemari.
Kemarin sepertinya kau memiliki sesuatu yang penting untuk diceritakan kepadaku.
Tidak. Aku hanya memilihmu, itu saja.
- Memilihku? - Apakah boleh?
Oh, majalah Prancis!
- Dari mana kau mendapatkannya? - Jean mendapatkannya di kedutaan.
Suamimu sangat tampan. Bolehkah aku minta fotonya?
Aku suka menyentuh diri sendiri. Itu sangat enak.
- Apa kau menyukainya? - Tidak.
- Kau tidak suka? - Ya, tapi aku tidak mau sekarang.
Tidak seperti ini.
- Kau tampak malu? - Sama sekali tidak.
Tapi aku sedikit terkejut. Kau sangat muda.
Aku telah melakukannya sejak umur 12 tahun.
Tak ada yang mengajariku. Tanganku tahu sendiri.
Kupikir itu normal. Bukankah begitu?
Bagaimana kau mulai berhubungan seks?
Jean-lah yang mengambil keperawananku.
Di hari setelah kami bertemu.
Kami pertama kali bertemu di pesta makan malam dengan orang tuaku.
Dia berhasil menemukanku sendirian.
Dia mengajukan pertanyaan kepadaku. Seperti yang kau lakukan.
Keesokan harinya, dia mengajakku jalan-jalan.
Dia menepi di hutan Fontainebleau
dan bercinta denganku di dalam mobil!
Itu pasti sempit dan juga tidak biasa.
Statistik menunjukkan bahwa 11% wanita kehilangan keperawanannya di dalam mobil.
Apa yang berubah setelah menikah?
Tidak ada.
Oh ya... Awalnya, terasa menyenangkan bercinta di malam hari.
No comments yet. Be the first to leave one.