Time to Hunt

Time to Hunt (사냥의 시간)

Muat Turun Sari Kata Indonesian

Maklumat siaran

Time to Hunt a k a Sanyangeui Sigan 2020 720p 1080p WEBRip WEB-DL indonesian
Ulasan oleh sdgmax

Tag

Web-DL
web-dl
webrip
web
WEB-DL
720p
720
BRip
1080
Diterbitkan pada: 2020-04-24
Muat Turun: 200
Masalah Pendengaran: No

Pratonton sari kata Indonesian

200 baris pertama.

PERSEMBAHAN NETFLIX

Bagaimana caranya?

Aku kenal broker pengekspor baju vintage.

Kita ekspor lewat dia.

Kita tak dapat untung.

Tergantung merek, tapi dezainer...

Desainer! Bodoh!

Tiga baju bermerek untuk satu dolar!

Tiga baju satu dolar?

- Ya. - Serius?

Berarti 300 baju 100 dolar.

Memalukan. Mau menjual baju bekas?

Bukan saatnya memikirkan gengsi.

Kita tidak punya uang.

- Orang miskin tak boleh pemilih! - Persetan!

- Kau saja sendiri. - Sudah kuduga kau begini.

Sialan, kau pakai bajuku?

- Bajuku melar. Jangan pakai bajuku! - Ini bajuku! Warnanya beda.

Ini warna biru!

- Sialan! Aku yakin itu bajuku. - Punyamu warna biru tua!

Cepat bayar.

- Kau bayar! Kuberikan tadi. - Kapan?

- Dia selalu begini. - Kuberikan tadi, Bebal!

- Kau benar. Maaf. - Sial...

Aku laporkan polisi kalau sampai kau jual bajuku!

Jual apanya? Ini bajuku!

Bajumu apanya? Itu bajuku!

Bajumu biru tua! Bajuku biru!

- Kau buta warna? - Dasar penipu!

- Dasar preman! - Tolong buang setruknya.

Dasar sialan.

Perlihatkan barang curianmu.

Aku tidak mencuri.

Aku lihat kau mencuri.

- Aku sudah tobat. - Tutup mulut saat batuk!

Pagi ini, 8,000 demonstran anti-IMF berkumpul...

Kau selalu bicara omong kosong.

Cepat naik!

Ayo, cepatlah naik!

TIME TO HUNT

Kenapa dia belum keluar juga?

Apa kita salah jam?

Apa? Tidak.

Di mana tahuku?

- Kami tidak bawa tahu. - Itu sudah ketinggalan zaman.

- Selamat! - Ayo, kita minum.

- Apa kabar? - Lewat sini!

- Selamat! - Selamat datang kembali!

Apa rencanamu?

Apa?

- Coba ceritakan yang kau katakan tadi. - Yang kau bahas di mobil.

Aku punya teman di penjara, dia penyelundup di Taiwan.

Tempat bernama Kenting.

Kalian tahu di mana Taiwan?

- Ya. - Pulau itu...

Ada pantai berwarna biru kehijauan, pohon palem, dan matahari terik.

Mirip Hawaii.

Bahkan sama persis!

- Kau selalu ingin ke Hawaii. - Benar.

Dia menyuruhku ke sana setelah bebas.

Dia akan membantuku mendapat pekerjaan.

Serius? Caranya?

Selain penyelundupan, dia juga bekerja di bidang pariwisata.

Rental sepeda dan mobil, restoran, kios...

Pokoknya banyak!

Penghasilannya sangat besar.

Sebulan mencapai lebih dari 8,000 dolar.

- Delapan ribu? - Sebulan?

Luar biasa, bukan?

- Hei, jangan bercanda! - Sumpah!

- Itu sangat keren. - Sinting...

Dia bilang akan menjual murah satu tokonya kepadaku.

Murah? Berapa harganya?

200 ribu dolar. Aku bisa punya penghasilan tetap dari toko tersebut.

Aku juga bisa membeli satu rumah impian di tepi pantai yang indah.

Kita ke sana dan mulai lembaran baru.

Kita pergi dari neraka ini.

Kita bisa berenang dan memancing setiap hari di pantai.

Kita jalani kehidupan baru!

Hei.

Hei!

Kenapa kalian diam saja?

Kalian tak suka?

Itu seperti khayalan, jadi, kami tidak percaya.

Benar.

Sinting...

- Hebat. - Benar, 'kan?

Taiwan mana?

Kenting! Ujung selatan Pulau Taiwan.

Aku memimpikan ini selama tiga tahun.

- Bermimpi ke sini. - Kau senang?

Ya!

- Sungguh? - Aku sangat senang!

Kau masih buang kotoran dengan pintu terbuka?

- Jorok! - Apa maksudmu?

Sialan.

Bedebah ini bahkan memakai pakaian dalam kita.

Jangan pakai milik kami!

- Benar. - Itu bohong.

- Itu benar! Biar kuperiksa. - Periksa apa, Berengsek?

Kuharap kita tidak mati tertembak.

Sekarang semua orang selalu membawa senjata api.

Narkoba dan senjata api. Sebenarnya ada apa ini?

Apa kau ingat ada bank di kompleks kita?

Ya.

Perampok membawa senapan dan menjarah bank itu.

- Maksudmu senapan serbu? - Benar, itu!

Astaga, sialan.

Sekarang, merampok tak seperti masa lalu.

Sekarang banyak orang nekat.

Nekat, apanya?

Dunia sudah gila.

Ini bukan tempat tinggal manusia.

Ki-hoon.

Ya?

Kenapa tak membahasnya?

Membahas apa?

Uang kita yang menjadi tidak berguna.

Apa berat sekali membicarakannya?

Itu bukan uang sembarangan. Kau masuk penjara karena uang itu.

Mana tega aku mengunjungimu dan bilang uangnya tidak berguna?

Kami tahu kau menderita di penjara.

Jadi, berapa sisanya?

Itu...

Nilai mata uang jatuh drastis,

dan biaya hidup makin mahal, kami bahkan tak bisa bayar sewa.

Pasti masih ada sisa. Berapa dolar?

Itu...

Sekarang dilarang menukar uang di bank.

Apa maksudmu?

Itu konyol.

Mata uang won jatuh drastis,

harga barang naik gila-gilaan.

Toko kecil pun tak menerima tunai.

Itu sebabnya kau bayar pakai dolar di kelab?

Kami berhasil menukarnya sebelum itu dilarang,

jadi, uang kita sekarang...

- Mungkin sekitar 2,000 dolar? - Bahkan tidak sampai.

Sialan...

Hei!

Mereka main api.

Bodoh.

Kaus dan celana? Sepasang?

- Terpisah. - Abaikan ucapannya!

- Sudah seminggu! - Sangat mudah.

- Mereknya? - Mereknya yang bagus.

Kalau sepatu?

- Jangan sepatu. - Sial.

Gila! Kompleks kita benar-benar hancur.

Tak ada yang ke sini lagi.

- Bisa apa di sini? - Jang-ho.

Kau tidak mau kerja di bengkel?

Siapa yang mau menerima mantan pencuri mobil?

Rahasiakan saja!

- Namaku muncul kalau dicari. - Tak ada lagi yang menelusurinya.

- Restoran tempat kerja lamamu? - Bangkrut.

Gara-gara dia.

Apa maksudmu?

Kau pegang kelaminmu lalu memotong timun!

Dasar berengsek!

Mau beraksi terakhir kali?

- Kau sudah gila. - Sinting.

Kau baru bebas kemarin.

Kita tidak akan dipenjara.

- Jangan bercanda! - Serius.

Apa itu?

SURGA SEPEDA

Bukankah itu toko kita?

- Siapa yang melakukannya? - Pergilah.

Lihat grafiti jelek itu.

Sudah lama tidak ke sini.

Akhirnya, kita ke sini lagi.

Jangan berlebihan, Jang-ho!

Paru-paruku buruk!

Kau merokok lebih banyak dariku.

Letaknya tidak berubah.

Saat kecil, ibuku bilang akan mengajakku ke Hawaii dengan membuka toko ini.

Itu sebabnya kau ingin ke Hawaii?

Ya. Meskipun bukan Hawaii,

aku ingin tinggal di tempat hangat

dengan pemandangan laut yang jernih.

Saat temanku di penjara membahas pulau itu,

aku sangat gembira.

Aku membayangkan kita tinggal di sana, santai memancing,

membuka toko,

dan habiskan waktu berenang di laut.

Pasti menyenangkan.

Pasti kita akan sangat bahagia.

Aku bertahan di neraka selama tiga tahun demi itu.

Dia mengira kartuku two pair

padahal aku menyimpan dua Q.

Aku menang dengan Q pair .

Itu sangat menegangkan.

Tiga orang naik.

Selamat datang.

Blackjack.

Blackjack? Sebelah sini.

- Selamat malam. - Malam.

Kami datang untuk meraup uang.

Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

More Indonesian subtitles for Time to Hunt

Komen

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left