200 baris pertama.
Berhenti!
- Aku akan membunuhmu seperti anjing! - Tidak, Ulmar! Tunggu!
Kau, Domitius?
Dasar kau bodoh.
Kau sama tidak kompetennya menjadi seorang pembunuh seperti halnya menjadi penyair!
Pedangmu tumpul seperti pulpen!
Aku akan membuat mahakarya dengan darahmu, Caligula!
Semua orang akan bersorak.
Aku akan menamainya "Kehancuran Orang Gila"!
Dan aku akan menamai mahakaryaku "Akhir dari Orang Bodoh"!
Maafkan aku atas ironimu, Caligula!
Simpan itu untuk teman-temanmu.
- Aku tidak takut mati! - Siapa yang mengatakan tentang kematian?
Kau akan hidup.
Aku akan membuatmu berharap kau tak pernah dilahirkan, dasar babi busuk!
Sejarah akan menghukum kegilaanmu.
Aku akan membuat sejarah.
Dan kau akan menyaksikannya.
Pikiranmu tak henti-hentinya menggubah banyak syair penuh dendam
yang diliputi kebencian.
Tapi tanganmu tak akan menuliskannya.
Dan bibirmu tak akan membacanya.
Penjaga!
Potong lidahnya.
Dan urat lengan dan kakinya.
Tidak! Lepaskan tanganmu dariku!
Berteriaklah selagi masih bisa!
Diterjemahkan oleh: Huda D.S
Kita harus lebih sering berkuda di pantai.
Pasir memperkuat kaki dan meningkatkan kecepatan dan stamina kuda.
Di sinilah hal itu terjadi.
Setiap malam.
Mimpi yang sama setiap malam.
Mimpi berbeda dari kenyataan, Caesar.
Atau mungkin kenyataan hanyalah mimpi lain.
Itu adalah mimpi yang di ungkapkan ibuku, tentang rencana Tiberius untuk membunuhnya.
Dia tewas dibunuh.
Pasir menjadi merah darah.
Serpihan daging manusia berserakan di mana-mana.
Jangan biarkan pikiran suram seperti itu merusak harimu, Caesar.
Ada Ulmar.
Perisai perkasa yang akan melindungimu dari semua mimpi buruk.
Setiap manusia memiliki harga.
Aku masih belum tahu siapa itu Ulmar.
Caesar, lihat.
Ada hiburan untukmu.
Hei, lihat!
Suguhan yang lezat.
Kalian semua.
Bukankah menurutmu begitu, Messala?
Begitulah buah dari alammu.
Mereka pasti terlihat cukup matang, meskipun agak hijau.
Siapa namamu?
Livia.
Mendekatlah.
Seekor ikan.
Sungguh jimat yang aneh.
Apa artinya?
Itu adalah simbol sekte agama baru dari Palestina.
Kenapa, kupikir Roma sudah memiliki cukup banyak Dewa.
- Apa kau Yahudi? - Tidak.
Kenapa kau tidak menyembah Dewa orang Romawi?
Apa kau tidak tahu Dewa mana yang harus kau sembah?
Aku mengajukan pertanyaan.
Caesar yang perkasa!
Aku mohon padamu untuk memaafkannya.
Dia seperti anak domba yang ketakutan, seperti yang kau lihat.
Apa yang lebih mengasyikkan dari pada seekor anak domba yang siap untuk dikorbankan?
Hati-hati, Caesar.
Aku tahu anak laki-laki itu.
Dia adalah putra Konsul Marcus Tullius Gallius.
Gallius memiliki temperamen yang berapi-api dan dicintai oleh para legiunernya.
Jangan takut pada Caesar.
Dia seperti ayah bagi kami.
Setelah dewasa, aku akan meminta izin ayahku untuk bergabung dengan praetorian.
Kenapa?
Menjadi bagian dari pengawal kekaisaran adalah kehormatan tertinggi bagi seorang pemuda.
Mereka adalah pasukan elit, dan semua orang menghormatinya, bahkan tribun juga.
Dan dengan begitu aku akan selalu melindungi Caesar.
Kuharap kau tidak melakukan itu.
Aku benci senjata dan instrumen perang.
Aku belum pernah mendengarmu bicara seperti itu sebelumnya.
Apakah itu ajaran Dewa barumu?
Ya. Dewa-ku mengajarkan cinta dan kedamaian.
Yah, Aku tertarik pada bagian cinta.
Bukan cinta yang seperti itu.
Cinta yang berbeda.
Aku yakin itu pasti Miriam yang telah berhasil meyakinkanmu.
Kau salah, percayalah.
Miriam adalah pendeta wanita dewa Mesir Anubis.
Tapi Miriam seorang budak. Bagaimana bisa menjadi pendeta?
Miriam bukanlah budak. Ayahku membebaskannya sebelum dia meninggal.
Dia sudah seperti kakak bagiku.
Dia membesarkanku.
Aku sangat melekat padanya.
Maaf, aku tak menyadari kalian berdua memiliki ikatan seperti itu.
Tidak, kumohon.
Kenapa tidak?
Ini bukan waktu yang tepat.
Saat itu terjadi, aku ingin itu indah dan abadi.
Sesuai keinginanmu. Aku akan selalu mencintaimu selamanya.
Kata-kata yang begitu indah.
Lanjutkan dengan pertunjukanmu yang menggelikan.
Bukan begitu, Messala?
Kau telah melakukan tindakan yang benar dengan menolaknya.
Keperawanan adalah bunga yang tidak boleh disia-siakan.
Apalagi dengan bocah seperti dia.
Itu seperti memberikan cithara (alat musik) kepada orang tuli.
Keperawanan harus diberikan kepada pria sejati.
Atau, lebih baik lagi, kepada dewa!
- Tidak, tinggalkan dia sendiri! - Beraninya kau kurang ajar?
Berlutut!
- Pergilah, Nak. - Tidak.
Aku ingin dia tetap tinggal.
Mungkin dengan cara ini dia akan belajar sesuatu.
Cobalah untuk memanfaatkan pelajaran ini dengan baik.
Tidak.
Tidak! Aku mohon padamu!
Gaius, awas!
Livia!
Livia!
Bunuh dia, Messala.
Dia gadis yang cantik.
Bunuh dia!
Siapa yang melakukannya? Siapa yang membunuh anakku?
Orang-orang Kristen, sekelompok fanatik agama.
Caesar sama kesalnya denganmu.
Dia menemukan mayatnya, dan memerintahkan pelakunya untuk ditangkap dan dihukum.
Noble Messala sendiri yang menangani penyelidikan tersebut.
Bagaimana Caesar tahu orang-orang fanatik itu membunuh putraku?
Putramu memegang simbol mereka di tangannya. Seekor ikan emas.
Mereka bersembunyi jauh ke dalam lorong.
- Akan sulit menangkap mereka semua, Messala. - Cukup tangkap 5 atau 6 orang.
Haruskah kita membawa mereka ke praetorium? - Tidak.
Mereka sudah dijatuhi hukuman. Bawa mereka ke Appian Way dan salibkan mereka.
Kenapa kau menyiksa kami? Kerugian apa yang telah kami lakukan padamu?
Minggir.
Kabar buruk, Marcellus. Domitius mencoba melakukannya sendiri.
Dia ketahuan dan ditangkap.
Segera beritahu hal ini kepada yang lain.
Keluar, kalian berdua.
Ada apa, Marcellus? Aku tahu kita berteman, tapi kau tidak perlu bersikap sopan.
Aku bisa dengan senang hati melakukannya tanpa teman menjijikkan sepertimu.
Domitius telah tertangkap.
Apakah dia buka suara?
Kurasa tidak. Bagaimanapun, kepala kita masih melekat pada tubuh kita.
- Apa mereka Membunuhnya? - Tidak.
Caesar membuatnya lumpuh dan memotong lidahnya. Akhir yang menyedihkan.
Setidaknya dia tak akan pernah mengungkapkan nama kita.
- Dasar babi busuk! - Sabar, Marcellus.
Ini bukan waktunya untuk saling bertengkar. Aku punya lebih banyak berita buruk.
Mayat putra Konsul Tullius Gaius telah ditemukan hari ini. Dibunuh.
Warga mengatakan orang Kristen yang membunuhnya.
- Tewas bersama seorang gadis muda. - Orang kristen? Mustahil!
Orang-orang malang itu tak melakukan apa-apa selain mengajarkan cinta dan kedamaian.
Mereka sama sekali tak berbahaya.
Sepertinya gadis itu telah dilecehkan.
Bocah itu dibunuh karena berusaha melindunginya.
- Siapa yang menemukan jasadnya? - Praetorian.
Dia gila. Orang gila yang haus darah. Dan kita menempatkan dia di atas takhta.
- Kita hanya menghormati keinginan Tiberius. - Kehendak orang tua gila.
Dan lihat harga yang harus kita bayar.
- Berapa lama kita akan bertahan seperti ini? - Selama dia mau.
Dia menganggap dirinya sebagai dewa yang dapat melakukan apa saja dengan kebal hukum.
Dia menciptakan malapetaka hanya untuk bersenang-senang dalam kekacauan.
Dia memerintahkan lumbung ditutup untuk menyebabkan kelaparan.
Dia memerintahkan agar semua kepala patung Jupiter dipotong
dan diganti dengan rupa-Nya sendiri.
Dia mengundang kita makan bersamanya, dan membuat kita menyajikan makanan seperti pelayan.
Dan, untuk menambah penghinaan lagi, dia menjadikan kudanya seorang senator.
kelancangan seperti itu tak bisa ditoleransi.
Kita bisa meyakinkan Konsul Gallius untuk memihak kita.
Legiunnya saat ini berkemah di sekitar kota, seperti yang kau tahu.
Itu akan menyebabkan perang saudara.
Jangan lupa beberapa senator masih setia kepada Caligula.
Dia terlalu licik untuk memiliki musuh.
Dia lebih suka membuat kita melawan satu sama lain.
Dia harus mati dengan tenang, kalau begitu.
Rencana yang bagus, Marcellus Agrippa, tapi bagaimana cara kita melakukannya?
Miriam! Berjanjilah kau tak akan pernah meninggalkanku.
Ya, aku akan selalu bersamamu, Livia.
- Apa kau bersumpah? - Aku bersumpah.
Tidak ada yang bisa memisahkan kita.
Miriam, tolong izinkan kami menguburkan Livia menurut upacara Kristen kami.
Tidak. Tubuhnya harus dikremasi.
Menurut hukum Dewaku.
Dia seorang Kristen.
Aku lebih suka Dewa pendendamku dari pada Dewamu yang baik dan damai
yang bahkan tak bisa melindunginya.
Dan inilah istana kekaisaran.
Dua ratus kamar besar.
Dan kita akan membangun beberapa teras,
semuanya dengan kolam renang air dingin dan panas.
Kolam renang akan dikelilingi oleh taman-taman yang indah
seperti yang ada di Babylon.
Bagaimana menurutmu, kawanku?
Ini akan lebih luar biasa dari Olympus sendiri.
- Ini akan menjadi agung, Caesar. - Layak untuk kebesaranmu.
Marcellus Agrippa, aku tak mendengar suaramu ikut mengembik seperti domba-domba ini.
Berapa biayanya, Caesar?
No comments yet. Be the first to leave one.