Gladiator

Gladiator

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Gladiator (2000) Extended (1080p BluRay x265 HDR afm72)
കമന്ററി എഴുതിയത് bgage
Retail Bluray. Re-sync

ടാഗുകൾ

BluRay
1080
x265
HD
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2022-05-14
ഡൗൺലോഡുകൾ: 1353
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Pada puncak masa jayanya, Kekaisaran Romawi sangat luas,

membentang dari gurun Afrika hingga perbatasan Inggris utara.

Lebih dari seperempat populasi dunia hidup dan mati

di bawah pemerintahan Caesar.

Pada musim dingin 180 Masehi,

kampanye 12 tahun Kaisar Marcus Aurelius

melawan suku barbar di Germania hampir berakhir.

Hanya satu pertahanan terakhir yang menghalangi kemenangan Romawi

dan janji perdamaian di seluruh kekaisaran.

Pak.

Jenderal.

Jenderal.

Jenderal.

Pak.

Jenderal.

Pak.

Penuh tekad.

- Masih belum ada? - Tak ada tanda apa pun.

- Sudah berapa lama dia pergi? - Hampir dua jam.

Akankah mereka melawan, Pak?

Kita akan segera tahu.

Prajurit, pindahkan katapel itu ke depan.

- Terlalu jauh. - Sudah pas.

- Bahaya untuk kavaleri... - Bisa diterima. Ya?

Mereka menolak.

Semua harus tahu saat mereka takluk.

Kau mau takluk, Quintus?

Apa aku mau takluk?

- Kekuatan dan kehormatan. - Kekuatan dan kehormatan.

Kekuatan dan kehormatan.

Saat kuberi sinyal, mulai serangan..

Isi katapel tempur.

Infanteri, bersiap maju.

- Pemanah siap. - Pemanah!

- Siap! - Siap!

Saudaraku!

Maximus! Maximus!

Tiga minggu lagi, aku akan memanen tanamanku.

Bayangkan di mana kalian, dan itu akan terjadi.

Tahan barisan! Tetap bersamaku!

Jika kalian merasa sendirian,

berkuda di padang rumput diterpa sinar mentari,

jangan cemas.

Karena kalian ada di Elysium, dan kalian sudah mati!

Saudaraku,

perbuatan kita semasa hidup

bergema selamanya.

Tarik!

Katapel siap, Pak!

Pemanah, nyalakan!

- Nyalakan! - Nyalakan!

Pemanah, tarik busur!

Lontarkan!

Semua, siap!

Tahan barisan!

Lontarkan!

Isi ulang!

Tahan barisan!

Tarik busur! Tembakan!

Tetap bersamaku!

Tetap bersamaku!

Roma menang!

Roma menang!

Apa Ayah sungguh sekarat?

Sudah sepuluh tahun beliau sekarat.

Jika tak sekarat, kita takkan dipanggil.

Mungkin hanya rindu.

Dan para senator? Mereka takkan dipanggil...

Tenang, Commodus.

Setelah dua minggu di jalan,

rencana busukmu membuatku pusing.

Ayah sudah memutuskan dan akan mengumumkannya.

Akulah yang akan ditunjuk.

Langkah pertamaku... setelahnya...

adalah memberinya pertandingan yang layak.

Saat ini, hal pertama yang akan aku lakukan, mandi air panas.

Yang Mulia?

Sepertinya hampir sampai.

- Paduka. - Di mana Kaisar?

Dia di baris depan. Mereka pergi selama 19 hari.

Korban luka terus berdatangan.

Kudaku.

Paduka.

Kecupan?

Kau telah membuktikan keberanianmu lagi, Maximus.

Mari berharap, untuk yang terakhir kalinya.

Tak ada musuh yang tersisa.

Akan selalu ada seseorang untuk dilawan.

Apa hadiahku untuk jenderal terhebat Roma?

Izinkan aku pulang.

Pulang.

Mereka menghormatimu, Caesar.

Itu untukmu, Maximus. Mereka menghormatimu.

Apa aku melewatkan pertempuran?

Kau melewatkan perang.

Ayah, selamat.

Akan kukorbankan 100 lembu untuk menghormati kemenanganmu.

Tak perlu itu.

Hormatilah Maximus. Dia yang memenangkannya.

- Jenderal. - Yang Mulia.

Roma memberimu salam, dan kau kuanggap sebagai saudara.

Lama tak jumpa, Teman lamaku.

Yang Mulia.

Kemari, Ayah. Pegang tanganku.

Kurasa sudah saatnya ayah pergi.

Banyak pengorbanan untuk kejayaan Roma.

Pertempuran yang hebat.

Jenderal. Masih hidup?

Masih hidup.

Dewa pasti suka bercanda.

- Para dewa pasti menyukaimu. - Valerius.

Kembali ke barak? Atau ke Roma?

Pulang. Istriku, putraku, panen.

Maximus si petani. Aku masih kesulitan membayangkan itu.

Tanah jauh lebih mudah dibersihkan daripada darah, Quintus.

- Ini dia. - Yang Mulia.

Senator Gaius, Senator Falco.

Waspadalah terhadap Gaius. Dia akan meracunimu,

hingga suatu hari kau bangun, dan hanya akan berkata,

"Republik, republik, republik."

Kenapa tidak? Roma didirikan sebagai republik.

Ya, dan dalam republik senat memiliki kekuasaan.

Tapi tentu Senator Gaius tak terpengaruh.

Siapa yang kau dukung, Jenderal? Kaisar atau Senat?

Prajurit memiliki keuntungan

bisa menatap mata musuhnya, Senator.

Dengan dukungan pasukan, kau bisa menjadi sangat politis.

Sudah kuperingatkan. Kini kau harus kuselamatkan. Senator.

Maximus.

Aku akan butuh pria baik sepertimu.

Bagaimana aku bisa melayani, Yang Mulia?

Kau tahu bagaimana cara memimpin.

Kau memberi perintah, perintah itu dipatuhi,

lalu pertempuran akan dimenangkan.

Tapi para senator ini bersiasat, cekcok, menyanjung, dan menipu.

Maximus, Kita harus selamatkan Roma dari para politisi.

Bisakah aku mengandalkanmu ketika saatnya tiba?

Saat aku dibebastugaskan ayahmu, aku berniat pulang.

Pulang? Kau yang paling pantas mendapatkannya.

Jangan terlalu nyaman. Aku mungkin akan segera memanggilmu.

Lucilla ada di sini. Kau tahu?

Dia belum melupakanmu.

Dan kini kau orang hebat.

Andai kau terlahir sebagai pria,

Kau akan menjadi Caesar yang hebat!

Ayah.

Kau pasti kuat.

Ayah bertanya-tanya, apa kau akan adil?

Aku akan seperti yang Ayah ajarkan.

Bagaimana perjalananmu?

Panjang. Tak nyaman. Kenapa aku dipanggil?

Ayah butuh bantuanmu. Mengenai adikmu.

Tentu saja.

Dia menyayangimu. Selalu.

Lalu

dia akan membutuhkanmu, terutama saat ini.

Cukup politiknya.

Mari kita berpura-pura bahwa kau putri yang manis,

dan aku ayah yang baik.

Ini dongeng yang indah, bukan?

Selamat pagi.

Aku butuh tiga kuda lagi.

Satu! Dua! Tiga!

Empat!

Satu! Dua!

Mencariku, Caesar?

- Caesar? - Katakan lagi, Maximus.

Kenapa kita di sini?

Demi kemuliaan kekaisaran.

Ya.

Benar, aku ingat.

Apa kau melihat peta itu, Maximus?

Itulah dunia yang aku ciptakan.

Selama 25 tahun,

aku telah menaklukkan, menumpahkan darah, memperluas kekaisaran.

Sejak aku menjadi Caesar, empat tahun berlalu tanpa perang.

Empat tahun kedamaian dari 20 tahun.

Untuk apa?

Aku hanya bawa pedang. Itu saja.

Caesar, hidupmu...

Tolong. Tolong jangan panggil aku itu.

Kemarilah. Silakan.

Silakan duduk.

Mari kita bicara sekarang.

sederhananya sebagai manusia.

Maximus,

bicaralah.

Lima ribu pasukanku ada di lumpur beku.

Tiga ribu terluka parah.

Dua ribu takkan kembali.

Aku tak percaya mereka bertempur dan mati sia-sia.

Apa yang kau percayai?

Mereka bertempur untukmu dan untuk Roma.

Apa itu Roma, Maximus?

Aku telah melihat dunia.

Brutal, kejam, dan gelap. Roma adalah cahaya.

Tapi kau belum pernah ke sana.

Kau belum melihat Roma yang sekarang.

Aku sekarat, Maximus.

Ketika menghadapi ajalnya,

More Indonesian subtitles for Gladiator

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left