The King's Affection

The King's Affection (연모)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

연모ㅡThe Kings AffectionㅡE02 NF WEB-DL
കമന്ററി എഴുതിയത് Kang_Ritel
Retail From Netflix

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-10-13
ഡൗൺലോഡുകൾ: 37
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

SERIAL NETFLIX

Bagaimana ini bisa terjadi?

Yang Mulia.

RINDU

Apa yang kau lakukan di sini sendirian, Yang Mulia?

Begini…

aku merasa bosan membaca buku sehingga keluar sebentar

untuk mencari udara segar.

Apa ini milikmu?

Apa?

Itu…

TIDAK

Ya, itu milikku.

Ini mainan anak-anak di luar sana.

Bagaimana kau dapat ini?

Kau di sini rupanya, Tuan.

Benar.

Apa kau sudah mengantarkan anak itu?

Ya, Tuan.

Kembalilah ke istanamu, Yang Mulia.

Bukankah Raja berkata kau tak boleh keluar dari istanamu?

Baik.

Tunggu.

Ya?

Mengapa kau terburu-buru seperti itu?

Bawalah ini.

Benar.

Baik.

TIDAK

Bagaimana bisa kau ke sini?

Bagaimana Yang Mulia bisa berada di sini?

Aku mencarimu ke mana-mana, Yang Mulia.

Cepat antar Yang Mulia kembali ke istananya.

Dia tak boleh keluar dan berkeliaran lagi.

- Paham? - Apa?

Ya, baik.

TIDAK

Maafkan aku.

Aku hanya ingin mengantar barang ini dan segera kembali.

Bila Yang Mulia kembali, akan kuberi tahu dia.

Aku akan beri tahu bahwa kau keluar walau sudah dilarang.

Hei, Bok-dong!

Bok-dong!

Apa yang membuat Ibu kemari sehingga tak beri kabar lebih dahulu?

Siapa lagi yang tahu akan hal ini?

Apa? Apa maksud Yang Mulia?

Anak ini bertukar pakaian

dengan Pangeran selama ini.

Siapa lagi yang tahu soal ini?

Ampun, Yang Mulia!

Ini semua hanya diketahui Pangeran, aku, dan Dam-i.

Ampun, Yang Mulia. Aku hanya mengikuti perintah Pangeran.

Mulai saat ini, kau…

Pangeran.

Tidak ada

yang boleh tahu mengenai ini.

Kau harus membawa rahasia ini sampai mati.

Apa kau mengerti?

EPISODE 2

Yang Mulia.

Kau mau ke mana, Yang Mulia?

Yang Mulia!

Yang Mulia!

Yang Mulia!

Yang Mulia!

Yang Mulia!

Yang Mulia. Apa yang ingin kau lakukan?

Aku akan kembali ke tempat asalku.

Ada Tuan Putri Mahkota.

Kudengar kau menguburkan jasad anak itu.

Aku ibu yang kehilangan putrinya.

Tidak ada hal yang tak bisa kulakukan sekarang.

- Ayah harus melihat jasadnya. - Kenapa?

Ayah tak percaya dengan Jung Seok-jo?

Bila Ayah yang memerintahkan,

dia akan tega membunuh anakku.

Bila masih gelisah, bawalah dia bersama Ayah.

Karena anak ini anakku,

dia juga memiliki darah keturunan Ayah.

Jadi, kuburkanlah dia

dengan tangan Ayah sendiri.

Tidak ada orang tua

yang ingin melukai anaknya sendiri.

Ini semua ayah lakukan demi kau, juga keluarga kita.

Jadi, jangan terlalu membenci ayah.

IZIN MASUK

Silakan masuk.

- I-wol, tunggu aku. - Tunggu.

Mengapa kau terlambat sekali? Aku sudah menunggu lama.

- Tunggu. - Astaga.

Apa kau bernama I-wol?

Kau mengenalku?

Tentu saja. Kau teman Dam-i, bukan?

Bisakah kau memberikan ini kepada Dam-i nanti?

Namaku Jung Ji-un. Tidak, beri tahu dia " Zuo Zhuan " yang memberikan ini.

Aku tak bisa melakukannya.

Aku mohon. Aku ingin memberikannya secara langsung,

tetapi tak bisa masuk.

Tolong berikan surat ini saja kepadanya.

Bukan begitu. Dam-i tidak ada di istana.

Tidak ada di istana?

Dia menghilang.

Tidak ada yang tahu ke mana dia pergi.

Apa maksudmu?

Setelah keluar membantu pesta rakyat,

dia tidak kembali lagi.

Kepala pelayan serta dayang yang lain

tidak ada yang melihatnya.

Padahal tidak ada tempat yang ditujunya jika dia ke luar istana.

Ayah.

Apa kau ke istana?

Benar.

Ada teman yang harus kutemui.

Maksudmu, dayang itu?

Ayah, aku punya permintaan.

Bila pergi ke istana, bisakah Ayah mencari tahu keberadaan temanku?

Setelah pergi membantu pesta rakyat, dia tak terlihat lagi.

Karena Ayah inspektur kerajaan, mungkin bisa menemukannya.

Apa kau pikir inspektur kerajaan bekerja untuk mencari dayang?

- Bukan begitu. - Jangan pernah

membahas anak itu lagi di hadapan ayah. Mengerti?

Kau tak makan apa pun seharian?

Makanlah.

Walau nasi terasa seperti pasir, kunyahlah dengan baik.

Walau air terasa pahit seperti obat,

bertahanlah dan minum air itu.

Aku tak mau.

Aku membenci semua ini.

Bila kau menyerah sekarang,

semua orang di sini akan mati.

Kau, aku,

dan semua orang.

Yang Mulia sudah bangun?

Air untuk cuci muka sudah siap.

Mulai kini,

Kepala Pelayan Kim dan Sida Hong Bok-dong yang akan mengurusmu.

Kau tak perlu khawatir.

Para dayang akan membawakan air untuk mencuci muka setiap pagi

dan akan melayanimu.

Kau tidak perlu melakukan apa pun.

- Biarkan pelayan yang mengurusnya. - Yang Mulia.

Jadwal kegiatan Pangeran sangat mudah.

Pergi ke kediaman Raja dan Permaisuri tiap pagi

untuk menyapa Raja dan Permaisuri secara hormat.

Setelah itu ke kediaman kami untuk menyapa Putra Mahkota dan aku.

- Punggungku. - Pangeran tiba.

Nenek khawatir karena kabarnya Pangeran sempat sakit kemarin.

Apa kau sudah membaik?

Sudah, Yang Mulia. Maaf telah membuat khawatir.

Apa karena kau baru pulih dari sakit?

Suaramu terdengar tak bersemangat.

Tidak, Yang Mulia. Aku benar-benar sudah membaik.

Ini tidak bisa dibiarkan.

Nenek akan mengirimkan obat untuk meningkatkan metabolisme,

jadi, minumlah setiap hari.

Baik, Yang Mulia.

Upacara pagi akan segera dimulai.

Sudah cukup memberi salamnya. Kau boleh kembali.

Bajunya sering terinjak karena terlalu panjang.

Topi ini juga terlalu besar.

Akan kukecilkan semuanya hari ini.

Bukan ke sana, Yang Mulia.

Ke arah sebaliknya.

Yang Mulia, obat dari Permaisuri telah datang.

Masih panas, jadi, minumlah secara perlahan.

Panas!

Maaf, ini kesalahanku.

Astaga. Bagaimana ini?

Maaf, Yang Mulia! Aku akan membawakannya lagi.

Apa kau baik-baik saja? Ini semua karenaku.

Tidak, Yang Mulia. Aku baik-baik saja.

Ini bukan masalah utamanya.

Bok-dong!

Yang Mulia memanggilku?

Pergilah ke ruang obatku dan bawakan obat untuknya.

- Apa? - Cepat!

Yang Mulia!

Ampun, Yang Mulia. Aku bersalah.

Semuanya keluar.

Tangannya tergores amat dalam. Tolong panggilkan tabib untuknya.

Itu tidak perlu.

Walau dia tergores atau jarinya terpotong, kau tak perlu memedulikannya.

Dia terluka karena aku. Aku menjatuhkan mangkuknya.

Tidak.

Itu kesalahannya.

Jadi, jangan pernah minta maaf padanya.

Kau tak perlu peduli pada orang lain.

Pikirkan saja dirimu sendiri.

Kau tak perlu peduli akan pandangan orang lain.

Seperti itulah…

menjadi Pangeran.

Kau tak perlu merasa tak enak

dan segan akan orang lain.

Kau hanya perlu tunduk dan hormat

kepada Raja dan Putra Mahkota.

Apa kau mengerti?

Namun…

Mengapa harus begitu?

Aku tidak ingin menjadi orang seperti itu.

Bila seseorang melakukan kesalahan,

More Indonesian subtitles for The King's Affection

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left