ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
enk zone
Hei, pecinta serangga. Kau siap?
Oh, ya.
Hei, coba tebak, Bu?/ Apa?
Aku tahu dari mana lebah berasal.
Oh, ya? Dari mana?
Kupikir harusnya seperti,
jika kau jentikkan air ke udara secara benar, maka akan berubah jadi lebah.
Hei!/ Ya.
Itu keren.
Jadi, bagaimana harimu sekolah?
Baik.
Aku ada pertemuan dengan Bu Butler tadi. Aku sepertinya menyukainya.
Apa katanya?
Dia bilang kau tidak menyerahkan PR-mu.
Dan aku bilang, "aku tahu dia mengerjakannya, karena aku memeriksanya setiap malam."
Dia bilang dia menemukan sobekannya kusut dibagian bawah ranselmu.
Dia tidak memintanya.
Sayang, dia tak harus memintanya. Kau seharusnya menyerahkannya saja.
Dan dia bilang kau masih melihat keluar jendela sepanjang hari.
Tidak sepanjang hari.
Dan dia bilang kau merusak peraut pensilnya.
Tidak sengaja!
Sebentar! Dia bilang kau menjejalkan bebatuan kedalamnya.
Kupikir jika kita bisa menajamkan pensil, mungkin kita bisa menajamkan bebatuan.
Apa yang akan kau lakukan dengan bebatuan yang tajam?
Aku mencoba membuat mata panah untuk koleksi bebatuanku.
Kawan, giliranku!
Sebentar.
Mason!
Samantha!
Oh!
Tommy! Apa Mason dibawah sana?
Ya.
Bilang padanya dia harus pulang untuk makan malam.
Baik.
Hei...
Hei, manis. Kenapa kau tak bersiap?
Hei, Mason.
Hei, Ted.
Ayo, cepat Kita berangkat.
Pukul berapa ini?/ Pukul 9:00. Ayo, Ayo berangkat!
Baik, aku bermaksud meneleponmu, karena Janice ada urusan.
Aku tak punya pengasuh.
Mengapa tak panggil yang lainnya?
Aku tak bisa mendapatkan pengasuh sekarang. Ini sudah pukul 9:00.
Tapi kau bisa menghabiskan waktu bersama kami.
Tidak! Maksudku, kita punya rencana.
Orang-orang mengharapkanku.
Kau boleh pergi./ Baiklah.
Aku akan kembali beberapa jam lagi.
Apa tak apa?
Ya. Ya, tak apa./ Baiklah.
"Putar balik! Putar balik! Aku tidak ingin ngobrol dengan Myrtle Si Pengeluh."
"Siapa?" kata Harry, saat mereka kembali dengan cepat.
"Dia menghantui salah satu toilet...
...di kamar mandi wanita di lantai pertama," kata Hermione.
"Dia menghantui toilet?"
"Ya, toiletnya rusak sepanjang tahun
"karena dia selalu mengamuk dan membanjiri tempatnya!"
"Lagian buat apa aku kesana, jika aku bisa menghindarinya."
"Rasanya mengerikan saat mencoba buang air dengan dia meratap padamu."
Mengapa kau tak bilang saja?
Maaf.
Aku tak ingin pergi denganmu./ Kata maafmu, cuma omong kosong!
Ya benar. Aku ingin tinggal disini dengan anak-anakku.
Itulah yang lebih suka kulakukan.
Bisakah kau berhenti menggunakan anak-anakmu sebagai alasan?
Aku tahu kau harus tinggal bersama anak-anakmu! Tingkahmu...
Kau belum dewasa. Kau tidak punya tanggung jawab!
Aku belum dewasa!
Aku memiliki tanggung jawab./ aku belum dewasa.
Kau tidak tahu apa rasanya menjadi orang tua.
Tidak, aku tahu!
Dan mengapa aku bertanggung jawab atas kesalahan dalam hidupmu?
Jangan bilang anak-anakku sebuah kesalahan! Jangan!
Aku tidak bilang anak-anakmu...
Kau bilang, "kesalahanmu dalam kehidupanmu," sambil menunjuk anak-anakku.
Aku tahu yang kukatakan. Dan tiba-tiba kau gunakan anak-anak lagi.
Ini adalah kenyataan. Aku orang tua!
Itu berarti tanggung jawab./ Aku tahu kau orang tua.
Aku akan senang punya waktu untuk diri sendiri!
Aku akan senang pergi nonton bioskop!
Menurutmu aku tak suka itu?
Pergi makan malam, pergi ke bar!
Aku bahkan tak tahu bagaimana rasanya!
Aku putri seseorang, kemudian aku ibu seseorang!
Paham? Aku tak tahu seperti apa rasanya!
Hentikan!
Hentikan itu!
Hentikan itu!
Ibu!
Apa yang terjadi di sini?
Apa kalian tahu pukul berapa ini?
Dia melempar barang ke arahku.
Mason! Jangan melempar barang pada kakakmu!
Dia berpura-pura, dia memukulku dulu!
Dengar, kalian berdua!
Aku akan kembali ke tempat tidur.
Aku tidak ingin dengar keributan lagi selama sejam.
Tidurlah.
Penipu!/ Anak-anak!
Luar biasa!
Lihat apa yang aku temukan di jalan.
Kawan!
Aku tahu, iya kan?
Lihatlah itu.
Ooh! Lihatlah itu!
Luar biasa!
Dengar anak-anak, aku ingin bicara tentang sesuatu.
Dan kalian mungkin tak menyukai ini pada awalnya,
tapi kita akan pindah ke Houston.
Kapan?
Segera.
Kita harus sudah keluar bulan pertama,
jadi kita tak harus bayar dua kali sewa bulan selanjutnya.
Tidak, Ibu, kita tidak akan pindah. Tidak, Tidak.
Maaf, Bu. Tidak. Tidak.
Samantha, aku harus kembali kuliah,
jad aku bisa membuat hidup kita lebih baik.
Dengan pekerjaan ini, aku tak bisa mengurus kita seperti yang kuinginkan.
Aku tak bisa seperti ini terus.
Dan nenek bilang dia akan membantu kita,
dan akan menyenangkan berada di dekatnya.
Baik, Ibu.
Kau bisa lakukan apapun yang kau inginkan,
tapi kami tidak pindah.
Dan bagaimana dengan teman-teman kita?
Oh, sayang, kita bisa mengirim email pada mereka atau menulis surat.
Kita bisa mengunjunginya.
Dan coba tebak?
Tempat yang Nenek temukan untuk kita,
Kalian masing-masing akan punya kamar sendiri-sendiri. Ya?
Dan ada kolam renang.
Ibu, kau masih mencintai Ayah?
Aku masih mencintai Ayahmu,
tapi bukan berarti sehat bagi kita untuk tinggal bersama-sama.
Bagaimana jika setelah kita pindah dia mencoba mencari kita dan tak ketemu?
Oh, itu tidak akan menjadi masalah.
Dia bisa menelepon Nenek dan Nenek akan bilang padanya,
atau dia bisa menelepon bagian informasi.
Kita takkan sulit ditemukan.
Apa dia masih di Alaska?
Itu yang pamanmu bilang.
Mungkin menjinakkan beruang kutub atau sesuatu.
Ya. Aku berharap mereka yang menjinakkan dia.
Ini, ingin membantuku?
Tentu.
Baik. Ambil cat ini dengan sangat hati-hati...
...dan cat setiap noda atau coretan atau apa pun...
...pada kusen di sana,
belakang pintu dan disekitar pintu bagian dalam.
Dia bilang kita akan datang berkunjung...
...dan aku akan menulis surat dan meneleponmu.
Oh, tunggu, tunggu sebentar. Aku dapat panggilan masuk.
Halo?
Maaf, Tommy.
Mason tidak dapat datang hari ini. Kami mau pindah.
Dan aku ada panggilan yang lain.
Dah.
Althea?
Aku akan memberi perintah Sailor Moon.
Balas email dan suratku beritahu kabar para Sailor Moon lainnya.
Karena kau pemimpinnya sekarang.
Baik, ayo berangkat, karena aku ingin sampai di sana sebelum gelap.
Selamat tinggal halaman. Selamat tinggal kain sutera murad.
Selamat tinggal kotak surat.
Selamat tinggal kotak barang yang Ibu tak ingin kita membawanya,
tapi tak ingin kita buang.
Selamat tinggal rumah.
Aku tak menyukai ibu sama sekali karena memaksa kita pindah!
Samantha!
Mengapa kau tak ucapkan selamat tinggal pada omong kosongmu itu, ya?
Karena kita takkan membawanya masuk ke dalam mobil.
Selamat tinggal wanita tua yang mendengarkan musik rock dan mengendarai sepeda motor.
Hei!
Apa yang terjadi di belakang sana? Berhenti, tempatkan penghalangnya.
Hei! Tempatkan bantal diantara kalian.
Buat penghalang, ayolah. Berhenti.
Kita akan memainkan permainan yang disebut Permainan Keheningan.
Siapapun yang paling lama diam yang menang.
Kalian bisa melakukannya?
Baik, mulai.
Bus akan sampai dalam 10 menit.
Masukan PR-nya di ranselmu.
Pergi makan!
Sayang, pergi makan.
Iya!
Bicaralah bahasa Inggris!
Diam! Ibu!
Dia berbicara bahasa bodoh lagi!
Samantha!
Aku berbicara jelas-jelas Inggris, Ibu.
Dia yang sedikit lambat berpikir.
Dia resmi gagal di kelas satu.
Dudukkan bokongmu!
Ya Pak, Ibu Pak!
Baiklah, dengar anak-anak. Nenek akan menjemput kalian sepulang sekolah.
Ayahmu berkunjung selama sehari.
Jadi kalian akan menghabiskan sore dengan dia.
No comments yet. Be the first to leave one.