The Producers

The Producers

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

The Producers 1967 1080p BluRay x264-[YTS AM]
കമന്ററി എഴുതിയത് ChenKaKui
Selamat menonton! Terima kasih banyak atas masukannya! :3

ടാഗുകൾ

BluRay
x264
1080
TS
YTS
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2020-10-01
ഡൗൺലോഡുകൾ: 58
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Ayo.

- Dadah. - Dadah.

Jangan lupa ceknya. Tak bisa buat drama kalau tak ada cek.

Percayakan saja padaku, dasar anak muda kotor.

Aduh! Aduh!

- Selamat tinggal. - Dah.

Selamat tinggal. Dah.

Dah.

Dasar nenek-nenek.

Peluk aku, sentuh aku.

Peluk aku, sentuh aku. Peluk aku, sentuh aku.

Peluk aku, sentuh aku. Ah!

Peluk aku, sentuh aku!

Sayang.

Peluk aku, sentuh aku.

Jangan di lorong.

Aku tahu dia disini. Dimana dia sembunyi ya?

Dimana kau?

Dimana kau, perempuan iblis?

Yang menemukan boleh menyimpan...

Aku datang, siap atau tidak.

Disitu kau rupanya, dasar makhluk kecil yang mempesona.

Ada apa?

Ayah tak mau main?

Sepertinya leher ayah patah.

Dasar banci!

Meong!

Meong!

Dimana si Tom tua malam ini?

Aku..

Aduh...Aduh!

Oh, Bialy, Bialy, sayang. Apa aku menyakitimu?

- Ini cuma luka kecil, sayang. - Aduh, jangan..

Jangan khawatir sayang.

Akan kucium dan akan sembuh.

Pak Bialystock. Pak Bialystock?

Apa kabar? Ya Tuhan.

Maksudku...

Maksudku, permisi.

Maksudmu "aduh" kan? Bilang saja "aduh" dan keluar!

Ah-ah-ah-ah...

Bukan "ah-ah-ah-ah". "Aduh!"

Aduh!

Aku tak suka tukang intip.

Ada satu orang tukang intip di apartemen di seberang jendela kamar tidurku.

Sumpah, orang itu tidak pernah berhenti memperhatikanku dengan teropongnya.

Bahkan hanya untuk sesaat.

- Merasa lebih baik? - Ya.

Bagus.

Ayo bermain.

Sekarang...

Aku akan jadi pemerah susu yang polos,

dan kau jadi penjaga istal yang nakal.

Susu ini berat sekali.

Aku tak akan sampai ke rumah.

Tolong. Tolong aku. Apa ada yang mau menolongku?

- Tolong aku! - Tunggu! Tunggu! Hari ini kita tidak bisa main.

- Aku ada terlalu banyak janji. - Hari ini kita tidak bisa main?

Kamis! Kamis! Kita main hari Kamis.

Kita akan main "Sang nyonya dan supirnya".

- Oh, yang terbaik! - Sampai bertemu di hari Kamis, Contessa mia.

Contessa mia.

Aduh, tidak, Bialy, Bialy, kumohon, sebentar saja.

Sebentar saja.

Uang. Aku butuh uang.

Baik. Baik. Baik.

Sang nyonya dan supirnya.

Jadi, Tuan yang menugaskanmu pagi ini, Rudolfo?

Perhatikan jalan. Perhatikan jalan.

Aku tak bisa berhenti memandangimu.

Mana bisa aku menyetir ketika kau membuatku gila? Gila!

Rudolfo, dasar babi kotor.

Menepi.

Itu cukup. Bagus. bagus.

Kita mainkan sisanya pada hari Kamis. Itu baru namanya wanita baik-baik.

Akan kuambilkan tas dan sarung tanganmu. Sampai bertemu lagi di hari Kamis.

Hari Kamis.

Sampai bertemu lagi di hari Kamis, dasar nenek sihir.

- Peluk aku. Sentuh aku. - Kamis. Kamis.

Dan nanti kita akan selesaikan bermain jadi Nyonya dan Rudolfo?

Hari Kamis pagi-pagi sekali.

Oh! Dan setelah itu,

kita akan main "Penculikan dan Pemerkosaan Kejam Lucretia",

dan aku akan jadi Lucretia.

Dan aku akan jadi pemerkosanya. Hari Kamis. Bagus sekali.

Lucretia, kau lupa ceknya. Tak bisa buat drama kalau tak ada cek.

Tentu saja. Selalu kubawa kemana-mana.

Apa tak akan ada masalah? Ceknya sudah kucairkan tapi kau tidak memberitahuku judul dramanya.

Bagus.

Kamis. Kamis.

Selamat tinggal, merpati putihku.

- Selamat tinggal. - Dadah.

- Dadah. - Dadah.

Selamat tinggal.

Yang menandatangani kontrak harus membayar sewa.

Itu hukumnya.

Dasar maling! Bisa-bisanya kau mengambil keping terakhir dari kantung orang miskin?

Apa boleh buat.

Aku yang punya gedung ini.

Ya Tuhan, dengarlah doaku.

Hancurkan dia. Ia membawa wabah ke negeri ini.

Jangan dengarkan dia. Ia gila.

Itu menyakitkan. Aku harus menelepon lagi.

Aduh.

Siapa kau? Apa maumu?

Kenapa kau berdiri di lorongku?

Bicara, bodoh! Bicara!

- Kenapa kau tidak bicara? - Takut. Tak bisa bicara.

Baiklah.

Kendalikan dirimu.

Tarik napas dalam-dalam.

Hembuskan perlahan.

Dan beritahu aku, siapa kau?

Aku Leo Bloom. Aku ini akuntan.

Aku dari Whitehall dan Marx. Aku diutus kesini untuk mengurus pembukuanmu,

dan aku minta maaf karena memergokimu bersama wanita tua.

"Memergokimu bersama wanita tua"?

Masuklah.

Rupanya kau akuntan ya?

- Iya. - Kalau begitu urus urusanmu sendiri!

Kau percaya Tuhan? Kau percaya emas?

Kenapa kau melihat-lihat gaun perempuan tua?

- Kau cabul ya? - Hah!

Lupakan saja. Urus saja pembukuannya. Ada disana di meja.

Rak paling atas.

Jasmu biar kutaruh.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Berani betul kau mengutukku tanpa mengetahui fakta!

- Pak Bialystock... - Diam!

Aku sedang melakukan percakapan retoris!

Sungguh memalukan.

Max Bialystock.

Max Bialystock.

Kau tahu dulu aku siapa?

Max Bialystock, Raja Broadway! 6 pertunjukan bersamaan!

Makan siang di Delmonico's.

Pakai jas harga $200.

Lihat ini?

Tadinya disini ada mutiara sebesar matamu!

Lihat aku sekarang. Lihat aku sekarang!

Aku pakai ikat pinggang dari kardus.

Dulu ada ribuan pemodal yang mengemis, memohon

agar bisa menanamkan uang mereka dalam produksi Max Bialystock.

Lihat para pemodalku sekarang.

Voilà ! Ratusan perempuan tua yang mampir di kantor Max Bialystock

untuk merasakan keseruan terakhir menjelang masuk kuburan.

Kau punya tepat 10 detik untuk mengubah tampang kasihan yang memuakkan itu

menjadi tampang yang penuh dengan hormat.

1, 2..

Sana urus pembukuan. Sana urus pembukuan.

Kuhargai itu.

Jendelanya kotor sekali sampai-sampai tak bisa tahu sedang siang atau malam.

Itu dia, sayang! Kalau sudah dapat, pamerkan! Pamerkan!

Uhuk..uhuk.

Uhuk!

Kuduga kau membuat suara kartun seperti itu untuk menarik perhatianku.

Dugaanku benar tidak, dasar musuh masyarakat?

Oh, aku menyakiti perasaanmu.

Bagus! Apa?

Boleh bicara semenit?

Silakan. Kau punya 58 detik.

Saat membaca buku besarmu sekilas, aku menyadari dalam kolom bertanda...

Waktumu tinggal 48 detik. Cepat, cepat.

- Oh, aku membaca sekilas, aku menyadari.. - 28 detik. Kau kehabisan waktu.

Tik-tok, tik-tok, tik-tok...

Pak Bialystock, aku tak bisa bekerja dalam keadaan seperti ini!

Kau membuatku sangat gugup!

- Apa itu? Sapu tangan? - Apa? Bukan. Bukan apa-apa.

- Kalau bukan apa-apa kenapa aku tak boleh lihat? - Ah!

Selimutku! Selimut biruku! Berikan selimut biruku!

Ini.

Jangan panik. Jangan panik.

Maafkan aku.

Aku tak suka orang lain menyentuh selimut biruku.

Ini tidak penting. Sekedar kegelisahan kecil saja. Aku bisa mengatasinya kalau aku mau.

Hanya saja selimut ini sudah kumiliki sejak aku bayi dan.....

aku merasa sangat nyaman dengannya.

Mereka kemari. Mereka semua kemari.

- Bagaimana mereka menemukanku? - Bisa bicara denganmu?

Ya, Pangeran Mishkin.

Ada yang bisa kami bantu?

Ini bukan waktunya bermain-main.

Pak Bialystock, aku menemukan kesalahan serius dalam rekening drama terakhirmu.

Dimana? Apa?

Menurut daftar para pemodal, kau mengumpulkan $60.000,

tapi drama yang kau pentaskan hanya menghabiskan $58.000.

Berarti ada $2.000 yang tidak jelas pergi kemana.

Aku pergi ke pemandian Turki. Siapa yang peduli? Dramanya tidak laku!

Memang ada bedanya?

"Memang ada bedanya"? Itu namanya penggelapan!

Kalau mereka sampai tahu, kau bisa masuk penjara.

Siapa yang akan tahu? Jumlahnya cuma $2.000.

Bloom, bantu aku. Geser sedikit beberapa koma desimalnya.

Kau bisa melakukannya. Kau akuntan. Pekerjaan mulia.

Kata "hitung" adalah bagian dari pekerjaanmu (=AcCOUNTant).

- Itu namanya menipu. - Itu namanya bukan menipu!

Itu namanya amal.

Bloom, lihat aku.

Lihat aku, Bloom!

Bloom, aku tenggelam.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left