ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Apa Thakur ada? - Ya.
Baiklah.
Salam, Tuan Thakur! - Salam!
Salam, Tuan Thakur!
Menteri Ramlal. Apa kabar?
Aku melayani rakyat atas restumu.
Aku beruntung bisa menemuimu.
Thakur, lihatlah peta pabrik minuman keras ini.
Ini pembangkit listrik. Ini divisi produksi.
Ini bagian pasokan dan itu gedung administrasi.
Sesuai keinginanmu, cicilan terakhir juga sudah tiba.
Tapi kudengar kau belum juga mendapatkan tanahnya.
Tuan, jika Thakur berjanji,
anggap itu selesai.
Lari! Thakur ada di sini!
Thakur datang! Lari!
Warga!
Jika kau pikir dengan bersembunyi di rumah,
kau akan selamat, maka kau salah!
Kalian diberi waktu sepuluh hari
untuk menyerahkan tanah kalian!
Sekarang, kalian punya 10 menit
untuk keluar dan menandatangani suratnya!
Atau jika tidak...
Jawar.
Jangan apa-apakan ayahku. Lepaskan! - Pindah!
Aku takkan memberikan tanahku!
Aku takkan menandatangani suratnya! Lepaskan!
Tidak!
Tidak!
Ambil cap jempolnya.
Warga, kalian dengar suara tembakan itu!
Satu peluru ditembakkan dan satu cap jempol didapat!
Kami bisa mendapat cap jempol kalian dengan cara yang sama!
Keluar dari rumah kalian sekarang!
Apa kalian dengar?
Baik, kami keluar, Tuan.
Kami ikuti perintahmu, Tuan. - Ya!
Semuanya berbaris dalam antrean.
Berikan cap jempol kalian.
Berikan cap jempolmu. - Baik, Tuan.
Ramlal, Maqbool! Cepat!
Sitaram! Cap jempolmu!
Berikan cap jempolmu!
Shyamlal! Cepat!
Devraj.
Radheshyam!
Berikan cap jempolmu!
Satu cap jempol kurang?
Thakur, satu orang belum ada.
Siapa dia?
Di mana Mohan?
Di mana Mohan?
Dia sedang pergi.
Saat dia kembali, suruh dia datang ke rumah besar
untuk memberikan cap jempolnya.
Atau kubunuh dia. Paham?
Siapa yang membunuhnya?
Aku ingin tahu siapa yang membunuhnya.
Saudaramu dibunuh di siang bolong dan kau diam saja.
Kalian bodoh! Dia mati hari ini, besok kau bisa dibunuh.
Katakan siapa yang membunuhnya!
Sepertinya desa ini akan melihat hari yang lebih baik.
Memalukan sekali tak ada yang mau memberitahuku nama pembunuhnya.
Tak ada yang bisa memberitahuku?
Kuberi tahu siapa yang membunuhnya!
Siapa yang membunuhnya?
Thakur Bhupendra Singh.
Thakur Bhupendra Singh!
Halo, Thakur.
Katakan, Inspektur,
ada perlu apa kau ke sini?
Thakur, ada kematian di desa ini.
Kematian? Terus?
Itu terjadi saat kau mengambil cap jempol warga.
Jempol orang mati itu juga diolesi tinta.
Dan kematiannya...
Bukan kematian, tapi pembunuhan, Inspektur!
Orang itu dibunuh!
Untuk apa kau datang ke sini?
Thakur, kau bisa memihak hukum.
Apa yang harus kulakukan untuk itu?
Serahkan dirimu pada hukum.
Apa kau punya bukti terhadapku?
Tak perlu itu, jika kau akui kejahatanmu.
Kau tahu dengan siapa kau bicara?
Ya, aku tahu betul!
Kau orang terkaya di area ini!
Tapi ingat kau tidak kebal hukum.
Inspektur, seberapa tajam pun pedangnya,
ia tak pernah memotong sarungnya!
Karena di situlah ia bersandar. Jika kau ingin tinggal di desaku,
ia tak pernah memotong sarungnya! Bekerjalah untukku.
Kau akan lebih bahagia.
Aku tak gentar dengan ancamanmu.
Jangan remehkan aku.
Kau bersaksi melawan Thakur?
Kau juga bilang dia melakukan pembunuhan!
Kau memberontak pada Thakur!
Kuberi pelajaran kau!
Takkan ada yang berani mengulangi kesalahan ini!
Kutelanjangi kau di depan umum!
Tidak! - Tidak!
Keparat!
Kubunuh kau, keparat!
Katakan pada Inspektur,
aku menelanjangi kau di depan umum.
Keparat!
Tidak! Tuhan, apa tak ada yang melindungi kehormatan wanita hari ini?
Hari ini takkan ada yang menyelamatkanmu!
Takkan ada yang mendengarkan permohonanmu!
Ya Tuhan!
Bhima!
Siapa pria yang melindungi semua orang di desa ini?!
Siapa yang berani menghajar anak buahku?
Ini aku, Thakur!
Bhima sudah kembali dari penjara.
Dan aku meminta penjaga penjara untuk tetap membuka pintu.
Bhima akan segera kembali setelah melakukan pembunuhan lain.
Dengar, Thakur!
Hari ini, Bhima,
menyatakan perang terhadapmu.
Bagaimanapun usahamu, kematianmu ada di tanganku.
Bhima! - Jangan berteriak, Thakur!
Sampai hari ini, kami tetap diam.
Sekarang giliran kami untuk bicara!
Kau melakukan kekejaman yang tak terhitung
pada warga untuk merampas tanah mereka.
Aku akan membuatmu membayar setiap
tindakan kejam itu!
Aku bersumpah, Thakur,
aku bersumpah demi makian kasar yang kau ucapkan!
Aku bersumpah demi air mata anak-anak yang menetes karena kekejamanmu!
Aku bersumpah demi ladang yang kaubakar!
Hanya kematianmu yang bisa menebus desa ini.
Kau keparat.
Kuberi kau kesempatan memakai pistol, tapi tidak hari ini.
Bersabarlah.
Aku juga sudah menunggu selama tujuh tahun.
Bhima,
aku pasti celaka jika kau tak datang tepat waktu.
Aku berutang budi padamu seumur hidup.
Bhima, Inspektur memanggilmu ke kantor polisi.
Apa kau Bhima?
Apa kau terlibat perkelahian dengan anak buah Thakur?
Ya.
Kenapa?
Kau tahu kami berkelahi, kau mungkin juga tahu alasannya.
Aku ingin dengar versimu.
Kenapa kau memukul anak buah Thakur?
Tak ada yang membuat daftar perbuatan baik pembunuh, Inspektur.
Kurasa kau punya dendam pribadi dengan Thakur.
Aku ingin tahu alasannya.
Alasan bermusuhan? Alasan bermusuhan dengan Thakur?
Siapa yang bukan musuhnya?
Dia musuhku, musuh desa,
musuh hukum, musuh semua orang!
Desa ini tadinya tidak begini.
Aku juga tidak.
Warga desa hidup bahagia...
...panennya subur.
Ladangnya menghijau.
Ada suka cita dan pesta. Nyanyian, musik.
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik dengan gelang hijau."
"Jadikan aku milikmu, sayangku."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik dengan gelang hijau."
"Jadikan aku milikmu, sayangku."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik."
"Terlepas dari kecantikannya."
"Siapa pun yang menghiasi pergelangan ini dengan gelang akan terjebak."
"Jika aku memberimu gelang hijau."
"Ladang Bhima mungkin akan mengering."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik dengan gelang hijau."
"Jadikan aku milikmu, sayangku."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik."
"Aku terima orang-orang akan membicarakan cinta kita."
"Aku akan memenangkan hatimu, meski kehilangan hatiku untukmu."
"Aku terima orang-orang akan membicarakan cinta kita."
"Aku akan memenangkan hatimu, meski kehilangan hatiku untukmu."
"Kita berdua menyukai."
"Kekalahan kecil dalam cinta ini."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik."
"Kenapa kau menghalangi jalanku? Kenapa kau mengejarku?"
"Ada pria lain untuk menghiasi pergelanganmu dengan gelang."
"Bhima takkan masuk ke perangkapmu."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik dengan gelang hijau."
"Jadikan aku milikmu, sayangku."
"Hiasi pergelangan tanganku yang cantik."
"Jangan tinggalkan aku setelah menerimaku."
"Jangan patahkan hatiku yang penuh cinta lalu pergi."
"Jangan tinggalkan aku setelah menerimaku."
"Jangan patahkan hatiku yang penuh cinta lalu pergi."
"Kuserahkan hatiku, kuserahkan hidupku."
"Kuserahkan hatiku, kuserahkan hidupku."
"Kupersembahkan masa mudaku untukmu."
"Kupersembahkan masa mudaku untukmu."
"Kuhiasi pergelangan tanganmu yang cantik dengan gelang hijau."
"Kuhiasi pergelangan tanganmu yang cantik dengan gelang hijau."
"Kan menjadikanmu milikku, sayangku."
"Jadikan aku milikmu, sayangku."
No comments yet. Be the first to leave one.